<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gondanglegi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gondanglegi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 15:26:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gondanglegi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispendik on The Road 2026 di Gondanglegi, Berikan Pemahaman Tentang Dana BOS</title>
		<link>https://memontum.com/dispendik-on-the-road-2026-di-gondanglegi-berikan-pemahaman-tentang-dana-bos</link>
					<comments>https://memontum.com/dispendik-on-the-road-2026-di-gondanglegi-berikan-pemahaman-tentang-dana-bos#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232639</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang kembali menggelar kegiatan Peningkatan Layanan Dinas Pendidikan melalui Dispendik on The Road (DOR) 2026, yang berlangsung di SMP Negeri 1 Gondanglegi, Jumat (22/05/2026) tadi. Pelaksanaan itu, melibatkan mulai pengawas sekolah, kepala sekolah, operator BOSP hingga operator Dapodik, dari wilayah Kecamatan Gondanglegi, Bululawang dan Wajak. Gelaran safari DOR [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang kembali menggelar kegiatan Peningkatan Layanan Dinas Pendidikan melalui Dispendik on The Road (DOR) 2026, yang berlangsung di SMP Negeri 1 Gondanglegi, Jumat (22/05/2026) tadi. Pelaksanaan itu, melibatkan mulai pengawas sekolah, kepala sekolah, operator BOSP hingga operator Dapodik, dari wilayah Kecamatan Gondanglegi, Bululawang dan Wajak.</p>



<p>Gelaran safari DOR 2026 sendiri, menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dalam mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada satuan pendidikan, khususnya terkait penguatan integritas ASN dan tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hadir sebagai nara sumber, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, yang menyampaikan materi terkait integritas dan disiplin ASN. Sementara materi pengelolaan BOSP dan Standar Harga Satuan, disampaikan tim dari Inspektorat Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Tim Inspektorat Kabupaten Malang, Noviana, mengingatkan akan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan dana BOS agar sesuai ketentuan dan terhindar dari pelanggaran administrasi maupun hukum. “Saya di sini hanya mengingatkan kembali, terkait pengelolaan dana BOS. Karena saya yakin, bapak-ibu semuanya sudah memahami bagaimana pengelolaan dana BOS itu, apa yang boleh, apa yang tidak boleh dan bagaimana pertanggungjawabannya,” tegasnya.</p>



<p>Noviana menjelaskan, bahwa pengelolaan dana BOS mengacu pada Permendikbud Nomor 8 Tahun 2026 serta Peraturan Bupati Malang Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Harga Satuan Tahun Anggaran 2026 beserta perubahannya yang harus selalu diperhatikan setiap tahun. Dirinya juga menegaskan, beberapa komponen penggunaan dana BOS.</p>



<p>Diantaranya, seperti untuk penerimaan murid baru, pengembangan perpustakaan minimal 10 persen dari dana yang diterima, pelaksanaan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Termasuk, asesmen dan evaluasi pembelajaran, administrasi sekolah, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana maksimal 20 persen.</p>



<p>Selain itu, dana BOS juga dapat digunakan untuk pembayaran honor tenaga non ASN, sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk sekolah negeri, alokasi honor maksimal sebesar 20 persen, sedangkan sekolah swasta maksimal 40 persen.</p>



<p>“Honor hanya boleh diberikan kepada tenaga non ASN yang memenuhi persyaratan, seperti tercatat di Dapodik, memiliki NUPTK dan belum menerima TPG,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rangkaian pelaksanaan yang juga diisi dengan sesi tanya jawab, pun juga berlangsung hangat dan interaktif. Salah satu peserta dari TK Negeri Pembina Bululawang, mengajukan pertanyaan terkait penganggaran honor bagi guru kegiatan keagamaan dan tenaga kependidikan yang belum masuk Dapodik.</p>



