<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gunungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gunungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2025 07:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gunungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Ramadan, DKPP Jombang Gelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-dkpp-jombang-gelar-grebeg-gunungan-apem-megengan-dan-tarhib-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tarhib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219659</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan, di Alun-alun Jombang, Rabu (26/02/2025) tadi. Mengangkat tema &#8216;Jadikan Ramadan Momentum Musahabah dan Kebangkitan Beribadah&#8217; pelaksanaan yang dihadiri Forkopimda itu, dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid. Pelaksanaan Grebeg Gunungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Grebeg Gunungan Apem Megengan dan Tarhib Ramadan, di Alun-alun Jombang, Rabu (26/02/2025) tadi. Mengangkat tema &#8216;Jadikan Ramadan Momentum Musahabah dan Kebangkitan Beribadah&#8217; pelaksanaan yang dihadiri Forkopimda itu, dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid.</p>



<p>Pelaksanaan Grebeg Gunungan Apem Megengan sendiri, dikirab dari Kantor Pemkab menuju Alun-Alun Jombang. Prosesi itu, diberangkatkan Plt Kepala DKPP Jombang, Sudiro Setiono dan diikuti SD dan SMP Islam se- Kabupaten Jombang.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grebeg Apem Megengan merupakan tradisi Tarhib Ramadan yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Jombang, dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. &#8220;Tradisi Grebeg Apem ini mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial yang sangat dalam. Kue Apem yang menjadi ikon utama berasal dari kata Afwan, yang memiliki arti mohon maaf dalam Bahasa Arab,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Salmanudin Yazid juga mengajak kepada seluruh Umat Islam di Kabupaten Jombang, untuk menghadapi perbedaan dalam penetapan awal puasa dengan bijak dan saling menghormati. &#8220;Perbedaan adalah hal yang lumrah, tetapi persatuan lebih utama. Jangan sampai perbedaan dalam menentukan awal puasa, menjadi penyebab perpecahan di antara kita. Karenanya, mari kita jadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dan kedamaian dengan menekankan nilai toleransi, ukhuwah dan saling menghargai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wabup yang akrab disapa Gus Salman juga berharap, agar tradisi megengan ini dapat terus lestari sebagai warisan budaya yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Jombang. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunungan Sampah di TPA Kota Probolinggo Tetiba Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/gunungan-sampah-di-tpa-kota-probolinggo-tetiba-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211730</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Angrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tiba-tiba terbakar, Jumat (12/07/2024) tadi. Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut tetiba muncul dari sisi sebelah Utara. Sementara kejadian, baru diketahui sekitar pukul 18.00 WIB dan saat itu petugas TPA sudah tidak bertugas atau sudah pulang. Tiupan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Angrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tiba-tiba terbakar, Jumat (12/07/2024) tadi.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut tetiba muncul dari sisi sebelah Utara. Sementara kejadian, baru diketahui sekitar pukul 18.00 WIB dan saat itu petugas TPA sudah tidak bertugas atau sudah pulang.</p>



<p>Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi, membuat bara pun dengan cepat menyebar. Sehingga, kobaran api menjadi mudah membesar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Dinas Satpol PP, Linmas dan Damkar Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kejadian melalui Call Center 112. &#8220;Jadi kami menerima laporan dari 112, bahwa di TPA terjadi kebakaran. Kami langsung menerjunkan empat unit mobil Damkar untuk melakukan pemadaman,&#8221; katanya.</p>



<p>Petugas Damkar kemudian menyebar ke sisi sebelah Barat dan Timur TPA, untuk memadamkan api dan pembasahan. Selain itu, mobil tangki dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo juga dilibatkan dalam peristiwa itu.</p>



<p>“Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Api tiba-tiba muncul dan langsung merembet serta membakar tumpukan sampah,” ujarnya.</p>



