<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hangat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hangat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2026 05:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hangat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Uji Coba MBG Prasmanan, Wali Kota Malang Nilai Menu Lebih Hangat dan Variatif</title>
		<link>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-wali-kota-malang-nilai-menu-lebih-hangat-dan-variatif</link>
					<comments>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-wali-kota-malang-nilai-menu-lebih-hangat-dan-variatif#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 05:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[prasmanan,]]></category>
		<category><![CDATA[variatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231415</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN Malang 2 Kota Malang, Kamis (02/04/2026) tadi. Pelaksanaan ini, tentunya menjadi uji coba pertama yang dilaksanakan di Kota Malang. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa metode prasmanan memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN Malang 2 Kota Malang, Kamis (02/04/2026) tadi. Pelaksanaan ini, tentunya menjadi uji coba pertama yang dilaksanakan di Kota Malang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa metode prasmanan memberikan sejumlah kelebihan dibandingkan model sebelumnya yang menggunakan ompreng. Bahkan, dirinya juga melihat langsung respons siswa terhadap pola penyajian baru tersebut.</p>



<p>&#8220;Dengan prasmanan ini menunya lebih hangat, porsinya bisa menyesuaikan kebutuhan siswa dan variasinya lebih lengkap. Tadi saya dialog dengan siswa Kelas 6 dan mereka merasa puas karena makanannya enak serta pilihannya banyak,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, menu MBG yang disajikan juga telah memenuhi unsur gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, buah-buahan hingga minuman bergizi. Namun, dirinya juga menilai ada aspek teknis yang perlu menjadi perhatian, khususnya terkait pengaturan waktu belajar di sekolah.</p>



<p>“Karena sistemnya antre, tentu membutuhkan waktu makan lebih lama. Ini yang nanti harus diatur lagi dengan sekolah supaya tidak mengganggu jam pelajaran,” katanya.</p>



<p>Dari sisi pengawasan makanan, Wali Kota Wahyu menilai model prasmanan justru memiliki keunggulan karena makanan disajikan lebih terbuka dan tidak mengalami perubahan kualitas akibat tertutup terlalu lama selama distribusi. “Kalau ompreng kan setelah dimasak langsung ditutup, kadang berair. Kalau prasmanan lebih natural, rasa makanannya lebih terjaga,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa usai uji coba tersebut, nantinya Pemkot Malang akan melakukan evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinasi wilayah MBG. “Hasil evaluasi akan kami laporkan. Kebijakan ini terstruktur, jadi nanti apakah model ini bisa diperluas atau tidak, menunggu arahan dari BGN,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk sekolah lain, menurutnya tetap berpeluang menerapkan sistem serupa, namun harus mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan manajemen waktu belajar.</p>



<p>Sementara itu, Kepala MIN Malang 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, mengapresiasi pelaksanaan program MBG yang merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sekolah ditunjuk sebagai lokasi uji coba karena memiliki area yang memadai untuk penyajian prasmanan.</p>



<p>“Kami sangat mendukung program MBG ini. Orang tua siswa juga menyambut baik karena anak-anak bisa mengambil porsi sesuai kebutuhan dan lauknya lebih fresh,” ucap Nanang.</p>



<p>Untuk menyesuaikan pelaksanaan prasmanan, pihak sekolah pun melakukan penataan ulang jadwal istirahat tanpa mengurangi jam belajar siswa. Pada istirahat pertama tetap berlangsung 15 menit, sedangkan istirahat kedua diperpanjang menjadi 30 menit agar siswa memiliki waktu antre dan makan dengan nyaman.</p>



<p>“Tidak mengganggu pembelajaran. Hanya waktu pulang mundur sekitar 10 menit,” lanjutnya.&nbsp;</p>



<p>Nanang juga memastikan, siswa telah dibiasakan budaya antre melalui program pembentukan karakter di sekolah. Sehingga, pelaksanaan MBG prasmanan tetap berjalan tertib.</p>