<p>Peserta tersebut menjelaskan, bahwa sekolahnya mengangkat guru TPG dan guru agama Kristen dari unsur masyarakat karena adanya kebutuhan layanan pembelajaran keagamaan bagi siswa non muslim. Selain itu, sekolah juga memiliki petugas kebersihan dan penjaga sekolah yang belum dapat masuk Dapodik karena keterbatasan administrasi.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Tim Inspektorat menjelaskan bahwa tenaga kependidikan seperti penjaga sekolah dan petugas kebersihan, dapat dianggarkan melalui BOP selama memenuhi syarat sebagai non ASN dan memiliki Surat Keputusan (SK) dari kepala sekolah. Sementara untuk guru kegiatan keagamaan maupun tenaga dari masyarakat yang tidak terdaftar di Dapodik dan tidak memiliki NUPTK, tidak diperbolehkan menerima honorarium sebagaimana guru reguler.</p>



<p>Namun demikian, terangnya, sekolah masih diperbolehkan memberikan bantuan transport kegiatan melalui skema masyarakat pendukung kegiatan sesuai ketentuan Standar Biaya Umum (SBU) 2026. “Kalau tidak memenuhi syarat penerima honor, maka bentuknya bukan honor, tetapi bantuan transport masyarakat pendukung kegiatan,” tambahnya.</p>



<p>Tim Inspektorat juga mengingatkan, bahwa ketentuan SBU dapat berubah setiap tahun. Sehingga, sekolah diminta aktif memantau pembaruan regulasi melalui JDIH Kabupaten Malang, agar penganggaran tetap sesuai aturan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Noviana kembali menekankan akan pentingnya memahami larangan penggunaan dana BOS, seperti mentransfer dana ke rekening pribadi, membungakan atau menginvestasikan dana, meminjamkan dana BOS, membeli perangkat lunak pelaporan BOS, hingga membiayai kebutuhan pribadi pendidik dan tenaga kependidikan. Dirinya juga turut mengingatkan, bahwa dana pemeliharaan sarana dan prasarana tidak diperbolehkan digunakan untuk perbaikan kategori rusak sedang maupun rusak berat.</p>



<p>Melalui kegiatan Dispendik on The Road (DOR) 2026 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berharap seluruh satuan pendidikan semakin tertib administrasi, transparan dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran, sekaligus memperkuat integritas dalam pelayanan pendidikan. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dispendik-on-the-road-2026-di-gondanglegi-berikan-pemahaman-tentang-dana-bos/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232639</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Layanan Kesehatan, BRI Salurkan Bantuan Ambulans untuk Ponpes Raudlatul Ulum 2 Gondanglegi</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-layanan-kesehatan-bri-salurkan-bantuan-ambulans-untuk-ponpes-raudlatul-ulum-2-gondanglegi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambulans]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[raudlatul]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232040</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Kepanjen, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kali ini, BRI menyalurkan bantuan berupa satu unit ambulans untuk Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (23/04/2026) lalu. Bantuan ambulans tersebut, diserahkan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian BRI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Kepanjen, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kali ini, BRI menyalurkan bantuan berupa satu unit ambulans untuk Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (23/04/2026) lalu.</p>



<p>Bantuan ambulans tersebut, diserahkan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap kebutuhan layanan kesehatan, khususnya bagi para santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes). Sekedar diketahui, di Ponpes ini terdapat sekitar 1.200 orang santri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemimpin Cabang BRI Kepanjen, Herwansyah, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung fasilitas kesehatan. “Kami berharap, bantuan ambulans ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang layanan kesehatan bagi 1.200 santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2. BRI akan terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial,” ujar Herwansyah, Selasa (28/04/2026) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, KH M Hamim Kholili, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh BRI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ambulans ini tentu akan sangat membantu dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat dan optimal bagi para santri,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI secara konsisten terus berupaya memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232040</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wagub Jatim bersama Wabup Khofifah Kunjungi Pembangunan Ruas Jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang</title>
		<link>https://memontum.com/wagub-jatim-bersama-wabup-khofifah-kunjungi-pembangunan-ruas-jalan-gondanglegi-balekambang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231580</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, meninjau perkembangan pembangunan ruas jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang, dari wilayah Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Kunjungan ruas jalan sepanjang 30,485 kilometer dan lebar 11 meter dilakukan, untuk memastikan apa yang akan menjadi porsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, meninjau perkembangan pembangunan ruas jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang, dari wilayah Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Kunjungan ruas jalan sepanjang 30,485 kilometer dan lebar 11 meter dilakukan, untuk memastikan apa yang akan menjadi porsi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan porsi Pemerintah Kabupaten Malang, bisa dipastikan lancar.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, pembangunan jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar 7 meter, yang menjadi penghubung Jalan Ngambal Selorejo ke Krisik Wlingi, dilakukan peninjauan. Nantinya, jalan tersebut segera ditindaklanjuti naik sebagai Jalan Provinsi antara Malang &#8211; Blitar.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Mas Emil dan Pemerintah Pusat, yang telah membantu Kabupaten Malang dalam percepatan pembangunan ruas jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang. Diharapkan, pembangunan ini mampu menambah kunjungan ke titik destinasi wisata di Malang Selatan,&#8221; kata Wabup Lathifah.</p>



