<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Guru Besar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/guru-besar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Feb 2022 13:55:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Guru Besar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>UIN Maliki Malang Kukuhkan Tiga Guru Besar</title>
		<link>https://memontum.com/uin-maliki-malang-kukuhkan-tiga-guru-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 13:55:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[UIN]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Maliki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163333</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tiga dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dikukuhkan sebagai seorang Guru Besar (Gubes), Rabu (09/02/2022). Tiga Gubes yang dikukuhkan tersebut dari Fakultas Tarbiyah, yakni Prof Dr Hj Sutiah MPd, Guru Besar Bidang llmu Teknologi Pembelajaran Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof Dr H Agus Maimun M Pd [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tiga dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dikukuhkan sebagai seorang Guru Besar (Gubes), Rabu (09/02/2022). Tiga Gubes yang dikukuhkan tersebut dari Fakultas Tarbiyah, yakni Prof Dr Hj Sutiah MPd, Guru Besar Bidang llmu Teknologi Pembelajaran Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof Dr H Agus Maimun M Pd Guru Besar Bidang llmu Pendidikan Islam Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan, dan Prof Dr H Nur Ali M Pd, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan.</p>



<p>Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainuddin MA, menyampaikan rasa bahagianya atas pengkukuhan dosen UIN Maliki Malang menjadi Gubes. Di periode kepemimpinannya, telah ada 34 Gubes dan akan terus ditingkatkan.</p>



<p>“Program peningkatan jumlah Gubes harus terus digalakkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Pihaknya menginginkan, bukan hanya setiap fakultas, akan tetapi setiap program studi (Prodi) harus terdapat seorang Gubes. Hal ini menjadi bagian dari program besar UIN Maliki Malang, yang semakin memantapkan diri sebagai World Class University.</p>



<p>&#8220;Teman-teman yang lain segera mengusulkan gelar Gubes. Untuk pengkukuhan hari ini tentu bukan terakhir kali. Ini pengkukuhan yang masih akan terus berlangsung, tahun ini kita targetkan 50 Gubes, atau lebih dari itu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya berpesan, agar para Gubes tetap istiqamah, belajar dan mengajar serta meneliti yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. &#8220;Kami berharap Gubes kita bisa jadi mediator atau duta UIN Maliki Malang, sehingga UIN Maliki Malang bereputasi nasional maupun internasional dan menjadi destinasi kajian Islam didunia,&#8221; terangnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lamongan Gandeng Guru Besar IPB buat Sentra Peternakan Rakyat</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lamongan-gandeng-guru-besar-ipb-buat-sentra-peternakan-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 08:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gandeng LAZISNU]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Sentra Peternakan Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149016</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Setelah sukses di bidang pertanian dengan komoditas padi dan jagungnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan ingin mengembangkan di bidang peternakan. Dengan menggandeng Guru Besar Institute Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Muladno, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati Yuhronur melakukan zoom untuk mengkoordinasikan pembuatan Sentra Peternakan Rakyat (SPR), Selasa (27/07). Menurut Prof Dr Muladno dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Setelah sukses di bidang pertanian dengan komoditas padi dan jagungnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan ingin mengembangkan di bidang peternakan. Dengan menggandeng Guru Besar Institute Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Muladno, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati Yuhronur melakukan zoom untuk mengkoordinasikan pembuatan Sentra Peternakan Rakyat (SPR), Selasa (27/07).</p>