<p>“Kami tanamkan kepada anak-anak bahwa ini program bersama. Ambil secukupnya agar semua teman mendapatkan haknya,” imbuh Nanang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-wali-kota-malang-nilai-menu-lebih-hangat-dan-variatif/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231415</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Sambut Hangat Pelaksanaan Muhasabah Cinta</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-sambut-hangat-pelaksanaan-muhasabah-cinta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menyambut hangat kegiatan Muhasabah Cinta dan Kilas Balik Sejarah Kemerdekaan Indonesia-Palestina, yang diselenggarakan di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Minggu (13/07/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, menjadi bagian dari rangkaian kunjungan dakwah bertema &#8216;Pengumpulan Donasi untuk Gaza&#8217;, yang ditujukan untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina. Gelaran acara ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menyambut hangat kegiatan Muhasabah Cinta dan Kilas Balik Sejarah Kemerdekaan Indonesia-Palestina, yang diselenggarakan di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Minggu (13/07/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, menjadi bagian dari rangkaian kunjungan dakwah bertema &#8216;Pengumpulan Donasi untuk Gaza&#8217;, yang ditujukan untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.</p>



<p>Gelaran acara ini, dihadiri langsung Bupati Jember, Muhammad Fawait, Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Al Ghofilin, Gus Baiquni Purnomo, serta menghadirkan nara sumber utama Ustadz Muhammad Husein Gaza, yang seorang aktivis kemanusiaan dan jurnalis asal Indonesia yang telah menetap di Jalur Gaza sejak 2011, serta menyuarakan kondisi Palestina melalui berbagai kanal media sosial dan platform dakwah.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Fawait menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan semata persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan yang menyentuh hati nurani umat manusia secara universal. &#8220;Saya lebih tertarik melihat bahwa persoalan Palestina bukan sekadar konflik antar agama, karena itu terlalu sempit. Ini adalah persoalan kemanusiaan. Warga Palestina adalah manusia yang punya hak untuk hidup bahagia, punya hak untuk menikmati kemerdekaan seperti rakyat Indonesia,&#8221; kata Bupati Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menyampaikan keprihatinannya atas penderitaan panjang yang dialami rakyat Palestina, selama puluhan tahun dan menegaskan pentingnya tindakan nyata dari seluruh elemen bangsa. &#8220;Mereka tidak lagi punya senjata, tetapi tetap dibunuh setiap hari. Ini sudah melampaui batas kemanusiaan. Maka yang bisa dilakukan adalah memperkuat sumber daya manusia kita, mencetak generasi umat yang cerdas dan berilmu. Dengan ilmu, kita bisa menguasai teknologi, dengan teknologi kita bisa punya kekuatan dan dengan kekuatan itulah kita bisa bantu saudara-saudara kita di Palestina,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan SDM, Bupati Fawait juga menyampaikan bahwa Kabupaten Jember memiliki program beasiswa bagi 20.000 anak setiap tahun selama 5 tahun. Hal ini, sebagai langkah konkret mencetak generasi berkualitas dan berdaya saing global.</p>



<p>&#8220;Mari kita lahirkan umat Nabi Muhammad yang berkualitas, yang berilmu dan bermanfaat. Dengan SDM yang unggul, Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat dan berdiri untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Saya yakin, Insya Allah, pada waktunya Palestina akan meraih kemerdekaannya,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Blusukan ke Pasar Induk Gadang, Abah Anton Mendapat Sambutan Hangat dan Dukungan Pemenangan</title>
		<link>https://memontum.com/blusukan-ke-pasar-induk-gadang-abah-anton-mendapat-sambutan-hangat-dan-dukungan-pemenangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Blusukan]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat]]></category>
		<category><![CDATA[pemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[sambutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216220</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Malang nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatulloh, kembali disambut hangat oleh masyarakat Kota Malang, dalam agenda blusukan atau menyapa masyarakat. Seperti halnya saat Abah Anton mendatangi Pasar Induk Gadang, Selasa (05/11/2024) tadi. Meskipun diwarnai hujan rintik, namun sambutan hangat diberikan kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Malang nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatulloh, kembali disambut hangat oleh masyarakat Kota Malang, dalam agenda blusukan atau menyapa masyarakat. Seperti halnya saat Abah Anton mendatangi Pasar Induk Gadang, Selasa (05/11/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun diwarnai hujan rintik, namun sambutan hangat diberikan kepada Abah Anton. Bahkan, beberapa warga meneriakkan yel-yel Abadi (Abah Anton-Dimyati). &#8220;Menang, menang, menang. Salam menang total (Metal),&#8221; kata warga sambil mengangkat tiga jari saat menyambut kedatangan Abah Anton.</p>



