<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>greenhouse &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/greenhouse/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Dec 2023 09:16:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>greenhouse &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Optimalisasi Ketahanan Pangan, Dispangtan Kota Malang Bakal Miliki Tujuh Greenhouse</title>
		<link>https://memontum.com/optimalisasi-ketahanan-pangan-dispangtan-kota-malang-bakal-miliki-tujuh-greenhouse</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[greenhouse]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203094</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk mengoptimalkan ketahanan pangan di Kota Malang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, akan memaksimalkan pemanfaatan greenhouse (rumah kaca, red) tanaman di beberapa titik. Di mana di tahun 2023 ini, Kota Malang bakal memiliki tujuh titik greenhouse. Kepala Dispangtan, Slamet Husnan, menyampaikan jika di dalam greenhouse tersebut ditanami berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Untuk mengoptimalkan ketahanan pangan di Kota Malang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, akan memaksimalkan pemanfaatan greenhouse (rumah kaca, red) tanaman di beberapa titik. Di mana di tahun 2023 ini, Kota Malang bakal memiliki tujuh titik greenhouse.</p>



<p>Kepala Dispangtan, Slamet Husnan, menyampaikan jika di dalam greenhouse tersebut ditanami berbagai macam tanaman sayur holtikultura. Mulai dari tomat, sawi, kangkung, bayam hingga tanaman cabai.</p>



<p>“Greenhouse nanti ada di tujuh lokasi, tapi itu skala kelompok tani. Di Dispangtan sendiri sudah ada dua, kemudian satu lagi nanti akan kita rencanakan di bangun di Balai Benih Ikan Tlogowaru. Sehingga, totalnya di dinas nanti ada tiga Greenhouse,” jelas Slamet, Sabtu (09/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Slamet, jika nantinya di tahun 2024 mendatang juga akan direncanakan pembangunan Greenhouse dengan berskala besar. Tepatnya, berada di Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang.</p>



<p>“Di tahun 2024 kemungkinan baru Detail Enginering Design (DED). Fisiknya kalau bisa kita usulkan di PAK, tapi kalau tidak bisa ya di 2025. Itu yang greenhouse skala besar. Rencananya di Tunggulwulung, eks kolam pancing,” tambahnya.</p>



<p>Di samping itu, nantinya beberapa sayuran yang siap panen menurutnya juga akan dititipkan pada Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang. Sehingga, diharapkan juga bisa menambah pendapatan dari Dispangtan Kota Malang.</p>



<p>“Sehingga diharapkan nantinya ke depan dengan adanya beberapa tanaman ini bisa menyumbang PAD dari Dispangtan sendiri, meskipun tidak signifikan. Tentu ketika diperjualbelikan harga yang kita berikan jauh lebih murah dibandingkan di pasaran,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203094</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Probolinggo Bangga Produk Pertanian Melon Hidroponik Greenhouse Farm</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-bangga-produk-pertanian-melon-hidroponik-greenhouse-farm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[greenhouse]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengikuti panen perdana Melon yang ditanam dengan metode hidroponik, Jumat (01/12/2023) tadi. Giat tersebut, dipusatkan di Jalan Bengawan Solo, yakni Greenhouse Farm milik Agus Malik. Wali Kota Habib Hadi megatakan, bahwa hasil pertanian yang menggunakan sistem hidroponik ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa. Dikatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengikuti panen perdana Melon yang ditanam dengan metode hidroponik, Jumat (01/12/2023) tadi. Giat tersebut, dipusatkan di Jalan Bengawan Solo, yakni Greenhouse Farm milik Agus Malik.</p>



<p>Wali Kota Habib Hadi megatakan, bahwa hasil pertanian yang menggunakan sistem hidroponik ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa. Dikatakan olehnya, bahwa Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kota Probolinggo mempunyai ilmu dan wawasan yang sangat mendalam terkait pengelolaan pertanian.</p>



<p>Karenanya, Wali Kota Habib Hadi juga meminta agar para Poktan yang hadir untuk menyesuaikan ilmu yang dimilikinya dengan perkembangan zaman. Seperti penerapan metode-metode baru ini dan selalu berkolaborasi dengan para Poktan yang lainnya.</p>



<p>“Harus bergandengan tangan, karena market pasar harus kita ikuti supaya bisa menyesuaikan. Sehingga, pengembangan di dunia pertanian bisa bersaing. Dinas Pertanian (DKPPP) juga luar biasa, bisa memberikan edukasi dan contoh seperti ini. Tanpa contoh seperti ini seakan-akan tidak bisa dan tidak mungkin,” jelas Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p>Dirinya juga meminta kepada DKPPP, agar supaya cara bertani seperti ini bisa ditularkan. Utamanya, dengan memberikan contoh dan edukasi kepada para petani. Bagi kepala dinas terkait, bisa berinvestasi di dalamnya.</p>



<p>“Sehingga kedepannya nanti, usaha semacam ini akan berkembang. Bahkan bisa menguasai pasar di dalam maupun luar kota,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga sangat mengapresiasi pemilik kebun yang telaten berhidroponik di lahan seluas 11 x 60 itu. “Adanya pandemi Covid-19 yang lalu, tetap mencari cara formulasi yang tepat. Ini hasilnya luar biasa. Bahkan, tadi ada buah yang tanpa pupuk benar-benar alami, malah lebih bagus. Cost ini bisa kita tekan, mindset kita harus diubah. Jadi, tidak harus membutuhkan banyak pupuk,” paparnya.</p>



<p>Wali Kota juga mengatakan Greenhouse Farm ini sebagai potensi wisata yang bisa mengundang banyak peminat dan turis asing. “Wisatawan dari kapal pesiar yang membawa turis asing, pun bisa ya diarahkan ke sini. Pasti ini juga pengalaman baru bagi mereka,” harap Habib Hadi.</p>



<p>Sementara itu, Agus Malik menceritakan awal mula dirinya membuat bisnis di sektor pertanian. Yaitu, berawal dari pandemi Covid-19, dirinya yang seorang akuntan pun nekat terjun ke dunia pertanian.</p>



<p>&#8220;Tahun 2020, saya masih mencari yang tepat untuk ditanam. Sampai pada akhirnya, pilihan jatuh pada Melon Hidroponik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengajak dan memotivasi Poktan-Poktan untuk bertani bukan hanya sebagai kebutuhan sekali makan. Melainkan, untuk pemberdayaan bisnis lagi yang bisa bermanfaat untuk orang lain.</p>



<p>“Yang penting kita kuatkan dahulu pondasi bisnis. Kuatkan teknikalnya juga,” ujarnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202732</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
