<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Harjalu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/harjalu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2025 15:59:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Harjalu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sekda Lumajang Lepas Peserta Parade Drumband Meriahkan Perayaan Harjalu</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-lumajang-lepas-peserta-parade-drumband-meriahkan-perayaan-harjalu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Drumband]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228902</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770, terasa sangat istimewa. Itu karena, dalam serangkaian pelaksanaan juga diisi kegiatan Parade Drumband Kabupaten Lumajang 2025, yang diselenggarakan di Jalan Ahmad Yani (Timur Stadion Semeru), Sabtu (20/12/2025) tadi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan bahwa drumband ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, disiplin dan kebersamaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770, terasa sangat istimewa. Itu karena, dalam serangkaian pelaksanaan juga diisi kegiatan Parade Drumband Kabupaten Lumajang 2025, yang diselenggarakan di Jalan Ahmad Yani (Timur Stadion Semeru), Sabtu (20/12/2025) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan bahwa drumband ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, disiplin dan kebersamaan anak-anak melalui seni dan olah raga. &#8220;Drumband bukan sekadar lomba, tetapi wadah pengembangan kreativitas dan pembentukan karakter peserta sejak dini. Kami mengapresiasi seluruh guru, pembina dan wali murid yang mendukung anak-anak, serta Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lumajang yang telah menginisiasi Kejurkab ini,&#8221; kata Sekda Agus.</p>



<p>Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya mendidik anak-anak dalam melatih disiplin, ketegasan dan kebersamaan. &#8220;Tentu ini membutuhkan effort yang tidak ringan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dibangun melalui seni dan olahraga,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekda Agus juga menekankan peran orang tua dan sekolah dalam memberikan dukungan, sesuai semboyan Jawa Timur Jer Basuki Mawa Beya, bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama semua pihak. Dirinya juga mengajak semua pihak, untuk menghormati keputusan dewan juri dan memberi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.</p>



<p>Kejurkab Drumband Kabupaten Lumajang 2025 ini diikuti oleh 36 peserta dari jenjang TK, SD/MI, dan SMP, serta satu peserta kehormatan, Marching Band Gita Wira Bhakti yang seluruh personelnya ASN. Kegiatan ini, menjadi ajang apresiasi bakat siswa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan kegiatan kolektif.</p>



<p>“Selamat menampilkan kreativitas kalian dan nikmati kemeriahan Harjalu ke-770. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi pertumbuhan karakter dan kreativitas kalian di masa depan,” imbuh Agus Triyono. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Harjalu Ke-770, Bupati Lumajang Tegaskan Arah Pembangunan Daerah melalui 8 Asta Cita Nararya</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-harjalu-ke-770-bupati-lumajang-tegaskan-arah-pembangunan-daerah-melalui-8-asta-cita-nararya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[ke-770,]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[nararya]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228783</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memaknai peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 tahun 2025, sebagai momentum strategis untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang terstruktur dan berbasis nilai. Melalui delapan arah kebijakan Asta Cita Nararya, Pemerintah Kabupaten Lumajang meneguhkan visi Amanah, Manusiawi dan Berkeadilan sebagai landasan utama dalam menata masa depan daerah. &#8220;Pembangunan Lumajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memaknai peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 tahun 2025, sebagai momentum strategis untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang terstruktur dan berbasis nilai. Melalui delapan arah kebijakan Asta Cita Nararya, Pemerintah Kabupaten Lumajang meneguhkan visi Amanah, Manusiawi dan Berkeadilan sebagai landasan utama dalam menata masa depan daerah.</p>



<p>&#8220;Pembangunan Lumajang tidak disusun secara sektoral, melainkan dirancang saling terhubung dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Asta Cita Nararya kami susun sebagai arah pembangunan yang saling menguatkan. Tidak ada kebijakan yang berdiri sendiri, karena pembangunan Lumajang harus berjalan utuh, terencana dan berpihak pada masyarakat,” kata Bupati Indah, dalam prosesi Harjalu ke-770 yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (15/12/2025) tadi.</p>



