<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>harian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/harian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Dec 2025 12:45:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>harian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Pasuruan Serahkan SK PPPK Paruh Waktu untuk 620 Tenaga Harian Lepas</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-pasuruan-serahkan-sk-pppk-paruh-waktu-untuk-620-tenaga-harian-lepas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229147</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada ratusan pegawai yang sebelumnya berstatus Tenaga Harian Lepas (THL), di Halaman Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan, Senin (29/12/2025) tadi. Total ada 620 pegawai dengan beberapa jenis formasi berbeda di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada ratusan pegawai yang sebelumnya berstatus Tenaga Harian Lepas (THL), di Halaman Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan, Senin (29/12/2025) tadi. Total ada 620 pegawai dengan beberapa jenis formasi berbeda di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menerima SK tersebut.</p>



<p>Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara simbolis menyerahkan SK kepada tiga penerima. Diantaranya untuk PPPK Paruh Waktu Teknis pada Sub Bagian Protokol, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Alamudin Hilal, PPPK Paruh Waktu Guru pada UPT Satuan Pendidikan SDN Tanggulangin Kejayan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Eka Novianti Imanda dan PPPK Paruh Waktu Kesehatan UOBK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati, Dinas Kesehatan, Meika Laras Purwanti.</p>



<p>Didampingi Wakil Bupati (Wabup), Shobih Asrori, Kepala Daerah Pasuruan mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK Paruh Waktu yang baru saja menerima SK. Bupati Rusdi juga memberikan semangat dan motivasi, agar ke depannya lebih produktif dan menunjukkan kinerja terbaiknya sesuai tugas dan fungsi di setiap instansi.</p>



<p>“Selamat kepada panjenengan semua yang hari ini menerima SK sebagai pegawai PPPK Paruh Waktu. Ini adalah alih status dari pegawai honorer menjadi PPPK Paruh Waktu. Semuanya adalah bagian dari Pemkab Pasuruan yang harus bahu-membahu dan saling sinergi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Pasuruan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Bupati Rusdi, semua pekerjaan mempunyai tantangan sendiri-sendiri. Sehingga, tidak ada zona nyaman dalam bekerja, dimanapun OPD yang menaungi masing-masing abdi negara.</p>



<p>“Kita di sini mengacu Peraturan Pemerintah Pusat. Mau kita PNS, PPPK atau PPPK Paruh Waktu, yang jelas kita harus mempunyai kinerja yang baik sebagai abdi negara. Setinggi apapun status panjenengan, tergantung kinerja masing-masing individu. Jadi, bekerjalah sesuai tupoksi membantu pimpinan di setiap bidang,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkan Bupati Rusdi, diterimanya SK PPPK Paruh Waktu sudah seharusnya menjadi momentum membahagiakan yang harus disyukuri. Hal itu, dapat diwujudkan dengan perubahan etos kerja yang lebih kreatif dan inovatif. Bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik dengan nilai-nilai berakhlak, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.</p>



<p>Di waktu yang sama, Bupati Rusdi menyerahkan 35 SK Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2026. Secara simbolis diberikan kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Ninuk Ida Suryani, Sekretaris DPRD, Eddy Supriyanto, SK Purna Tugas juga diberikan kepada Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Setiawan Adi Purwanto.</p>



<p>“Terima kasih juga kepada semua ASN yang akan memasuki masa purna tugas. Terutama kepada Bu Ninuk Kaban BKPSDM yang legacy-nya InsyaAllah kita sudah akan merit system dalam manajemen kepegawaian di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229147</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Penertiban Sirene dan Rotator, Wali Kota Tak Lagi Gunakan Pengawalan Harian</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-penertiban-sirene-dan-rotator-wali-kota-tak-lagi-gunakan-pengawalan-harian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[penertiban]]></category>
		<category><![CDATA[pengawalan]]></category>
		<category><![CDATA[rotator,]]></category>
		<category><![CDATA[sirene]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226151</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan terkait penertiban penggunaan sirene dan rotaror sesuai aturan. Bahkan sebagai bagian dari penertiban ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang juga turut mengikuti. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penertiban itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan terkait penertiban penggunaan sirene dan rotaror sesuai aturan. Bahkan sebagai bagian dari penertiban ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang juga turut mengikuti.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penertiban itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Rotator dan sirene hanya boleh dipergunakan untuk kepentingan tertentu, yang sangat spesifik.</p>