<p>Sampai saat ini, proses pemadaman dan pembasahan masih dilakukan petugas di lapangan. <strong>(nun/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211730</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deteksi Spot Api di Gunungan Sampah TPA Tlekung, DPKP Kota Batu Gunakan T-Injection</title>
		<link>https://memontum.com/deteksi-spot-api-di-gunungan-sampah-tpa-tlekung-dpkp-kota-batu-gunakan-t-injection</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[t-injection]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu mengunakan alat T-Injection untuk membantu proses pemadaman api di lokasi kebakaran yakni gunungan sampah di TPA Tlekung. Besi yang berbentuk huruf T ini, merupakan alat untuk mencari spot api yang masih membara di bawah tumpukan sampah. Kepala DPKP Kota Batu, Supriyanto, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu mengunakan alat T-Injection untuk membantu proses pemadaman api di lokasi kebakaran yakni gunungan sampah di TPA Tlekung. Besi yang berbentuk huruf T ini, merupakan alat untuk mencari spot api yang masih membara di bawah tumpukan sampah.</p>



<p>Kepala DPKP Kota Batu, Supriyanto, mengatakan bahwa selama proses pemadaman, pihaknya menggunakan T-Injection. &#8220;Kondisi kebakaran di TPA Tlekung yang awalnya menimbulkan asap tebal, kini sudah menipis. Sudah tidak ada titik api, karena kami dibantu dengan menggunakan T-Injection untuk mendeteksi titik api di bawah tumpukan sampah,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (22/10/2023) siang.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa T-Injection memiliki panjang dua meter. Besi berbentuk mirip paku dengan lubang di dalamnya, itu digunakan dengan cara ditusukkan ke timbunan sampah. Dengan diameter besi sekitar 12 cm yang dimasukkan, hampir keseluruhan menyisakan pegangan tangan yang berbentuk huruf T.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Kebakaran di TPA Tlekung ini terbagi jadi dua jenis, yaitu api pada bagian permukaan dan lapisan dalam sampah. Api pada bagian permukaan TPA, terjadi pada kedalaman 1 sampai 4 feet (0,3 sampai 1,2 meter). Lapisan sampah yang terbakar hanya di area permukaan TPA, yaitu area yang proses penguraian sampahnya masih berlangsung aerobik dan menghasilkan panas secara alami,&#8221; paparnya.</p>



<p>Supriyanto menilai, alat tersebut sangat efektif. Karena, kebakaran yang terjadi di permukaan sampah tak terkendali disebabkan adanya suplai gas metana dari dalam tumpukan sampah. &#8220;T-Injection ini juga berguna untuk mengetahui adanya gas metan di dalam tumpukan sampah. Titik-titik kebakaran di bagian dalam TPA ini disebut hot spot sehingga, dari Damkar tepat sasaran memadamkan api. Dan, bersyukur sekarang menipis asapnya. Titik api sudah tidak ada,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>320 Ribu Liter Air Untuk Padamkan Kebakaran Gunungan Sampah TPA Tlekung Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/320-ribu-liter-air-untuk-padamkan-kebakaran-gunungan-sampah-tpa-tlekung-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[padamkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kebakaran gunungan sampah di TPU Tlekung Kota Batu, sudah mulai padam. Hingga Minggu (22/10/2023) sekitar pukul 11.45, hanya terlihat asap tipis di beberapa titik sisa sampah yang terbakar. Diketahui, sejak mulai kebakaran pada Jumat (20/10/2023) siang, proses pemadaman telah menghabiskan sebanyak 320 ribu liter air. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kebakaran gunungan sampah di TPU Tlekung Kota Batu, sudah mulai padam. Hingga Minggu (22/10/2023) sekitar pukul 11.45, hanya terlihat asap tipis di beberapa titik sisa sampah yang terbakar.</p>



<p>Diketahui, sejak mulai kebakaran pada Jumat (20/10/2023) siang, proses pemadaman telah menghabiskan sebanyak 320 ribu liter air. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kepala Damkar Kota Batu, Supriyanto.</p>



<p>&#8220;Sampai siang hari ini, kondisi gunungan sampah TPA Tlekung yang terbakar tinggal menyisakan asap tipis. Lokasinya di tebing gunungan sampah sisi Selatan dekat lahan milik warga,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (22/10/2023) tadi.</p>



