<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gunung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gunung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 12:56:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gunung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Lumajang Salurkan Bantuan DTH Tahap II untuk 84 KK Terdampak Gunung</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dth-tahap-ii-untuk-84-kk-terdampak-gunung</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dth-tahap-ii-untuk-84-kk-terdampak-gunung#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230804</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memastikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak Gunung Semeru. Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kembali menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap II sebagai dukungan selama proses penyiapan hunian relokasi. Bantuan itu, diberikan kepada warga yang rumahnya terdampak langsung oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memastikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak Gunung Semeru. Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kembali menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap II sebagai dukungan selama proses penyiapan hunian relokasi.</p>



<p>Bantuan itu, diberikan kepada warga yang rumahnya terdampak langsung oleh Gunung Semeru pada 19 November 2025. Peristiwa tersebut, menyebabkan sejumlah permukiman warga tertimbun material vulkanik berupa pasir dan batu hingga lebih dari 2 meter sehingga tidak lagi layak untuk dihuni.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa bantuan Dana Tunggu Hunian yang disalurkan kali ini merupakan kelanjutan dari bantuan sebelumnya yang telah diterima warga terdampak langsung. “Sebanyak 84 KK yang menerima bantuan ini merupakan warga yang rumahnya terdampak langsung. Sementara warga yang sudah menempati hunian tetap di Desa Sumbermujur tidak lagi menerima DTH,” ujarnya saat di konfirmasi, Minggu (08/03/2026) tadi.</p>



<p>Pada tahap sebelumnya, warga telah menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu perbulan selama tiga bulan. Pada penyaluran Tahap II ini, pemerintah kembali memberikan bantuan dengan nominal yang sama selama 6 bulan. Dengan demikian, setiap keluarga menerima total bantuan sebesar Rp 3,6 juta.</p>



<p>Melalui bantuan itu, diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, seperti mengontrak rumah, sambil menunggu proses pembangunan hunian relokasi selesai. Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mempercepat tahapan relokasi bagi warga terdampak. Bahkan hingga saat ini, tim teknis tengah melakukan survei lahan serta menyiapkan dokumen administratif sebagai bagian dari proses pembangunan hunian baru.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Isnugroho juga mengingatkan masyarakat, agar tidak kembali menempati rumah lama yang telah tertimbun material vulkanik. Wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau zona dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga tidak diperuntukkan lagi sebagai kawasan permukiman.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga proses relokasi benar-benar selesai. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan lahan relokasi seluas sekitar 1,5 hektare di belakang balai desa yang akan digunakan untuk pembangunan hunian baru bagi masyarakat terdampak.</p>



<p>“Dana Tunggu Hunian akan terus diberikan sampai hunian relokasi benar-benar selesai dibangun,” tegasnya.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan mengusulkan pembangunan hunian tetap kepada pemerintah pusat untuk merelokasi sekitar 135 kepala keluarga warga Dusun Sumberlangsep agar dapat menempati kawasan yang lebih aman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan bencana yang terencana dan berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak erupsi Semeru mendapatkan kepastian tempat tinggal yang lebih aman di masa mendatang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dth-tahap-ii-untuk-84-kk-terdampak-gunung/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230804</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Salurkan Bantuan Dana Tunggu Hunian untuk 43 KK Terdampak Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dana-tunggu-hunian-untuk-43-kk-terdampak-gunung-semeru</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dana-tunggu-hunian-untuk-43-kk-terdampak-gunung-semeru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[tunggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230519</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 43 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak aktivitas Gunung Semeru sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga yang masih berada dalam masa transisi sebelum menempati hunian tetap. Bantuan Pemerintah Kabupaten Lumajang ini diserahkan secara simbolis oleh Bunda Indah, di Balai Desa Jugosari, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 43 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak aktivitas Gunung Semeru sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga yang masih berada dalam masa transisi sebelum menempati hunian tetap. Bantuan Pemerintah Kabupaten Lumajang ini diserahkan secara simbolis oleh Bunda Indah, di Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (25/02/2026). Dalam momen ini dihadiri juga unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Sebanyak 43 KK menerima bantuan pada tahap ini, dengan rincian 33 KK berasal dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari dan 10 KK dari Desa Sumberwuluh. Seluruh penerima merupakan warga yang terdampak langsung aktivitas vulkanik Semeru dan masih membutuhkan dukungan tempat tinggal sementara. Masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 6 bulan, yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sewa atau biaya tempat tinggal sementara.</p>