<p>&#8220;Aturan ini wajib dan mutlak berlaku untuk ambulans dan pemadam kebakaran. Tidak ada pengecualian sama sekali, keduanya harus tetap menggunakan sirene saat bertugas karena menyangkut nyawa dan keselamatan,&#8221; kata Jaya-sapaannya, Senin (22/09/2025) tadi.</p>



<p>Penegasan ini, tambahnya, sekaligus menanggapi gerakan viral Stop Tot Tot Wuk Wuk, yang menolak penyalahgunaan sirene dan strobo oleh kendaraan pribadi maupun oknum pejabat. Jaya memastikan, bahwa pejabat Pemkot Malang tidak akan lagi menggunakan pengawalan prioritas harian.</p>



<p>&#8220;Pak Wali juga sudah menegaskan, tidak akan memakai rotator maupun sirene. Kalau macet, ya dinikmati saja,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat disinggung mengenai kebijakan untuk pengawalan tamu VVIP dan penggunaan sirene oleh armada Dishub, Jaya mengatakan bahwa penggunaannya akan diminimalkan secara drastis. Untuk sementara, pengawalan tamu (yang tidak mendesak) tidak akan menggunakan sirene.</p>



<p>&#8220;Armada Dishub sendiri selama ini sudah sangat jarang memakainya, kecuali dalam kondisi yang benar-benar amat urgen. Contohnya kondisi yang urgent itu untuk pengawalan tamu kenegaraan setingkat presiden, menteri, atau delegasi resmi negara. Penggunaan dalam situasi tersebut, masih diizinkan oleh undang-undang, tetapi kami akan patuh pada aturan yang lebih tinggi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, juga memastikan bahwa dirinya tidak akan menggunakan sirene dan rotaror. Hal itu diungkap, melalui video yang tersebar di akun sosial media milik pribadinya.</p>



<p>&#8220;Mulai hari ini pengawalan saya jangan menggunakam sirene dan rotator, kecuali dalam keadaan emergency atau darurat,&#8221; imbuh Wahyu, dalam video tersebut. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sopir Angkot di Kota Batu Keluhkan Kecilnya Penghasilan Harian</title>
		<link>https://memontum.com/sopir-angkot-di-kota-batu-keluhkan-kecilnya-penghasilan-harian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[kecilnya]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203006</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Imbas sepinya masyarakat di Kota Batu, menggunakan sarana transportasi angkutan kota (Angkot), mengakibatkan penghasilan sopir menurun drastis. Bahkan sejak pandemi Covid-19, rata-rata penghasilan bersih sopir Angkot dikisaran angka Rp 15 ribu perhari. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu, Heri Junaedi, mengatakan bahwa kondisi Angkot saat ini sangat sepi penumpang. Jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Imbas sepinya masyarakat di Kota Batu, menggunakan sarana transportasi angkutan kota (Angkot), mengakibatkan penghasilan sopir menurun drastis. Bahkan sejak pandemi Covid-19, rata-rata penghasilan bersih sopir Angkot dikisaran angka Rp 15 ribu perhari.</p>



<p>Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu, Heri Junaedi, mengatakan bahwa kondisi Angkot saat ini sangat sepi penumpang. Jika dirinci, rata-rata penghasilan kotor dari sopirnya Rp 100 ribu perhari.</p>



<p>&#8220;Kalau dihitung, penghasilan kotor Rp 100 ribu. Kemudian, setoran Angkot Rp 35 ribu dan untuk BBM sebesar Rp 50 ribu. Tinggal sisanya, penghasilan bersih yang dibawa pulang Rp 15 ribu. Itu perhari,&#8221; terangnya, Kamis (07/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jumlah Angkot yang terdata di Kota Batu, tambahnya, saat ini berjumlah 368 unit armada. &#8220;Dari 368 unit Angkot yang ada, sekitar 280 an unit yang beroperasi setiap hari di sembilan jalur,&#8221; terangnya.</p>



<p>Akibat kondisi itu, ujarnya, ada sebagian Angkot yang memilih untuk mencari penghasilan tambahan. Misalnya, mencari pelanggan tetap hingga ketika weekend, mencari carteran wisata seperti Petik Apel.</p>