<p>Menurut Prof Dr Muladno dengan pembentukan SPR ini akan meningkatkan populasi ternak di Kabupaten Lamongan, dengan meningkatnya populasi ternak maka juga akan meningkatkan pendapatan bagi peternak. SPR merupakan suatu kawasan tertentu sebagai media pembangunan peternakan dan kesehatan hewan yang di dalamnya terdapat populasi ternak tertentu yang dimiliki oleh sebagian besar pemukim di satu desa atau lebih, serta sumber daya alam untuk kebutuhan hidup ternak yaitu air dan bahan pakan.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-lamongan-terus-konsisten-tingkatkan-perbaikan-infrastruktur-jalan">Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dorong-kemajuan-pendidikan-pemkab-lamongan-sambut-kedatangan-713-mahasiswa-unair">Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lamongan-kick-off-sppt-pbb-p2-tahun-2026">Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>“Nantinya pada SPR ini akan diajarkan 3 hal kepada para peternak untuk pembentukan karakter peternak melalui perubahan pola pikir, kelembagaan penerapan bisnis kolektif berjamaah, dan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Prof Dr Muladno.</p>



<p>Menurutnya pada 1 SPR nantinya akan menjangkau 1 kecamatan dan didampingi oleh manager sarjana peternakan. Melalui SPR, berbagai ilmu pengetahuan seperti reproduksi, pakan, pembibitan, manajemen, sosial ekonomi, hingga pengembangan jaringan akan diberikan kepada peternak.</p>



<p>“Pola pikir peternak diubah sekaligus cara berbisnisnya. Mereka perlu dihimpun dalam kebersamaan untuk membangun perusahaan kolektif berbadan hukum dimana ternak dan semua asset lahan yang dimiliki merupakan asset bersama yang dikelola secara professional dan proporsional,” tambah Prof Dr Muladno.</p>



<p>Disisi lain, Bupati Yuhronur, menyampaikan sangat tertarik dengan konsep ini dan program ini tentunya akan mendukung pengembangan bidang peternakan di Kabupaten Lamongan. Menurutnya akan disediakan 3 lokasi percontohan SPR yakni Kecamatan Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame. “Untuk meningkatkan pemberdayaan bidang peternakan di Kabupaten Lamongan melalui SPR ini kami Pemkab Lamongan akan menyiapkan 3 lokasi percontohan terlebih dahulu dan akan menyiapkan hal-hal teknis yang dibutuhkan,” ungkapnya. <strong>(zud/zen/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149016</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UIN Maliki Kukuhkan Guru Besar</title>
		<link>https://memontum.com/uin-maliki-kukuhkan-guru-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2020 12:06:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Maliki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125653</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Dosen senior Fakultas Syariah, Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Kota Malang, dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Hukum, Rabu (14/10) di Gedung Rektorat Lantai 5. Dalam pengukuhannya, Saifullah memaparkan orasinya yang berjudul &#8216;Senja kala keadilan risalah paradigma baru penegakan hukum di Indonesia&#8217;. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Dosen senior Fakultas Syariah, Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Kota Malang, dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Hukum, Rabu (14/10) di Gedung Rektorat Lantai 5.</p>
<p>Dalam pengukuhannya, Saifullah memaparkan orasinya yang berjudul &#8216;Senja kala keadilan risalah paradigma baru penegakan hukum di Indonesia&#8217;. Orasi itu, melihat banyak sekali kasus-kasus di Indonesia yang terjadi mulai Tahun 1965 hingga saat ini, memberikan pelajaran betapa sulitnya untuk mencari dan mendapatkan keadilan di Indonesia.</p>
<p>Berdasarkan buku yang ia baca, yang salah satunya berjudul &#8216;The End of Science&#8217;, menyatakan bahwa matinya kepakaran bukan matinya sebagai pakar tetapi disebabkan banjirnya informasi melalui internet dan mengakibatkan obesitas informasi.</p>
<p>“Jadi, tidak hanya tubuh saja. Tetapi juga informasi yang tidak terkendali, bisa membentuk watak dan karakter sehingga dapat membuat siapapun menjadi pakar,” terang pria kelahiran Kalimantan Timur itu.</p>
<p>Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa terdapat 5 tipe kejahatan di Indonesia, yang biasa disebut extra ordiary crime. Diantaranya adalah, korupsi, terorisme, narkoba , pelanggaran HAM dan kejahatan seks.</p>
<p>“Kasus korupsi di Indonesia semakin memburamkan penanganan kasus-kasus keadilan di Indonesia, kasus kejahatan yang dilakukan warga Negara Asing (WNA) di Indonesia dan juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar Negeri. Banyak orang-orang miskin yang sulit mencari keadilan,“ paparnya seraya menampilkan kasus-kasus hukum dilayar.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia merupakan Negara yang sangat senang berbuat perkara. Akibatnya, terjadilah perkara disetiap pergantian Tahun. Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan data statistik yang menunjukkan interval kejahatan yang terjadi adalah 107 kasus per detik pada tahun 2019.</p>
<p>Sedangkan, dimasa pandemi seperti ini angka kriminalitas meningkat di 3 bulan awal pandemi Covid-19 menjadi 19,72 persen. Dan pekan kedua bulan Juni menunjukkan kenaikan hingga 38,45 persen.</p>