<p>Dalam penanganan peristiwa kebakaran tersebut, paparnya, telah menghabiskan air sebanyak 80 rit mobil tangki. Untuk satu tangki, kapasitas air yang digunakan adalah sebanyak 4 ribu sampai 5 ribu liter air.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Kalau di rata-rata terendah, itu 4 ribu liter pertangki air. Terus dikalikan 80 rit mobil tangki air. Berarti sampai siang ini, kita sudah menggunakan 320 ribu liter air untuk pemadaman gunungan sampah TPA Tlekung,&#8221; paparnya.</p>



<p>Supriyanto menambahkan, kendala selama proses pemadaman, yaitu jauhnya sumber air untuk pengisian. Termasuk, kurangnya armada mobil tangki.</p>



<p>&#8220;Mulai awal, BPBD telah membuat parit untuk penyekat kebakaran. Saat ini, terus melakukan pembasahan di titik-titik kecil yang menimbulkan asap. Mulai tadi pagi, kondisi sudah mulai membaik dan semoga terus membaik. Jika sudah dinyatakan hijau, maka semua personel akan ditarik dari lokasi,&#8221; lanjutnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebakaran di Gunungan Sampah TPA Tlekung Kota Batu Mulai Surut, Petugas Tetap Standby</title>
		<link>https://memontum.com/kebakaran-di-gunungan-sampah-tpa-tlekung-kota-batu-mulai-surut-petugas-tetap-standby</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[standby]]></category>
		<category><![CDATA[surut,]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200217</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kebakaran gunungan sampah di TPA Tlekung Kota Batu, sudah mulai reda. Bahkan, asap membumbung yang sebelumnya menyelimuti lokasi, pun beransur-ansur sudah mulai meniois. Hal ini, sebagaimana disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. Dijelaskannya, bahwa pihaknya turut standby di lokasi sejak informasi kebakaran pada Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Kebakaran gunungan sampah di TPA Tlekung Kota Batu, sudah mulai reda. Bahkan, asap membumbung yang sebelumnya menyelimuti lokasi, pun beransur-ansur sudah mulai meniois. Hal ini, sebagaimana disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa pihaknya turut standby di lokasi sejak informasi kebakaran pada Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB. Termasuk hingga Sabtu (21/10/2023) pukul 23.00, terus memantau perkembangan proses pemadaman api di lokasi.</p>



<p>&#8220;Malam ini sudah tidak ada asap. Sekarang saya ada di lokasi dan sudah 24 jam di lokasi TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu,&#8221; terang Aries, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (21/10/2023) malam.</p>



<p>Untuk sementara ini, ujarnya, di TPA Tlekung dibuat posko guna istirahat petugas. Selain itu, juga dibuat dapur umum, untuk memastikan kondisi fisik para petugas pemadam kebakaran tetap terjaga dan sehat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sejak kemarin malam pukul 24.00 WIB, kami telah membuka dapur umum dari Dinas Sosial dan relawan Tagana Kota Batu. Ini dilakukan, untuk mendukung petugas Damkar yang bekerja selama 24 jam, dalam penanganan kebakaran. Sehingga diharapkan, kondisi fisik para petugas tetap terjaga seraya memantau kondisi lapangan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terkait masalah kebakaran gunungan sampah itu, Aries menambahkan, jika pihaknya sudah menyusun strategi agar kejadian serupa tidak terulang. Termasuk, meminta Dinkes, Dinsos dan BPBD memantau kondisi warga di sekitar kawasan.</p>