<p>Sementara itu, Wagub Emil menyampaikan bahwa jalan Gondanglegi-Balekambang ini merupakan sirip dari Kabupaten Malang dan Kota Malang ke Jalur Pantai Selatan (Pansela). Sementara untuk Pansela di Jawa Timur, sekarang ini sudah selesai hingga perbatasan Kabupaten Blitar, melintasi Pantai Ngliyep dan Sendangbiru ke arah Kabupaten Lumajang. Pembangunan jalan ini, menjadi bagian dari Program Islamic Development Bank.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada pemerintah pusat dan Kementerian PU, yang telah mengakselerasi pembangunan jalan ini dan berstatus sebagai Jalan Nasional dari Jalan Kabupaten,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, Pansela ini memang ada perubahan trase. Rencana awal ke arah Kecamatan Dampit, baru kemudian disambung ke Lumajang. Namun, karena adanya beberapa kali terjadi erupsi yang berdampak kepada keberadaan jembatan dan zona yang rawan, maka dilakukan penentuan trase ulang.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari program Bank Pembangunan Asia. Masyarakat sepertinya juga menyambut baik dengan pembangunan jalan ini, pelebaran dan adanya drainase di kedua sisi. Sehingga, keberadaan jalan bisa menjadi jalan berstandart nasional. Selain itu, juga ada Jalan Provinsi yang selesai dibangun Malang &#8211; Blitar, yakni di Selorejo ke Krisik dan segera ditindak-lanjuti ke arah Blitar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Wabup Emil berharap, pembangunan jalan tersebut tidak ada kendala. Bahkan, pihaknya beberapa kali berkomunikasi dengan Bupati Malang, HM Sanusi.</p>



<p>&#8220;Pak Bupati Sanusi tadi juga sudah kami hubungi dan memang beberapa kali dalam bulan yang lalu, sudah berkomunikasi. Tanggal 19 Januari Penlok-nya sudah terbit. Dan sekarang BPN melakukan estimasi yang diperkirakan September dan diharapkan bisa secepatanya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan dibangunnya jalan ini, diharapkan dampaknya bisa dirasakan dan berdampak pada kemajuan pariwisata. &#8220;Semua sumber daya, tim ini sudah siap. Program ini juga sudah tutup pada Juli 2027. Jadi jangan sampai ada yang tertunda, karena ini memang strategis karena wilayah yang dilalui dari jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang, bisa turut merasakan kemajuan. Baik di dunia pariwisata dan perikanan di Malang selatan bisa berkembang,” papar Wagub Jatim. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tampung Aspirasi Pedagang, Bupati Pasuruan Datangi Pasar Gondanglegi</title>
		<link>https://memontum.com/tampung-aspirasi-pedagang-bupati-pasuruan-datangi-pasar-gondanglegi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[tampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229291</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, didampingi Plt Kadisperindag Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto dan Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Pasuruan, mendatangi dan menemui para pedagang eks Pasar Gondanglegi, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (06/01/2026) tadi. Kedatangan rombongan, tidak lain untuk menampung aspirasi yang ingin disampaikan pedagang. Dalam pertemuan ini, para pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, didampingi Plt Kadisperindag Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto dan Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Pasuruan, mendatangi dan menemui para pedagang eks Pasar Gondanglegi, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (06/01/2026) tadi. Kedatangan rombongan, tidak lain untuk menampung aspirasi yang ingin disampaikan pedagang.</p>