<p>Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat terdampak. “Dana tunggu hunian ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama masa transisi menuju hunian tetap,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Indah menambahkan, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan haknya melalui pendataan dan verifikasi yang dilakukan secara cermat di lapangan. “Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan tuntas,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dusun Sumberlangsep menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak karena termasuk kawasan yang mengalami dampak cukup signifikan akibat aktivitas Semeru dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, warga dari Desa Sumberwuluh yang masuk dalam daftar penerima juga merupakan kelompok terdampak yang hingga kini masih berada dalam kondisi rentan.</p>



<p>Program DTH menjadi salah satu langkah strategis dalam penanganan pascabencana, khususnya untuk menjaga stabilitas sosial dan ketahanan ekonomi keluarga terdampak. Dengan adanya kepastian bantuan selama 6 bulan, warga diharapkan dapat menjalani masa transisi dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terkait kebutuhan tempat tinggal.</p>



<p>Selain itu, dukungan hunian sementara juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menata kembali kehidupan sembari menunggu proses relokasi atau pembangunan hunian tetap. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Forkopimda berkomitmen mengawal seluruh tahapan pemulihan secara berkelanjutan dan terkoordinasi.</p>



<p>Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap keluarga terdampak mendapatkan perlindungan yang utuh, mulai dari masa darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Bagi 43 keluarga penerima, bantuan ini menjadi penopang penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di tengah situasi pascabencana.</p>



<p>Melalui langkah yang terarah dan sinergi lintas sektor, Pemkab Lumajang berharap masyarakat terdampak Semeru dapat segera bangkit, pulih dan kembali menjalani kehidupan secara aman, layak dan lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dana-tunggu-hunian-untuk-43-kk-terdampak-gunung-semeru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230519</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Lereng Gunung Raung, Banyuwangi Kembangkan Dua Jenis Kopi Langka</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-lereng-gunung-raung-banyuwangi-kembangkan-dua-jenis-kopi-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[raung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon. Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon.</p>



<p>Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang di pasaran tergolong kelas premium dan memiliki nilai jual tinggi. &#8220;Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dengan kualitas baik. Tapi, Banyuwangi punya keunggulan itu,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin (02/02/2026) tadi.</p>



<p>Kopi premium ini, ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 1 ton perhektar. Dari luasan tersebut, total produksi biji kopi (Green Bean) mencapai 7 ton pertahun.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan kopi tersebut kini mulai dikembangkan secara serius di Banyuwangi. Dirinya menyebut, kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan Kopi Arabika berkualitas ekspor itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah, serta iklim sejuk menjadi faktor utama pembentuk karakter rasa kopi. &#8220;Topografi di Kalibaru sangat ideal. Tanahnya subur, iklimnya cocok, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas dan berpotensi besar untuk pasar internasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan asal usulnya, varietas Yellow Caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika dan Nikaragua, kemudian dikembangkan di Brasil. Begitupun dengan Kopi Yellow Bourbon, juga berasal dari Brasil. Di Indonesia, varietas ini dibawa pada masa kolonial Belanda dan dapat ditemukan di beberapa daerah dataran tinggi saja seperti di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (Flores, Bajawa).</p>



<p>Danang menyebut, ceri kopi ini dikenal karena buahnya berwarna kuning saat matang dan menawarkan rasa manis serta asam yang seimbang. Pengembangan kopi langka ini, juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas. Dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya jauh lebih baik dan berdampak langsung pada pendapatan petani,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi, lanjut Danang, terus mendorong penguatan budidaya, pascapanen, hingga pemasaran kopi agar mampu bersaing di pasar global. &#8220;Potensi ini akan terus kami kembangkan dengan pendampingan dan penguatan hilirisasi. Harapannya, Kopi Arabika Banyuwangi dari lereng Gunung Raung bisa semakin dikenal dunia,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidupkan Kembali Wisata Gunung Kelud, Mas Dhito Minta Pembangunan Jalan Menuju Kawah Dilanjutkan</title>
		<link>https://memontum.com/hidupkan-kembali-wisata-gunung-kelud-mas-dhito-minta-pembangunan-jalan-menuju-kawah-dilanjutkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilanjutkan,]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kelud,]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk menghidupkan kembali wisata Gunung Kelud. Mengenai komitmen ini, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, juga meminta agar pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud yang sebelumnya telah dikerjakan pada 2025, untuk dilanjutkan dan mendapatkan prioritas. “Wisata Gunung Kelud harus dihidupkan. Karenanya, 2026 saya minta diselesaikan. Bangun jalan sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk menghidupkan kembali wisata Gunung Kelud. Mengenai komitmen ini, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, juga meminta agar pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud yang sebelumnya telah dikerjakan pada 2025, untuk dilanjutkan dan mendapatkan prioritas.</p>



