<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>GMNI Banyuwangi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gmni-banyuwangi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2020 14:35:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>GMNI Banyuwangi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>PA GMNI Banyuwangi Kritisi Penerapan New Normal di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/pa-gmni-banyuwangi-kritisi-penerapan-new-normal-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 14:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116876</guid>

					<description><![CDATA[Banyuwangi Memontum &#8211; Rencana penerapan new normal Pariwisata di Banyuwangi disoal Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI). Kritik ini terkait tindakan serius menghadapi Covid-19 di Banyuwangi. Pasalnya, sejak beberapa hari lalu jumlah warga Banyuwangi yang dinyatakan positif terus bertambah dan tindakan pencegahan yang dilakukan Gugus Tugas Banyuwangi masih belum maksimal. Sekretaris PA GMNI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyuwangi Memontum</strong> &#8211; Rencana penerapan new normal Pariwisata di Banyuwangi disoal Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI). Kritik ini terkait tindakan serius menghadapi Covid-19 di Banyuwangi.</p>
<p>Pasalnya, sejak beberapa hari lalu jumlah warga Banyuwangi yang dinyatakan positif terus bertambah dan tindakan pencegahan yang dilakukan Gugus Tugas Banyuwangi masih belum maksimal.</p>
<p>Sekretaris PA GMNI Banyuwangi, Marcelinus Florianus GG mengatakan, seharusnya gugus tugas Covid-19 Banyuwangi harus melihat data, dan fakta yang di lapangan angka Covid-19 yang ada di Banyuwangi, angkanya bertambah atau menurun.</p>
<p>&#8220;Ingat! Dalam waktu 3 hari jumlah penderita Covid-19 bertambah 7 orang. Sungguh ironis kalau Pemkab Banyuwangi memaksakan new normal Pariwisata, seharusnya harus lebih berhati-hati. Bahkan angka itu akan terus bertambah, apalagi akan diberlakukannya new normal, akan lebih berbahaya lagi,&#8221; ujar Marcelinus Florianus GG kepada Memontum.com, Kamis (18/6/2020) siang.</p>
<p>&#8220;Lihat saja seperti minggu kemarin dalam sehari angka yang positif terjangkit covid-19 dari total 13 menjadi 20, artinya ada kenaikan 7 orang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut Bung Marcell sapaan akrab Marcelinus Florianus GG enam orang yang terdeteksi positif Covid-19 ketika Pelindo III mengadakan kegiatan rapid tes gratis.</p>
<p>&#8220;Tambahan tujuh warga Banyuwangi positif Corona itu, enam diantaranya diketahui saat Pelindo III menyelenggarakan rapid tes gratis. Jika Pelindo III tidak mengadakan rapid tes, 6 orang tersebut akan bebas berkeliaran dan Coronavirus akan menyebar kemana-mana. Masalah seperti ini harus diperhatikan Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sekretaris PA GMNI Banyuwangi menduga jika Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi kurang maksimal dalam penanganan Covid-19. Padahal, anggaran untuk masalah ini sudah digelontorkan sebesar Rp 78 miliar.</p>
<p>&#8220;Dana sebesar Rp 78 Miliar untuk penanganan Covid-19. Angka yang cukup fantastis. Dana sebesar itu belum termasuk bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pihak ketiga,&#8221; jlentrehnya.</p>
<p>Menurutnya, seharusnya saat ini Pemkab Banyuwangi harus mendengarkan keluhan dan memperhatikan masyarakat kecil yang hidupnya terbebani akibat mahalnya biaya Rapid Tes.</p>
<p>Dampak mahalnya biaya Rapid Tes pedagang kecil tidak bisa berdagang lantaran untuk bekerja di kapal atau ke pulau Bali diharuskan menyertakan surat keterangan sehat dan melampirkan hasil rapid tes.</p>
<p>&#8220;Kami sering mendapat keluhan dari pedagang lintas kabupaten/kota, dan pedagang kecil, mereka sangat terbebani mahalnya biaya Rapid Tes. Apalagi umur hasil Rapid Tes itu hanya berlaku 3 hari. Seharusnya Pemkab Banyuwangi mendengarkan keluhan mereka-mereka itu daripada memaksakan new normal Pariwisata,&#8221; tegas Bung Marcell.</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, kami meminta pihak Pemkab dapat lebih fokus untuk mencarikan solusi dalam mengurangi beban yang harus ditanggung oleh mereka. Apalagi jika Pemkab bisa memberikan solusi dengan memberikan fasilitas Rapid Test secara gratis,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Bung Marcell berharap Pemkab Banyuwangi menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) tentang standarisasi harga terendah Rapid Tes mandiri.</p>
<p>&#8220;Terbitkan Perbup atau Perda tentang biaya Rapid Tes mandiri, sehingga harganya tidak berbeda-beda, sehingga warga bisa melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit (RS) yang sudah ditunjuk,&#8221; harap aktivis Banyuwangi.</p>
<p>Di samping itu, Sekretaris PA GMNI Banyuwangi mengkritisi aktivitas yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi yang saat ini sibuk melakukan simulasi penerapan new normal Pariwisata dari pada penanganan Covid-19.</p>
