<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hari pangan sedunia &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hari-pangan-sedunia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Oct 2021 08:10:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hari pangan sedunia &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari Pangan Sedunia, Wawali Kota Malang Ajak Manfaatkan Potensi Lahan Sempit Perkotaan</title>
		<link>https://memontum.com/hari-pangan-sedunia-wawali-kota-malang-ajak-manfaatkan-potensi-lahan-sempit-perkotaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2021 08:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hari pangan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Sempit Perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaatkan Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[wawali kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156989</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia 2021 di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispantan), Jumat (29/10/2021). Dalam giat ini, pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut, mengajak masyarakat bersama-sama membangun kesadaran untuk gemar menanam dan membudidayakan tanaman. Meskipun berada di wilayah perkotaan dengan lahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia 2021 di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispantan), Jumat (29/10/2021).</p>



<p>Dalam giat ini, pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut, mengajak masyarakat bersama-sama membangun kesadaran untuk gemar menanam dan membudidayakan tanaman.</p>



<p>Meskipun berada di wilayah perkotaan dengan lahan pertanian yang sempit, diharapkan masyarakat tetap mampu mengoptimalkan potensi yang ada demi terwujudnya ketahanan pangan.</p>



<p>&#8220;Intinya kita akan terus berupaya secara maksimal menuju satu kesadaran bersama. Tentunya dengan cara memasyarakatkan budaya menanam,&#8221; ujar Bung Edi.</p>



<p>Oleh karena itu, Wawali pun memotivasi, akan melakukan berbagai langkah untuk demi mensuport eksistensi upaya ketahanan pangan di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Salah satunya memberikan bantuan sarana produksi pertanian kepada masyarakat, melaksanakan program urban farming, dan petani milenial. Itu sudah dilakukan tiap tahun dan semua pada akhirnya akan diberikan apresiasi bagi yang bagus dan berprestasi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pada acara tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada 12 pemenang Lomba Urban Farming dengan kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dasawisma.</p>



<p>&#8220;Penyuluh pertanian tugasnya memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat demi perkembangan pertanian.</p>



<p>Selamat bagi yang sudah meraih prestasi dan menang Lomba Urban Farming. Ini merupakan wujud rasa syukur bahwa di saat pandemi Covid-19, kita masih bisa melakukan aktifitas dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang hadir untuk memberi apresiasi,&#8221; tegas Bung Edi.</p>



<p>Menurutnya, urban farming yang telah dilaksanakan oleh OPD dan Dasawisma bisa membantu kebutuhan nutrisi masyarakat baik karbohidrat maupun sayur.</p>



<p>&#8220;Dari sekian kebutuhan kita sudah sumbangsih, apalagi juga menerima untuk dipasarkan. Nah hal ini juga bisa nambah penghasilan keluarga yang melakukan urban farming.</p>



<p>Sehingga di Hari Pangan Sedunia ini, diharapkan masyarakat lebih produktif lagi,&#8221; terang pemilik kursi N2 tersebut.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, mengatakan selain ada Lomba Urban Farming, pihaknya juga melakukan promosi terkait hasil pendampingan para penyuluh pertanian.</p>



<p>&#8220;Teman-teman penyuluh di 5 kecamatan melakukan pembinaan , pendamingan , dan pengawasan kepada para kelompok.</p>



<p>Nah masing-masing kecamatan itu punya produk unggulan masing-masing, baik budidaya maupun olahan. Jadi dari hulu sampai hilir,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ke depan, Dispangtan akan terus memfasilitasi masyarakat yang memiliki produk unggulan dalam rangka pemulihan ekonomi. Fasilitasi tidak hanya pendampingan saat pengolahan, tetapi juga saat pemasaran.</p>



<p>Begitu pula Lomba Urban Farming, dijelaskan mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini, juga merupakan bagian dari pembinaan dan apresiasi.</p>



<p>&#8220;Membina artinya ketika mengikuti lomba mereka terus melakukan urban farming meskipun kompetisinya sudah usai. Lalu kita memberikan apresiasi kepada yang mampu melakukan dengan baik,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lomba Urban Farming memiliki dua kategori, yaitu OPD dan Dasawisma.Untuk kategori OPD, Juara 1 diraih oleh Kelurahan Penanggungan, Juara 2 adalah Kelurahan Kasin, dan Kelurahan Tulusrejo mendapat Juara 3.</p>



<p>Selanjutnya Juara Harapan 1 didapatkan oleh Kelurahan Samaan, lalu Juara Harapan 2 dicapai oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), dan Juara Harapan 3 adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Bagian Umum.</p>



<p>Untuk kategori Dasawisma, raihan Juara 1 oleh RW 1 Kelurahan Kesatrian, Juara 2 RW 7 Kelurahan Bandungrejosari, dan Juara 3 oleh RW 1 Kelurahan Tanjungsekar.</p>