<p>Dalam pertemuan ini, para pedagang dan paguyuban menyampaikan banyak hal kepada bupati. Terutama, mengenai keinginan para pedagang agar ada pembangunan pasar kembali.</p>



<p>&#8220;Mumpung ada Mas Bupati. Jadi sekalian Curhat semoga pasar ini dibangun kembali,&#8221; kata salah seorang pedagang, Choirul.</p>



<p>Kepala Paguyuban Pedagang, Dudung, menyampaikan bahwa sejak 2016 belum ada pembangunan di Pasar Tradisional Gondanglegi. Pedagang meminta, agar Pemda melakukan renovasi agar para pedagang bisa kembali berjualan seperti dahulu.</p>



<p>&#8220;Sudah 10 tahun Pasar Gondanglegi ditinggalkan Pemda dan pedagang ikhtiar tetap berjualan meskipun dalam keadaan tidak layak,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah seorang pedagang ayam potong, Nurul dan pedagang lain, hanya minta kesejahteraan rakyat kecil yang ada di pasar tradisional. Dimana nantinya, transaksi jual beli tetap berjalan.</p>



<p>&#8220;Kalau pasar kembali bersih dan layak untuk jual beli, kemungkinan besar pembeli kembali ramai dan pedagang bisa sejahtera,&#8221; ungkap Nurul.</p>



<p>Seusai menerima uneg-uneg pedagang, Bupati Rusdi menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan terlebih dahulu akan melakukan pengkajian serta analisis. Tujuannya, adalah tidak lain untuk menentukan langkah ke depan untuk kelanjutan ex Pasar Gondanglegi.</p>



<p>&#8220;Kita kaji dan analisa dahulu. Mau diapakan eks Pasar Gondanglegi ini. Kalau bicara pembangunan, kita belum sampai di situ,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kepada para pedagang, Bupati Rusdi mempersilahkan untuk tetap beraktivitas seperti biasa. &#8220;Yang terpenting tetap tertib dan ikut menjaga keamanan dan keselamatan warga yang akan berbelanja menuju pasar tetap terjaga. Karena di sini jalur cepat, jadi yang terpenting juga lalu lintas di depan pasar tidak terganggu dan masyarakat. Para pedagang semuanya boleh berdagang seperti biasanya,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229291</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Pimpin Program Sambang Desa Gotong Royong di Kecamatan Gondanglegi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-pimpin-program-sambang-desa-gotong-royong-di-kecamatan-gondanglegi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[gotong]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[royong,]]></category>
		<category><![CDATA[sambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, memimpin pelaksanaan Sambang Desa Gotong Royong (Samdesgotro) Membangun Desa di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (30/06/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, Bupati Sanusi mengawali kegiatan dengan membuka acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, memimpin pelaksanaan Sambang Desa Gotong Royong (Samdesgotro) Membangun Desa di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (30/06/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, Bupati Sanusi mengawali kegiatan dengan membuka acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Gondanglegi. Gelaran itu, dihadiri jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Gondanglegi.</p>



<p>Diketahui, bahwa Kecamatan Gondanglegi merupakan salah satu wilayah yang sangat potensial di Kabupaten Malang. Dengan kekayaan alam yang luar biasa, masyarakat yang religius dan dinamis, serta semangat gotong royong yang masih sangat kuat. Sehingga, tidak salah jika Kecamatan Gondanglegi menjadi contoh nyata kekuatan desa sebagai pilar pembangunan daerah.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Bupati Malang dan rombongan juga mengunjungi beberapa titik potensi dan kegiatan produktif masyarakat. Seperti peternakan kambing, sentra budidaya jamur dan ikan nila, pengrajin genteng dan bata, serta Koperasi Merah Putih.</p>



