<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hasil &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hasil/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Aug 2023 11:03:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hasil &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hasil Evaluasi Tim Teknis TPA Tlekung Kota Batu Temukan Mesin Pemilah Sampah Tak Maksimal</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-evaluasi-tim-teknis-tpa-tlekung-kota-batu-temukan-mesin-pemilah-sampah-tak-maksimal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 11:02:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[maksimal,]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>
		<category><![CDATA[pemilah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[teknis]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194754</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mesin pemilah sampah yang ada di TPA Tlekung, dinilai kurang maksimal dalam beroperasi. Permasalahan tersebut, menjadi fokus dalam rapat evaluasi Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bersama tim teknis penyelesaian sampah di TPA Tlekung. Pj Wali Kota Aries menyampaikan, bahwa setiap hari akan melakukan evaluasi pekerjaan bersama tim teknis penyelesaian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Mesin pemilah sampah yang ada di TPA Tlekung, dinilai kurang maksimal dalam beroperasi. Permasalahan tersebut, menjadi fokus dalam rapat evaluasi Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bersama tim teknis penyelesaian sampah di TPA Tlekung.</p>



<p>Pj Wali Kota Aries menyampaikan, bahwa setiap hari akan melakukan evaluasi pekerjaan bersama tim teknis penyelesaian TPA Tlekung. Di mana setiap sorenya, tim akan membuat laporan progres report.</p>



<p>&#8220;Hasil evaluasi hari ini, itu saya lihat mesin pemilah sampah kurang berfungsi dengan baik. Artinya, volume yang diambil belum banyak,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (01/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih dari itu, menurutnya, ketika mesin pemilah sampah itu lambat bekerja, maka produksinya juga berkurang. Maka dalam evaluasi ini, menyimpulkan bisa saja mesin ditambah atau diganti dengan yang baru.</p>



<p>Mengenai pembahasan anggaran, Aries memastikan, bahwa dalam penyelesaian TPA Tlekung ini akan menggunakan anggaran. Dan, alokasi anggaran yang paling cepat yaitu dari belanja tak terduga (BTT).</p>



<p>&#8220;Dalam penyelesaian TPA Tlekung ini, anggaran harus ada. Anggaran paling cepat menggunakan BTT dan kebutuhannya berapa, sudah dihitung. Mudah-mudahan ini cepat bisa terealisasi,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194754</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Nilai Hasil Pertanian, Pemkot Probolinggo Gelar Potensi Produk Unggulan dan Olahan</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-nilai-hasil-pertanian-pemkot-probolinggo-gelar-potensi-produk-unggulan-dan-olahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193718</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pemkot Probolinggi menggelar Potensi Produk Unggulan dan Olahan Hasil Pertanian di Halaman Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Selasa (18/07/2023) pagi. Kegiatan ini, untuk meningkatkan nilai ekonomis dari rendahnya harga jual komoditas pertanian. Dalam gelaran ini, kegiatan diisi dengan menampilkan stan-stan pameran produk dan olahan hasil pertanian oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pemkot Probolinggi menggelar Potensi Produk Unggulan dan Olahan Hasil Pertanian di Halaman Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Selasa (18/07/2023) pagi. Kegiatan ini, untuk meningkatkan nilai ekonomis dari rendahnya harga jual komoditas pertanian.</p>



<p>Dalam gelaran ini, kegiatan diisi dengan menampilkan stan-stan pameran produk dan olahan hasil pertanian oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari lima kecamatan di Kota Probolinggo. Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama istri yang juga Ketua TP PKK, Aminah Hadi.</p>



<p>“Kombinasi acara seperti ini sebagai upaya untuk mengedukasi Gapoktan dan KWT yang mengolah makanan ini,” ujar Habib Hadi .</p>