<p>Rektor UIN Malik Ibrahim, Prof. Abdul Haris, M. Ag menyampaikan dalam sambutannya bahwa sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Prof Saifullah. Ketika penegakan hukum ada dua versi minimal, ada yang tekstual dan konstekstual.</p>
<p>Ia juga menambahkan, bahwa memang saat ini orang-orang sulit untuk menegakkan hukum bagi dirinya sendiri dibandingkan menegakkan hukum pada orang lain.<br />
“Secara umum orang pasti melindungi dirinya sendiri dan keluarganya, dan mudah menghukum untuk kesalahan orang lain,” pungkasnya. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UB Kukuhkan 2 Guru Besar Baru</title>
		<link>https://memontum.com/ub-kukuhkan-2-guru-besar-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2020 13:48:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119938-ub-kukuhkan-2-guru-besar-baru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah dua guru besar dengan menambah dua dosen yaitu Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS dari Fakultas Pertanian (FP) yang dikukuhkan sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Ekologi Tanaman dan Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU yang dikukuhkan sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Rekayasa Sistem Daya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah dua guru besar dengan menambah dua dosen yaitu Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS dari Fakultas Pertanian (FP) yang dikukuhkan sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Ekologi Tanaman dan Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU yang dikukuhkan sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Rekayasa Sistem Daya dan Kecerdasan Buatan. Dengan Total saat ini, UB telah menghasilkan 264 profesor aktif.</p>
<p>Bertempat di Gedung Widyaloka UB, Rabu (22/7/2020). UB yang melakukan sesi pengukuhan dua dosen besar tersebut melalui live youtube official UBTV. Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS yang dikukuhkan sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Ekologi Tanaman ini merupakan profesor aktif ke-43 dari FP, dan profesor aktif ke-186 di UB. Sedangkan Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU yang dikukuhkan sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Rekayasa Sistem Daya dan Kecerdasan Buatan ini merupakan profesor aktif ke-15 dari FT, profesor aktif ke-187 di UB.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119939" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0140-copy.jpg?resize=740%2C675&#038;ssl=1" alt="UB Kukuhkan 2 Guru Besar Baru" width="740" height="675" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0140-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0140-copy.jpg?resize=300%2C274&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0140-copy.jpg?resize=600%2C547&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0140-copy.jpg?resize=200%2C182&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS menyampaikan pidato ilmiah pengukuhan profesor yang berjudul: “Strategi Peningkatan Efisiensi Konversi Energi Matahari pada Sistem Produksi Pertanian melalui Pengelolaan Pola Tanam”. Indonesia yang sebagai negara agraris, kaya akan cahaya matahari, produksi tanaman pertanian seharusnya tidak semata-mata mengandalkan input dari sarana produksi buatan, seperti pupuk kimia.</p>
<p>“Seharusnya kita bisa lebih memanfaatkan cahaya matahari yang berlimpah ini. Produktivitas tanaman pertanian juga dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis,” terang dosen Jurusan Budidaya Pertanian ini.</p>
<p>Menurutnya, konversi energi matahari menjadi energi kimia, efisiensinya sangat rendah, yaitu hanya sekitar dua persen. Nilai Efisiensi Konversi Energi (EKE) yang rendah ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya penggunaan sebagian energi matahari untuk transpirasi dan pembongkaran kembali hasil fotosintesis dalam proses respirasi, dan disebabkan pula oleh sistem budidaya tanaman yang kurang tepat sehingga mengakibatkan energi matahari tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.</p>
<p>Hasil penelitian Agus Suryanto menunjukan perbaikan lingkungan tanaman dengan pola penataan tanaman. Hal ini bisa mengatur waktu tanaman pemilihan varietas berdaun tegak (errect) dan tata letak tanaman dalam baris ganda pada tanaman padi, pemberian mulsa dan penggunaan tata letak baris ganda pada tanaman jagung, penambahan populasi dan penanaman secara tumpangsari pada tanaman kentang.</p>
<p>“Ini mampu meningkatkan EKE antara satu sampai tiga persen tergantung perlakuan dan jenis tanaman. Peningkatan EKE ini diikuti pula dengan peningkatan produksi tanaman hingga 50%,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU, dalam pidato ilmiah pengukuhan Profesor dengan judul “Strategi Percepatan Integrasi Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan pada Sistem Tenaga Listrik di Indonesia”. Menjelaskan kebutuhan akan energi listrik baik di dunia global dan di Indonesia pada setiap tahunnya mengalami peningkatan seiring peningkatan dan perbaikan ekonomi global.</p>
