<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gunung Kawi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gunung-kawi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Sep 2018 14:22:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gunung Kawi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Rendra Ajak Warga Jaga Kerukunan, Kekompakan dan Rasa Persaudaraan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-rendra-ajak-warga-jaga-kerukunan-kekompakan-dan-rasa-persaudaraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 14:22:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55308-bupati-rendra-ajak-warga-jaga-kerukunan-kekompakan-dan-rasa-persaudaraan</guid>

					<description><![CDATA[* Peringatan Tahun Baru Islam di Gunung Kawi Memontum Malang &#8211; Bupati Malang Dr.H.Rendra Kresna menghadiri Gebyar Ritual 1 Suro Pesarean Gunung Kawi untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H Selasa (11/9/2018)siang tadi Pada tahun ini perayaan dikemas dalam sebuah kirab sesaji yang diikuti oleh seluruh masyarakat Kecamatan Wonosari. Masing-masing peserta membawa tumpeng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Peringatan Tahun Baru Islam di Gunung Kawi</strong></h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang Dr.H.Rendra Kresna menghadiri Gebyar Ritual 1 Suro Pesarean Gunung Kawi untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H Selasa (11/9/2018)siang tadi Pada tahun ini perayaan dikemas dalam sebuah kirab sesaji yang diikuti oleh seluruh masyarakat Kecamatan Wonosari.</p>
<p>Masing-masing peserta membawa tumpeng untuk diletakaan pada jolen (tempat tumpeng yang dihias). Tak beda seperti tahun sebelumnya, dimana masyarakat Wonisari Gunung Kawi menggelar gebyar ritual 1 Suro dengan menampilkan beberapa rangkaian kegiatan seperti ikrar tumpeng di pesarean Eyang Djugo alias Kyai Zakaria dan Raden Mas Iman Soedjono. Yang kemudian, dilanjutkan dengan pembakaran sengkala, di Stadion Gebyar Suro, Gunung Kawi oleh Kepala Desa Wonosari Kuswanto. </p>
<p>Pembakaran sengkala atau ogoh-ogoh itu dimaksudkan untuk membuang hal-hal negatif pada masyarakat gunung kawi dan sebagai bentuk permohonan agar selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. </p>
<p>Tradisi yang diadakan setiap tahun ini selalu menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, yang juga membuat warga sekitar Gunung Kawi bertambah semangat untuk memeriahkan. Salah satunya dengan menjual beragam produk hasil olahan khas Wonosari. </p>
<p>Hal itu juga sebagai bentuk rasa syukur, atas benyaknya peziarah yang dapat meningkatkan taraf ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sekitar Gunung Kawi. Bupati Malang Rendra Kresna, mengaku bersyukur dapat kembali melihat dan turut merasakan keguyubrukunan masyarakat Desa Wonosari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tari Rejang Renteng di atas Kabut Gunung Kawi</title>
		<link>https://memontum.com/tari-rejang-renteng-di-atas-kabut-gunung-kawi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2018 13:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pura Giri Kawijayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=53811</guid>

					<description><![CDATA[* Piodalan Pura Giri Kawijayan 2018 &#160; Memontum Malang &#8211; Tari khas spiritual rejang rentang (dewa) diperagakan 27 perempuan, Kamis (30/8/2018) jelang sore, mengiringi Piodalan Pura Giri Kawijayan di Gunung Kawi. Umat Hindu, sejak siang melaksanakan giat dengan antusias. Dijelaskan Wadi, selaku ketua pelaksana kegiatan, ada sejumlah tahap yang terlaksana. Acara dimulai pukul 12.00 secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Piodalan Pura Giri Kawijayan 2018</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tari khas spiritual rejang rentang (dewa) diperagakan 27 perempuan, Kamis (30/8/2018) jelang sore, mengiringi Piodalan Pura Giri Kawijayan di Gunung Kawi. Umat Hindu, sejak siang melaksanakan giat dengan antusias.</p>
<p>Dijelaskan Wadi, selaku ketua pelaksana kegiatan, ada sejumlah tahap yang terlaksana. Acara dimulai pukul 12.00 secara bertahap hingga malam atau selesai perkiraan pukul 20.00. Puncak acara Piodalan pada sore hari.</p>
<p><a href="https://memontum.com/53811-tari-rejang-renteng-di-atas-kabut-gunung-kawi/img_20180830_134527-copy" rel="attachment wp-att-53814"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-53814" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_134527-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Rangkaiannya bertahap, Piodalan, bahasa awamnya merayakan ulang tahun pura. Secara spirit mensucikan lagi, baik itu lingkungannya dan manusianya, &#8221; terang Wadi, Kamis (30/8/2018) siang, saat ditemui di halaman Pura Giri Kawijayan.</p>
<p>&#8220;Inti dari acara ini, ibarat baterai yang low, penuh kembali, aura positif, semangat terbangun, &#8221; urai Wadi kepada Memontum.com, Kamis (30/8/2018) siang.</p>
<p><a href="https://memontum.com/53811-tari-rejang-renteng-di-atas-kabut-gunung-kawi/img_20180830_143033-copy" rel="attachment wp-att-53815"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_143033-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-53815" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_143033-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180830_143033-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Dijelaskan Wadi, kegiatan serangkaian tahapan dimaksudkan supaya tempat mengeluarkan energi positif. Berkumpulnya energi positif, meningkatkan aura ibadah.</p>
<p>Pura Giri Kawijayan, tengah dibangun di tempat baru. Awalnya, pura berada di latar bawah. Kini bergeser ke permukaan yang lebih tinggi atau berjarak beberapa meter saja. Menuju pura, ada undakan. Proses pembangunan telah berlangsung 4 tahunan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53811</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
