<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gondongan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gondongan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Oct 2024 08:39:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gondongan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Gondongan di Kota Malang Meningkat, Dinkes Siapkan Faskes dan Sosialisasi Pencegahan</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-gondongan-di-kota-malang-meningkat-dinkes-siapkan-faskes-dan-sosialisasi-pencegahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Faskes]]></category>
		<category><![CDATA[gondongan,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215866</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit gondongan atau yang dikenal dengan nama medis mumps di Kota Malang, terjadi peningkatan. Penyebaran tersebut, terjadi di lima kecamatan yang ada di Kota Malang dan menyerang berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Meski belum diketahui jumlah pasti peningkatan tersebut, namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit gondongan atau yang dikenal dengan nama medis mumps di Kota Malang, terjadi peningkatan. Penyebaran tersebut, terjadi di lima kecamatan yang ada di Kota Malang dan menyerang berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.</p>



<p>Meski belum diketahui jumlah pasti peningkatan tersebut, namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa itu terjadi diakibatkan karena virus paramyxovirus. &#8220;Jadi, berdasarkan laporan yang masuk itu ada tren peningkatkan kasus. Sehingga nanti apakah tren kasusnya itu memang seperti ini atau seperti apa, nanti di akhir bulan ini nanti bisa kelihatan,&#8221; kata Husnul, Sabtu (26/10/2024) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, menurut Husnul Dinkes Kota Malang juga telah menginstruksikan pada seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) untuk bersiaga dalam menangani pasien gondongan. Terlebih, Kota Malang memiliki 16 puskesmas, 33 puskesmas pembantu, lebih dari 100 klinik kesehatan dan 27 rumah sakit.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tentu untuk kesiapan faskesnya sendiri, insyallah semua siap menerima pasien gondongan,” tambahnya.</p>



<p>Selain kesiapan layanan kesehatan, Dinkes Kota Malang juga aktif melakukan sosialisasi pencegahan, khususnya di sekolah-sekolah. “Penyakit ini menular melalui udara, biasanya lewat batuk atau bersin. Pada tahun ajaran baru, kami sudah melakukan screening kesehatan di sekolah, termasuk sosialisasi pencegahan,” imbuhnya.</p>



<p>Dengan berbagai upaya tersebut, Husnul berharap agar masyarakat ke depan bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan untuk mencegah penularan gondongan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215866</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Penyakit Gondongan, Dinkes Kabupaten Malang Imbau Pelajar Pakai Masker</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-penyakit-gondongan-dinkes-kabupaten-malang-imbau-pelajar-pakai-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 13:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gondongan,]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masker]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215687</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, mengimbau agar para pelajar dan masyarakat di Kabupaten Malang, untuk memakai masker. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi fenomena penyakit gondongan yang diakibatkan dari penyebaran virus Paramyxovirus, di masa pancaroba seperti saat ini. Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Malang, Pudji Hadi Prasetyo, mengatakan bahwa penyakit gondongan penularannya sangat cepat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, mengimbau agar para pelajar dan masyarakat di Kabupaten Malang, untuk memakai masker. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi fenomena penyakit gondongan yang diakibatkan dari penyebaran virus Paramyxovirus, di masa pancaroba seperti saat ini.</p>



<p>Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Malang, Pudji Hadi Prasetyo, mengatakan bahwa penyakit gondongan penularannya sangat cepat. &#8220;Penyakit ini sangat mudah menular, karena akibat terjangkit virus melalui udara,&#8221; terang, Pudji, Kamis (17/10/2024) tadi.</p>



<p>Pudji mengungkapkan, akibat virus tersebut saat ini dinas telah mencatat, bahwa tidak kurang dari 2001 kasus yang tersebar pada 39 Puskesmas hingga September 2024. Terbesar dari penyakit ini, menyerang umur 5 sampai 9 tahun tidak kurang dari 994 penderita. Sedangkan pada urutan ke 2, anak umur 10 hingga 14 tahun sebanyak 499 anak.</p>



<p>Penyebaran virus Paramyxo ini, tambahnya, melalui udara, dimana ada yang terjangkit bisa cepat menular jika mereka bergerombol. Karena di situ terjadi aksi perbincangan, batuk atau meludah, bersin yang paling utama. &#8220;Pencegahannya terutama pada anak- anak saat sekolah, orang tua harus memberi atau diimbau untuk menggunakan masker,&#8221; kata Pudji.</p>



<p>Meski penyakit ini tidak mematikan dan mudah di obati melalui dokter umum, namun jika terjangkit badan akan alami demam, terjadi pembengkakan pada kelenjar parotis akibat terinfeksi virus. Kelenjar parotis merupakan kelenjar terbesar dari tiga kelenjar ludah utama. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada area wajah, tepatnya pada area di bawah telinga karena disebabkan oleh infeksi virus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proses penularannya sama dengan penularan flu, yaitu melalui percikan air liur atau ludah, batuk dan bersin,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kenapa virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui droplet atau percikan air liur penderitanya saat bersin, batuk, berbicara, maupun bernapas. Anak yang mengidap penyakit ini dapat menyebarkan virusnya ke orang lain dalam kurun waktu 1 hingga 7 hari sebelum gejala muncul. Namun, tetap ada risiko menular dalam kurun waktu 5 hingga 9 hari setelahnya.</p>



<p>Cara mengantisipasi dan pencegahan penyakit gondongan, ujarnya, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Diantaranya, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita.</p>



<p>Dengan terjadinya fenomena gondongan, Dinkes Kabupaten Malang berupaya untuk mencegah terhadap penyakit Gondongan dengan sosialisasi dan edukasi tentang parotitis atau gondongan di sekolah. Melakukan surveilans aktif di sekolah melalui jejaring UKS. Membatasi interaksi (meliburkan) siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yang dinyatakan sakit parotitis atau gondongan di sekolah sekurang-kurang dalam tujuh hari sejak munculnya gejala sakit (gejala klinis).</p>



<p>Termasuk, juga mengimbau menggunakan masker bagi warga sekolah yang ditemukan parotitis atau gondongan sampai dengan 7 hari setelah kasus terakhir sembuh. Melakukan cuci tangan setelah bersentuhan dan berada pada lingkungan berisiko sebelum melakukan aktifitas lain. Menjaga jarak interaksi dengan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yang sakit. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215687</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
