<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gula Semut &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gula-semut/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2020 08:20:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gula Semut &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Satu Keluarga Kompak Berharap Manisnya Gula Semut</title>
		<link>https://memontum.com/satu-keluarga-kompak-berharap-manisnya-gula-semut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2020 04:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkit di Masa Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Gondoruso]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Semut]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pasirian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123831</guid>

					<description><![CDATA[Bangkit Ekonomi di Masa Pandemi Memontum Lumajang &#8211; Banyak diantara kita yang menyerah di saat dunia mengalami keterpurukan karena Pandemi Covid- 19. Namun tidak bagi satu keluarga yang tinggal di pesisir selatan Kabupaten Lumajang Jawa Timur ini. Dengan semangat kebersamaan satu keluarga kompak untuk bangkit berusaha dengan membuat Gula Semut. Dengan menggunakan peralatan manual, Romim, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Bangkit Ekonomi di Masa Pandemi</strong></h3>
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Banyak diantara kita yang menyerah di saat dunia mengalami keterpurukan karena Pandemi Covid- 19. Namun tidak bagi satu keluarga yang tinggal di pesisir selatan Kabupaten Lumajang Jawa Timur ini. Dengan semangat kebersamaan satu keluarga kompak untuk bangkit berusaha dengan membuat Gula Semut.</p>
<p>Dengan menggunakan peralatan manual, Romim, warga Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian, bersama Rika Damayanti istrinya, dibantu Rusmini, sang ibu dan Wawan, anaknya. Mereka berbagi tugas mengolah nira kelapa untuk dijadikan Gula Semut. Alhasil Gula Semut produk Romim, sedikit demi sedikit mulai dikenal dan laris manis bahkan banyak dipesan warga luar daerah. &#8220;Alhamdulillah, setelah kita berusaha memasarkan lewat media sosial, banyak yang pesan,&#8221; kata Romim pada memontum.com, Kamis (17/9/2020) siang.</p>
<p>Meski di pasaran banyak gula merah palsu atau gula merah yang dihasilkan dari gula rafinasi, Romim tidak terpengaruh. Ia memilih dan konsisten menggunakan bahan alami yakni nira kelapa dengan campuran kulit manggis dan kapur sirih. &#8220;Saya membeli nira asli dari langganan (penderes) lalu kita olah, sementara kita kerjakan sendiri bersama keluarga,&#8221; ujarnya.<img decoding="async" class="wp-image-123821 aligncenter" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Ft-bangkit-2.jpg?resize=458%2C344&#038;ssl=1" alt="" width="458" height="344" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Ft-bangkit-2.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Ft-bangkit-2.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Ft-bangkit-2.jpg?w=448&amp;ssl=1 448w" sizes="(max-width: 458px) 100vw, 458px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dijelaskan, gula semut merupakan gula yang dibuat dari gula kelapa ataupun nira dengan bentuk akhir berupa serbuk. Proses pembuatan dimulai dengan merebus nira selama empat jam (per 20 Kg), setelah itu dituang pada cetakan, lalu setelah dingin baru dilakukan perajangan.</p>
<p>&#8220;Nira yang kita dapat dimasak sampai kandungan airnya berkurang dan berubah menjadi kental, selanjutnya dicetak menjadi gula kelapa, lalu kita rajang (Di iris tipis) setelah itu kita jemur, Perajangan yang tipis dimaksudkan untuk mempermudah ketika proses pengeringan dan penghancuran gula semut,&#8221; katanya.</p>
<p>Proses penjemuran setelah dirajang memerlukan waktu dua hari, baru setelah itu di haluskan lagi, lalu di ayak dan dikemas dalam bungkus berbagi ukuran, ada yang 250 gram, 500 gram dan 1000 gram. Gula kelapa juga biasa digunakan untuk bahan campuran pembuatan makanan agar memiliki cita rasa karamel dan manis.</p>
<p>&#8220;Mungkin saja ketika pembuatan, produsen dari gula merah tersebut ada yang memakai obat kimia, tapi saya tidak. Karena bahan baku yang kurang baik, hasilnya kurang memuaskan. Gula semut yang asli mempunyai rasa manis dan aroma yang khas sekali, gula semut juga lebih tahan lama, diisisi lain gula semut bisa untuk mengobati beberapa penyakit,&#8221; pungkasnya. <strong>(adi/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123831</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