<p>Kegiatan ini, sekaligus memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-51. Sementara dalam sambutannya, Habib Hadi juga menyoroti melimpahnya hasil panen yang dijual begitu saja tanpa melalui penambahan nilai.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Jika melihat hasil panen melimpah, berarti harus berpikir solusinya. Kelompok-kelompok wanita tani mampu membuat olahan-olahan yang sekiranya bisa menambah nilai ekonomis. Daripada hasil taninya hanya dijual begitu saja, berkurang nilainya atau bahkan rugi. Tetapi dengan adanya olahan-olahan ini, InsyaAllah akan ada aspek ekonomi yang lebih tinggi lagi,” ujar Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p>Dirinya pun meminta kepada perangkat daerah terkait yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan menggandeng DKUMP Kota Probolinggo, untuk memberikan pelatihan yang komprehensif. Mulai dari pembuatan olahan produk dari pertanian, packaging hingga perizinannya.</p>



<p>“Sehingga, nantinya bisa dikemas menjadi produk yang menarik,” tambahnya.</p>



<p>Mantan anggota DPR RI ini juga mengimbau, agar KWT mampu memahami dampak dari potensi penurunan harga pada hasil panen. KWT harus mampu mencari terobosan agar produk olahannya bisa menembus usaha retail modern seperti Indomaret, Alfamart dan lainnya.</p>



<p>“Kekompakan dan komitmen dari seluruh kelompok tani ini perlu kita kuatkan kembali untuk terus melakukan inovasi dan terobosan di sektor pertanian. Walaupun lahan kita kecil, tetapi kita harus bisa menguasai market dan pasar di daerah lain. Saya akan terus mencoba MoU dengan daerah lain,&#8221; urainya.</p>



<p>Dirinya memberikan contoh, dengan adanya permintaan jagung untuk pakan ayam. &#8220;Petani bisa mulai menyuplai kepada pengusaha-pengusaha yang membutuhkan pakan jagung untuk ayam. Harapannya, market tersebut akan dikuasai oleh petani-petani di Kota Probolinggo,” pesannya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Aries Santoso, mengatakan jika tantangan lain yang dihadapi petani di Kota Probolinggo adalah resistansi alih fungsi lahan. “Luas lahan pertanian semakin menyempit dan beralih fungsi. Ini termasuk tantangan,” jelasnya.</p>



<p>Aries pun menyebut, pihaknya tengah mengupayakan lahan-lahan marginal atau di sekitar rumah untuk bisa dimanfaatkan agar menghasilkan produk pertanian. “Seperti teknik hidroponik atau pola tanam tumpang sari. Kami memfasilitasi dengan bimbingan teknis agar petani-petani ini mampu mengelola usaha taninya,” jelasnya. <strong>(kom/nun/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193718</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Uji Lab Air Berwarna Merah di Pamekasan, DLH Sebut Bisa Sebabkan Kangker dan Gagal Ginjal</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-uji-lab-air-berwarna-merah-di-pamekasan-dlh-sebut-bisa-sebabkan-kangker-dan-gagal-ginjal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[berwarna]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kangker]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium. &#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Itu artinya, temperatur melebihi baku mutu, sehingga ada reaksi kimia dari air itu,&#8221; kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan, Farhatin, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Farhatin, ada beberapa kandungan yang didapat usai uji lab. Seperti, sulfida, yang bisa sebabkan racun pada ikan dan berbahaya bagi tubuh manusia bila dikonsumsi. Kemudian, mengandung ecoli yang bisa menyebabkan diare apabila dikonsumsi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Di sini ada kandungan zat besi, yakni mangan, kadnium serta tembaga (Cu). Zat-zat ini merupakan logam berat yang ada pada pewarna tekstil dna kalau dikonsumsi akan menyebabkan gagal ginjal. Sementara untuk angka panjangnya, bisa sebabkan kangker,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya mengatakan, ada tiga lagi dari uji laboratorium yang belum keluar. Itu karena, harus menunggu selama lima hari. Akan tetapi, air itu memang ada zat pencemarnya.</p>



