<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gumukmas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gumukmas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2020 12:05:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gumukmas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Alhamdulillah Konflik Kepentingan Petani dan Petambak Jember Berakhir</title>
		<link>https://memontum.com/alhamdulillah-konflik-kepentingan-petani-dan-petambak-jember-berakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 12:05:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gumukmas]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Petambak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120008-alhamdulillah-konflik-kepentingan-petani-dan-petambak-jember-berakhir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Konflik kepentingan yang terjadi antara kelompok petani, petambak tradisionil dan juga perusahaan budi daya udang PT Delta Guna Sukses (DGS) selama bertahun-tahun yang tidak kunjung selesai di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember kini tuntas sudah, seiring ditemukanya kata sepakat dalam mediasi lanjutan di Aula Kantor Kecamatan Gumukmas, Kamis (23/7/2020) siang. Mediasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Konflik kepentingan yang terjadi antara kelompok petani, petambak tradisionil dan juga perusahaan budi daya udang PT Delta Guna Sukses (DGS) selama bertahun-tahun yang tidak kunjung selesai di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember kini tuntas sudah, seiring ditemukanya kata sepakat dalam mediasi lanjutan di Aula Kantor Kecamatan Gumukmas, Kamis (23/7/2020) siang.</p>
<p>Mediasi terkait persoalan alih fungsi kelep yang difasilitasi oleh Muspika Gumukmas, menghadirkan para pihak yang berkonflik yakni PT DGS, Petani dan Petambak tradisional serta Dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam Kabupaten Jember serta tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Alhasil 3 poin kesepakatan ini telah ditandatangani bersama yang tertuang dalam surat berita acara.Ketiga poin tersebut berbunyi, Kelep yang berjumlah 8 akan difungsikan lagi, mensurvey lapangan untuk menentukan panjang sungai yang akan dinormalisasi dan PT DGS siap membantu pembiayaan normalisasi dan pengadaan pompa air jika diperlukan.</p>
<p>Juru bicara PT DGS Helmi, usai acara mengaku puas dengan hasil mediasi dan pihaknya siap membantu apapun kesepakatan yang dihasilkan antara petani palawija dan petambak tradisional.Hal ini demi kemanfaatan bersama.</p>
<p>Helmi mengatakan, dalam mediasi kali ini dari beberapa solusi yang paling masuk akal, yang paling minim resikonya dan yang paling cepat bisa dilaksanakan ada 2 yakni memfungsikan kembali kelep utama dari fungsi awalnya, disertai dengan normalisasi sungai yang sudah banyak endapan lumpurnya.</p>
<p>&#8220;Teknisnya nanti kita didampingi oleh pemprov pengairan, &#8221; ujar Helmi, &#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, terang Helmi, pihaknya juga siap untuk membantu pengadaan sumur bor bagi petani tambak.Pasalnya, untuk budi daya udang paname tidak harus dengan air asin, air tawar dengan komposisi tertentu pun bisa untuk kebutuhan air dalam budi daya udang.</p>
<p>Dia melanjutkan, jika selama ini selalu saja ada timbul permasalahan dan gesekan antar warga baik petani, petambak dan PT DGS sendiri maupun dengan warga lainya, menurutnya hanya kurang komunikasi saja, selebihnya tidak ada.</p>
<p>&#8220;Kita juga sudah siap mendampingi petani tambak bisa lebih sukses kedepannya, &#8221; tegas Helmi.</p>
<p>Helmi menambahkan, untuk jangka waktu kedepan agar terjaga sinergitas dan saling memberi manfaat, PT DGS dan Petani serta Petambak sudah sepakat akan membentuk sebuah forum bersama.</p>
<p>&#8220;Kita akan lebih sering berkomunikasi dan berkumpul bersama untuk membahas berbagai hal dan normalisasi dan kembali nya fungsi kelep akan menjadi prioritas utama dari perusahaan untuk saat ini, &#8221; tuturnya.</p>
