<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>grebeg &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/grebeg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2025 07:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>grebeg &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Ramadan, DKPP Jombang Gelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-dkpp-jombang-gelar-grebeg-gunungan-apem-megengan-dan-tarhib-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tarhib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219659</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan, di Alun-alun Jombang, Rabu (26/02/2025) tadi. Mengangkat tema &#8216;Jadikan Ramadan Momentum Musahabah dan Kebangkitan Beribadah&#8217; pelaksanaan yang dihadiri Forkopimda itu, dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid. Pelaksanaan Grebeg Gunungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan, di Alun-alun Jombang, Rabu (26/02/2025) tadi. Mengangkat tema &#8216;Jadikan Ramadan Momentum Musahabah dan Kebangkitan Beribadah&#8217; pelaksanaan yang dihadiri Forkopimda itu, dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid.</p>



<p>Pelaksanaan Grebeg Gunungan Apem Megengan sendiri, dikirab dari Kantor Pemkab menuju Alun-Alun Jombang. Prosesi itu, diberangkatkan Plt Kepala DKPP Jombang, Sudiro Setiono dan diikuti SD dan SMP Islam se- Kabupaten Jombang.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grebeg Apem Megengan merupakan tradisi Tarhib Ramadan yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Jombang, dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. &#8220;Tradisi Grebeg Apem ini mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial yang sangat dalam. Kue Apem yang menjadi ikon utama berasal dari kata Afwan, yang memiliki arti mohon maaf dalam Bahasa Arab,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Salmanudin Yazid juga mengajak kepada seluruh Umat Islam di Kabupaten Jombang, untuk menghadapi perbedaan dalam penetapan awal puasa dengan bijak dan saling menghormati. &#8220;Perbedaan adalah hal yang lumrah, tetapi persatuan lebih utama. Jangan sampai perbedaan dalam menentukan awal puasa, menjadi penyebab perpecahan di antara kita. Karenanya, mari kita jadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dan kedamaian dengan menekankan nilai toleransi, ukhuwah dan saling menghargai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wabup yang akrab disapa Gus Salman juga berharap, agar tradisi megengan ini dapat terus lestari sebagai warisan budaya yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Jombang. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Grebeg Suro, Bupati Malang Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Toleransi dan Rasa Syukur</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-grebeg-suro-bupati-malang-ingatkan-masyarakat-tingkatkan-toleransi-dan-rasa-syukur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211585</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri acara Grebek Suro Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo, Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu (07/07/2024) tadi. Turut hadir mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, beberapa jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Pujon. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa kegiatan Grebeg suro menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri acara Grebek Suro Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo, Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu (07/07/2024) tadi. Turut hadir mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, beberapa jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Pujon.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa kegiatan Grebeg suro menjadi ajang uri-uri budaya luhur peninggalan dari nenek moyang. &#8220;Semoga kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Utamanya, guna meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo,” kata Bupati Malang.</p>



<p>Dijelaskannya, 1 Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa bagi Umat Islam, karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. Bulan Muharram, merupakan satu dari empat bulan dalam kalender Islam yang dikenal sebagai bulan kedamaian. Sebab pada bulan ini, Umat Islam dilarang untuk berperang kecuali dalam keadaan terpaksa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bulan Muharram adalah bulan pertama di kalender Islam dan terdapat banyak peristiwa sejarah yang penting sepanjang berjalannya peradaban manusia. “Salah satunya yang masih sering kita lestarikan yakni tradisi Grebeg Suro, yang pada hari telah berlangsung,” ujar Bupati Malang.</p>



<p>Oleh sebab itu, Bupati Sanusi berpesan agar semua memaknai momentum Tahun Baru Islam, ini sebagai refleksi untuk lebih bersyukur dan melestarikan warisan adat serta budaya yang sudah menjadi tradisi di Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo, maupun Kabupaten Malang pada umumnya. &#8220;Kerukunan juga saya harapkan dapat menjadi fokus pembahasan pada kegiatan sarasehan budaya ini. Sehingga, seluruh aspek dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tersebut dapat berjalan beriringan dengan toleransi yang tinggi,&#8221; tambah Bupati Malang.</p>



<p>Sebagai kegiatan atau ritual yang dianggap sakral oleh warga setempat, Bupati Malang yakin bahwa esensi dari dilaksanakannya Grebeg Suro ini, pada dasarnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai luhur. Kegiatan ini, juga menjadi salah satu penggerak roda perekonomian yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi warga sekitar.</p>



