<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gunung kelud &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gunung-kelud/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Sep 2022 07:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gunung kelud &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sempat Dilaporkan Hilang, Empat Pendaki Gunung Kelud Asal Kabupaten Malang Ditemukan Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-dilaporkan-hilang-empat-pendaki-gunung-kelud-asal-kabupaten-malang-ditemukan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2022 03:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175755</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang, empat orang pendaki Gunung Kelud asal Malang, akhirnya berhasil ditemukan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto, mengatakan bahwa empat pendaki tersebut awalnya melakukan pendakian ke Gunung Kelud, Sabtu (24/09/2022) lalu. Mereka diantaranya, Edi Muhammad Sedayu (22), Faris (22), Andi Akbar (21), dan Eka Candra (21). Keempat orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang, empat orang pendaki Gunung Kelud asal Malang, akhirnya berhasil ditemukan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto, mengatakan bahwa empat pendaki tersebut awalnya melakukan pendakian ke Gunung Kelud, Sabtu (24/09/2022) lalu.</p>



<p>Mereka diantaranya, Edi Muhammad Sedayu (22), Faris (22), Andi Akbar (21), dan Eka Candra (21). Keempat orang itu, merupakan warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. &#8220;Rombongan empat orang ini mendaki Gunung Kelud melalui jalur pintu masuk Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Mereka, dilaporkan tersesat sekitar kawasan pukul 18.00,&#8221; kata Ivong Bertyanto, Senin (26/09/2022) tadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Ivong menambahkan, mereka diduga tersesat karena salah ambil jalur dan kehabisan logistik. &#8220;Rombongan pendaki Gunung Kelud yang hilang ini, diduga karena salah mengambil jalur. Saat ini, mereka sudah ditemukan dengan selamat pada Minggu (25/09/2022),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ivong menjelaskan, selama tersesat mereka sempat bertahan hidup dengan memakan tanaman mentah yang ada di sekitarnya. Setelah koordinasi antar instansi terkait, akhirnya keempat pemuda ini berhasil ditemukan dan dievakuasi melalui jalur pendakian Gunung Kelud Karangrejo, Kecamatan Garum. &#8220;Mereka ditemukan dalam kondisi sehat dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing,&#8221; ujar Ivong.<strong> (jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito Bidik Gunung Kelud sebagai Wisata Inklusi Tahap Awal di Kabupaten Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-bidik-gunung-kelud-sebagai-wisata-inklusi-tahap-awal-di-kabupaten-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus mendorong terwujudnya wisata inklusi di Kabupaten Kediri. Salah cara yang dilakukan, yakni dengan menyediakan sarana prasarana yang ramah bagi disabilitas. &#8220;Tempat wisata di Kediri, ini harus ramah disabilitas. Contoh kecilnya, itu seperti fasilitas toilet atau WC, itu pasti masih banyak yang belum ramah disabilitas. Termasuk juga, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus mendorong terwujudnya wisata inklusi di Kabupaten Kediri. Salah cara yang dilakukan, yakni dengan menyediakan sarana prasarana yang ramah bagi disabilitas.</p>



<p>&#8220;Tempat wisata di Kediri, ini harus ramah disabilitas. Contoh kecilnya, itu seperti fasilitas toilet atau WC, itu pasti masih banyak yang belum ramah disabilitas. Termasuk juga, untuk akses jalan,&#8221;Senin (12/09/2022) tadi.</p>



<p>Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito ini mengharap, langkah ini adalah sebagai wujud perhatian pemerintah daerah dalam memberikan hak yang sama bagi warganya, guna menikmati pariwisata di Bumi Panjalu. Karenanya, untuk mewujudkan pariwisata inklusif itu, dirinya meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dapat menyediakan sarana prasarana ramah disabilitas di kawasan objek wisata.</p>