<p>Lanjut, Juara Harapan 1 diraih oleh RW 18 Kelurahan Bunulrejo, RW 2 Kelurahan Kebonsari mendapat Juara Harapan 2, dan Dasawisma dari RW 19 Kelurahan Purwantoro mendapat Juara Harapan 3. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Pamerkan Sorgum Komoditas Pangan Lokal Potensial Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-pangan-sedunia-pemkab-pamerkan-sorgum-komoditas-pangan-lokal-potensial-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 12:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[hari pangan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156691</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap 16 Oktober, Kementerian Pertanian RI melakukan panen serentak secara virtual di seluruh Indonesia, Senin (25/10/2021). Panen dan tanam raya berbagai komoditas pertanian ini dilakukan dari 41 titik lokasi untuk menandai peringatan HPS yang ke-41, dengan salah satu titik lokasinya adalah Kabupaten Lamongan. Diungkapkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap 16 Oktober, Kementerian Pertanian RI melakukan panen serentak secara virtual di seluruh Indonesia, Senin (25/10/2021). Panen dan tanam raya berbagai komoditas pertanian ini dilakukan dari 41 titik lokasi untuk menandai peringatan HPS yang ke-41, dengan salah satu titik lokasinya adalah Kabupaten Lamongan.</p>



<p>Diungkapkan Menteri Pertanian,.Syahrul Yasin Limpo, komoditi yang akan ditanam-panen berupa tanaman pangan jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, perkebunan kelapa sawit dan kakao, hortikultura, cabe, tomat, brokoli, bawang merah, dan bunga hias. Hal tersebut, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam memastikan ketersediaan pangan.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, hal ini merupakan upaya kita dalam memastikan ketersediaan bahan pangan, menjaga stabilitas harga, dan menyiapkan kesejahteraan pertanian,” ucap Syahrul Yasin Limpo.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Wakil Bupati, Abdul Rouf, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, Kepala Dinas TPHP Lamongan, Sukriyah dan jajaran forkopimda mengikuti acara secara virtual dan melaksanakan panen raya sorgum dari Desa Puncakwangi Kecamatan Babat.</p>



<p>Sorgum atau jagung cantel atau orean telah puluhan tahun dikenal oleh masyarakat Lamongan, dengan sentra sorgum sebagai identitas komoditas tanaman lokal adalah Kecamatan Babat. Memiliki potensi lahan 211 hektar dengan produktivitas rata-rata 6,48 ton per hektar, dihasilkan produksi sebesar 1.264 ton biji sorgum.</p>



<p>“Sorgum merupakan salah satu komoditas pangan sangat potensial guna mendukung diversifikasi pangan. Kabupaten Lamongan mempunyai potensi tanam sorgum seluas 300 hektar. Pasca panen sudah kami laksanakan, ada beras, popcorn dan beberapa pengolahan lain, ada kecap juga, ini berarti tanaman sorgum ini cukup memberikan nilai tambah bagi petani,” ungkap Bupati Yuhronur saat melakukan diskusi bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo.</p>



<p>Bupati Yuhronur juga mengungkapkan, bahwa apa yang menjadi keinginan dan kendala terkait tanaman sorgum di Kabupaten Lamongan. &#8220;Kami ingin ada industri yang bergerak dengan basis sorgum, karena sorgum ini termasuk salah satu komoditi pangan yang sangat bermanfaat , mempunyai kadar kalori yang rendah. Mudah-mudahan nanti ada bantuan sarana prasarana yang dapat digunakan petani sorgum ini untuk industry olahan yang lebih lengkap,” imbuhnya. <strong>(zud/zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156691</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wawali Malang Ajak Masyarakat Tingkatkan Inovasi dan Kreasi</title>
		<link>https://memontum.com/wawali-malang-ajak-masyarakat-tingkatkan-inovasi-dan-kreasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 10:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hari pangan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125852</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meningkatkan inovasi dan kreativitas pangan adalah kunci penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di perkotaan, terutama Kota Malang. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, dalam acara Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-40, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Jumat (16/10) tadi. Bung Edi, sapaan akrabnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meningkatkan inovasi dan kreativitas pangan adalah kunci penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di perkotaan, terutama Kota Malang. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, dalam acara Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-40, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Jumat (16/10) tadi.</p>
<p>Bung Edi, sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa daerah perkotaan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat dan perguruan tinggi yang mampu melakukan penelitian. Serta, adanya kemauan dari masyarakat untuk maju. Baik secara intelektual maupun mental, untuk terus mengembangkan kreativitas pangan.</p>
<p>&#8220;Yang penting adalah pasarnya jalan. Saya rasa kalau pasarnya berjalan, kreativitasnya masyarakat akan berkembang sejalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Bung Edi menambahkan, bahwa Kota Malang memiliki primadona berupa makanan-makanan kreasi baru. Seperti, lele yang diolah menjadi suatu hidangan kekinian menjadi keripik, nugget, burger dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Jadi, bukan beli lele di luar kota. Tapi, beli dari Kota Malang. Supaya, dapat menjalankan pasarnya tadi itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain lele, ia juga mencontohkan kreativitas lain yakni keripik sanan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan keripik tempe. Di mana menurutnya, itu merupakan salah satu inovasi dan kreativitas masyarakat untuk mempertahankan pangan di Kota.</p>
<p>&#8220;Kalau dahulu, hanya keripik biasa saja. Sekarang, berkembang dengan memiliki banyak varian rasa. Ada keju, balado, pedes, macam-macam,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Ia juga berharap, ke depan semakin banyak kreativitas dan inovasi yang bisa dilakukan dan dikembangkan warga Kota Malang. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125852</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
