<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gunung Ijen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gunung-ijen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jan 2020 03:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gunung Ijen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banjir Bandang Terjang Kecamatan Ijen Bondowoso</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-bandang-terjang-kecamatan-ijen-bondowoso</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 03:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105214-banjir-bandang-terjang-kecamatan-ijen-bondowoso</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Hujan deras di hulu kawasan gunung ijen rabu (29/1/2020) siang mengakibatkan banjir bandang bercampur lumpur menerjang pemukiman penduduk di kawasan Desa Sempol Kecamatan Ijen Bondowoso. Banyak warga mengungsi ke rumah tetangga dan saudara yang tidak terdampak banjir. Menurut sumber BPBD kabupaten Bondowoso, Kukuh, banjir lumpur yang terjadi merupakan kiriman dari Gunung Suket [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Hujan deras di hulu kawasan gunung ijen rabu (29/1/2020) siang mengakibatkan banjir bandang bercampur lumpur menerjang pemukiman penduduk di kawasan Desa Sempol Kecamatan Ijen Bondowoso. Banyak warga mengungsi ke rumah tetangga dan saudara yang tidak terdampak banjir.</p>
<p>Menurut sumber BPBD kabupaten Bondowoso, Kukuh, banjir lumpur yang terjadi merupakan kiriman dari Gunung Suket dan Jampit.</p>
<p>“Diperkirakan banjir tersebut dari gunung Suket dan Jampit. Karena beberapa bulan yang lalu terjadi kebakaran yang mengakibatkan gundulnya hutan,” ujar Kukuh kepada memontum.com.</p>
<p>Kukuh menjelaskan, berdasarkan info yang diterima oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Bondowoso, di kawasan Gunung Suket dan Jampit, kemarin sempat terjadi hujan yang cukup lebat</p>
<p>“Mungkin karena hujan kemaren, akhirnya hari ini banjir disertai lumpur dan beberapa serpihan kayu ikut terhanyut. Karena di daerah gunung Suket sudah tidak ada pepohonan sama sekali akibat kebakaran beberapa bulan yang lalu,” ungkapnya.</p>
<p>Informasi yang dihimpun memontum.com beberapa masyarakat terdampak banjir diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. Untuk sementara tim dari BPBD Bondowoso melakukan pendataan apakah ada korban jiwa dan kerugian material lainnya.<strong> (dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105214</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Lahan Ilegal, Dua Penjarah Nekat Bakar Hutan Gunung Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/buka-lahan-ilegal-dua-penjarah-nekat-bakar-hutan-gunung-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2019 06:38:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 50]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran hutan]]></category>
		<category><![CDATA[polres bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99699-buka-lahan-ilegal-dua-penjarah-nekat-bakar-hutan-gunung-ijen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Satuan Reserse Kriminal Polres Bondowoso Kamis 7 November 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, menangkap dua pelaku pembakakaran hutan di kawasan Ijen waktu lalu. Dua pelaku masing-masing H Tutik alias Muhammad Zaman (59) warga Kalisat Kecamatan Ijen sebagai otak dari pembakaran hutan dan Pak Mur alias Mudenan (74) warga Kalianyar yang bertindak sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Satuan Reserse Kriminal Polres Bondowoso Kamis 7 November 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, menangkap dua pelaku pembakakaran hutan di kawasan Ijen waktu lalu.</p>
<p>Dua pelaku masing-masing H Tutik alias Muhammad Zaman (59) warga Kalisat Kecamatan Ijen sebagai otak dari pembakaran hutan dan Pak Mur alias Mudenan (74) warga Kalianyar yang bertindak  sebagai eksekutor. Masing -masing ditangkap di rumahnya.</p>
<p>Diketahui 970 hektar lahan milik BKSDA Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang terdiri dari Taman Wisata Alam (TWA) Ijen dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup yang terbakar. Jumlah itu tidak termasuk lahan Perhutani, yang juga ikut terbakar.</p>
<p>Menurut AKP Jamal SH, Kasat Reskrim Polres Bondowoso saat dihubungi Memontum Bondowoso via What&#8217;s App motif pelaku pembakaran hutan itu terungkap.</p>