<p>&#8220;Saat ini memang sudah normal airnya. Kalau pada saat itu dikonsumsi, itu akan merusak dan berbahaya. Jadi, memang ada zat pencemar tapi tidak tercemar berat,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193132</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Yuhronur Buka Pelaksanaan Lokakarya Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-yuhronur-buka-pelaksanaan-lokakarya-panen-hasil-belajar-pendidikan-guru-penggerak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[Lokakarya]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[penggerak]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192864</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sebanyak 144 Calon Guru Penggerak (CGP) yang terdiri dari 14 guru jenjang TK, 77 guru jenjang SD, 18 guru jenjang SMP, 19 guru jenjang SMA dan 16 guru jenjang SMK, mengikuti lokakarya panen hasil belajar Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7 wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur, yang diselenggarakan di Aula Pertemuan Gajah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sebanyak 144 Calon Guru Penggerak (CGP) yang terdiri dari 14 guru jenjang TK, 77 guru jenjang SD, 18 guru jenjang SMP, 19 guru jenjang SMA dan 16 guru jenjang SMK, mengikuti lokakarya panen hasil belajar Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7 wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur, yang diselenggarakan di Aula Pertemuan Gajah Mada Kabupaten Lamongan, Senin (10/07/2023) tadi. Lokakarya yang menampilkan beragam hasil kreatifitas CGP ini, dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Yuhronur mengaku bangga atas terselenggaranya PGP. Dimana, bahwa guru penggerak dapat memberdayakan dan membangun peradaban.</p>



<p>“Pendidikan tidak hanya sekedar mengajar dan pendidikan tidak hanya menuai hasil belajar. Tetapi lebih dari itu, bahwa yang kita lakukan dalam proses belajar mengajar adalah melahirkan generasi bangsa, generasi pembaharu yang tentu akan menjawab tantangan zaman. Untuk itu sebagai tugas pendidik adalah membangun peradaban,” paparnya.</p>



<p>Seiring dengan Program PGP, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus konsen pada pembangunan sumber daya manusia yang diwujudkan dengan Program Pendidikan Berkualitas dan Gratis (Perintis). Termasuk, pemberian beasiswa bagi guru berprestasi.</p>



<p>Di hadapan seluruh peserta CGP Lamongan, Bupati Yuhronur juga menyampaikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan. &#8220;Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyakarat. Sehingga, untuk mencapai sesuatu yang diimpikan atau dicita-citakan, perlunya merawat dan mengembangkan benih-benih tersebut,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Benih-benih tersebut, paparnya, ibarat anak didik. Jadi, perlunya dididik agar memiliki wawasan luas yang pada saatnya nanti akan membangun negeri ini menjadi bangsa yang maju.</p>



<p>&#8220;Untuk itu, kita juga harus fokus dalam mensukseskan guru-gurunya. Salah satunya, dengan Program PGP ini,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP), Abu Khaer, mengatakan bahwa Program PGP merupakan program Kementrian Pendidikan RI, yang ditujukan kepada guru-guru terbaik bangsa. Guru yang merasa terpanggil untuk mendorong perubahan pendidikan negeri ini ke arah yang lebih baik. Untuk itu melalui program ini, dirinya mengajak tenaga pendidik untuk memperbaharui dan meningkatkan mindset, skill set dan toolset.</p>



<p>“Seorang pendidik harus terus mengupgrade dan mengupdate kemampuannya. Melalui Program PGP yang dilakukan selama enam bulan dengan pelatihan daring, lokakarya dan pendampingan individu yang diikuti lintas guru jenjang TK hingga SMA. Diharapkan, ini dapat menjadikan guru menjadi lebih berdaya dan teladan bagi guru lainnya,” tuturnya.&nbsp;</p>



