<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hari AIDS &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hari-aids/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Dec 2019 11:29:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hari AIDS &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hearing Komisi I Bersama Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Peduli HIV/AIDS</title>
		<link>https://memontum.com/hearing-komisi-i-bersama-forum-komunikasi-organisasi-masyarakat-peduli-hiv-aids</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2019 04:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101264-hearing-komisi-i-bersama-forum-komunikasi-organisasi-masyarakat-peduli-hiv-aids</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Jelang momentum Hari AIDS sedunia, 1 Desember 2019, elemen masyarakat yang tergabung dalam forum komunikasi organisasi masyarakat sipil untuk HIV/AIDS Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan pernyataan sikap ke DPRD Banyuwangi. Puluhan anggota forum masyarakat peduli HIV/AIDS diantaranya yang berasal dari LSM Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS), Yayasan Phusaka, Banyuwangi Community Support, Pelangi Laros, raung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Jelang momentum Hari AIDS sedunia, 1 Desember 2019, elemen masyarakat yang tergabung dalam forum komunikasi organisasi masyarakat sipil untuk HIV/AIDS Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan pernyataan sikap ke DPRD Banyuwangi.</p>
<p>Puluhan anggota forum masyarakat peduli HIV/AIDS diantaranya yang berasal dari LSM Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS), Yayasan Phusaka, Banyuwangi Community Support, Pelangi Laros, raung Community dan kelompok Mahasiswapeduli AIDS, diterima Komisi I dalam pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing, Kamis (28/11/2019) siang.</p>
<p>Ketua LSM KKBS, Moch, Hoiron,SH mengatakan, hearing forum masyarakat peduli HIV/AIDS bersama Komisi I DPRD ini dalam rangka membangun sinergitas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyuwangi.</p>
<p>“Hearing bersama Komisi I DPRD Banyuwangi ini, kita lebih mengutamakan adanya bentuk sinergitas dalam hal pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, “ ucap M Hoiron.</p>
<p>Menurutnya, dalam strategi nasional, ditegaskan penanggulan HIV dan AIDS diselenggarakan oleh masyarakat sipil dan pemerintah berdasarkan prinsip kemitraan. Masyarakat sipil yang didalamnya ada unsur LSM, KDS, ODHAdan OHIDHA menjadi pelaku utama.</p>
<p>Pemerintah berkewajiban mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana yang mendukung terselenggaranya upaya penanggulangan HIV dan AIDS.</p>
<p>“Kita membutuhkan bentuk nyata dari peran pemerintah dan masyarakat sebagai penyelenggara upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, “jelasnya.</p>
<p>Untuk mendukung hal tersebut, dihadapan anggota Komisi I , forum komunikasi organisasi masyarakat sipil peduli HIV/AIDS dalam pernyataan sikapnya, mohon kepada Pemerintah adanya kebersamaan membangun sinergitas multi pihak untuk menyelamatkan generasi muda Banyuwangi dari ancaman Narkoba dan HIV/AIDS.</p>
<p>Memberikan ruang kepada komunitas dan lembaga-lembaga peduli HIV/AIDS untuk turut serta melakukan penguatan informasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dan adanya alokasi penganggaran yang cukup untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS terutama terkait upaya-upaya preventif.</p>
<p>“Terakhir ada kebijakan yang lebih rasionalistik terhadap alokasi waktu untuk implementasi kegiatan penanggulangan HIV/AIDS, dan anggaran tidak selalu direalisasikan dipenghujung tahun anggaran, sehingga kegiatan tidak berjalan dengan optimal dan terkesan kejar tayang untuk menghabiskan anggaran, “ tegas Hoiron.</p>
<p>Di Kabupaten Banyuwangi hingga Oktober 2019 telah ditemukan sebanyak 4.557 kasus HIV/AIDS yang tersebar di seluruh kecamatan. Dan kemungkinan besar angka tersebut akan bertambah jika epidemic ini tidak ditangani dengan serius.</p>
<p>Sementara Wakil Ketua Komisi I, Priyo Santoso usai hearing menyampaikan, apresiasi terhadap kegitan teman-teman forum komunikasi organisasi masyarakat peduli HIV/AIDS dalam upaya pencegahan dan penanggulangan.</p>
<p>“Kita apresiasi kegiatan mereka dilapangan, tanpa mereka bagaimana pencegahan dan penanggulangan HIV /AIDS di Banyuwangi, maka dari itu perlu adanya pembinaan dan pendampingan dari Dinas Kesehatan “ ungkapnya.</p>
<p>Untuk menindaklanjuti pernyataan sikap mereka, hasil rapat hearing akan segera disampaikan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101264</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