<p>Kunjungan ini, bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memberi dukungan nyata kepada para pelaku usaha rakyat dan UMKM yang telah berperan besar dalam menggerakkan roda perekonomian desa. &#8220;Tadi kita juga mengunjungi tempat panen jamur, dalam 1 hari sekitar 20 kg dengan harga jual Rp 14.000, omset sebesar Rp 280 ribu perhari atau Rp 8,400 juta perbulan. Sedangkan kolam ikan tadi, kurang lebih 5.000 M2 dengan kapasitas bibit maksimal 30 ribu ekor ikan nila. Dalam kurun waktu 4 bulan, panen ikan nila kurang lebih 2 ton dengan harga jual Rp 22 ribu perkg (ikan hidup atau basah), omset penjualan sebesar Rp 44 juta. Selain tempat pembibitan, kolam tersebut digunakan juga sebagai tempat pemancingan,&#8221; ujar Bupati Malang.</p>



<p>Bupati Malang juga meninjau langsung Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Putukrejo. Dalam sistem ini, sampah yang dikumpulkan dari masyarakat dipilah secara selektif. Sampah plastik yang terpilah kemudian diolah menggunakan alat destilator khusus yang mampu mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif, seperti minyak tanah, solar, dan bensin sejenis pertalite.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Malang juga menyaksikan secara langsung prosesi inovasi tersebut. Demonstrasi secara langsung terkait proses penyulingan plastik menjadi bahan bakar minyak di TPS Terpadu tersebut.</p>



<p>HM Sanusi juga menyampaikan, bahwa dalam konteks desa, pengembangan ekonomi sirkular menjadi sangat strategis sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan perekonomian lokal berbasis sumber daya alam yang ada. Dijelaskannya, bahwa Desa Putukrejo telah menunjukkan bagaimana pengelolaan sampah terpadu dan inovatif dapat menjadi sumber pendapatan baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ini juga sejalan dengan agenda nasional, yang menempatkan ekonomi sirkular sebagai bagian dari pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.</p>



<p>Selain itu, Bupati Malang juga mengunjungi tempat penggilingan padi milik warga yang menjadi bagian penting dari sistem ketahanan pangan dan kebersihan lingkungan di tingkat desa. Setiap inisiatif lokal yang dikelola dengan semangat mandiri dan gotong royong ini adalah bagian dari pembangunan Kabupaten Malang yang inklusif dan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Dari sektor pariwisata misalnya, kita patut berbangga karena Kecamatan Gondanglegi memiliki dua destinasi unggulan yang sudah dikenal luas seperti Wisata Air Sumber Maron dan Sumber Sira. Kedua sumber mata air alami ini bukan hanya menyajikan keindahan dan kesejukan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,&#8221; jelas Bupati Malang.</p>



<p>Tidak kalah penting, pada sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas tebu, juga telah lama menjadi andalan perekonomian masyarakat di wilayah ini. &#8220;Ke depan, potensi ini perlu kita dorong dengan melahirkan inovasi, akses pasar yang lebih luas. Serta sinergi antara petani, pemerintah dan pelaku usaha, agar mampu memberikan nilai tambah yang maksimal,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Melalui program Sambang Desa ini, pihaknya ingin mendengar langsung suara rakyat, memahami kebutuhan riil di lapangan dan mencari solusi bersama. &#8220;Mari kita jadikan Gondanglegi sebagai contoh wilayah yang mandiri, religius, produktif dan berdaya saing. Tentunya tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang kita warisi,&#8221; ujar Bupati Malang. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Plt Bupati Didik Buka Gelaran Pesona Gondanglegi XI Bertema Kawicaksanaan Karya</title>
		<link>https://memontum.com/plt-bupati-didik-buka-gelaran-pesona-gondanglegi-xi-bertema-kawicaksanaan-karya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertema]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[kawicaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215875</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, membuka gelaran Pesona Gondanglegi XI, yang mengambil start dari Kampus STIE Widya Dharma Al Rifa&#8217;ie di Jalan Raya Ketawang, Kecamatan Gondanglegi dan berakhir di depan Bengkel Bachelor di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Gondanglegi, Sabtu (26/10/2024) tadi. Pelaksanaan pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, membuka gelaran Pesona Gondanglegi XI, yang mengambil start dari Kampus STIE Widya Dharma Al Rifa&#8217;ie di Jalan Raya Ketawang, Kecamatan Gondanglegi dan berakhir di depan Bengkel Bachelor di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Gondanglegi, Sabtu (26/10/2024) tadi. Pelaksanaan pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt Bupati itu, mengangkat tema &#8216;Kawicaksanaan Karya&#8217;.</p>