<p>Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, H Munif Syarif, serta kepala OPD terkait. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192864</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar, Bupati Jember Berharap Guru Penggerak Mampu Tingkatkan Mutu</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-lokakarya-7-panen-hasil-belajar-bupati-jember-berharap-guru-penggerak-mampu-tingkatkan-mutu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2023 10:09:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[Lokakarya]]></category>
		<category><![CDATA[mampu]]></category>
		<category><![CDATA[mutu]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[penggerak]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, menghadiri Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jember, Rabu (05/07/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya berharap agar guru penggerak mampu meningkatkan mutu pembelajaran di Kabupaten Jember. Pelaksanaan lokakarya sendiri, diikuti oleh 105 orang guru penggerak angkatan ke tujuh. “Esensinya, guru penggerak ini bagaimana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, menghadiri Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jember, Rabu (05/07/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya berharap agar guru penggerak mampu meningkatkan mutu pembelajaran di Kabupaten Jember.</p>



<p>Pelaksanaan lokakarya sendiri, diikuti oleh 105 orang guru penggerak angkatan ke tujuh. “Esensinya, guru penggerak ini bagaimana mereka untuk meningkatkan mutu sistem pembelajaran di Kabupaten Jember,” kata Bupati Hendy.</p>



<p>Dirinya menambahkan, guru penggerak untuk selalu menjadi pribadi yang tergerak dan menggerakkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Jember. Selain itu, mereka diharapkan untuk menularkan apa yang didapatkan dari lokakarya ini kepada guru lain.</p>



<p>“Dalam lokakarya ini, mereka akan digembleng untuk meningkatkan mutu pendidikan kepada para siswa. Diharapkan, para anak muda unggul di berbagai bidang dan itu esensinya di sana,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sekedar diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan pendidikan guru penggerak. Program ini, mengajarkan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.</p>



<p>Program ini, meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi dan pendampingan selama enam bulan bagi calon guru penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.</p>



<p>Program ini, akan menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri. Memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.</p>



<p>Kemudian, mampu merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua. Dapat berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid.</p>



<p>Selanjutnya, mampu mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah. Berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas, untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid. Serta, mampu mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>40 KK di Desa Tlekung Akan Manfaatkan Gas Metan dari Hasil Proses Tempat Pembuangan Akhir</title>
		<link>https://memontum.com/40-kk-di-desa-tlekung-akan-manfaatkan-gas-metan-dari-hasil-proses-tempat-pembuangan-akhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kk]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[metan]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191635</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membawa dampak positif tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPA. Bagaimana tidak, ada sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan itu, akan segera memanfaatkan gas metan hasil dari proses pengolahan TPA. Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu</strong> &#8211; Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membawa dampak positif tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPA. Bagaimana tidak, ada sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan itu, akan segera memanfaatkan gas metan hasil dari proses pengolahan TPA.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan bahwa untuk pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari pengolahan di TPA Tlekung, sudah dilakukan kerja sama dengan pihak desa dengan membubuhkan tanda tangan kesepakatan beberapa waktu lalu. &#8220;Jadi, sebanyak 40 KK warga Desa Tlekung ini nantinya akan menggunakan atau memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari TPA Tlekung. Dan, ini kami sudah MoU dengan pihak desa,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pemanfaatan gas metan, paparnya, masyarakat nantinya tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan, di sini sangat mengurangi biaya hidup keseharian dari 40 KK itu.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>&#8220;Nanti 40 KK ini tidak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli bahan bakar untuk keperluan memasak di dapur. Gas metan ini bersumber dari ratusan ton tumpukan sampah di TPA Tlekung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Secara teknis, jelas Aries, gas metan yang terkandung di dalam tumpukan sampah disalurkan ke rumah warga melalui pipa. Kemudian, diolah menjadi energi alternatif pengganti gas LPG yang diberikan secara cuma-cuma. Lebih dari itu, sebenarnya proses pembuatan gas metan ini juga mengurangi bau busuk yang ditimbulkan oleh gunungan sampah tersebut.</p>