<p>“Manfaatkan momen ini sebagai ajang promosi untuk mengenalkan produk khas dari Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, agar lebih dikenal baik pada skala regional, nasional dan bahkan mancanegara,” imbuh Bupati Sanusi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211585</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Even Loemadjang Mbiyen #4 dan Grebeg Suro Bakal Digeber Serentak Pemkab Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/even-loemadjang-mbiyen-4-dan-grebeg-suro-bakal-digeber-serentak-pemkab-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digeber]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[loemadjang]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211415</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Even Loemadjang Mbiyen #4 dijadwalkan akan kembali digelar di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (07/07/2024) mendatang. Even ini akan sangat menarik, karena bakal digelar bersamaan dengan Grebeg Suro di Wisata Alam Hutan Bambu. Bahkan, gelaran ini diperkirakan bakal menyedot puluhan ribu pengunjung seperti Even Loemadjang Mbiyen yang telah dilaksanakan sebelumnya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Even Loemadjang Mbiyen #4 dijadwalkan akan kembali digelar di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (07/07/2024) mendatang. Even ini akan sangat menarik, karena bakal digelar bersamaan dengan Grebeg Suro di Wisata Alam Hutan Bambu. Bahkan, gelaran ini diperkirakan bakal menyedot puluhan ribu pengunjung seperti Even Loemadjang Mbiyen yang telah dilaksanakan sebelumnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mempromosikan potensi pariwisata lokal. &#8220;Ada 41 stand yang akan menampilkan potensi desa wisata dan UMKM dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, serta berbagai pelaku usaha lainnya,&#8221; ujarnya, Rabu (03/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Loemadjang Mbiyen juga akan menjadi bagian dari rangkaian Candipuro Culture Festival 2024 yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 14 Juli 2024. Festival ini akan menampilkan beragam kegiatan budaya dan tradisional yang khas dari Kecamatan Candipuro.</p>



<p>Diantaranya, seperti Pawai Seribu Obor pada 6 Juli 2024, di semua Desa Kecamatan Candipuro, Grebeg Suro Desa Sumbermujur pada 7 Juli 2024, Ritual Ruwat Air Desa Penanggal pada 7 Juli 2024, Ritual Sampyong (Ujung) Desa Tambahrejo pada 10 Juli 2024, Arak-arakan Gunungan Hasil Bumi Desa Jarit pada 13 Juli 2024. Arak-arakan Tumpeng Desa Tumpeng pada 13 Juli 2024, Festival Rujak Otek Desa Sumberwuluh di Wisata Kali Pinusan pada 14 Juli 2024.</p>



<p>Yuli berharap, bahwa even tahunan tersebut akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lumajang. &#8220;Even ini telah kami masukkan dalam kalender even Nusantara, sehingga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan serta keunikannya,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211415</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Semangat Perjuangan, 95 Siswa SMPK Santa Maria 1 Malang Tampilkan Tari Grebeg Sabrang</title>
		<link>https://memontum.com/bangkitkan-semangat-perjuangan-95-siswa-smpk-santa-maria-1-malang-tampilkan-tari-grebeg-sabrang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bangkitkan]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sabrang]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tampilkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209610</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 95 siswa SMPK Santa Maria 1 Malang, menampilkan tarian massal Tari Topeng Grebeg Sabrang, di Halaman Balai Kota Malang, seusai peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/05/2024) tadi.&#160; Pembina Tari SMPK Santa Maria 1 Malang, Garnasih Setya Rahayu, mengatakan bahwa tarian tersebut memiliki nilai filosofis yang mendalam. Terutama, bagi para siswa-siswinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 95 siswa SMPK Santa Maria 1 Malang, menampilkan tarian massal Tari Topeng Grebeg Sabrang, di Halaman Balai Kota Malang, seusai peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/05/2024) tadi.&nbsp;</p>



<p>Pembina Tari SMPK Santa Maria 1 Malang, Garnasih Setya Rahayu, mengatakan bahwa tarian tersebut memiliki nilai filosofis yang mendalam. Terutama, bagi para siswa-siswinya tersebut.</p>



<p>Filosofis yang dimaksud, yaitu mengenai semangat perjuangan. Sehingga, diharapkan dapat dicontoh oleh siswa-siswi dalam melakukan pembelajaran di lingkungan sekolah.</p>



<p>“Karena gen Z sekarang ini kan lebih banyak gadget yang diambil. Nah kita ingin mereka tetap semangat dalam belajar. Apalagi ini juga sesuai dengan kurikulum merdeka, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), nah kita berikan tema kearifan lokal, mengenai tari topeng ini,” jelas Garnasih.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa siswa-siswinya tersebut selalu bersemangat untuk mempelajari tari topeng Grebeg Sabrang. Mulai dari sejarahnya, gerakan yang ditampilkan hingga properti yang dikenakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mulai topeng, jambang atau mahkota, itu dibuat oleh anak-anak sendiri. Termasuk gelang kakinya. Awalnya mereka mengeluh kesulitan untuk menggambar, prosesnya mereka tidak sabar. Tapi lama kelamaan proses dilakui dan latihan bersama selama tiga bulan, ternyata mereka jauh lebih minat untuk menarikan tarian ini,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Tari Topeng Grebeg Sabrang itu menurutnya menggambarkan sebuah prajurit untuk maju ke medan perang. Dalam tari wayang topeng itu diceritakan ada dua prajurit, yaitu grebeg sabrang dan grebeg jawa. Ketika, grebek sabrang diterapkan dalam kurikulum tahun ini, maka di tahun ajaran berikutnya diambil grebeg jawa.</p>



<p>“Kata grebeg berasal dari kata garebek, atau dalam bahasa jawa artinya diiring atau diirit bolo akih. Jadi grebeg sabrang ini prajuritnya Klana, dia yg akan berangkat menuju medan perang. Kita sudah mengambil grebek sabrang untuk tahun ajaran ini, maka tahun ajaran berikutnya bisa jadi kalau disetujui oleh Kepala Sekolah dan tim, mungkin grebeg jawa,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, usai tampil di Halaman Balai Kota Malang, tarian Grebeg Sabrang tersebut ditampilkan di sekitar Alun-Alun Tugu Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209610</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