<p>Tema tersebut, menjadi fokus gelaran pada tahun 2024 ini. Panitia menetapkan tema tersebut, untuk menekankan unsur kebijaksanaan dalam menghasilkan sebuah karya yang dilombakan.</p>



<p>Tema tersebut dipilih, untuk menekankan nilai-nilai kebijaksanaan dan kreativitas dalam menciptakan karya seni, serta budaya yang dapat memperkuat identitas lokal. &#8216;Kawicaksanan&#8217; mengacu pada kebijaksanaan. Artinya, mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan memahami warisan budaya serta tradisi yang ada. Ini juga melibatkan penerapan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari dan pengambilan keputusan yang berkelanjutan. Sedangkan &#8216;Karya&#8217;, merujuk pada kreasi yang dihasilkan oleh masyarakat, baik dalam bentuk seni, kerajinan, maupun inovasi lainnya. Ini mencerminkan potensi dan keterampilan lokal yang perlu ditampilkan dan diapresiasi.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Malang melalui Plt Bupati Didik menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pesona Gondanglegi XI Tahun 2024. Di mana, energi positif yang terpancar dari gelaran ini, tentunya menjadi penyemangat bagi warga Kabupaten Malang, yang pada tahun ini juga akan memperingati ke-1264 Hari Jadi Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="434" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Plt-Bupati-Didik-Buka-Gelaran-Pesona-Gondanglegi-XI-Bertema-Kawicaksanaan-Karya-2.jpg?resize=600%2C434&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-215877" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Plt-Bupati-Didik-Buka-Gelaran-Pesona-Gondanglegi-XI-Bertema-Kawicaksanaan-Karya-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Plt-Bupati-Didik-Buka-Gelaran-Pesona-Gondanglegi-XI-Bertema-Kawicaksanaan-Karya-2.jpg?resize=300%2C217&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>&#8220;Pesona Gondanglegi XI ini menjadi bukti nyata bagaimana konsistensi dan perjuangan anak-anak muda serta seluruh komponen masyarakat di wilayah Kecamatan Gondanglegi, dalam menggali potensi yang dimiliki. Sehingga, ini mampu menghasilkan kreasi dan seni pertunjukkan yang menarik, sekaligus memiliki nilai jual yang tinggi. Harapannya, semangat juang ini dapat menjadi motivasi bagi yang lainnya, agar Kabupaten Malang semakin dikenal masyarakat, sebagai barometer kreasi seni dan kreativitas di Jawa Timur,&#8221; kata Plt Bupati Didik.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Didik juga menyampaikan bahwa Pemkab Malang akan selalu mendukung dan mendorong masyarakat agar ikut aktif dalam mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten Malang. Hal ini penting, karena sebagai upaya bersama, karena kepariwisataan juga berkaitan dengan sektor lain, termasuk industri kreatif, UMKM dan usaha jasa lainnya yang merupakan unsur pendukung pembangunan kepariwisataan.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, kedepannya akan ada kejutan lagi yang dihadirkan di Pesona Gondanglegi. Sehingga, nantinya semakin eksis serta mampu menjadi wadah promosi pariwisata maupun potensi unggulan lain dari Kabupaten Malang,&#8221; papar Plt Bupati Malang.</p>