<p>&#8220;Penghasilan kami para sopir Angkot menurun drastis sejak pandemi Covid-19 lalu. Untuk itu, kami berharap kepada Pemkot Batu memperhatikan kondisi ini,&#8221; harapnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203006</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Retribusi Pasar Induk Among Tani Kota Batu Mulai Berlakukan Sistem Harian</title>
		<link>https://memontum.com/retribusi-pasar-induk-among-tani-kota-batu-mulai-berlakukan-sistem-harian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berlakukan]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202023</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pedagang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mulai menerima pemberlakuan retribusi harian. Adapun nilainya, bervarian sesuai dengan tempat atau lokasi berjualan. Koordinator Zona Pedagang Emas, Gatot Irwandi, mengatakan bahwa pemberlakuan retribusi untuk pedagang Pasar Induk Among Tani, baru dilakukan di Minggu ke dua November oleh UPT Pasar Batu. Sementara untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pedagang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mulai menerima pemberlakuan retribusi harian. Adapun nilainya, bervarian sesuai dengan tempat atau lokasi berjualan.</p>



<p>Koordinator Zona Pedagang Emas, Gatot Irwandi, mengatakan bahwa pemberlakuan retribusi untuk pedagang Pasar Induk Among Tani, baru dilakukan di Minggu ke dua November oleh UPT Pasar Batu. Sementara untuk tarifnya, seperti los sebesar Rp 2 ribu dan kios sebesar Rp 3 ribu.</p>



<p>&#8220;Retribusi ini ditarik harian untuk sementara oleh juru pungut,&#8221; kata Gatot, seraya menunjukkan retribusi di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Rabu (22/11/2023) tadi.</p>



<p>Untuk penggunaan listrik setiap kios, ujarnya, UPT menyediakan meteran token. Yang artinya, untuk pemakaian listrik menggunakan pulsa. Namun untuk pedagang los, untuk listrik masih belum tersedia.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Pemerintah masih belum membuat aturan penggunaan listrik di masing-masing los pedagang. Jadi, terpaksa pedagang di los memakai kabel panjang untuk menyalurkan kebutuhan listrik,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Mengenai aturan yang ada, Gatot menegaskan, untuk saat ini menunggu aturan lanjutan dari pemerintah terkait retribusi ke depannya. &#8220;Artinya, saya dan para pedagang menunggu besaran rupiahnya untuk retribusi. Karena, retribusi yang ditarik harian ini masih sementara. Di mana, ada rencana untuk penarikan retribusi akan berlangsung bulanan. Namun perlu dipahami juga, bahwa pedagang saat ini sudah sadar kebersihan. Jadi, pedagang ikut membantu kebersihan di area dagangannya,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Filosofi Bilung dan Harian Pagi Memo X, Pencerahan Bagi Rakyat dan Penguasa</title>
		<link>https://memontum.com/filosofi-bilung-dan-harian-pagi-memo-x-pencerahan-bagi-rakyat-dan-penguasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2019 09:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ngopi pagi]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[bilung]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[memo]]></category>
		<category><![CDATA[ngopi]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=98492</guid>