<p>&#8220;Sementara langkah yang dilakukan yaitu melakukan pengecekan dan standby di lokasi. Terkait kondisi warga, kita minta beberapa dinas untuk melakukan pengecekan. Begitu juga dengan petugas, kalau ada yang merasa gejala sesak karena asap, bisa ke Puskesmas dan akan dilayani dengan baik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu salah seorang petugas Damkar, menyebutkan bahwa dalam penanganan kebakaran di TPA Tlekung, hingga Sabtu tadi, total sudah menghabiskan sekitar 150 tangki berkapasitas 4.000 liter. Semua air disemprotkan, ke seluruh lokasi titik api dan dilakukan pembasahan. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200217</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Kebakaran Gunungan Sampah TPA Tlekung Meluas, Pemerintahan Junrejo Siagakan Petugas</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kebakaran-gunungan-sampah-tpa-tlekung-meluas-pemerintahan-junrejo-siagakan-petugas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 16:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[Junrejo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[meluas,]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[siagakan]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200159</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Peristiwa terbakarnya gunungan sampah di TPA Tlekung Kota Batu, sejak Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB dan hingga pukul 23.25 WIB belum padam, membuat warga Dusun Gangsiran Putuk, menjadi panik. Bahkan, sebagai langkah antisipasi, pihak pemerintahan Kecamatan Junrejo, mendatangi beberapa pemukiman warga yang dekat dengan lokasi, agar melakukan langkah antisipasi. Kamituwo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Peristiwa terbakarnya gunungan sampah di TPA Tlekung Kota Batu, sejak Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB dan hingga pukul 23.25 WIB belum padam, membuat warga Dusun Gangsiran Putuk, menjadi panik. Bahkan, sebagai langkah antisipasi, pihak pemerintahan Kecamatan Junrejo, mendatangi beberapa pemukiman warga yang dekat dengan lokasi, agar melakukan langkah antisipasi.</p>



<p>Kamituwo Dusun Gangsiran Putuk, Samian, mengatakan titik api dari gunungan sampah TPA Tlekung, memang tepat di bawah dusunnya. Karenanya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka pihaknya menginformasikan kepada warga.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Antisipasi Kebakaran Sampah TPA Tlekung Meluas, Pemerintahan Junrejo Siagakan Petugas #shorts" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/S_MfPgIS9hA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Jadi, tadi siang sekitar pukul 14.00 WIB, kebakaran meluas ke lahan milik warga. Karenanya membuat panik dan akhirnya dilakukan sosialisasi terkait kejadian itu,&#8221; terangnya, saat berada di sebelah Selatan gunungan sampah TPA Tlekung, Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (20/10/2023) malam.</p>



<p>Kendati demikian, Samian menambahkan, pihak warga merasa lega. Itu karena dari Kecamatan Junrejo turun tangan dengan menempatkan beberapa petugas untuk stanby di Dusun Gangsiran Putuk, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian yang tidak diinginkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terus terang, atas peristiwa terbakarnya gunungan sampah TPA Tlekung, kami tidak bisa nyaman. Kami panik jika api merembet yang kedua kalinya pada malam ini. Tapi, kami merasa lega juga, karena sudah ada petugas dari kecamatan yang stanby di wilayah kami,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Bahkan, dirinya pun menunjukkan beberapa titik sumber air untuk membantu pemadaman melalui jalur selatan dari gunungan sampah TPA Tlekung yang terbakar. &#8220;Jadi di sini, ada dua bahkan lebih titik sumber air yang biasanya untuk mengaliri sawah. Ini bisa dimanfaatkan untuk membantu memadamkan api,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Junrejo, Dian Saraswati, menyampaikan atas kepanikan warga yang disebabkan kebakaran itu, pihaknya langsung turun menemui warga. &#8220;Malam ini, kami didampingi dari BPBD, Dishub hingga Damkar, melakukan sosialisasi atau pemberitahuan kepada warga bahwa semua OPD teknis siaga sampai api benar-benar tertangani,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sedangkan, menurutnya, dari Kecamatan Junrejo telah menurunkan tim Trantib dan Kasi Kesra untuk stanby di Dusun Gangsiran Putuk. Dan, warga sendiri juga sudah siap membantu memadamkan api.</p>