<p>“Wisata Gunung Kelud harus dihidupkan. Karenanya, 2026 saya minta diselesaikan. Bangun jalan sampai kawah, tapi pastikan juga untuk safetynya,” kata Mas Dhito, Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p>Instruksi yang disampaikan Bupati, diungkapkan saat pemaparan program kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di awal Januari 2026. Dirinya juga menekankan, tidak hanya pengerjaan jalan, faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi terhadap daya tarik wisatawan, juga diminta untuk diperhatikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya tekankan perbaiki Kelud, aktivasi kembali Kelud seperti sebelum masa pandemi,” tambahnya.</p>



<p>Mas Dhito berharap, Gunung Kelud sebagai salah satu destinasi wisata alam andalan Kabupaten Kediri, dapat kembali kepada masa kejayaan. Selain perbaikan wisata Gunung Kelud, pihaknya juga meminta perbaikan untuk menunjang wisata Ubalan dan juga wisata Gunung Wilis.</p>



<p>Kepala DPUPR Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama, menyebut pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud sebagaimana atensi bupati telah masuk dalam rencana kerja DPUPR Tahun 2026 ini. “Tahun ini pembangunan jalan menuju kawah Kelud akan kita lanjutkan,” ujarnya.</p>



<p>Tahun 2025, ujarnya, Dinas PUPR Kabupaten Kediri melakukan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud sepanjang 241 meter dengan lebar 4 meter. Sebagaimana pekerjaan sebelumnya, akses jalan menuju kawah nantinya dibangun cor beton yang dinilai lebih kuat. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesona Banyu Kuwung, Destinasi Wisata Pemandian Alami di Kaki Gunung Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/pesona-banyu-kuwung-destinasi-wisata-pemandian-alami-di-kaki-gunung-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kuwung,]]></category>
		<category><![CDATA[pemandian]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi terus mengeksplor pesona alam di kawasan Gunung Ijen. Salahnya satunya, seperti yang ada di Banyu Kuwung, sebuah destinasi wisata pemandian alami yang bersumber dari mata air di kaki Gunung Ijen. Banyuwangi Kuwung menawarkan kolam alami bersumber dari mata air pegunungan, dengan udara sejuk dan panorama rimbun yang membuat pengunjung langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi terus mengeksplor pesona alam di kawasan Gunung Ijen. Salahnya satunya, seperti yang ada di Banyu Kuwung, sebuah destinasi wisata pemandian alami yang bersumber dari mata air di kaki Gunung Ijen.</p>



<p>Banyuwangi Kuwung menawarkan kolam alami bersumber dari mata air pegunungan, dengan udara sejuk dan panorama rimbun yang membuat pengunjung langsung merasakan suasana tenang khas dataran tinggi. Banyu Kuwung sendiri, berada di Dusun Panggang, Desa/Kecamatan Licin.</p>



<p>Dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, kawasan ini mulai dibangun pada 2020 dan resmi dibuka untuk publik pada 2022. Area kolam alaminya terletak di lereng Gunung Ijen yang dikelilingi pepohonan besar, menciptakan suasana teduh dan asri.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan Banyu Kuwung sebagai ruang wisata keluarga yang alami dan menenangkan. “Sangat alami. Cocok untuk berlibur bersama keluarga maupun sekadar refreshing dari hiruk-pikuk perkotaan,” kata Bupati Ipuk, saat agenda Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), Senin (08/12/2025) tadi.</p>