<p>“Secara global, konsumsi energi listrik dunia pada tahun 2018 meningkat sekitar tiga sampai lima persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan kenaikan rata-rata per tahun tiga koma satu persen sejak tahun 2000,” terang Ketua Jurusan Elektro FT-UB ini.</p>
<p>Namun demikian, sumber energi listrik terbesar masih disuplai oleh pembangkit dengan bahan bakar fosil yaitu batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Penggunaan bahan bakar fosil ini telah memberikan dampak lingkungan dengan adanya pencemaran udara, air, dan dihasilkannya berbagai gas emisi yang menyebabkan gas emisi rumah kaca (global warming).</p>
<p>Untuk mengurangi kelangkaan bahan bakar fosil dan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, maka pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) perlu di implementasikan dan di kembangkan. Ketersediaan teknologi dan pembangkit EBT juga akan memberikan jaminan peningkatan ketersediaan pekerjaan dan manfaat ekonomi lainnya. Dibandingkan dengan teknologi bahan bakar fosil, yang biasanya mekanis dan padat modal, industri energi terbarukan lebih padat karya.</p>
<p>Panel surya yang membutuhkan tenaga kerja untuk instalasinya, wind farm membutuhkan teknisi untuk pemeliharaan. “Ini berarti bahwa secara rata-rata, lebih banyak pekerjaan yang dapat diciptakan untuk setiap unit listrik yang dihasilkan dari sumber terbarukan dibandingkan dari bahan bakar fosil,” tegasnya.<strong> (mg1/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119938</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prof Dr Ir Bambang Irawan MT Guru Besar Pertama Polinema, Terapkan Energi Surya untuk Kebutuhan Massal</title>
		<link>https://memontum.com/prof-dr-ir-bambang-irawan-mt-guru-besar-pertama-polinema-terapkan-energi-surya-untuk-kebutuhan-massal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 11:46:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93129-prof-dr-ir-bambang-irawan-mt-guru-besar-pertama-polinema-terapkan-energi-surya-untuk-kebutuhan-massal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Prof Dr Ir Bambang Irawan MT, dikukuhkan menjadi Profesor/Guru Besar bidang Ilmu Teknik Mesin pada Politeknik Negeri Malang. Rapat terbuka Senat Politeknik Negeri Malang dalam rangka pengukuhan Prof Dr Ir Bambang Irawan MT, ini dilaksanakan di Gedung Aula Pertamina Polinema pada Rabu (18/9/2019) pagi. Dengan Jurnal Internasionalnya yang berjudul Peranan Energi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Prof Dr Ir Bambang Irawan MT, dikukuhkan menjadi Profesor/Guru Besar bidang Ilmu Teknik Mesin pada Politeknik Negeri Malang. Rapat terbuka Senat Politeknik Negeri Malang dalam rangka pengukuhan Prof Dr Ir Bambang Irawan MT, ini dilaksanakan di Gedung Aula Pertamina Polinema pada Rabu (18/9/2019) pagi.</p>
<p>Dengan Jurnal Internasionalnya yang berjudul Peranan Energi Surya Dalam Kontribusi Pasokan Energi Listrik Yang Ramah Lingkungan‘, menjadikan Bambang sebagai Profesor/Guru Besar Pertama di Polinema. Dengan hadirnya Bambang Irawan menjadi Profesor/Guru Besar pertama di Polinema ini diiharapkan makin mendorong semangat dan motivasi para doktor yang ada di Polinema.</p>
<p><div id="attachment_93131" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-93131" decoding="async" class="size-full wp-image-93131" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0131-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Pengukuhan Prof Dr Ir Bambang Irawan MT menjadi Profesor/ Guru Besar Polinema. (gie)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0131-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0131-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0131-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0131-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0131-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-93131" class="wp-caption-text"><strong>Pengukuhan Prof Dr Ir Bambang Irawan MT menjadi Profesor/ Guru Besar Polinema. (gie)</strong></p></div></p>
<p>Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, MMT, MM, mengatakan bahwa jabatan Guru Besar adalah jabatan idaman kaum akademisi. &#8220;Guru Besar adalah jabatan fungsional tertinggi sebagai dosen di dunia kampus. Kami menyambut gembira pengukuhan ini sebagai peristiwa sangat penting di bidang akademik Politeknik Negeri Malang,&#8221; ujar Awan.</p>