<p>Plt Bupati Didik juga mengajak masyarakat untuk membangun dan memperkuat semangat kebersamaan dalam memobilisasi potensi kepariwisataan menjadi sebuah produk unggulan yang berkualitas. &#8220;Karena harus disadari, bahwa pembangunan kepariwisataan bersifat multi dimensi yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, swasta, komunitas, organisasi, dan juga masyarakat secara luas. Semoga hal ini dapat kita upayakan bersama, demi sukses dan majunya sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif di Kabupaten Malang,&#8221; tambah Plt Bupati Didik. <strong>(kom/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215875</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua Dekranasda Jatim Meriahkan Gelaran Pesona Gondanglegi Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-dekranasda-jatim-meriahkan-gelaran-pesona-gondanglegi-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2023 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201418</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, hadir di tengah-tengah ribuan masyarakat di event Pesona Gondanglegi Ke-10 tahun 2023 di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (11/11/2023) malam. Turut hadir juga digelaran itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, yang tampil dengan busana yang menawan karena menjadi bagian peserta fasyen di even yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, hadir di tengah-tengah ribuan masyarakat di event Pesona Gondanglegi Ke-10 tahun 2023 di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (11/11/2023) malam. Turut hadir juga digelaran itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, yang tampil dengan busana yang menawan karena menjadi bagian peserta fasyen di even yang bertemakan &#8216;Explorasi Expresi&#8217;.</p>



<p>&#8221;Selamat malam. Hari ini semuanya semangat? Terima kasih Bapak Bupati Malang dan ibu, serta terima kasih kepada semua warga yang ada di Gondanglegi. Boleh saya dengar suaranya? Pesona Gondanglegi sudah 10 tahun ada dan tergelar. Alhamdulillah, saat ini saya punya kesempatan hadir di sini,&#8221; kata Arumi, saat menyapa ribuan masyarakat yang hadir.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dirinya berharap, kegiatan Pesona Gondanglegi ini terus berlanjut serta semakin semarak dan hebat dalam berkreativitas. Arumi sendiri, dalam kesempatan itu tampil anggun dengan menggunakan gaun berwarna biru kombinasi merah dengan tema &#8216;Explorasi Expresi&#8217; berjalan didampingi &#8216;dayang-dayang&#8217; yang berasal dari remaja Gondanglegi. Arumi bahkan kerap melambaikan tangan ke arah penonton dan beberapa kali menerima permintaan selfie penonton yang menyodorkan kamera handphone dari balik pagar.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Malang dan istri juga tampak gayeng mendampingi Arumi, baik berada di bagian belakang dan sisi sampingnya. Para peserta Pesona Gondanglegi saling beradu kreativitas dengan tema andalan masing-masing di sepanjang rute, utamanya saat tepat di depan finish stage.<strong> (pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201418</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Erick Tohir Resmikan Kandang Komunal Penggemukan Sapi Berbasis IOT di Gondanglegi Malang</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-erick-tohir-resmikan-kandang-komunal-penggemukan-sapi-berbasis-iot-di-gondanglegi-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 09:32:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[IOT]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kandang Komunal]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri BUMN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159140</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, dalam rangka peresmian Kandang Komunal Penggemukan Sapi Berbasis Teknologi IOT (Internet Of Things) di Desa Panggungrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (27/11/2021) tadi. Erick Tohir menyampaikan, bahwa saat ini peternakan sudah dapat dijalankan dengan gaya modern dengan hasil yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, dalam rangka peresmian Kandang Komunal Penggemukan Sapi Berbasis Teknologi IOT (Internet Of Things) di Desa Panggungrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (27/11/2021) tadi.</p>