<p>Di lokasi wisata ini, wisatawan dapat berenang di kolam alami dengan kedalaman sekitar 60 hingga 120 sentimeter, sambil menikmati segarnya sumber mata air. Pengunjung juga dapat beristirahat di gazebo sambil menikmati panorama hijau.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Desa ini sangat diberkahi sumber mata air yang melimpah. Silakan dikelola untuk meningkatkan perekonomian warga, dan bersama-sama menjaganya,” pesannya.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Banyu Kuwung, Heriyanto, mengatakan destinasi ini dibangun di atas lahan milik warga yang sebelumnya kurang produktif. “Semula hanya dimanfaatkan untuk tanam selada air dan hasilnya kurang bagus. Kami menawarkan ide untuk menjadikannya destinasi wisata, dan alhamdulillah pemilik lahan setuju bahkan menghibahkan kepada pokdarwis,” katanya.</p>



<p>Sejak dibuka, antusiasme warga dan wisatawan cukup tinggi. Heriyanto menyebut pada masa awal pembukaan, kunjungan akhir pekan bisa mencapai 1.200 orang. Hal ini ikut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.</p>



<p>Fasilitas di pemandian ini juga lengkap dengan area parkir yang luas, warung makan, musala, toilet, serta area camping ground.</p>



<p>Destinasi ini beroperasi setiap hari, kecuali Jumat yang digunakan untuk pembersihan. Jam operasional Senin–Kamis dimulai pukul 08.00–16.00, sementara Sabtu–Minggu pukul 07.00–16.00. Harga tiket masuk ditetapkan Rp 5.000 per orang. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantuan untuk Masyarakat Terdampak APG Gunung Semeru Terus Mengalir</title>
		<link>https://memontum.com/bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-apg-gunung-semeru-terus-mengalir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menerima bantuan untuk warga penyintas Gunung Semeru di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu (06/12/2025) tadi. Kali ini, bantuan kemanusiaan itu datang dari PT Donggo Senoro LNG dan disalurkan melalui Insan Cita Care KAHMI Lumajang. Perhatian nyata dari berbagai pihak, itu menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti meski bencana telah berlalu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menerima bantuan untuk warga penyintas Gunung Semeru di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu (06/12/2025) tadi. Kali ini, bantuan kemanusiaan itu datang dari PT Donggo Senoro LNG dan disalurkan melalui Insan Cita Care KAHMI Lumajang.</p>



<p>Perhatian nyata dari berbagai pihak, itu menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti meski bencana telah berlalu. Menjadi bukti nyata, solidaritas sektor swasta dan organisasi kemanusiaan terhadap warga terdampak.</p>



<p>Disampaikan Bupati Indah, bantuan ini tidak sekadar barang, tetapi menjadi simbol perhatian yang memberi rasa aman dan diperhatikan bagi warga yang masih membangun kehidupan pasca-erupsi. “Dukungan seperti ini memastikan warga tidak berjalan sendiri, sekaligus memberikan energi positif untuk melanjutkan pemulihan. Solidaritas seperti ini menjadi penopang moral yang sama pentingnya dengan bantuan fisik,” katanya.</p>



<p>Bantuan yang disalurkan bersifat terstruktur dan tepat sasaran, mencakup kebutuhan dasar, pendidikan dan ibadah. Dari sabun mandi, pasta gigi, sampo, handuk, hingga ember dan detergen, buku tulis, pensil, bolpoin, penggaris, tas, sepatu sekolah, serta sarung dan mukena dewasa. Setiap item, disesuaikan jumlahnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga secara efektif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena itu, Pemerintah Lumajang memastikan distribusi berjalan tertib sehingga setiap keluarga merasakan manfaat langsung, meminimalkan pemborosan dan menjaga ketertiban. Substansi utama dari pendekatan ini, adalah pemulihan yang menyeluruh, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga pendidikan, spiritual dan kesejahteraan sehari-hari.</p>