<p>&#8220;Mulai malam ini dari kecamatan disiagakan di Dusun Gangsiran Putuk. Kami melakukan sosialisasi dan membantu supaya warga tidak merasa panik,&#8221; ujarnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200159</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hingga Malam Ini Kondisi Api di Gunungan Sampah TPA Tlekung Masih Membara</title>
		<link>https://memontum.com/hingga-malam-ini-kondisi-api-di-gunungan-sampah-tpa-tlekung-masih-membara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 14:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[membara]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200155</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kobaran api masih terus terlihat di gunungan sampah TPA Tlekung Kota Batu, Jumat (20/10/2023) pukul 20.25. Dan saat ini, petugas Damkar masih berjibaku melakukan pemadaman&#160; Kepala Dinas Damkar Kota Batu, Supriyanto, mengatakan kendala pemadaman karena terlalu jauhnya mencari sumber air. &#8220;Kondisi api, sempat berkurang. Karena, sulitnya mencari mata air, maka api [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Kobaran api masih terus terlihat di gunungan sampah TPA Tlekung Kota Batu, Jumat (20/10/2023) pukul 20.25. Dan saat ini, petugas Damkar masih berjibaku melakukan pemadaman&nbsp;</p>



<p>Kepala Dinas Damkar Kota Batu, Supriyanto, mengatakan kendala pemadaman karena terlalu jauhnya mencari sumber air. &#8220;Kondisi api, sempat berkurang. Karena, sulitnya mencari mata air, maka api kembali membesar sampai malam ini. Selain itu, api juga mudah merambat karena anginnya kencang,&#8221; ujarnya saat berada di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (20/10/2023) malam.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Hingga Malam Ini Kondisi Api di Gunungan Sampah TPA Tlekung Masih Membara" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/RvcGh7kLPiI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Menurutnya, penanganan pemadaman sejak siang dilakukan pengambilan air di Hidrant Tlekung. Kemudian, di Hidrant RS Baptis. &#8220;Malam ini, kami mengambil air di sumber air Kolam Renang Keigun,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam penanganan pemadaman gunungan sampah ini, Supriyanto menambahkan, telah megerahkan empat mobil Damkar. Ditambah, dua unit mobil tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup serta dua unit lagi dari PDAM Kota Batu.</p>



<p>Mengenai penyebab terjadinya kebakaran, tegasnya, hingga saat ini masih belum diketahui. Bahkan, berapa luasan diperkirakan yang terbakar juga masih belum diketahui secara pasti. &#8220;Memang, siang tadi titik api berada di selatan gunungan sampah ini. Kemudian, angin mengarah ke barat, hingga malam ini belum juga padam. Saya tidak mau berandai-andai berapa luasan yang terbakar. Yang jelas, saat ini berusaha dipadamkan,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200155</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunungan Sampah di TPA Tlekung Kota Batu Kebakaran</title>
		<link>https://memontum.com/gunungan-sampah-di-tpa-tlekung-kota-batu-kebakaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200152</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tumpukan sampah yang ada di area TPA Tlekung Kota Batu, terbakar, Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 12.00. Area kebakaran diperkirakan lebih dari 3 ribu meter persegi area lahan. Saat dihubungi, Kepala Desa Tlekung, Sumardi, mengatakan bahwa gunungan sampah dengan total luas lahan 9 ribu meter persegi dan sebagian telah terbakar. &#8220;Memang, hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Tumpukan sampah yang ada di area TPA Tlekung Kota Batu, terbakar, Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 12.00. Area kebakaran diperkirakan lebih dari 3 ribu meter persegi area lahan.</p>



<p>Saat dihubungi, Kepala Desa Tlekung, Sumardi, mengatakan bahwa gunungan sampah dengan total luas lahan 9 ribu meter persegi dan sebagian telah terbakar. &#8220;Memang, hari ini sekitar pukul 12.00, sampah yang berada di area TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, terbakar,&#8221; terangnya, saat dihubungi via ponsel, Jumat (20/10/2023) tadi.</p>



<p>Bahkan, sekitar pukul 14.00, asap tebal sempat mereda dan diperkirakan saat itu api sudah mulai hilang. &#8220;Tapi, sekitar pukul 15.00, tiba-tiba asap mengepul lebih besar hingga sore ini pukul 16.30,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Posisi kebakaran di selatan TPA Tlekung atau tepatnya di Dusun Gangsiran Putuk. Sedangkan, sekitar pukul 16.30 sore ini, arah angin ke utara. Karena terlihat, asap di area TPA Tlekung menuju arah utara dari titik kebakaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai area lahan yang terbakar, tegasnya, lebih dari 2 ribu meter persegi. Bahkan, diperkirakan lahan yang terbakar 3 ribu meter persegi atau lebih. Sementara, terhitung jarak titik gunungan sampah yang terbakar dari gudang tempat penyimpanan mesin Incenerator sekitar 500 meter. Sementara, titik yang terbakar bagian selatan memojok ke arah barat area gunungan sampah.</p>