<p>Sebagai langkah awal, Mas Dhito pun meminta dimulai dari satu objek wisata. Ketika nantinya satu objek itu berhasil, dibuat fasilitas ramah disabilitas, baru kemudian bergeser ke objek wisata lain. &#8220;Kita bisa mulai dari Gunung Kelud. Apa yang dibutuhkan teman-teman disabilitas di sana. Harapan saya, Gunung Kelud nanti merupakan destinasi wisata yang ramah terhadap disabilitas,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Penataan satu objek wisata menjadi ramah disabilitas, tambahnya, itu akan berjalan bertahap dan mesti butuh proses penyempurnaan. Karenanya, langkah ini harus sudah mulai dilakukan.</p>



<p>Pencanangan tempat wisata ramah terhadap disabilitas, itu sengaja dilakukan Mas Dhito, guna menindaklanjuti harapan yang disampaikan penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri. Salah satunya, terhadap pembangunan wisata inklusi.</p>



<p>Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK), Umi Salamah, sebelumnya dalam pertemuan dengan bupati menyampaikan, bahwa sejumlah kegiatan dilakukan PDKK termasuk melakukan diskusi bersama penyandang disabilitas dengan mengundang nara sumber dari instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Dihadapan Mas Dhito, Umi membeberkan, salah satu diskusi pernah dilakukan di lereng Gunung Kelud dan membahas terkait wisata inklusi.</p>



<p>&#8220;Di lereng Gunung Kelud itu banyak teman-teman disabilitas dan kami berharap, bagaimana wisata di Kabupaten Kediri, ini inklusi kepada disabilitas dalam pembangunannya,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sewindu Letusan Gunung Kelud, Mas Dhito Minta Warga Kediri Jangan Termakan Hoaks</title>
		<link>https://memontum.com/sewindu-letusan-gunung-kelud-mas-dhito-minta-warga-kediri-jangan-termakan-hoaks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2022 13:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Peringatan sewindu Gunung Kelud paska meletus 13 Februari 2014 lalu, menjadi momen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono atau yang kerap disapa Mas Dhito, meminta masyarakat untuk tidak termakan hoaks mengenai peningkatan aktivitas Gunung Kelud. Hal tersebut disampaikan Mas Dhito, karena acap kali beredar kabar-kabar hoaks terkait Gunung Kelud. Seperti pertengahan bulan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Peringatan sewindu Gunung Kelud paska meletus 13 Februari 2014 lalu, menjadi momen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono atau yang kerap disapa Mas Dhito, meminta masyarakat untuk tidak termakan hoaks mengenai peningkatan aktivitas Gunung Kelud.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan Mas Dhito, karena acap kali beredar kabar-kabar hoaks terkait Gunung Kelud. Seperti pertengahan bulan yang lalu, muncul isu yang berkembang di masyarakat, adanya peningkatan gunung yang mempunyai ketinggian 1731 mdpl ini.</p>



<p>Mas Dhito menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri akan memberikan pemberitahuan dan peringatan dini, jika terjadi peningkatan aktivitas yang terjadi pada gunung tersebut. &#8220;Saat ini, kondisi Gunung Kelud berstatus normal dan belum menunjukkan peningkatan aktivitas. Saya pastikan, hingga hari ini (Senin, red) Gunung Kelud berstatus normal atau Level 1,&#8221; terang Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, Senin (14/02/2022) sore.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Setiap hari, kata Mas Dhito, pos pantau terus mengawasi aktivitas Gunung Kelud. Kemudian, pihaknya juga akan terus melakukan pembenahan di titik-titik evakuasi yang mengalami kerusakan dan penyempitan.</p>



<p>“Pemkab juga telah menentukan mana-mana saja jalur evakuasi yang cepat, untuk dilalui warga jika Gunung Kelud kembali meletus,” tegasnya.</p>



<p>Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, menambahkan bahwa untuk memberikan simulasi kebencanaan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, telah membentuk tim desa tangguh bencana (destana) bagaian dari langkah-langkah antisipasi. &#8220;Dari 20 desa di lereng Gunung Kelud, semua telah terlatih bagaimana mitigasi dan evakuasi bencana,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri.</p>