<p>Pilar Lumajang Melayani, menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah, menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang amanah. Peningkatan kualitas dan kecepatan layanan publik dipandang sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan kepastian layanan bagi seluruh warga.</p>



<p>“Pelayanan publik yang baik bukan sekadar prosedur, tetapi wujud kehadiran pemerintah yang melayani dengan hati dan rasa tanggung jawab,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, pilar Lumajang Tangguh diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai tantangan, baik kebencanaan, dinamika sosial, maupun perubahan global. Ketangguhan diposisikan sebagai karakter kolektif yang tumbuh dari solidaritas dan kekuatan sosial masyarakat.</p>



<p>“Ketangguhan Lumajang bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga ketangguhan sosial, bagaimana kita saling menguatkan dan bangkit bersama dalam situasi apa pun,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pilar Lumajang Membangun, pemerintah memastikan pembangunan berjalan merata dan berkeadilan. Akses infrastruktur, pelayanan dasar dan peluang ekonomi dirancang agar menjangkau seluruh wilayah tanpa meninggalkan kelompok mana pun.</p>



<p>Pilar Lumajang Eksotik menjadi upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian identitas daerah. Budaya, sejarah, dan pariwisata dipandang sebagai kekuatan strategis yang mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat jati diri Lumajang.</p>



<p>Pada aspek sosial, Lumajang Peduli menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan melalui penguatan perlindungan sosial dan kebijakan yang inklusif. “Pembangunan harus memberi rasa aman dan perlindungan, terutama bagi masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menambahkan bahwa pilar Lumajang Unggul menjadi investasi jangka panjang daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kunci kemajuan Lumajang ada pada manusianya. Karena itu, pendidikan, kesehatan dan penguatan kapasitas generasi muda menjadi prioritas pembangunan,” kata Wabup Yudha.</p>



<p>Dalam konteks keberlanjutan, Lumajang Lestari diposisikan sebagai komitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya dukung lingkungan. “Kita ingin Lumajang tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Pembangunan hari ini harus tetap memberi ruang hidup bagi generasi yang akan datang,” tegas Mas Yudha-sapaannya.</p>



<p>Adapun pilar Lumajang Lumbung Pangan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah sebagai fondasi ekonomi dan sosial masyarakat. “Ketahanan pangan adalah kekuatan dasar daerah. Dari sinilah stabilitas dan kemandirian Lumajang dibangun,” tambahnya.</p>



<p>Melalui delapan pilar Asta Cita Nararya, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembangunan diarahkan secara terintegrasi, berkesadaran dan berbasis nilai. Harjalu ke-770 menjadi penanda bahwa perjalanan Lumajang ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga kemanusiaan, keadilan dan keberlanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228783</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Harjalu Ke-770, Refleksi Bersama Perjalanan Lumajang dari Masa ke Masa</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-harjalu-ke-770-refleksi-bersama-perjalanan-lumajang-dari-masa-ke-masa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[ke-770,]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228777</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 tahun 2025 sebagai momentum kontemplatif untuk menengok kembali perjalanan sejarah daerah yang panjang dan berlapis. Usia 770 tahun, menempatkan Lumajang sebagai salah satu wilayah dengan jejak sejarah kuat, mulai dari masa kerajaan, periode kolonial, hingga menjadi bagian dari Indonesia modern. Bupati Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 tahun 2025 sebagai momentum kontemplatif untuk menengok kembali perjalanan sejarah daerah yang panjang dan berlapis. Usia 770 tahun, menempatkan Lumajang sebagai salah satu wilayah dengan jejak sejarah kuat, mulai dari masa kerajaan, periode kolonial, hingga menjadi bagian dari Indonesia modern.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyebut bahwa peringatan Harjalu tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi ruang refleksi bersama untuk memahami kesinambungan perjalanan Lumajang dari masa ke masa. Dalam lintasan waktu yang panjang tersebut, Lumajang tumbuh melalui berbagai dinamika, perubahan sosial, serta tantangan yang membentuk karakter dan identitas daerah hingga hari ini.</p>