<p>Pemulihan pasca bencana, menurut Bupati Indah, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. “Pemulihan tidak berhenti pada bantuan pemerintah. Sinergi dengan sektor swasta dan organisasi kemanusiaan menjaga kesinambungan, memastikan warga tetap termotivasi dan mampu membangun hidup mereka kembali,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Menurutnya, bantuan ini juga menjadi sarana penguatan ketahanan sosial dan moral masyarakat. Solidaritas yang ditunjukkan melalui aksi nyata membantu warga penyintas membangun kembali kehidupan mereka, sekaligus menjadi teladan bahwa tanggung jawab pasca bencana adalah kewajiban bersama.</p>



<p>Dengan kepedulian yang berkelanjutan, bantuan terstruktur dan koordinasi yang efektif, warga penyintas Semeru mendapatkan perlindungan, dukungan dan dorongan moral yang nyata. Bantuan ini menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial bisa menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan dan menghadirkan harapan bagi masyarakat terdampak. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Menurun, Status Gunung Semeru Turun Level III</title>
		<link>https://memontum.com/aktivitas-vulkanik-menurun-status-gunung-semeru-turun-level-iii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Menurun]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228265</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) kini turun menjadi Level III (Siaga) mulai Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00. Penurunan status ini, setelah Badan Geologi Kementerian ESDM menyimpulkan adanya penurunan signifikan pada aktivitas vulkanik. Penurunan status ini, kontan membawa angin optimisme bagi warga Lumajang, sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) kini turun menjadi Level III (Siaga) mulai Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00. Penurunan status ini, setelah Badan Geologi Kementerian ESDM menyimpulkan adanya penurunan signifikan pada aktivitas vulkanik.</p>



<p>Penurunan status ini, kontan membawa angin optimisme bagi warga Lumajang, sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika alam. Penurunan status ini, didasarkan pada evaluasi komprehensif terhadap data visual, kegempaan, deformasi dan pemantauan instrumen lainnya. Di mana, kini aktivitas Semeru menunjukkan kecenderungan stabil dan melemah.</p>



<p>Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa tanda-tanda suplai magma baru dari kedalaman tidak terdeteksi. “Aktivitas Semeru saat ini masih berupa letusan kecil hingga menengah, guguran lava, serta pelepasan gas dangkal. Data kegempaan juga menunjukkan tidak ada peningkatan tekanan magmatik,” katanya, Sabtu (29/11/2025) tadi.</p>



<p>Data dari pemantauan seismik, memperlihatkan rendahnya aktivitas vulkanik dalam. Variasi kecepatan seismik (dv/v) yang sebelumnya turun sebelum erupsi kini kembali stabil, sementara data tiltmeter dan GPS tidak menunjukkan pola pergerakan magma baru. Kondisi ini, mengindikasikan fase relaksasi sistem vulkanik, yang menjadi dasar ilmiah penurunan tingkat aktivitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, penurunan status bukan berarti Semeru sepenuhnya aman. Potensi awan panas guguran dan lahar masih menjadi perhatian utama, terutama memasuki puncak musim hujan. Material erupsi yang menumpuk di aliran sungai dapat terbawa arus sewaktu-waktu saat terjadi hujan deras.</p>



<p>Badan Geologi dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya, antara lain menghindari seluruh area tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.Tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak hingga 17 kilometer. Menjauhi radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko karena risiko lontaran batu pijar.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh elemen kesiapsiagaan tetap aktif. BPBD, TNI, Polri, relawan, serta jejaring komunitas kebencanaan terus memantau situasi, memperkuat jalur evakuasi dan memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal. Pos pengamatan pun tetap siaga memantau perkembangan visual gunung setiap saat.</p>



<p>Penurunan status Semeru ini, diharapkan memberikan ketenangan bagi warga, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa mitigasi dan literasi kebencanaan adalah bagian penting dari kesiapan masyarakat di wilayah rawan bencana. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat dan relawan, upaya menjaga keselamatan warga dapat berjalan lebih cepat, terarah dan mencerahkan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak APG Gunung Semeru, BNPB Kunjungi Lokasi Pengungsian</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kebutuhan-warga-terdampak-apg-gunung-semeru-bnpb-kunjungi-lokasi-pengungsian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsian]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228086</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan kunjungan ke lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Supiturang dan Posko Pengungsian SMPN 2 Pronojiwo, Selasa (25/11/2025) tadi. Serangkaian kunjungan yang dilakukan ini, merupakan hari ketujuh pasca APG yang terjadi pada 19 November 2025. Dalam kunjungannya, Letjen Suharyanto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan kunjungan ke lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Supiturang dan Posko Pengungsian SMPN 2 Pronojiwo, Selasa (25/11/2025) tadi. Serangkaian kunjungan yang dilakukan ini, merupakan hari ketujuh pasca APG yang terjadi pada 19 November 2025.</p>