<p>Menanggapi hoaks dan isu yang berkembang mengenai aktivitas Gunung Kelud yang meletus 8 tahun sekali, Slamet menegaskan, bahwa hal tersebut tidak benar. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jasad Penambang Pasir Akhirnya Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/jasad-penambang-pasir-akhirnya-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Feb 2018 14:23:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/27093-jasad-penambang-pasir-akhirnya-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8212; Setelah dilakukan pencarian akhirnya tim SAR gabungan bersama paguyuban pertambangan pasir rakyat berhasil menemukan jasad Sunarji (39) penambang pasir yang menjadi korban tebing longsor di sungai Ngobo, aliran lahar Gunung Kelud, Petak 148, Desa Puncu, Kabupaten Kediri. Proses pencarian melibatkan ratusan orang yang dimulai di titik kumpul Balai Desa Wonorejo Trisulo, sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8212; Setelah dilakukan pencarian akhirnya tim SAR gabungan bersama paguyuban pertambangan pasir rakyat berhasil menemukan jasad Sunarji (39) penambang pasir yang menjadi korban tebing longsor di sungai Ngobo, aliran lahar Gunung Kelud, Petak 148, Desa Puncu, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Proses pencarian melibatkan ratusan orang yang dimulai di titik kumpul Balai Desa Wonorejo Trisulo, sejak pukul 07.00 WIB pada Sabtu (17/1/2018)</p>
<p>Mereka mulai menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Akhirnya, Tim SAR berhasil menemukan korban dalam kondisi tewas tertimbun material tanah longsor</p>
<p>Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten  Kediri Randi Agata mengatakan,  bahwa benar korban telah ditemukan. &#8221; Korban Sunarji telah ditemukan dalam kondisi sudah  meninggal,&#8221; tuturnya</p>
<p>Lebih jauh Randi menjelaskan, ketika ditemukan korban dalam kondisi telentang terkubur material tanah longsor sedalam sekitar satu meter.</p>
<p>( <strong>baca juga : </strong><a href="https://hukrim.memontum.com/10587-tebing-aliran-lahar-kelud-longsor-penambang-tertimbun-pasir-3-tewas-3-klenger" rel="noopener" target="_blank">Tebing Aliran Lahar Kelud Longsor, Penambang Tertimbun Pasir, 3 Tewas, 3 Klenger</a> )</p>
<p>   Adapun jenazah korban yang merupakan warga Dusun Ngrangkah, Desa Sepawon itu telah dievakuasi dari lokasi kejadian tanah longsor.&#8221;Jenazah korban ditandu menuju mobil untuk dievakuasi ke titik aman,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelnya,  tebing aliran lahar Gunung Kelud yang berada di Desa Wonorejo Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri longsor. Akibatnya, tiga kendaraan truk beserta orang didalamnya ikut tertimbun bersama material longsor pada Jumat (16/2/2018) pukul 04.00 dini hari.<strong> (hyo/aji) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27093</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tebing Aliran Lahar Kelud Longsor, Penambang Tertimbun Pasir, 3 Tewas, 3 Klenger</title>
		<link>https://memontum.com/tebing-aliran-lahar-kelud-longsor-penambang-tertimbun-pasir-3-tewas-3-klenger</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2018 14:25:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26802-tebing-aliran-lahar-kelud-longsor-penambang-tertimbun-pasir-3-tewas-3-klenger</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8212; Tebing aliran lahar Gunung Kelud di Desa Wonorejo Trisulo Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri longsor. Akibatnya, tiga kendaraan truk beserta orang didalamnya ikut tertimbun bersama material longsor pada Jumat (16/2/2018). Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Randy Agatha mengatakan, Bencana longsor tersebut terjadi pada Jumat pukul 04.50 Wib. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8212; Tebing aliran lahar Gunung Kelud di Desa Wonorejo Trisulo Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri longsor. Akibatnya, tiga kendaraan truk beserta orang didalamnya ikut tertimbun bersama material longsor pada Jumat (16/2/2018).</p>