<p>Hal senada diungkapkan perwakilan petani H.Said bahwa, petambak sudah menerima keinginan petani meski dengan catatan &#8211; catatan tertentu dan pihak PT DGS juga sudah terbuka kepada petani dan petambak.Baginya hal ini merupakan suatu pencapaian yang bagus dan kemajuan bersama.</p>
<p>&#8220;Karena selama ini kita tidak pernah memiliki akses ke perusahaan, &#8221; ujar Said.</p>
<p>Terkait normalisasi, Said optimis nantinya juga akan menguntungkan pihak petambak tradisional, karena rembesan air di wilayah sungai yang akan mengalami normalisasi, kebutuhan petambak akan air asin bisa tercukupi.</p>
<p>&#8220;Jika air rembesan itu tidak mencukupi kebutuhan petambak maka pihak perusahaan delta guna sukses bersedia untuk membantu suplai air asin ke petambak, &#8221; lanjutnya.</p>
<p>Said berharap, Pemerintah dan Dinas terkait untuk mengawal dan melaksanakan kesepakatan ini.&#8221;Sehingga apa yang menjadi keinginan bersama akan terwujud, &#8221; tambah Said.</p>
<p>Sementara itu, Camat Gumukmas Imam Sudarmaji mengaku puas dan lega dengan hasil mediasi kali ini, sebab masing-masing pihak telah menemukan solusi dan kata mufakat.</p>
<p>&#8220;Semoga ini sudah menyelesaikan kebutuhan antara air tawar bagi petani dan air asin untuk petambak, &#8221; kata Imam.</p>
<p>Terkait perbaikan sungai tanggul yang jebol, Imam menjelaskan, itu sudah masuk program prioritas nasional, sesuai dengan perpres no 80/2019. <strong>(bud/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasutri Tuna Netra Warga Jember Berjuang Hidup</title>
		<link>https://memontum.com/pasutri-tuna-netra-warga-jember-berjuang-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2019 10:59:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Gumukmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89904-pasutri-tuna-netra-warga-jember-berjuang-hidup</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri) asal Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Rukiban (55) dan Sutikah (50), harus rela menjalani nasib yang mungkin tidak dikehendaki oleh kebanyakan orang maupun dirinya, namun kenyataan ini harus mereka jalani berdua dengan lapang dada. Sudah setahun lebih Pasutri ini menjalani bahtera rumah tangga dengan kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri) asal Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Rukiban (55) dan Sutikah (50), harus rela menjalani nasib yang mungkin tidak dikehendaki oleh kebanyakan orang maupun dirinya, namun kenyataan ini harus mereka jalani berdua dengan lapang dada.</p>
<p>Sudah setahun lebih Pasutri ini menjalani bahtera rumah tangga dengan kondisi kebutaan. Keduanya mengalami kebutaan total pada bola matanya. Suami (Rukiban) sendiri menyandang cacat tuna netra semenjak usia kecil, sedangkan istrinya baru menyusul mengalami hal yang sama setahun lalu.</p>
<p>Anak perempuan semata wayangnya Miyarni sudah menikah, kini Miyarni dengan berat hati harus meninggalkan kedua orang tuanya yang tidak bisa bekerja lagi. Miyarni ikut suami yang bertempat tinggal di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas.</p>
<p>&#8220;Di sini hanya tinggal berdua yang sama-sama buta, terkadang untuk ke kamar mandi saja atau ke dapur harus saling tuntun-menuntun, saya pasrah saja,&#8221; ujar Sutiyah kepada Memontum.com , kamis (8/8/2019) malam.</p>
<p>Kata Rokiban, Miyani setiap pagi dan sore selalu meluangkan waktu mengirim makanan untuk orang tuanya. Walaupun ia sendiri hidupnya juga susah. Sang suami bekerja sehari-harinya sebagai buruh dan kuli, dengan penghasilan yang pas-pasan.</p>
<p>Terkadang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya kurang, bahkan bisa di katakan jauh dari cukup. Namun dia sebagai anak, tidak melupakan rasa baktinya kepada orang tuanya, apalagi di saat orang sudah tidak berbuat apa – apa.</p>
<p>&#8220;Sebetulnya saya kasihan sama anak saya, karena mereka juga hidupnya sengsara karena pekerjaannya sebagai buruh tani dan terkadang mencari ikan di sungai,&#8221; katanya.</p>
<p>Sehari-hari pasutri tuna netra ini hanya bisa beraktivitas dengan duduk-duduk dan berjalan saja, sambil di temani tongkat sebagai sahabat sejatinya yang menuntun kemana mereka harus melangkah.</p>