<p>Sejumlah persyaratan administrasi harus dipenuhi diantaranya kompetensi keilmuan, konsistensi pengemban tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat serta menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kemanusiaan. Perlu diketahui bahwa selain guru besar pertama di Polinema, Bambang Irawan juga menjadi guru besar ke 4 di seluruh Politeknik.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pengukuhan guru besar pertama di Polinema ini bisa memotivasi para doktor. Kedepannya diharapkan bisa tambah lagi ada yang sudah kami usulkan yakni dari Jurusan teknik dan Elektro. Mungkin bulan depan akan kami usulkan. Untuk penulisan Jurnal Internasional, kita biayai dan fasilitasi. Politeknik Negeri Malang akan selalu meningkatkan kualitas apalagi saat ini sudah memiliki guru besar,&#8221; ujar Awan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-93130" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0129-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0129-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0129-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0129-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0129-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190918-WA0129-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu Prof. Dr.Ir Bambang Irawan MT, mengatakan bahwa pembangkit listrik panel surya bisa membantu kebutuhan energi listrik secara individu maupun massal.</p>
<p>&#8220;Pemerintah bisa memberikan inventasi ke rumah-rumah sehingga tidak perlu membangun pembangkit listrik yang besar lagi. Bisa dilihat, dengan energi matahari, tidak ada polusi dan ramah lingkungan. Selain itu tidak mengurangi permukaan bumi yang bisa berlobang-lobang karena batu bara. Panel Surya yang dipasang diluar jangkaun jaringan PLN maash sangat menguntungkan. Manfaatnya banyak sekali yang bisa dirasakan masyarakat,&#8221; ujar Bambang, usai pengkuhan. <strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Teliti Reproductive Herbalisme, Wakil Rektor IV UB Jadi Guru Besar ke-243</title>
		<link>https://memontum.com/teliti-reproductive-herbalisme-wakil-rektor-iv-ub-jadi-guru-besar-ke-243</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 12:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73486-teliti-reproductive-herbalisme-wakil-rektor-iv-ub-jadi-guru-besar-ke-243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Rektor IV Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., melakukan linierisasi dan hilirisasi keilmuan dengan roadmap penelitian yang telah ditetapkan Jurusan Biologi, yaitu pemanfaatan alam Indonesia yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Menurutnya, manusia terbiasa hidup sehat sejak lahir, memakan makanan dengan bumbu rempah-rempah yang kaya akan antioksidan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Wakil Rektor IV Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., melakukan linierisasi dan hilirisasi keilmuan dengan roadmap penelitian yang telah ditetapkan Jurusan Biologi, yaitu pemanfaatan alam Indonesia yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Menurutnya, manusia terbiasa hidup sehat sejak lahir, memakan makanan dengan bumbu rempah-rempah yang kaya akan antioksidan, merupakan small medicine untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. </p>
<p>Hal ini disampaikan Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., saat membawakan kajian berjudul &#8220;Reproductive Herbalisme, Metode Pendekatan Berdasarkan Mekanisme Sinergetik Komplek dalam Membangun Sistem Pertahanan Tubuh dan Kesehatan Reproduksi&#8221;. Kajian tersebut disampaikan dalam pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar baru ke-243 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), di Gedung Widyaloka, Rabu (16/1/2019).</p>
<p><div id="attachment_73487" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-73487" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0189-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., sebagai Guru Besar UB ke-243" width="650" height="333" class="size-full wp-image-73487" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0189-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190116-WA0189-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-73487" class="wp-caption-text"><strong>Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., sebagai Guru Besar UB ke-243</strong></p></div></p>
<p>Prof Sasmito melakukan formulasi herbal di bidang reproduksi, khususnya functional food ibu hamil dan setelah melahirkan. Bahan utama yang digunakan adalah Daun Katuk (S. Androgynous) dan Tapak Liman (Elephantopus scaber). &#8220;Kedua bahan tersebut merupakan Imunomodulator yang dapat memodulasi sistem pertahanan atau membentuk antibodi ibu hamil dan menyusui, juga dapat mengatasi anemia. Karena pada prinsipnya, herbal merupakan bahan yang kompleks. Itu menunjukkan tanaman tersebut dapat membangun sistem pada tubuh manusia,&#8221; jelas Wakil Rektor IV UB ini.</p>
