<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>goyang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/goyang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Sep 2024 06:03:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>goyang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gempa Dangkal Kekuatan Magnitudo 4,9 Goyang Bali</title>
		<link>https://memontum.com/gempa-dangkal-kekuatan-magnitudo-49-goyang-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dangkal]]></category>
		<category><![CDATA[goyang]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[magnitudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213885</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bali &#8211; Gempa dangkal berpusat di darat dengan kekuatan magnitudo 4,9, menggoyang sebagai Provinsi Bali, Sabtu (07/09/2024) tadi. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar. &#8220;Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas sesar aktif di darat,&#8221; kata Cahyo. Berdasarkan data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bali</strong> &#8211; Gempa dangkal berpusat di darat dengan kekuatan magnitudo 4,9, menggoyang sebagai Provinsi Bali, Sabtu (07/09/2024) tadi. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar.</p>



<p>&#8220;Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas sesar aktif di darat,&#8221; kata Cahyo.</p>



<p>Berdasarkan data BMKG Wilayah III Denpasar, bahwa getaran gempa terjadi sekitar pukul 09.51 WITA dengan titik gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. Sementara episentrum gempa terletak pada koordinat 8,52 derajat Lintang Selatan (LS) dan 115,35 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak dua kilometer arah timur laut Kabupaten Gianyar, Bali.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menjelaskan, dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau Normal Fault. Adapun dampak gempa bumi berupa guncangan yang dirasakan di wilayah Gianyar dengan skala Mercalli (Modified Mercalli Intensity/MMI), yakni satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, sebesar III-IV MMI.</p>



<p>Kejadian ini, juga dirasakan oleh sejumlah warga di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Tabanan, Badung, Kota Denpasar hingga Klungkung. Termasuk, Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat, NTB dengan skala III MMI.</p>



<p>Terkait kejadian ini, sementara belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini sedang mendata dampak dari guncangan gempa bumi tersebut. <strong>(ant/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Getaran Gempa 6,6 Magnitudo Goyang Wilayah Malang Raya, BPBD Lakukan Pemantau Wilayah</title>
		<link>https://memontum.com/getaran-gempa-66-magnitudo-goyang-wilayah-malang-raya-bpbd-lakukan-pemantau-wilayah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 13:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Getaran]]></category>
		<category><![CDATA[goyang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[magnitudo]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemantau]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192202</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Getaran gempa bumi bermagnitudo 6,6 yang terjadi pukul 19.57 WIB, di 8.70LS, 110.06BT, 94 KM Barat Daya Bantul-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terasa hingga ke wilayah Malang Raya, Jumat (30/06/2023) malam. Cukup lamanya gempa, pun sempat membuat beberapa warga yang tengah berada di dalam rumah, menjadi panik dan keluar rumah. Salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Getaran gempa bumi bermagnitudo 6,6 yang terjadi pukul 19.57 WIB, di 8.70LS, 110.06BT, 94 KM Barat Daya Bantul-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terasa hingga ke wilayah Malang Raya, Jumat (30/06/2023) malam. Cukup lamanya gempa, pun sempat membuat beberapa warga yang tengah berada di dalam rumah, menjadi panik dan keluar rumah.</p>



<p>Salah satu warga Kota Malang, Novia Wahyu Ramadhani (21), mengaku langsung panik dengan getaran gempa yang baru saja terjadi. Sebab, selain cukup terasa, tempo waktu saat gempa juga berlangsung cukup lama. Karenanya, dirinya pun memilih untuk langsung bergegas keluar rumah, sambil memanggil keluarganya.</p>



<p>“Kaget tadi, tiba-tiba terasa getaran gempa. Posisinya saya waktu itu lagi di kamar lantai dua. Jadinya, karena gempanya lama, makanya cepat-cepat turun dan segera keluar rumah,” kata Novia, Jumat (30/06/2023) malam.</p>



<p>Sementara itu, dalam akun resmi twitter BMKG, banyak para netizen yang juga berkomentar dan turut merasakan getaran gempa bumi tersebut hingga Sidoarjo, Surabaya, Cirebon, Semarang, Banyuwangi hingga Bali. Bahkan, beberapa netizen juga memamerkan video dampak kerusakan dari gempa tersebut.</p>



<p>“Di Sidoarjo kerasa dikit, ternyata pusatnya lumayan jauh di Jogja,” tulis akun @darhmh.</p>



<p>“Malang kerasa banget, woi serem,” tulis akun @wjdnryg.</p>



<p>“Stay safe yang ada di Bantul dan sekitarnya,” tulis akun @sondesix.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tak hanya itu, dalam akun twitter @bpbd_malangkota juga menuliskan “merasakan guncangan yang cukup kencang.” Sehingga, banyak warga netizen yang juga turut memberikan komentar.</p>



<p>“Daerah Lowokwaru Kota Malang kerasa min,” tulis akun @estiTeguh.</p>



<p>BPBD Kota Malang juga berharap, dalam kejadian gempa bumi tersebut, tidak menimbulkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Kota Malang.</p>



<p>“Semoga tidak menimbulkan dampak, semoga tetap terkendali di wilayah DIY dan sekitarnya,” tulis akun @bpbd_malangkota.</p>



<p>Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi, mengatakan getaran gempa juga terasa di wilayah Kabupaten Malang. Karena getaran gempa terasa dan cukup lama, pihaknya pun sekarang tengah melakukan pemantauan beberapa wilayah. Dikhawatirkan, memang ada dampak.</p>



<p>&#8220;Pusat gempanya di Bantul. Namun karena terasa dan lama, makanya sekarang sedang dilakukan pemantauan. Harapannya, tentu tidak berdampak ke warga di Kabupaten Malang,&#8221; ujarnya kepada Memontum.com.</p>



<p>Kalaksa BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, pun mengaku jika pihaknya juga sedang melakukan pemantauan. Terutama, untuk bangunan rumah warga.</p>



<p>&#8220;Untuk Batu (Kota, red), kita sedang lakukan pemantauan terutama bangunan. Semoga saja semuanya aman,&#8221; paparnya. <strong>(rsy/put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192202</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