<p>&#8220;Melalui peringatan Hari Jadi ke-770, pemerintah daerah mengajak masyarakat melihat sejarah sebagai bagian yang hidup dan relevan dengan pembangunan masa kini. Sejarah tidak diposisikan sebagai nostalgia, melainkan sebagai sumber nilai dan pembelajaran dalam merumuskan arah kebijakan daerah,&#8221; kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam acara prosesi Harjalu ke-770 di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (15/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah menyampaikan bahwa pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi penting dalam membangun daerah. Dengan mengenali perjalanan masa lalu, Lumajang dapat melangkah ke depan tanpa kehilangan jati diri dan konteks sosialnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Perjalanan panjang Lumajang mengajarkan banyak hal. Dari sejarah kita belajar tentang nilai kebersamaan, ketekunan dan kemampuan beradaptasi,” urainya.</p>



<p>Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan harus berpijak pada pemahaman sejarah dan budaya lokal. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil tidak terlepas dari karakter masyarakat dan nilai-nilai yang telah tumbuh sejak lama.</p>



<p>Peringatan Harjalu ke-770, juga menjadi pengingat bahwa identitas Lumajang terbentuk dari proses panjang yang melibatkan berbagai generasi. Kesadaran sejarah dinilai penting untuk memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta mengembangkan daerah.</p>



<p>Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus membangun dengan berlandaskan nilai sejarah dan budaya. Refleksi atas masa lalu diharapkan mampu menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, inklusif dan relevan dengan tantangan masa depan.</p>



<p>&#8220;Harjalu ke-770 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga penanda kesadaran kolektif bahwa masa depan Lumajang dibangun dengan menghargai perjalanan panjang yang telah dilalui,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lantunan Ayat Suci dan Doa Bersama Menggema di Rangkaian Harjalu</title>
		<link>https://memontum.com/lantunan-ayat-suci-dan-doa-bersama-menggema-di-rangkaian-harjalu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[lantunan]]></category>
		<category><![CDATA[menggema]]></category>
		<category><![CDATA[rangkaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228741</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) semestinya dimaknai sebagai momentum muhasabah bersama. Menurutnya, usia Lumajang yang telah melampaui 7 abad bukan hanya tentang rentang sejarah, melainkan tentang tanggung jawab lintas generasi dalam menjaga nilai, arah dan tujuan pembangunan. Hal ini, disampaikannya dalam Khotmil Qur’an dan Istighosah Kubro [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) semestinya dimaknai sebagai momentum muhasabah bersama. Menurutnya, usia Lumajang yang telah melampaui 7 abad bukan hanya tentang rentang sejarah, melainkan tentang tanggung jawab lintas generasi dalam menjaga nilai, arah dan tujuan pembangunan.</p>



<p>Hal ini, disampaikannya dalam Khotmil Qur’an dan Istighosah Kubro rangkaian peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 di Peringgitan Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (14/12/2025) tadi. “Kehadiran kita hari ini adalah wujud kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus kepedulian terhadap masa depan Lumajang. Dari sinilah kita menata niat, menundukkan ego dan memperkuat keikhlasan dalam membangun,” katanya.</p>



<p>Bupati Indah menyampaikan, bahwa kekuatan Lumajang tidak hanya bertumpu pada potensi alam dan fisik wilayah, tetapi juga pada karakter masyarakatnya. Oleh karena itu, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara kemajuan material dan penguatan spiritual, agar pertumbuhan yang dicapai tetap menghadirkan ketenteraman, keadilan dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>