<p>Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Randy Agatha mengatakan, Bencana longsor tersebut terjadi pada Jumat pukul 04.50 Wib. &#8220;Atas kejadian tersebut tiga orang meninggal dunia dan beberapa korban luka &#8211; luka,&#8221; kata Rendy saat ditemui dilokasi pos penjagaan.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0041-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-26803" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0041-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0041-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0041-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0041-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>   Lebih lanjut Rendy menambahkan, terkait dengan evakuasi pencarian korban yang masih belum diketemukan, ia akan melanjutkan kembali pada esok hari pada pukul 07.00 pagi.&#8221;Karena saat ini kondisi medan  hujan lebat, apabila kita paksakan untuk melanjutkan evakuasi akan membahayakan keselamatan tim bila terjadi longsor susulan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>   Berdasarkan data dari BPBD kabupaten Kediri para korban longsor ini adalah pencari pasir dan batu (Sirtu) tradisional manual dialiran lahar Gunung Kelud.</p>
<h2><strong>Identitas korban tewas :</strong></h2>
<p>1. Andik (36) warga Desa Sumberagung Plosoklaten</p>
<p>2. Sugiyanto (33) warga Desa Badek Sepawon Plosoklaten</p>
<p>3. Seno (30) warga Listrikan, Desa. Sumberagung Plosoklaten.</p>
<h2><strong>Korban Luka :</strong></h2>
<p>1. Muryanto (39) warga Desa Badek Sepawon</p>
<p>2. Suliswanto (27) warga Desa. Sumberagung Plosoklaten</p>
<p>3. Samsul Hadi (24) warga Desa. Sumberagung Plosoklaten</p>
<p>4. M. Iksan (20) warga Desa. Sumberagung Plosoklaten, sedangkan korban belum ditemukan Narji (39) warga Desa. Sepawon Plosoklaten. <strong>(luh/mid/aji)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evakuasi 9 Pendaki Gunung Kelud yang Tersesat Tuntas</title>
		<link>https://memontum.com/evakuasi-9-pendaki-gunung-kelud-yang-tersesat-tuntas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2017 15:32:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4418-evakuasi-9-pendaki-gunung-kelud-yang-tersesat-tuntas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8212; Setelah semalaman melakukan penyisiran di kawasan perbukitan Gunung kelud sisi Blitar, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kediri dan Blitar, berhasil mengevakuasi kesembilan pendaki yang kabarkan hilang tersesat. Saat ditemukan dua dari pendaki wanita dalam kondisi pingsan, dan keduanya dievakuasi menggunakan tandu melewati jalur curam di Desa Tulungrejo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8212; Setelah semalaman melakukan penyisiran di kawasan perbukitan Gunung kelud sisi Blitar, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kediri dan Blitar, berhasil mengevakuasi kesembilan pendaki yang kabarkan hilang tersesat. Saat ditemukan dua dari pendaki wanita dalam kondisi pingsan, dan keduanya dievakuasi menggunakan  tandu melewati jalur curam di Desa Tulungrejo Kabupaten Blitar.</p>
<p>Sedangkan tujuh orang pendaki yakni empat pria dan tiga wanita dalam kondisi masih bisa berjalan juga dievakuasi tim SAR melewati jalur Puncak Sumbing, area Margomulyo Kabupaten Kediri. Evakuasi yang dilakkukan di sisi barat lereng Gunung Kelud ini, juga terjadi kendala. Karena ketika berada dititik evakuasi satu pendaki wanita terpaksa ditandu karena kelelahan usai berjalan jauh menyusuri jalur ekstrim dengan tingkat kemiringan sekitar 80 derajat.</p>