<p>&#8220;Motif tersangka melakukan tindak pidana pembakaran hutan karena tersangka mau melakukan pembukaan lahan secara ilegal untuk ditanami. Untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan lahan  tersangka  melakukan  pembakaran,&#8221; kata AKP Jamal, Rabu 13/11/2019.</p>
<p>Tersangka sengaja membakar hutan lindung, untuk membuka lahan. Dimana lahan itu nanti untuk ditanami kopi. AKP.Jamal juga menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus pembakaran hutan ini.</p>
<p>&#8220;Kami masih melakukan pengembangan kasus ini,&#8221; paparnya</p>
<p>Menurut pengakuan tersangka kepada penyidik bahwa pada 7 Oktober sekitar pukul 09.00 WIB dan 21 Oktober pukul 10.00 WIB lalu, tersangka Pak Mur sengaja melakukan pembakaran hutan lindung, di Petak 87 RPH Blawan BKPH Sukosari KPH Bondowoso. Hingga kebakaran merambat ke Petak 86-1, 86-2, 87-1, 101.1 dan 101.3, RPH Blawan BKPH Sukosari KPH Bondowoso.</p>
<p>Sementara menurut otak pelaku kebakaran hutan H Tutik, sudah melakukan pembukaan hutan dengan cara ilegal atau dibakar, seluas 64 hektar. Dimana lahan tersebut juga digunakan untuk lahan penanaman kopi.</p>
<p>Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Bondowoso dari kebakaran hutan di kawasan Ijen berupa korek api, pencakar besi, batang bambu dan serpihan kayu yang terbakar.</p>
<p>Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dikenakan Pasal 50 ayat (3) huruf d, JO pasal 78 ayat (4) UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, JO Pasal 69 ayat (1) huruf H Pasal 98 ayat (1) UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 5 miliar.<strong>(Dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99699</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggulangi Asap Ijen, BPBD Bondowoso Bagikan Ribuan Masker</title>
		<link>https://memontum.com/tanggulangi-asap-ijen-bpbd-bondowoso-bagikan-ribuan-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33329-tanggulangi-asap-ijen-bpbd-bondowoso-bagikan-ribuan-masker</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Hingga saat ini tercatat 30 orang dirawat akibat gas berbahaya yang dikeluarkan oleh Gunung Ijen. &#8220;Sebanyak 30 orang warga dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata Kukuh Triatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso. Yaitu, lanjutnya, 24 orang di Puskesmas Sempol, 4 orang di Puskesmas Tlogosari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Hingga saat ini tercatat 30 orang dirawat akibat gas berbahaya yang dikeluarkan oleh Gunung Ijen. &#8220;Sebanyak 30 orang warga dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata Kukuh Triatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Yaitu, lanjutnya,  24 orang di Puskesmas Sempol, 4 orang di Puskesmas Tlogosari dan 2 orang di rujuk ke RS Koesnadi Bondowoso. Kondisi pasien makin membaik. Sebanyak 178 jiwa warga sudah dievakuasi dari 4 dusun terpapar yaitu Dusun Margahayu, Dusun Krepekan, Dusun Watucapil, dan Dusun Kebun Jeruk ke tempat aman di masjid Sempol, di rumah warga dan di Puskesmas.</p>
<p>Tidak semua warga dari dusun bersedia dievakuasi. Saat ini bau menyengat mulai berkurang. &#8220;25 ribu masker dibagikan ke warga, 20 mobil ambulan dari sejumlah Puskesmas disiagakan di sekitar Desa Sempol”, tambah Kukuh.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/7168-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen" rel="noopener" target="_blank">Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</a> ) </p>
<p>Kami, lanjutnya, juga menyediakan dapur umur dan pos kesehatan. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan PVMBG dalam penanganan dampak gas beracun Gunung Ijen. Seperti diketahui, pada Rabu malam (22/3/2018) sekitar pukul 19.15 Wib, terjadi letusan freatik dan terdengar letusan 3 kali di pondok bunder yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawah Gunung Ijen.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 20.30 Wib beberapa warga Dusun Margahayu Desa Kalianyar Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso mengalami keracunan gas belerang. Warga merasakan sesak nafas dan adanya muntah-muntah.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/12927-gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa" rel="noopener" target="_blank">Gas Belerang Ijen Bisa Ancam Jiwa</a> )</p>
<p>Hingga saat ini status Gunung Ijen masih Normal (level I). Tidak ada kenaikan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. &#8220;Laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Ijen PVMBG terjadi gempa hembusan satu kali, tremor non harmonik satu kali, gempa vulkanik dangkal 19 kali, gempa vulkanik dalam 2 kali dan gempa tektonik jauh3 kali,&#8221; pungkasnya. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gas Belerang Ijen Bisa Ancam Jiwa</title>
