<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hantavirus &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hantavirus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 10:49:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hantavirus &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Waspada Hantavirus, Dinkes Kota Malang Gencarkan Edukasi di 16 Puskesmas</title>
		<link>https://memontum.com/waspada-hantavirus-dinkes-kota-malang-gencarkan-edukasi-di-16-puskesmas</link>
					<comments>https://memontum.com/waspada-hantavirus-dinkes-kota-malang-gencarkan-edukasi-di-16-puskesmas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[hantavirus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya Virus Hanta atau Hantavirus. Selain memberikan himbauan, dinas juga akan memaksimalkan sejumlah Puskesmas dengan melakukan edukasi, walaupun di satu sisi untuk Kota Malang masih belum ditemukan adanya kasus tersebut. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa saat ini tengah menggerakkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya Virus Hanta atau Hantavirus. Selain memberikan himbauan, dinas juga akan memaksimalkan sejumlah Puskesmas dengan melakukan edukasi, walaupun di satu sisi untuk Kota Malang masih belum ditemukan adanya kasus tersebut.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa saat ini tengah menggerakkan 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Baik itu edukasi secara langsung maupun melalui media elektronik.</p>



<p>&#8220;Kami dari Dinkes Kota Malang melalui 16 Puskesmas, itu memberikan edukasi kepada masyarakat mulai dari pemahaman tentang Hantavirus, cara penularan, risiko kesehatan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat,&#8221; kata Husnul, Selasa (12/05/2026) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Husnul, bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan dapat terjadi melalui air liur, urin, maupun kotoran hewan. Disebutkan ada tiga jalur utama penularan Hantavirus, yakni melalui udara (airborne), kontaminasi tangan dan luka terbuka.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tapi pintu masuk paling banyak memang melalui saluran pernapasan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Untuk gejala awal Hantavirus, lanjutnya, disebut mirip infeksi virus pada umumnya, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, pegal linu, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Namun, penyakit ini berpotensi menjadi fatal karena dapat menyerang organ ginjal sebagai target utama infeksi.</p>



<p>“Keluhan bisa mengarah ke gangguan ginjal, seperti perubahan warna urin atau jumlah urin yang berkurang,” tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Husnul mendorong masyarakat kembali menerapkan kebiasaan protokol kesehatan dasar, terutama penggunaan masker. Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati saat membersihkan area berisiko seperti selokan, gorong-gorong, maupun tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus.</p>



<p>“Yang paling sederhana adalah memakai masker, menjaga kebersihan tangan dan meningkatkan daya tahan tubuh,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/waspada-hantavirus-dinkes-kota-malang-gencarkan-edukasi-di-16-puskesmas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Banyuwangi Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Hantavirus</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-banyuwangi-imbau-masyarakat-waspadai-penyebaran-hantavirus</link>
					<comments>https://memontum.com/dinkes-banyuwangi-imbau-masyarakat-waspadai-penyebaran-hantavirus#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hantavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi memastikan bahwa hingga awal Mei 2026 ini, belum ada laporan atau temuan kasus positif infeksi Hantavirus di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Meski kondisi aman, namun langkah pencegahan tetap diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengingatkan masyarakat agar tetap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi memastikan bahwa hingga awal Mei 2026 ini, belum ada laporan atau temuan kasus positif infeksi Hantavirus di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Meski kondisi aman, namun langkah pencegahan tetap diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran Hantavirus, bahwa penyakit yang ditularkan melalui tikus, dapat menimbulkan gangguan serius pada kesehatan manusia. Hantavirus dapat menular melalui kotoran, air kencing, hingga gigitan tikus yang telah terinfeksi virus tersebut.</p>



<p>Penularan paling sering terjadi, lanjutnya, ketika kotoran dan air kencing tikus yang sudah mengering bercampur dengan debu lalu terhirup manusia. “Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala, seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” ujar Amir, Senin (11/05/2026) tadi.</p>



<p>Amir menjelaskan, penyakit akibat Hantavirus dapat berkembang secara bertahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh dan gejala umum layaknya infeksi virus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi Hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.</p>



<p>Sebagai langkah pencegahan, Amir mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan karena mengurangi risiko tikus berkembang biak di sekitar permukiman warga. Warga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, menutup tempat penyimpanan makanan agar tidak terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah beraktivitas di lingkungan yang berpotensi menjadi habitat tikus.</p>



<p>“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan lalu bersihkan,” ucapnya.</p>



<p>Amir juga menekankan, akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga dan istirahat cukup. Menurutnya, sistem imun yang baik dapat membantu tubuh melawan infeksi virus. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dinkes-banyuwangi-imbau-masyarakat-waspadai-penyebaran-hantavirus/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232317</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