<p>Dalam Istighosah Kubro tersebut, doa dipanjatkan untuk keselamatan Lumajang, perlindungan dari berbagai risiko kebencanaan, serta keberlanjutan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Momentum ini, juga dimanfaatkan untuk memohon kekuatan moral bagi para pemangku amanah agar senantiasa bekerja dengan integritas, keikhlasan dan tanggung jawab dalam melayani kepentingan publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan pentingnya menjaga harmoni antara ulama, umara dan masyarakat sebagai modal sosial utama dalam menjaga stabilitas daerah. Di tengah dinamika dan tantangan zaman, nilai kebersamaan dan saling menguatkan menjadi penyangga penting bagi ketahanan sosial Lumajang.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang mengajak seluruh elemen masyarakat, menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai karakter dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam ritual, tetapi juga dalam sikap, etika sosial dan semangat gotong royong. &#8220;Harapannya, Lumajang terus tumbuh sebagai daerah yang religius, damai dan sejuk, sekaligus melangkah mantap menuju masa depan yang maju, mandiri dan bermartabat,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dalam momen ini, lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama menggema dalam Khotmil Qur’an dan Istighosah Kubro. Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif untuk menata batin, menyatukan harapan dan memperkuat fondasi moral pembangunan daerah.</p>



<p>Memasuki usia ke-770 tahun, Lumajang menatap masa depan dengan doa sebagai fondasi, persatuan sebagai kekuatan dan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kompas arah pembangunan yang berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tawarkan Pesona Keindahan Lumajang, Bupati Indah Lepas Peserta Trail Adventure Day Harjalu</title>
		<link>https://memontum.com/tawarkan-pesona-keindahan-lumajang-bupati-indah-lepas-peserta-trail-adventure-day-harjalu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226696</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, serta jajaran Forkopimda, melepas puluhan peserta Trail Adventure Day Harjalu, di Kawasan Wonerjo Terpadu (KWT), Minggu (12/10/2025) tadi. Gelaran ini, akan menyusuri jalur perbukitan, menembus hutan dan menyeberangi sungai jernih di KWT Lumajang. Sementara pelaksanaan ini, digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, serta jajaran Forkopimda, melepas puluhan peserta Trail Adventure Day Harjalu, di Kawasan Wonerjo Terpadu (KWT), Minggu (12/10/2025) tadi.</p>



<p>Gelaran ini, akan menyusuri jalur perbukitan, menembus hutan dan menyeberangi sungai jernih di KWT Lumajang. Sementara pelaksanaan ini, digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Lumajang (Harjalu) ke-780.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa Trail Adventure Day Harjalu bukan sekadar rute off road atau adrenalin semata. “Trail Adventure Day ini mengajak peserta merasakan setiap lanskap, memahami cerita di balik alam dan membawa pulang pengalaman yang akan terus dikenang dan diceritakan kembali,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Ditambahkan Bunda Indah, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta, untuk menyentuh langsung keindahan alam Lumajang. Dari panorama perbukitan hingga kawasan hutan yang asri, sekaligus mengenal karakter unik setiap destinasi yang dilalui.</p>



<p>“Setiap tikungan rute dan setiap hamparan alam memiliki cerita sendiri. Kita ingin peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tapi juga membawa pulang kisah Lumajang ke keluarga, teman dan komunitas mereka,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Trail Adventure Day Harjalu sendiri, diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Rutenyapun dirancang, agar setiap peserta dapat berinteraksi langsung dengan alam, menyaksikan lanskap unik dan memahami budaya lokal yang melekat di setiap destinasi dengan tetap menjaga keselamatan.</p>



<p>“Nikmati setiap langkah, hargai setiap pemandangan dan biarkan pengalaman ini menjadi cerita yang akan anda bagikan kembali,” paparnya.</p>



<p>Kegiatan ini, didukung penuh oleh aparat keamanan dan Forkopimda Lumajang. Diantaranya, seperti Dandim 0821, Kapolres Lumajang, Komandan Batalion Yonif 527 hingga Wakil Ketua III DPRD Lumajang.</p>



<p>Dengan pengalaman langsung ini, Pemkab Lumajang berharap Trail Adventure Day Harjalu dapat memperkuat citra Kabupaten Lumajang, sebagai destinasi wisata yang ramah, autentik dan berkesan. Sekaligus, mendorong peserta menjadi duta pengalaman Lumajang di seluruh Indonesia.</p>