<p>Namun, Prof. Sasmito menyampaikan, berdasarkan penelitiannya, ditemukan setiap tanaman mempunyai kemungkinan adanya toxic, serta tidak bisa diterapkan di semua ras. Seperti daun katuk, yang ternyata berbahaya bagi paru-paru orang dengan ras Mongoloid, tetapi aman untuk ras Malayan Mongoloid. Dan banyak juga kasus gagal ginjal karena rutin terpapar toxic yang terdapat pada tanaman herbal. Untuk itu, Sasmito berharap agar formulasi jamu di bidang reproduksi dapat dijadikan dasar-dasar ilmu pengembangan oleh para peneliti, sebagai prinsip dasar pengembangan jamu di bidang ilmu yang lain.</p>
<p>&#8220;Dalam mengkonsumsi herbal tidak dapat disamaratakan. Kasus tiap orang berbeda. Perlu adanya penelitian yang sistemik dengan memeriksa jantung, ginjal, serta memperhatikan dosis dalam mengkonsumsi herbal, agar fungsinya sebagai detox tidak berubah menjadi toxic. Semakin banyak penelitian di bidang jamu, akan semakin banyak hal yang selama ini belum kita ketahui akan terungkap secara saintifik,&#8221; tandasnya. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Sensor QCM Serbaguna, Prof Dr Ing Setyawan Purnomo Sakti M.Eng Jadi Guru Besar</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-sensor-qcm-serbaguna-prof-dr-ing-setyawan-purnomo-sakti-m-eng-jadi-guru-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 12:54:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73484-ciptakan-sensor-qcm-serbaguna-prof-dr-ing-setyawan-purnomo-sakti-m-eng-jadi-guru-besar</guid>

					<description><![CDATA[* UB Kukuhkan Dua Guru Besar FMIPA &#160; Memontum Kota Malang &#8211; Seiring tuntutan dari Kemenristekdikti dalam percepatan, Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar baru ke-242 dan 243 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), di Gedung Widyaloka, Rabu (16/1/2019). Pertama, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng sebagai Guru Besar di Bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* UB Kukuhkan Dua Guru Besar FMIPA</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Seiring tuntutan dari Kemenristekdikti dalam percepatan, Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar baru ke-242 dan 243 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), di Gedung Widyaloka, Rabu (16/1/2019). Pertama, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Instrumentasi dan Sensor, dan kedua, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Biologi Reproduksi Molekuler.</p>
<p>Dalam pidatonya, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng menyampaikan kajian berjudul &#8220;Quartz Crystal Microbalance dengan Sistem Instrumentasinya untuk Teknologi Sensor Kimia dan Biosensor&#8221;. Prof. Setyawan mengatakan, sensor merupakan aspek utama sebagai titik awal pengubahan fakta atau keadaan menjadi suatu bentuk data. Untuk itu, pengembangan sensor dengan berbagai ragamnya merupakan hal yang pokok dalam revolusi industri 4.0. </p>
<p>Dari beragam sensor yang dikembangkan, sensor yang mampu mendeteksi perubahan sifat mekanik pada saat terjadi reaksi kimia maupun ikatan antar molekul yang disebut Quartz Crystal Microbalance (QCM). </p>
<p>&#8220;QCM yaitu suatu sensor yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi adanya perubahan massa, perubahan sifat lapisan yang menempel pada permukaannya atau pada perubahan sifat cairan yang bersentuhan dengan permukaan sensor,&#8221; jelas pria kelahiran Wonogiri, 25 Agustus 1965.</p>
<p>Menurutnya, sensor QCM menarik untuk dikembangkan karena dapat dimodifikasi dengan bermacam-macam bahan untuk berbagai macam aplikasi seperti untuk kedokteran, industri, pertanian, pangan, maupun keamanan. Karakteristik seperti ini cocok untuk dikembangkan di Indonesia dengan keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pengembangan teknologi.</p>
<p>&#8220;Pengembangan sistem instrumentasi berteknologi tinggi dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Hal ini meyakinkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengembangkan suatu teknologi tinggi,&#8221; ungkap bapak tiga anak, buah kasih sayangnya bersama Thin Soedarti.</p>
<p>Kelebihan dari Sensor QCM ini, yaitu memiliki sensitivitas yang sangat tinggi dalam mendeteksi jumlah molekul tertentu seperti gas, bau, rasa, sampai pada konsentrasi massa nanogram. Penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2012 ini akan terus menerus dikembangkan karena di Indonesia masih sangat jarang. </p>
<p>&#8220;Ke depannya, Sensor QCM dapat dipakai untuk diagnostik kesehatan dengan mendeteksi kadar antibodi dan antigen, mengetahui kualitas bahan makanan dan minuman, melihat tingkat kemasakan buah, dan berbagai keperluan lainnya,&#8221; tandas Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73484</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