<p>&#8220;Ya mau bagaimana lagi, lha wong saya dan suami tidak bisa melihat, jangankan untuk bekerja mencari nafkah, untuk memasak saja sudah tidak bisa,” ucap Sutikah.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://komsos.memontum.com/15954-6-tahun-derita-stroke-warga-kotalama-belum-tersentuh-bantuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">6 Tahun Derita Stroke, Warga Kotalama Belum Tersentuh Bantuan</a></p>
<p>Tidak jarang, tetangga sekitar yang kasihan melihat kondisinya, mengirim makanan maupun sembako dan terkadang ada juga uang.</p>
<p>Sementara Camat Gumukmas Imam Sudarmaji dikonfirmasi di kantor mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapat atau menerima laporan ataupun aduan terkait adanya warga rumah tangga miskin yang sama –sama mengalami Kebutaan.</p>
<p>“Kami tidak pernah mendapat laporan baik dari Desa maupun pengaduan warga, hari ini juga kami beserta rombongan akan mendatangi rumah Rukiban untuk mengecek kondisi yang sebenarnya, untuk melihat langsung keadaannya, sambil memberi bantuan paket sembako, &#8221; ujar camat yang akrab disapa Imam ini.</p>
<p>Pihaknya sambung Imam, juga akan mengecek selama ini Rukiban dan istri sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah atau belum, jika tidak pernah pihaknya akan mendata dan mengajukan bantuan untuk mereka melalui Pemerintah Kecamatan Gumukmas. <strong>(rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Komunitas Gelar Doa Bersama Para Leluhur Se-Gumukmas</title>
		<link>https://memontum.com/3-komunitas-gelar-doa-bersama-para-leluhur-se-gumukmas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2018 11:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Doa Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gumukmas]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=69351</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; 3 Komunitas di Gumukmas, Kapubaten Jember mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAA dan Haul Syeh Abdul Qodir Jaelani serta menggelar doa bersama untuk para Leluhur se kecamatan setempat. Ketiga komunitas tersebut antara lain Berita Gumukmas yang lebih dikenal dengan sebutan BG, Komunitas rok garok dan sejumlah komunitas lainnya. Ketua Panitia Penyelenggara Mohammad [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; 3 Komunitas di Gumukmas, Kapubaten Jember mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAA dan Haul Syeh Abdul Qodir Jaelani serta menggelar doa bersama untuk para Leluhur se kecamatan setempat. </p>
<p>Ketiga komunitas tersebut antara lain Berita Gumukmas yang lebih dikenal dengan sebutan BG, Komunitas rok garok dan sejumlah komunitas lainnya. </p>
<p>Ketua Panitia Penyelenggara  Mohammad Subur mengatakan tujuan di adakannya pengajian tersebut untuk mewujudkan Jalinan ukhuwah islamiyah antar Warga.</p>
<p>&#8220;Di harapkan dengan adanya acara sebagai pemantik tingkatnya kesadaran kebersatuan di masyarakat,&#8221; kata Subur Rabu (19/12/2018) siang kepada wartawan. </p>
<p>Subur menjelaskan, Acara itu diawali dengan parade Drum Band Dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwoasri 1 yang dimulai dari Candi Deres dan berakhir halaman masjid jamik Al As-Ary.</p>
<p>Selain itu sebelum acara dimulai Selasa (18/12/2018) sekitar pukul 18.00 dimeriahkan Pencak Obor yang di datangkan dari kota Banyuwangi.</p>
<p>&#8221;<br />
Alhamdulillah acara ini mendapat  mengapresiasi dari warga Gumukmas terbukti mulai dari Warga tua muda dan anak anak hadir di acara, &#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nampak ratusan Masyarakat Gumukmas menghadiri acara tersebut karena Acara dilanjutkan dengan Pengajian Akbar yang dihadiri oleh  Al Habib HamZah dari Pasuruan</p>
<p>Diketahui pengajian tersebut dihadiri Kades Purwoasri  beserta para Tokoh Agama dan tokoh Masyarakat  yang ada di Desa Purwoasri. <strong>(yud/oso) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69351</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