<p>“Kami ingin setiap peserta pulang membawa lebih dari sekadar adrenalin atau foto. Mereka membawa pengalaman yang dapat dikenang, diceritakan dan menginspirasi orang lain untuk mengenal Lumajang lebih dekat,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p>Trail Adventure Day Harjalu sendiri, membuktikan bahwa pariwisata Lumajang lebih dari sekadar destinasi. Namun, juga menjadi pengalaman hidup yang mengajak peserta menghargai alam dan cerita di balik setiap lanskap. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226696</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prosesi Peringatan Ke-769 Harjalu Direspon Masyarakat dengan Antusias</title>
		<link>https://memontum.com/prosesi-peringatan-ke-769-harjalu-direspon-masyarakat-dengan-antusias</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antusias]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[direspon]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[ke-769,]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[prosesi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217585</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ribuan masyarakat dengan penuh antusias berkumpul di area Alun-alun Kabupaten Lumajang, Minggu (15/12/2024) tadi. Aktivitas sejumlah warga tersebut, untuk menyaksikan prosesi Hari Jadi ke-769 Kabupaten Lumajang (Harjalu) yang digelar Pemkab Lumajang. Prosesi Harjalu dengan penuh semangat tradisional tersebut, diawali pertunjukan teatrikal dengan cerita Penobatan Raja Lumajang yang tercatat dalam Prasasti Mula Malurung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ribuan masyarakat dengan penuh antusias berkumpul di area Alun-alun Kabupaten Lumajang, Minggu (15/12/2024) tadi. Aktivitas sejumlah warga tersebut, untuk menyaksikan prosesi Hari Jadi ke-769 Kabupaten Lumajang (Harjalu) yang digelar Pemkab Lumajang.</p>



<p>Prosesi Harjalu dengan penuh semangat tradisional tersebut, diawali pertunjukan teatrikal dengan cerita Penobatan Raja Lumajang yang tercatat dalam Prasasti Mula Malurung, yakni Nararya Kirana, putra Nararya Sminingrat.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengungkapkan bahwa Harjalu ke-769 kali ini mengusung tema &#8216;Terus Melaju dan Berdaya Saing&#8217;. Tema itu memiliki arti tetap konsisten berupaya membangun Lumajang di berbagai bidang, tetap tumbuh dan berkembang serta dapat bersaing di era kemajuan teknologi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita menginginkan proses pembangunan di Lumajang terus meningkat. Apapun ceritanya kita harus bisa mengangkat teknologi informasi dan hasil-hasil komoditas yang ada di Lumajang, sehingga bisa berdaya saing dan mengangkat roda ekonomi di Lumajang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dirinya juga menyoroti, mengenai pentingnya membangun sinergisitas antar berbagai pihak, khusus Forkopimda dalam mewujudkan Lumajang yang berdaya saing, sejahtera dan berkelanjutan. &#8220;Sinergi harus kita bangun untuk saling mendukung terwujudnya Lumajang yang berdaya saing, sejahtera dan berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Prosesi Harjalu semakin memukau dengan penampilan seni dari siswa-siswi di Kabupaten Lumajang. Tarian-tarian seperti Gelipang Rodat, Jaran Slining, Tari Pajurampak, Tari Topeng Kaliwungu, Jaran Kencak dan Tari Kopyah menambah warna dan keindahan acara.</p>



<p>Rangkaian prosesi ditutup dengan Grebeg Gunungan Hasil Bumi, yang mengandung filosofi sebagai bentuk doa, dengan harapan bisa membawa keberkahan bagi masyarakat Lumajang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217585</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhan Gelaran Budaya di Alun-alun Lumajang Meriahkan Harjalu</title>
		<link>https://memontum.com/suguhan-gelaran-budaya-di-alun-alun-lumajang-meriahkan-harjalu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217582</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menyongsong Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-769, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Bea Cukai kembali kampanyekan Gempur Rokok Ilegal dengan menggelar kegiatan Gelar Budaya di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/12/2014) malam. Gelaran ini, selain diisi sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, juga menampilkan beragam kesenian, seperti Reog dan Campursari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menyongsong Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-769, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Bea Cukai kembali kampanyekan Gempur Rokok Ilegal dengan menggelar kegiatan Gelar Budaya di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/12/2014) malam. Gelaran ini, selain diisi sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, juga menampilkan beragam kesenian, seperti Reog dan Campursari Singo Manunggal.</p>