		<link>https://memontum.com/gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:34:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33327-gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yusdeni Lanasakti mengatakan, gas belerang Kawah Ijen mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) atau gas belerang yang bisa mengancam jiwa. &#8220;Bagi mereka yang terkontaminasi gas belerang, akan mengalami iritasi saluran pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas dan berpotensi gagal nafas,&#8221; kata Yusdeni kepada media, Jumat (23/3/2018). Diinformasikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212;   Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yusdeni Lanasakti mengatakan, gas belerang Kawah Ijen mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) atau gas belerang yang bisa mengancam jiwa. </p>
<p>&#8220;Bagi mereka yang terkontaminasi gas belerang, akan mengalami iritasi saluran pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas dan berpotensi gagal nafas,&#8221; kata Yusdeni kepada media, Jumat (23/3/2018).</p>
<p>Diinformasikan sebelumnya, 30 warga Desa Kalianyar Kecamatan Ijen, harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ijen. Dua orang diantaranya dirujuk ke RSUD Koesnadi karena mengalami sesak nafas, nyeri dada dan perut disertai pusing.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/7168-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen" rel="noopener" target="_blank">Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</a> )</p>
<p>Mereka terpapar gas belerang Kawah Ijen pada Rabu (21/3/2018) malam setelah terjadi letupan gas belerang dari Kawah Ijen.  &#8220;Dua orang yang saat ini sedang dirawat di RSUD Koesnadi kondisinya sudah mulai membaik, tapi masih menggunakan bantuan oksigen,&#8221; katanya. </p>
<p>Pantauan media ini, tersisa lima orang yang dirawat di Puskesmas Ijen, dan dua orang di RSUD Koesnadi. Mereka harus dirawat karena masih sulit bernafas dan mengalami nyeri dada.<strong> (sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33323-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Tim SAR Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjaga ketat pintu masuk menuju Kawah Ijen, pasca letupan gas belerang Kawah Ijen yang mengakibatkan ratusan warga Kabupaten Bondowoso diungsikan, Rabu (21/3/2018) malam. &#8220;Kita membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau para pendaki Kawah Ijen. Karena bau gas belerang masih menyengat,&#8221; kata salah seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Tim SAR Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjaga ketat pintu masuk menuju Kawah Ijen, pasca letupan gas belerang Kawah Ijen yang mengakibatkan ratusan warga Kabupaten Bondowoso diungsikan, Rabu (21/3/2018) malam. </p>
<p>&#8220;Kita membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau para pendaki Kawah Ijen. Karena bau gas belerang masih menyengat,&#8221; kata salah seorang Tim SAR Banyuwangi, Herman, di pintu masuk Kawah Ijen, jum’at (22/3/2018) sore. </p>
<p>Herman menjelaskan, sejak ditutup Rabu (21/3/2018) malam sudah ada sekitar 200 pengunjung yang akan mendaki ke puncak Ijen, namun dihalau karena gas belerang masih menyengat. </p>
<p>&#8220;Kita belum sempat membuat papan larangan pendakian. Oleh karenanya kita menjaga ketat pintu masuk jalur Kawah Ijen. Hawatir pengunjung juga ikut terpapar gas beracun,&#8221; terangnya. </p>
<p>&#8220;200 pengunjung yang hendak mendaki Kawah Ijen, didominasi oleh turis mancanegara, diantaranya, dari Negara Australia, Jerman dan Singapura. Ada juga turis domestik, tapi tidak banyak,&#8221; imbuhnya. </p>
<p>Salah seorang pengunjung asal Makasar, Alwi mengaku belum mengetahui penutupan jalur pendakian Kawah Ijen.  &#8220;Saya baru tahu Kawah Ijen ditutup setelah sampai disini, kalau jalur menuju Kawah Ijen ditutup,&#8221; katanya. </p>
<p>Alwi mengaku, baru pertama kali berkunjung ke Gunung Ijen dan ingin melihat langsung keindahan api biru atau yang dikenal dengan &#8216;blue fire&#8217;  Kawah Ijen. &#8220;Karena jalurnya ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan, saya memilih pulang saja,&#8221; terangnya. </p>
