<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Harga Bumbu Dapur di Lamongan Merangkak Naik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/harga-bumbu-dapur-di-lamongan-merangkak-naik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Sep 2018 01:05:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Harga Bumbu Dapur di Lamongan Merangkak Naik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Bumbu Dapur di Lamongan Merangkak Naik</title>
		<link>https://memontum.com/harga-bumbu-dapur-di-lamongan-merangkak-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 01:05:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Bumbu Dapur di Lamongan Merangkak Naik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=57259</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan&#8212;Rempah-rempah atau bahan-bahan bumbu dapur selama ini memang belum pernah menjadi pusat perhatian. Namun, siap sangka, dalam sepekan terkahir ini, sejumlah rempah-rempah ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi.  Sedikitnya ada empat jenis rempah-rempah yang mengalami kenaikan cukup signifikan, diantaranya, kencur, laos, jahe dan kunir. &#8220;Yang paling terasa, harga kencur,&#8221; kata Santoso Salah seorang pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan&#8212;</strong>Rempah-rempah atau bahan-bahan bumbu dapur selama ini memang belum pernah menjadi pusat perhatian. Namun, siap sangka, dalam sepekan terkahir ini, sejumlah rempah-rempah ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi.  Sedikitnya ada empat jenis rempah-rempah yang mengalami kenaikan cukup signifikan, diantaranya, kencur, laos, jahe dan kunir.</p>
<p>&#8220;Yang paling terasa, harga kencur,&#8221; kata Santoso Salah seorang pedagang pracangan di Kabupaten Lamongan, Selasa (25/9/2018).</p>
<p>Untuk harga kencur, dari semula hanya Rp 25 ribu perkilogram, naik sampai menembus harga Rp 90 ribu perkilogran. Laos dari Rp 8 ribu perkilogram sekarang Rp  12 ribu perkilogram, jahe Rp 11 ribu perkilogram naik menjadi Rp  24 ribu perkilogram dan harga kunir Rp 15 ribu perkilogram, dari semula Rp 8 ribu perkilogram.</p>
<p>&#8220;Kalau harga lombok saat ini tergolong  murah  Rp 13 ribu perkilogram dari semula Rp 20 ribu perkilogram,&#8221; ucap Santoso yang mengatakan hingga saat ini belum ada tanda-tanda harga bumbu dapur itu mengalami penurunan harga.</p>
<p>Di sisi lain, dengan naiknya harga rempah-rempah ini turut mempengaruhi usaha dari pengusaha Jamu. Sriyati salah seorang  pedagang jamu gendong mengaku khawatirkan dengan keberlangsungan usahanya, karena bahan utama pembuatan jamu tidak dapat digantikan dengan bahan lainnya.</p>
<p>&#8220;Harga bahan baku pracangan atau bahan jamu naik, namun kami tidak mungkin menaikan harga jual jamu,&#8221; tutur Sriyati yang berharap harga rempah-rempah segera turun. (Ifa/zen/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57259</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