<p>Identitas para pendaki yakni sebanyak 9 mahasiswa bernama Arik, Miswa, Santi, Ani dan Nani, Agus, Sutris dan Raka. Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randi Agata mengatakan,  pihaknya menyerahkan penanganan seluruh pendaki itu ke BPBD Kabupaten Blitar, karena  jalur masuk para pendaki itu melewati wilayah Blitar.</p>
<p>“Ada tujuh pendaki yang berhasil dievakuasi melalui jalur Kediri. Sebagai tanggap bencana kami ikut membantu dan menyerahkan para pendaki itu ke BPBD Blitar guna penanganan lebih lanjut,” tutur Randi Agata saat berada dititik pejemputan 500 meter dari bibir kawah Kelud.</p>
<p>   Berdasarkan informasi dari BPPD Kabupaten Kediri, kejadian tersesatnya kesembilan pendaki otu berawal dari tracking dari Desa Tulungrejo Kabupaten Blitar pukul 09.00 Wib. Salah satu pendaki wanita bernama Nani pingsan sekitar pukul 15.00 WIB, karena cuaca yang ekstrem dan hujan lebat yang terjadi dilokasi pendakian itu diduga kuat menjadi penyebab daya tahan para pendaki menjadi drop.</p>
<p>Ketika ada laporan itulah Tim SAR Gabungan BPBD Kabupaten Kediri bersama SAR Basarnas dan TNI, POLRI akhirnya berhasil mengevakuasi parapendaki yang tersesat di Puncak Gunung Kelud.</p>
<p>Setelah sampai di titik evakuasi,  ambulan telah dipersiapkan, pendaki yang sakit langsung mendapatkan penanganan medis dan langsung dibawa ke Puskemas untuk penanganan lebih lanjut.<strong>(hyo/im/edi/aji)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4418</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arik Suefendi: Tidak Ada Kendala Mulai Pendakian hingga ke Puncak</title>
		<link>https://memontum.com/arik-suefendi-tidak-ada-kendala-mulai-pendakian-hingga-ke-puncak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2017 04:47:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki tersesat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4279-arik-suefendi-tidak-ada-kendala-mulai-pendakian-hingga-ke-puncak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Sempat terjebak cuaca di pucak Gunung Kelud, sembilan pendaki akhirnya berhasil dievakuasi. Mereka diantaranya Ani Puji warga Mojokerto, Santi warga Mojokerto, Niswa warga Lamongan, Raka dan Nani warga Sidoarjo, Agus warga Tuban, Andriano dan Arik Suefendi warga Desa Kruwuk Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, keduanya merupakan kakak beradik yang mengantar ke tujuh pendaki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211;  Sempat terjebak cuaca di pucak Gunung Kelud, sembilan pendaki  akhirnya berhasil dievakuasi. Mereka diantaranya  Ani Puji warga Mojokerto, Santi warga Mojokerto, Niswa warga Lamongan, Raka dan Nani warga Sidoarjo, Agus warga Tuban, Andriano dan Arik Suefendi warga Desa Kruwuk Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, keduanya merupakan kakak beradik yang mengantar ke tujuh pendaki lainnya untuk melakukan pendakian.</p>
<p>Arik Suefendi, salah satu pendaki  mengaku tidak menemukan kendala mulai pendakian hingga ke puncak. Rombongan berhasil mencapai puncak sekitar pukul 16.00, dan berencana langsung kembali turun. Namun di tengah perjalanan salah satu pendaki bernama Nani, terkilir hingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Ditambah 2 pendaki perempuan lainnya mengalami hipotermia dan sesak nafas. </p>
<p>&#8220;Mulai di situ kami semua sudah kebingungan, karena kondisi hujan deras sedangkan bekal semuanya ditinggal di Pos 3&#8221;, kata Arik Suefendi saat ditemui di pos pendakian Tulungrejo Gandusari, Selasa (07/11/2017).</p>
<p>Lebih lanjut Arik menyampaikan, karena kondisi 3 pendaki tidak memungkinkan untuk turun, akhirnya 2 pendaki lainnya yaitu, Yuswa dan Niswa memutuskan untuk turun terlebih dahulu untuk mencari bantuan. Sesampainya di Pos 1 ke duanya melaporkan kejadian tersebut, ke Mapolsek Gandusari, Senin (06/11/2017) sekitar pukul 18.00. Namun hingga pukul 22.00, tim evakuasi yang bergerak dari arah jalur pendakian Tulungrejo Blitar dan Ngancar Kediri belum ada yang berhasil menemukan posisi ke 7 pendaki yang masih berada dipuncak. </p>