<p>Hadir dalam kegiatan itu, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, Plt Kasatpol PP Kabupaten Lumajang dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Pj Bupati Indah Wahyuni menyampaikan rasa bangga dan bersyukur dapat bersinergi dengan Bea Cukai dalam melaksanakan amanah pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2024. Khususnya, dalam bidang penegakan hukum yang berfokus dalam pemberantasan barang kena cukai atau ilegal di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>&#8220;Tahun ini Kabupaten Lumajang sudah berusia atau berulang tahun ke &#8211; 769. Malam ini salah satu rangkaian kegiatan Harjalu tahun 2024 yang dikemas dalam kegiatan Gelar Budaya Gempur Rokok Ilegal. Sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Bea Cukai Probolinggo,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Bunda Yuyun-sapaan Pj Bupati Lumajang, bahwa kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan hiburan semata, namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait informasi ketentuan di bidang cukai yang sebagaimana tema Harjalu Tahun 2024 ini, yaitu &#8216;Terus Melaju dan Berdaya Saing&#8217;. Untuk itu, dirinya berharap melalui kegiatan gelar budaya tersebut nantinya bisa mempererat tali silaturahmi dan meraih masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Lumajang.</p>



<p>Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberantas keberadaan barang kena cukai ilegal khususnya rokok untuk rokok ilegal di wilayah Kabupaten Lumajang. &#8220;Mari menjadi warga yang bijaksana dan bersama-sama gempur rokok ilegal. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi upaya kita semua untuk menegakkan peraturan perundang-undangan di Kabupaten Lumajang, serta bebas dari peredaran rokok ilegal,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Probolinggo, Abdoel Rachman, menjelaskan bahwa peredaran rokok ilegal menjadi tantangan tersendiri di Indonesia. Hal itu, karena rokok ilegal yang dijual tanpa pita cukai yang sah, merusak tatanan ekonomi dengan mengurangi penerimaan negara yang seharusnya diperoleh dari cukai.</p>



<p>Untuk itu, DBHCHT merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah karena penerimaan dari cukai memiliki peran yang sangat penting terutama dalam membiayai program-program kegiatan, pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>&#8220;DBHCHT ini juga dapat digunakan untuk mendanai berbagai kegiatan membangun daerah, khususnya kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi, termasuk program-program meningkatkan kesejahteraan para petani pada sektor tembakau,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217582</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Harjalu, Pemkab Gelar Doa Bersama Lintas Agama</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-harjalu-pemkab-gelar-doa-bersama-lintas-agama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217573</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Lumajang ke-769 Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/12/2024) tadi. Hadir dalam pelaksanaan itu, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Sekda dan Asisten Sekda Kabupaten Lumajang, Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Lumajang ke-769 Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/12/2024) tadi. Hadir dalam pelaksanaan itu, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Sekda dan Asisten Sekda Kabupaten Lumajang, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Lumajang, tokoh agama dan masyarakat serta tamu undangan.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang menyampaikan, bahwa Desember adalah bulan yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat Lumajang, karena tepat pada tanggal 15 Desember merupakan Peringatan Harjalu. Pelaksanaan Harjalu sendiri, merupakan anugerah yang patut disyukuri, karena dalam kurun waktu selama ini, masyarakat Lumajang telah merasakan serta menikmati hidup dengan berbagai fasilitas yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa di bumi Kabupaten Lumajang.</p>



<p>&#8220;Pengelolaan SDA yang profesional, didukung SDM yang unggul, dengan tata kelola yang baik dan bertanggung jawab akan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Lumajang, adalah merupakan perwujudan rasa syukur atas karunia ini,&#8221; kata Bunda Yuyun-sapaan Pj Bupati Lumajang.</p>