<p>Erick Tohir menyampaikan, bahwa saat ini peternakan sudah dapat dijalankan dengan gaya modern dengan hasil yang maksimal. &#8220;Hari ini saya bersama Bupati Malang dan juga Gus Miftah, melihat secara langsung bagaimana bahwa, saat ini usaha peternakan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi. Salah satunya, yakni yang kita lihat tadi, bagaimana kita bisa memastikan apakah sapi-sapi dipelihara dengan baik ini dan dapat dipantau apakah bisa tumbuh kedepannya,&#8221; kata Erick Tohir kepada wartawan.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa dengan adanya ternak digitalisasi ini, maka akan lebih terkontrol dan efisien. &#8220;Menarik juga, tadi makanannya pun bisa disesuaikan dengan kondisi sapinya. Sehingga, dalam beternak itu akan lebih efisien,&#8221; tambah Erick Tohir.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem">BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuasa Ekstrem</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan">BRI Regional 13 Malang Dukung Pengembangan Pertanian Modern dan Agrowisata di Desa Genengan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bersih-bersih-halte-dishub-kota-malang-siapkan-skema-kolaborasi-dengan-swasta">Bersih-Bersih Halte, Dishub Kota Malang Siapkan Skema Kolaborasi dengan Swasta</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/matangkan-integrasi-budaya-dan-pariwisata-pemkot-malang-usung-jargon-menolak-lupa">Matangkan Integrasi Budaya dan Pariwisata, Pemkot Malang Usung Jargon Menolak Lupa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan">Dari Live TikTok, Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Diserbu Wisatawan</a></li>
</ul>


<p>Menteri BUMN tersebut juga mengatakan, bahwa saat ini Indonesia sedang kekurangan jumlah produksi daging. &#8220;Bagaimana pun, Indonesia kan hari ini masih kekurangan juga produksi daging. Nah, hal-hal itu yang kita harapkan bahwa ini akan makin modern dan dengan digitalisasi tadi saya rasa akan makin transparan profesional dan terukur dalam berusaha,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Malang menyampaikan ,bahwa kunjungan Menteri BUMN ini dalam rangka peningkatan ekonomi peternak sapi daging. &#8220;Ini baru pertama kali di Indonesia. Tentunya harapan kami yakni nantinya di seluruh Kecamatan dan Desa yang berada di Kabupaten Malang mempunyai kandang komunal,&#8221; harap Sanusi.</p>



<p>Dalam kunjungannya, Menteri BUMN Erick Tohir juga berkesempatan meninjau kolam ternak Ikan Nika dengan teknologi kincir dan juga meninjau produk UMKM Kabupaten Malang. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159140</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penjual Hewan Kurban Was-Was Tidak Laku</title>
		<link>https://memontum.com/penjual-hewan-kurban-was-was-tidak-laku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2020 02:49:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120074-penjual-hewan-kurban-was-was-tidak-laku</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pedagang hewan kurban di Gondanglegi, was-was dagangannya tidak laku karena dampak pandemi covid-19 saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh Syafi&#8217;uddin, pedagang hewan kurban untuk Idul Adha yang berlokasi di Jalan Trunojoyo Gondanglegi Kulon Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2020). Pesanan untuk kambing dan sapi di tahun 2020 ini, mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pedagang hewan kurban di Gondanglegi, was-was dagangannya tidak laku karena dampak pandemi covid-19 saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh Syafi&#8217;uddin, pedagang hewan kurban untuk Idul Adha yang berlokasi di Jalan Trunojoyo Gondanglegi Kulon Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2020).</p>
<p>Pesanan untuk kambing dan sapi di tahun 2020 ini, mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah perekonomian yang sedang menurun. Ini mengakibatkan pembeli berkurang.</p>
<p>&#8220;Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, biasanya saya dapat pesanan banyak dari Kota Malang, sekarang nggak ada sama sekali,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Syaif&#8217;uddin yang kesehariannya bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Gondanglegi Kabupaten Malang ini, dia khawatir dengan minimnya pesanan yang didapat. Jika akan membuka tempat selama Idul Adha tahun 2020 ini bakal tidak laku.</p>
<p>Pasalnya jika dibandingkan dengan tahun kemarin, dimana tidak ada Pandemi Covid, pesanan yang didapat selama menjelang Idul Adha sangat tinggi.</p>
<p>&#8220;Tahun kemarin selama menjelang hari Raya Idul Adha bisa menjual 190 ekor, dengan kisaran harga untuk kambing mulai dari 2,5 &#8211; 4 juta rupiah sedangkan untuk sapi kisaran 17,5 &#8211; 25 Juta,&#8221; tuturnya. Sedangkan untuk saat ini baru mendapatkan kisaran 30 pesanan kambing dan 3 ekor sapi sejak hingga (22/7/2020).<strong> (mg2/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120074</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