<p>Dalam blusukan itu, Abah Anton tidak serta merta menyapa dan melanjutkan kampanye. Sebaliknya, kunjungan yang dilakukan di saat Magrib itu, membuat Abah Anton dan rombongan memilih untuk menjalankan ibadah salat terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Saya ikut Abah Anton Salat Maghrib. Beliau ngajak salat dahulu, sebelum keliling,&#8221; kata Ketua P2KM, Mus Mulyadi, yang saat itu setia menunggu dan mendampingi Abah Anton.</p>



<p>Ditambahkannya, sesuai jadwal harusnya Abah Anton datang sebelum waktu Magrib. Namun karena ada agenda dadakan, maka kunjungan calon Wali Kota Malang dari nomor urut 3, itu harus mundur. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan pedagang untuk memberikan sambutan hangat.</p>



<p>Keriuhan sendiri tidak terelakkan, begitu Abah Anton melanjutkan kunjungan keliling ke Pasar Gadang. &#8220;Pedagang di Pasar Gadang ini campuran dengan penduduk dari Kabupaten Malang. Kira-kira 65 persen warga Kota Malang. Insyaallah semuanya milih Abah Anton, saya dan pedagang Kota Malang di Pasar Induk Gadang ini siap mendukung untuk memilih Abah Anton,&#8221; ujar Jauhari, yang juga Wakil Ketua P2KM, diantara para pedagang sembari mengacungkan tiga jari.</p>



<p>Permintaan foto bersama menjadi pemandangan terus menerus saat Abah Anton menyapa pedagang dan warga. Terutama, saat emak-emak menjumpai Abah Anton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya mantab pilih Abah Anton. Mantab Abah Anton,&#8221; tambah lelaki yang mengaku bernama Ahmad Becak, dengan tawa bahagia saat idolanya datang.</p>



<p>Menanggapi antusiasme pedagang, Abah Anton mengaku bahagia. Dirinya menyebut, bahwa dahulu ketika menjabat dirinya sering datang dengan mengenakan seragam wali kota dan sering blusukan ngopi dengan pedagang.</p>



<p>&#8220;Itu adalah bukti kebersamaan kita pada waktu menjabat wali kota. Dengan mengenakan pakaian dinas, kita di sini bersama pedagang duduk. Saya melihat ada semangat, kerinduan untuk Abadi bisa memimpin kembali. Maka dengan semangat saudara kita, ini membuat semangat pada kita untuk memimpin kembali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Abah Anton juga menyebut, akan tetap dengan para pedagang memajukan Pasar Induk Gadang, ini sebagai sentra perdagangan yang melayani hingga ke Pulau Bali. &#8220;Saya rasa para pedagang sudah melihat dan merasakan bahwa saya tidak pernah melupakan pedagang yang ada di sini. Karena kami selalu komitmen tentang masalah yang menjadi persoalan. Saya dulu sering duduk di sini, ingin mengetahui secara langsung permasalahan bagaimana Pasar Gadang ini yang melayani kebutuhan Jawa Bali. Ini luar biasa, ini perlu terus dikembangkan bahwa pasar ini benar-benar siap melayani konsumsi nasional,&#8221; ujar Abah Anton.</p>



<p>Soal rencana ke depan bila jadi wali kota, Abah Anton mengaku akan tetap bersama para pedagang. &#8220;Saya akan tetap dengan pedagang, nanti kita bareng bareng duduk, nanti kita akan pikirkan bersama kebijakan untuk Pasar Gadang,&#8221; tegas Abah Anton.</p>



<p>Kunjungan berlangsung cukup lama, Abah Anton gayeng duduk bersama dan berdialog langsung serta ngobrol sebelum beranjak meninggalkan Pasar Induk Gadang. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216220</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