<p>Dalam kunjungannya, Letjen Suharyanto didampingi oleh Danrem 083, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Forkopimda Lumajang, serta jajaran TNI dan Polri. Kunjungan ini, bertujuan untuk memastikan seluruh proses tanggap darurat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.</p>



<p>“Hari ini bersamaan dengan berakhirnya status tanggap darurat pertama, yang sebelumnya ditetapkan Bupati Lumajang. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan, guna memastikan layanan evakuasi, pengungsian dan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak tetap optimal,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Letjen Suharyanto menegaskan, bahwa penanganan tanggap darurat berjalan maksimal dan sesuai arahan Presiden, dengan prioritas utama keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak. Sehingga, tidak ada yang boleh terlewatkan.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana, diarahkan ke lokasi relokasi yang aman. Namun, bagi yang memilih tetap tinggal karena alasan mata pencaharian, pemerintah akan terus berdialog untuk menemukan solusi yang tepat.</p>



<p>Dengan kunjungan langsung ini, BNPB memastikan respon cepat dan tepat terhadap dampak APG Gunung Semeru. Termasuk, sekaligus memantau kesiapan pengungsian dan layanan bagi warga terdampak di Posko Pengungsian SMPN 2 Pronojiwo. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228086</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak APG Gunung Semeru Tercukupi</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-pastikan-kebutuhan-warga-terdampak-apg-gunung-semeru-tercukupi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tercukupi]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228020</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan seluruh kebutuhan pokok warga terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi. Keterangan ini, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang sekaligus Pelaksana Harian SKPDB, Agus Triyono, dalam Evaluasi Pos Komando PDB Erupsi Gunung Semeru di Pendopo Kecamatan Pronojiwo, Jumat (21/11/2025) tadi. Diuraikannya, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan seluruh kebutuhan pokok warga terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi. Keterangan ini, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang sekaligus Pelaksana Harian SKPDB, Agus Triyono, dalam Evaluasi Pos Komando PDB Erupsi Gunung Semeru di Pendopo Kecamatan Pronojiwo, Jumat (21/11/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa penyaluran logistik melalui Dinas Sosial PPPA dan BPBD berjalan lancar. Sehingga, pengungsi tidak kekurangan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.</p>



<p>“Kebutuhan pokok warga terdampak sudah tercukupi. Logistik terus kami salurkan sesuai prioritas dan kondisi di lapangan,” kata Sekda Agus.</p>



<p>Dirinya juga mengimbau masyarakat, agar menyalurkan bantuan melalui jalur resmi. Donasi yang diserahkan tanpa koordinasi, berpotensi menumpuk di satu lokasi sementara titik lain justru kekurangan. Kondisi ini tidak hanya membingungkan warga, tetapi juga membuat distribusi bantuan menjadi tidak merata. Karenanya, bantuan harus tepat sasaran agar solidaritas masyarakat benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bagi masyarakat yang ingin menyerahkan bantuan secara langsung, Pemkab Lumajang membuka dua Posko Tanggap Darurat, yakni Posko Candipuro dan Posko Pronojiwo. Posko-posko ini, menjadi pusat koordinasi distribusi logistik. Sehingga, setiap bantuan dapat tersalurkan dengan merata dan tepat sasaran.</p>



<p>Bagi warga dari luar Lumajang, bantuan disarankan disalurkan melalui lembaga resmi yang telah ditunjuk pemerintah. Seperti Baznas, Lazisnu dan Lazismu. Dengan mekanisme ini, bantuan yang masuk tidak hanya banyak, tetapi juga sampai ke tangan yang tepat sesuai kebutuhan pengungsi.</p>



<p>Sekda Agus juga menegaskan, bahwa solidaritas masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Namun, bantuan yang terarah dan terkoordinasi akan memberikan dampak lebih besar, menciptakan rasa aman, nyaman dan diperhatikan bagi warga terdampak erupsi. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228020</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