<p>&#8220;Saya melihat, area terbakar lebih dari 3 ribu meter persegi. Sekarang, ada tiga mobil Damkar yang menangani. Ditambah dari petugas BPBD Kota Batu. Saya berharap, ini lekas padam. Saya khawatir asapnya yang berbahaya,&#8221; urainya.</p>



<p>Sementara itu, saat dihubungi lewat ponselnya, Kalaksa BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan atas kejadian kebakaran di TPA Tlekung telah menugaskan personel untuk membackup. Ini dikarenakan, Damkar sebagai leading sektor atas peristiwa kebakaran ini. &#8220;Jadi, kami BKO kan personel atas kejadian kebakaran ini. Bukan berarti lepas tangan. Sinergitas kami selama ini sudah bagus,&#8221; tegasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Gunungan Nanas Sambut Festival Kelud 2019</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-gunungan-nanas-sambut-festival-kelud-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2019 14:34:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Kelud]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92215-puluhan-gunungan-nanas-sambut-festival-kelud-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Festival Nanas dan Pameran Buah 2019, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kelud 2019. Kegiatan rutin tahunan iru digelar didepan gedung teater areal Gunung Kelud, Kabupaten Kediri. Minggu (8/9/2019). Tujuan kegiatan Festival Nanas dan Pameran Buah selain sebagai wujud syukur kepada Alloh SWT atas rizki yang telah diberikan, juga memperkenalkan pada masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Festival Nanas dan Pameran Buah 2019, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kelud 2019. Kegiatan rutin tahunan iru digelar didepan gedung teater areal Gunung Kelud, Kabupaten Kediri. Minggu (8/9/2019).</p>
<p>Tujuan kegiatan Festival Nanas dan Pameran Buah selain sebagai wujud syukur kepada Alloh SWT atas rizki yang telah diberikan, juga memperkenalkan pada masyarakat dan wisatawan Kabupaten Kediri merupakan salah satu dari penghasil buah nanas terbesar di Indonesia.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang W Festifal nanas itu juga untuk mempromosikan keindahan wisata Gunung Kelud.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar pemerintah. Dalam kegiatan tersebut banyak jenis buah disajikan,termasuk buah nanas dan buah lainnya, &#8221; terang Anang Widodo.</p>
<p>Lebih lanjut Anang Widodo menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Agenda Festival Kelud 2019. Selain pameran buah juga ada festival nanas. &#8221; Ada gunungan buah nanas setinggi lima meter dengan jumlah nanas sekitar 5.700 buah,&#8221; katanya.</p>
<p>Festival Nanas ini, tambah Anang, merupakan salah satu upaya promosi wisata unggulan Gunung Kelud agar lebih dikenal masyarakat luas. Masyarakat juga dapat menikmati nanas yang merupakan produk unggulan para petani di kaki Gunung Kelud.</p>
<p>&#8220;Kami berharap masyarakat yang datang saat pulang membawa oleh-oleh buah nanas dan buah-buah lainnya yang merupakan khas Kabupaten Kediri. Dengan itu perekonomian petani di sekitar Gunung Kelud juga meningkat, kunjungan wisata juga meningkat, &#8221; pungkasnya</p>
<p>Untuk diketahui, festival nanas dan pameran buah 2019, diikuti 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri yang ditempatkan di 13 stan. Setiap kecamatan memamerkan produk buah unggulan masing-masing.</p>
<p>Festival Kelud 2019, diisi berbagai macam kegiatan lainnya. Seperti festival jaranan, parade band pelajar, pameran dan bazar UMKM. Kegiatan tersebut digelar 7-22 September 2019.<strong> (uni/aji)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92215</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