					<description><![CDATA[Mbilung, salah satu tokoh pewayangan yang unik karakternya. Dia juga disebut Punakawan sabrang, memiliki postur tubuh yang lucu dan nyentrik. Memiliki kekhususan suara seperti suara burung betet. Bilung tak bisa lepas dari Togog, ibarat sebuah mata uang logam yaitu salah satu sisi kepingnya, maka Bilung adalah sisi lainnya. Mereka adalah pasangan yang abadi, tak ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mbilung, salah satu tokoh pewayangan yang unik karakternya. Dia juga disebut Punakawan sabrang, memiliki postur tubuh yang lucu dan nyentrik. Memiliki kekhususan suara seperti suara burung betet. Bilung tak bisa lepas dari Togog, ibarat sebuah mata uang logam yaitu salah satu sisi kepingnya, maka Bilung adalah sisi lainnya. Mereka adalah pasangan yang abadi, tak ada lakon wayang yang menyebutkan kedua wayang senior bisa mati.</p>
<p>Dia juga berasal dari kahyangan, bersaudara dengan Togog, Semar, Bilung dan Bathara Guru. Punakawan kurus kerempeng ini, bergelar Bathara Sarawita, ketika masih bermukim di kahyangan. Takdir menggariskan Bathara Guru bertahta di kerajaan para dewa. Semar, bersama anak-anaknya, menjadi pengasuh para raja golongan kanan dan keturunannya. Togog dan Bilung menjalani tugas sebagai pendamping para raja negeri seberang. Resiko yang dijalani Bilung dan Togog selalu dianggap menjadi tokoh antagonis karena menjadi bagian dari rezim tiran.</p>
<p>Selalu disebut wayang golongan kiri karena ia mendampingi para Ratu Sabrang yang berwatak otoriter, arogan, serakah dan takabur. Dalam lingkar kekuasaan tirani itulah, peran Bilung hadir sebagai penyeimbang. Peran yang sama juga dijalankan oleh Semar dan tiga anakknya. Namun tanggung jawab Bilung lebih berat dan lebih beresiko. Karena Bilung menghadapi penguasa lalim yang sulit dinasehati. Bilung representasi suara rakyat jelata, menasehati akan hal-hal yang baik, namun ucapannya cenderung diabaikan. Menasehati penguasa lalim adalah sebuah ibadah yang mulia. Bilung menjalani itu bukan semata statusnya, namun dengan etika, loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Menghadapi raja paling arogan sekalipun, Bilung selalu menasehati dengan cara yang baik. Ia mengkritik dalam dialog yang formal, bukan dengan cara demonstrasi membuka aib penguasa.</p>
<p>Pada sebuah lakon wayang “Antareja Mbalela”, Bilung menunjukkan cara santun, elegan dan bermartabat untuk menolak perintah majikan yang tidak sesuai hati nuraninya. Bilung mengajarkan loyalitas dan dedikasi seorang rakyat kepada penguasa. Bilung memiliki kekuatan yang sangat mungkin bisa mengalahkan siapapun termasuk majikannya. Namun itu tak menjadi alasan bagi Bilung untuk tidak taat atau tidak hormat. Meski sakti, sepanjang penguasa tak mengajak kepada maksiat, mbilung tak akan menolak. Namun ketika penguasa menyeleweng dari norma kebenaran, maka itu tugas Bilung untuk menasihati secara terhormat.</p>
<p>Dalam konteks masa kini, Bilung dan Togog adalah sosok purba dan mungkin dianggap ortodok yang sudah tak populer di mata semua orang. Mungkin itu juga yang membuat masyarakat dijangkiti penyakit lupa berjamaah pada keluhuran etika kerakyatan yang diajarkan oleh Bilung.</p>
<p>Ketika Bilung mengajarkan loyalitas, masyarakat dengan mudah mengkhianati koalisi yang dibangun dengan rasa saling percaya. Ketika Bilung mengajarkan etika penguasa, masyarakat lebih suka dengan cara arogan, saling cela, membuka aib dan saling memfitnah. Bilung hanyalah rakyat, tetapi ia juga mengajarkan etika menjadi elite yang bermartabat. Ia tak akan melakukan kudeta hanya karena merasa lebih kuat. Ia tak akan korupsi meskipun ada kesempatan, Bilung tak akan berkhianat ketika beda pendapat. Ia tak akan oportunis hanya karena ambisi. Tak lantas menjadi kutu loncat hanya karena sebuah kepentingan.</p>
<p>Bilung adalah pelajaran berharga bagi kita untuk mengerti makna menghormati dari banyak hal. Bilung adalah rakyat, dan rakyat adalah kita yang suaranya seharusnya terwakili, sebab suara rakyat adalah suara Tuhan. Rakyat tak pernah punya kuasa untuk menagih janji, apalagi meminta bukti. Bilung hanya selalu berharap wakil-wakilnya menjaga komitmen janji yang sering diucapkan mereka.</p>
<p>Kehadiran memo x juga seperti Bilung. Hadir sebagi harian pagi yang memberikan pencerahan bagi rakyat dan pemimpin dari sisi yang beda, gaya yang nyentrik. Diwujudjan dalam huruf kecil dengan ukuran besar, karena memo x berasal dari rakyat jelata, tapi memiliki kebesaran jiwa bagi bangsa dan negara. Memiliki simbol huruf &#8216;X&#8217; yang kokoh, tegas dan tajam seperti sikap Bilung yang berani memberikan nasehat yang berbeda dengan para penjilat penguasa. Harian pagi memo x mengukuhkan diri sebagai koran regional Jatim, karena bekerja dari Jawa Timur untuk Indonesia. Bravo harian pagi memo x, dirgahayu yang keempat tahun. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis:</strong></p>
<p><em>Januar Triwahyudi<br />
Redaktur Memontum.com</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98492</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