<p>&#8220;Saya terus berusaha nyari sinyal di HP saya agar tim evakuasi bisa mendeteksi keberadaan kami, sambil membuat api unggun agar tidak kedinginan&#8221;,  jelas Arik.</p>
<p>Ke dua pendaki yang sudah berada di Pos 1 langsung dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, melalui jalur pendakian Tulungrejo Gandusari. Sedangkan 7 pendaki lainnya dievakuasi melalui jalur pendakian Ngancar Kediri, Selasa (07/11/2017) sekitar pukul 01.30. </p>
<p>&#8220;Sekitar jam 1 malam tim evakuasi berhasil menemukan kami dan langsung dibawa ke Pos 3. Karena cuaca tidak memungkinkan untuk langsung turun, akhirnya kami dan tim baru turun melalui jalur pendakian Ngancar Kediri sekitar jam lima pagi&#8221;, pungkas Arik Suefendi. <strong>(an/jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Selamatkan 9 Pendaki Gunung Kelud yang Tersesat</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-selamatkan-9-pendaki-gunung-kelud-yang-tersesat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2017 03:42:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki tersesat]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4258-tim-sar-selamatkan-9-pendaki-gunung-kelud-yang-tersesat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Setelah terjebak di puncak Gunung Kelud, 9 orang pendaki dari Kota Blitar, Mojokerto, Lamongan, Tuban dan Sidoarjo akhirnya bisa diketemuka denan selamat. Mereka diselamatkan tim BPBD Kabupaten Kediri, Selasa (07/11/2017) sekitar pukul 01.30. Saat ini 9 pendaki tersebut berada di RSUD Ngudi Waluyo untuk menjalani perawatan. Meskipun ke 9 pendaki Gunung Kelud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Setelah terjebak di puncak Gunung Kelud, 9 orang pendaki dari Kota Blitar, Mojokerto, Lamongan, Tuban dan Sidoarjo akhirnya bisa diketemuka denan selamat. Mereka diselamatkan tim BPBD Kabupaten Kediri, Selasa (07/11/2017) sekitar pukul 01.30. Saat ini 9 pendaki tersebut berada di RSUD Ngudi Waluyo untuk menjalani perawatan.</p>
<p>Meskipun ke 9 pendaki Gunung Kelud tersebut, ditemukan tim BPBD Kabupaen Kediri  sekitar pukul 01.30, namun mereka baru bisa dibawa turun puncak melalui Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri sekitar pukul 05.00. </p>
<p>Dua orang pendaki yaitu, Efendi dari Blitar dan Nani dari Surabaya ditemukan Tim BPBD di Pos 1, dan 7 pendaki lainnya yaitu, Arik dari Lamongan, Santi Mojokerto, Ani Mojokerto, Nani Tuban, Agus Tuban, Sutris Lamongan dan Raka dari Sidoarjo, ditemukan di Pos 3 yang jaraknya dekat dengan wilayah Ngancar Kediri.</p>
<p>“Setelah dibawa turun melalui Ngancar, mereka langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar”, kata Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Purwadi, Selasa (7/11/2017).</p>
<p> Evakuasi pendaki Kelud</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, 9 orang pendaki dari Kota Blitar, Mojokerto, Lamongan, Tuban dan Sidoarjo, terjebak di puncak gunung Kelud, akibat cuaca buruk, Senin malam (6/11/2017). Mereka mendaki Gunung Kelud dari jalur Desa Tulungrejo  Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Senin (6/11/2017) sekitar pukul 09.00. </p>
<p>Effendy, seorang pendaki yang juga warga Gadungan Gandusari Kabupaten Blitar mengalami sakit, dan Nany, pendaki  dari Surabaya pingsan sejak pukul 15.00,  sedangkan seorang perempuan lagi,  Shanty kondisinya terus melemah.</p>
<p>Dengan dibantu petugas unit Sabhara Polres Blitar, BPBD Kabupaten Blitar, menurunkan tim.  Mereka menuju polsek Gandusari, untuk selanjutnya berkoordinasi melakukan upaya evakuasi. Selain itu petugas Basarnar Trenggalek, juga dilibatkan untuk membantu proses evakuasi.  <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4258</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