<p>&#8220;GMNI Banyuwangi tidak menolak pemberlakuan new normal Pariwisata. Tapi hendaknya fokuskan dulu penanganan Covid-19. Kalau Pemkab Banyuwangi sibuk simulasi, dan melupakan wabah Covid-19 yang saat ini jumlahnya terus bertambah, dampaknya akan lebih berbahaya, jumlah orang yang terinfeksi Virus Corona akan semakin bertambah lagi,&#8221; ingatnya.</p>
<p>Sekedar diketahui, hingga saat ini Kabupaten Banyuwangi masih masuk dalam katagori zona merah. Data sementara Covid-19 Kabupaten Banyuwangi untuk hari ini, Rabu (18/6/2020) Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 889 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 47 orang, dan Positif terjangkit sebanyak 20 orang. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116876</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Ibu, Sarinah Banyuwangi bagi Bunga dan Teaterikal</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-ibu-sarinah-banyuwangi-bagi-bunga-dan-teaterikal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 12:29:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70026</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Peringati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Sarinah DPC GMNI Banyuwangi, gelar aksi bagi-bagi bunga ke sejumlah pengguna jalan di depan Kampus Untag Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018) siang. Puluhan Sarinah DPC GMNI Banyuwangi tampak sibuk mbrikan bunga kepada sejumlah pengendara yang melewati kampus Untag. Disamping membagikan bunga, sebagian anggota Sarinah Banyuwangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Peringati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Sarinah DPC GMNI  Banyuwangi, gelar aksi bagi-bagi bunga ke sejumlah pengguna jalan di depan Kampus Untag Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018) siang.</p>
<p>Puluhan  Sarinah  DPC GMNI Banyuwangi tampak sibuk mbrikan bunga kepada sejumlah pengendara yang melewati kampus Untag. Disamping membagikan bunga, sebagian anggota Sarinah Banyuwangi menggelar teaterikal dan membaca puisi.</p>
<div id="attachment_70029" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0008-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-70029" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0008-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Korlap Peringatan hari ibu Yeyen Maytri saat aksi peringatan hari Ibu" width="650" height="333" class="size-full wp-image-70029" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0008-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0008-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-70029" class="wp-caption-text"><strong>Korlap Peringatan hari ibu Yeyen Maytri saat aksi peringatan hari Ibu</strong></p></div>
<p>Koordinator Lapangan Yeyen Meytria mengatakan peringatan hari ibu ini sebagai bentuk rasa hormat kepada ibu yang telah membesarkan generasi penerus bangsa. Karena dengan dedikasi seorang ibu, kaum muda bahkan pejabat negara mampu memimpin negeri ini.</p>
<p>&#8220;Ibu itu bukan hanya seorang yang hanya melahirkan saja, namun dengan peran dan dedikasi seorang ibu, kita mampu menjadi orang yang berguna. Pemimpin negeri ini bisa sukses berkat dedikasi seorang ibu,&#8221;ujar Yeyen Meytria.</p>
<p>Maka dari itu, lanjutya,  dirinya mengajak kepada masyarakat agar menghargai perjuangan ibu yang telah bersusah payah membesarkan anak-anaknya dan berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan generasi penerus bangsa.</p>
<p>&#8220;Perjuangan ibu pasca melahirkan hingga membesarkan anak-anaknya patut kita hargai, maka dari itu, saya mengajak kepada masyarakat mari kita perjuangkan hak-hak seorang wanita atau seorang ibu,&#8221; katanya.</p>
<p>Yeyen mengungkapkan, kaum perempuan pasca persalinan rasa sakitnya takkan hilang sepanjang waktu. Namun dalam kedudukan seorang perempuan ada hak-hak wanita yang hilang. Dan posisi wanita bukan dibawah laki-laki untuk ditindas dan bukan posisinya diatas untuk disembah.</p>
<p>&#8220;Posisi perempuan itu disamping laki-laki untuk penyelaras, kesetaraan gender itu bukan berarti menghilangkan kodratnya sebagai perempuan, tapi sebagai kesamaan hak. Dengan kata lain perempuan itu juga ingin dihargai dan dihormati bukan dilecehkan atau ditindas,&#8221;ungkap mahasiswa FKIP ini.</p>
<p>Yeyen menyitir perkataan Soekarno sang Proklamator bangsa Indonesia, mengatakan, dan manusia akan pincang, selama saf yang satu menindas saf yang  lain. Harmoni dapat tercapai kalau tidak ada saf satu diatas saf lain. Tetapi dua saf itu sama derajat, berjajar yang satu dengan yang lain, yang satu memperkuat yang lain. Tetapi masing-masing sesuai kodratnya.</p>
<p>&#8220;Ayo bangkitlah perempuan Indonesia!, Bersama jaya membangun Indonesia,&#8221;tandasnya.  <strong>(tut/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70026</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