<p>Ditambahkannya, tema Harjalu kali ini adalah &#8216;Terus Melaju dan Berdaya Saing&#8217;. Di mana, tema ini memiliki makna ajakan untuk seluruh elemen masyarakat untuk tetap konsisten, berupaya membangun Kabupaten Lumajang diberbagai bidang, agar tetap tumbuh dan berkembang, serta dapat bersaing diera kemajuan teknologi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Semangat ini, lanjutnya, sejalan dengan &#8216;Sasanti Amreta Brata Wira Bhakti&#8217;, yang ada dalam lambang daerah Kabupaten Lumajang, yang mengandung makna kebajikan yang kekal abadi, adalah sikap perbuatan kstaria dan penuh pengabdian. Sikap tersebut, menggambarkan kehendak bersama dari seluruh komponen masyarakat Lumajang untuk setia pada nilai-nilai kebajikan dan kehormatan dengan mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan, untuk mewujudkan Kabupaten Lumajang yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat.</p>



<p>Lebih lanjut Bunda Yuyun berharap, di dalam momen Harjalu ke &#8211; 769 tersebut bisa mempererat tali persaudaraan dan bersama-sama membangun Kabupaten Lumajang. Serta mengajak seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Lumajang untuk terus membangun Kabupaten Lumajang lebih maju.</p>



<p>Tidak lupa juga, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, wakil beserta anggota, jajaran Forkopimda plus, alim ulama dan tokoh masyarakat, atas sinergi dan kebersamaannya selama ini dalam membangun Lumajang. Serta, terima kasih juga kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Lumajang yang telah bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah pada pelaksanaan Pilkada Serentak tanggal 27 November 2024 yang lalu.</p>



<p>&#8220;Selesai sudah tugas saya menjadi Pj Bupati Lumajang, karena Harjalu ke &#8211; 769 ini menjadi momen terakhir saya dalam menjalankan tugas di Kabupaten Lumajang. Mudah-mudahan Lumajang tetap sejahtera, aman dan juga tetap langgeng pembangunannya dan kesejahteraannya merata. Akhirnya saya ucapkan Selamat Hari Jadi Lumajang yang ke &#8211; 769, Terus Maju dan Berdaya Saing,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217573</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Harjalu, DPRD Lumajang Tekankan Momentum untuk Tingkatkan Kesejahteraan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-harjalu-dprd-lumajang-tekankan-momentum-untuk-tingkatkan-kesejahteraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217299</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Lumajang, Bambang Irianto, yang merupakan politisi dari Partai Golkar, mengingatkan eksekutif agar momentum Hari Jadi Lumajang (Harjalu) bisa menjadi tonggak peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Tidak ketinggalan, di momen itu pula dirinya juga mengucapkan selamat merayakan Harjalu ke-769 dan berpesan kepada masyarakat Lumajang, agar peringatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Lumajang, Bambang Irianto, yang merupakan politisi dari Partai Golkar, mengingatkan eksekutif agar momentum Hari Jadi Lumajang (Harjalu) bisa menjadi tonggak peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Tidak ketinggalan, di momen itu pula dirinya juga mengucapkan selamat merayakan Harjalu ke-769 dan berpesan kepada masyarakat Lumajang, agar peringatan Harjalu tidak hanya menjadi ajang perayaan semata.</p>



<p>Peringatan yang mengambil tema &#8216;Terus Melaju &amp; Berdaya Saing&#8217;, diharapkan pula juga menjadi bagian merefleksikan perjalanan panjang Kabupaten Lumajang. “Bertambahnya usia Kabupaten Lumajang, semoga semakin memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat. Harapan kami, dengan semangat yang baru, Kabupaten Lumajang dapat lebih maju, sejahtera dan menjadi daerah yang semakin dikenal di tingkat nasional,” katanya, Kamis (05/12/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Puncak Hari Jadi Lumajang ke 769, yang jatuh pada 15 Desember 2024, dalam momen sakral tersebut sebelumnya sudah diagendakan berbagai kegiatan yang beraromakan kebudayaan di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Sebagai Ketua BK DPRD Kabupaten Lumajang, tidak ketinggalan dirinya juga menyampaikan pentingnya menjaga etika dan integritas dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Tujuannya, tentu guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.</p>



<p>&#8220;Perayaan Harjalu ke-769 ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun Kabupaten Lumajang,&#8221; tambahnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217299</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