<p>Pantauan media ini, aroma gas belerang masih menyengat di kawasan Paltuding atau pintu masuk menuju Kawah Ijen. Jalur pendakian ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menko Keuangan dan Menko Maritim Daki Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/menko-keuangan-dan-menko-maritim-daki-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2018 15:24:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29828-menko-keuangan-dan-menko-maritim-daki-ijen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Keindahan dan Keelokan Gunung Ijen sudah tidak diragukan lagi, siapa saja ingin mengunjungi wisata alam yang begitu mempesona. Begitu juga dengan dua menteri Kabinet Kerja ini. Menko Keangan, Sri Mulyani, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo mendaki gunung ijen yang terkenal akan blue fire-nya. Ketiga pejabat negara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8212; Keindahan dan Keelokan Gunung Ijen sudah tidak diragukan lagi, siapa saja ingin mengunjungi wisata alam yang begitu mempesona. Begitu juga dengan dua menteri Kabinet Kerja ini. Menko Keangan, Sri Mulyani, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo mendaki gunung ijen yang terkenal akan blue fire-nya. Ketiga pejabat negara tersebut mengaku sangat terpesona dengan kecantikan alam tersebut.</p>
<p>Didampingi, bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, ketiga pejabat Negara itu mendaki gunung Ijen, tepatnya pada pukul 01.00 Wib. Dini hari, rombongan bergerak menuju Gunung Ijen.</p>
<p>Hawa dingin dipegunungan Ijen bukan rintangan, rombongan pejabat Negara tersebut terus mendaki menuju puncak Ijen dengan ketinggian 2.443 mdpl. Sekitar pukul 03.00 Wib. Dan oerjalanan selama dua jam, rombongan tiba puncak gunung Ijen yang sangat indah dan mempesona itu.</p>
<p>Melihat keindahan dan kemolekan gunung Ijen yang sudah mendunia itu, seakan terbayar rasa capek dan melelahkan itu.</p>
<p> &#8220;Wah, perjalanan naik yang sangat menantang tadi, sangat sangat terbayar setelah di sini. Ijen hebat,&#8221; puji Luhut.<br />
Menko Luhut dan rombongan lalu menyusuri jalan yang cukup lebar di sepanjang puncak Ijen, mereka menikmati suasana puncak gunung dari pinggir bibir kawah. Sesekali mereka nampak sumringah saat menyaksikan nyala api biru yang berpendar pendar dari kejauhan. &#8220;Ini sangat luar bisa, sangat layak direkomendasikan kepada para petinggi ekonomi dunia yang akan hadir di Bali Oktober mendatang,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mantan Dirut RS Soebandi Jember Tewas di Gunung Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/mantan-dirut-rs-soebandi-jember-tewas-di-gunung-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Nov 2017 15:52:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/5465-mantan-dirut-rs-soebandi-jember-tewas-di-gunung-ijen</guid>

					<description><![CDATA[Momentum Banyuwangi &#8211; Diduga penyakit asmanya kambuh, dr Budi Raharjo, SPRM mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jember, meninggal dunia diatas puncak Gunung Ijen. Menurut sumber berita yang berhasil dihubungi media ini menyebutkan, saat itu korban sedang menuju puncak Ijen, tiba-tiba korban tidak sadarkan diri di atas puncak Ijen. Saat itu, korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Momentum Banyuwangi</strong> &#8211; Diduga penyakit asmanya kambuh,  dr Budi Raharjo, SPRM mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jember, meninggal dunia diatas puncak Gunung Ijen. Menurut sumber berita yang berhasil dihubungi media ini menyebutkan, saat itu korban sedang menuju puncak Ijen, tiba-tiba korban tidak sadarkan diri di atas puncak Ijen.</p>
<p>Saat itu, korban ditolong oleh penambang belerang serta KSDA Banyuwangi langsung mengevakuasi korban, dan membawanya ke Paltuding untuk dilarikan ke Puskesmas Licin, karena kondisinya sudah sangat kritis dan sangat menghawatirkan.</p>
<p>Sekitar pukul 06.55 wib dipuskesmas Licin, korban langsung mendapat mendapatkan Paramedis untuk menyelamatkan nyawa korban. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk dipulangkan ke rumah duka di Jember menggunakan mobil ambulan,&#8221;terangnya.</p>
<p>Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi Sumpena, membenarkan ada salah satu pengunjung yang meninggal dunia saat mendaki dipuncak Gunung Ijen. Dan sesuai keterangan dari keluarganya, jika korban itu mempunyai penyakit sesak nafas alias Asma.</p>
<p>&#8220;Sesuai info dari keluarganya, almarhum memang mengidap penyakit Asma,&#8221; ungkapnya. <strong>(but/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5465</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