<p>&#8220;Apabila dikelola dengan baik, sampah pun sangat menguntungkan masyarakat sekitar. Jika sebelumnya untuk sehari-hari warga harus beli LPG, maka sekarang cukup memanfaatkan gas metan. Di sini, jelas ini menguntungkan masyarakat apalagi di saat terjadinya kondisi kesulitan mencari LPG,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kepala Desa Tlekung, Sumardi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif rencana itu. Karenanya, sekarang tengah ditunggu untuk proses realisasinya.&nbsp; &#8220;Warga pastinya sangat menunggu dari realisasi itu. Karenanya, kami akan melihat kabar lanjutan soal pemanfaatan gas metan ke warga,&#8221; ujarnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191635</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Longkangan, Wujud Syukur Nelayan Munjungan Atas Hasil Laut Melimpah</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-longkangan-wujud-syukur-nelayan-munjungan-atas-hasil-laut-melimpah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[atas]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[longkangan,]]></category>
		<category><![CDATA[melimpah]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut. Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut.</p>



<p>Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng dan Ngadipuro Munjungan. Adat Longkangan sendiri, rutin diperingati di Pantai Blado yang terletak di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil laut yang dilakukan warga masyarakat nelayan di Teluk Sumbreng, Kecamatan Munjungan, yakni larungkan tumpeng agung ke lautan. Pelarungan tumpeng ini dilakukan turun temurun dan rutin digelar setiap tahun. Diharapkan, ini mampu menggeliatkan perputaran ekonomi masyarakat,&#8221; ungkap Wabup Syah, Selasa (13/06/2023) siang.</p>



<p>Mantan anggota DPRD Trenggalek ini mengatakan, bahwa semakin banyaknya event yang digelar, membuktikan perekonomian yang ada di Trenggalek kian menggeliat. &#8220;Longkangan ini adalah salah satu adat yang ada di Kecamatan Munjungan yang dikatakan sudah berusia sekitar 174 tahun, jadi sudah ada sejak lama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Untuk waktu pelaksanaan sedekah laut Longkangan, tambahnya, dilakukan di tiap Selo penanggalan Jawa. Upacara adat ini biasa dilakukan pada siang hari menjelang sore. Dengan diawali Kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado yang dipimpin langsung oleh Camat Munjungan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Kirab ini diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sesampainya di Pantai Blado, prosesi Longkangan dimulai. Seperti Labuh Larung Sembonyo, dalam tradisi Longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi ini.</p>



<p>&#8220;Ini juga salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam, jadi tidak hanya kelestarian budaya tapi alamnya juga. Karena masyarakat Munjungan meyakini ketika menjaga lautnya InsyaAllah kita juga akan dijaga oleh laut,&#8221; terang Wabup Syah.</p>



<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menambahkan, bahwa hal ini menunjukkan bahwasannya di Trenggalek utamanya di masing-masing daerah mempunyai sejarah yang akrab dengan ritual-ritual suci. Salah satunya Longkangan ini.</p>



<p>&#8220;Yang jelas acara seperti ini perlu kita lestarikan, pasalnya Trenggalek ada karena memang sejarahnya seperti ini. Ini merupakan bentuk perwujudan rasa syukur masyarakat. Saya harap Allah berkenan memberikan keselamatan dan kemakmuran khususnya Munjungan dan Kabupaten Trenggalek,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Camat Munjungan, Yusuf Widharto, berharap melalui adat Longkangan sebagai wujud syukur, tidak hanya nelayan namun seluruh masyarakat. Agar ke depan hasil laut semakin melimpah. &#8220;Semoga melalui kearifan lokal ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berkolaborasi dan bergotong royong menuju Kecamatan Munjungan yang sumbut,&#8221; kata Yusuf.</p>



<p>Seperti yang terlihat di lokasi, setiap Longkangan ini digelar, masyarakat Munjungan dan sekitarnya maupun wisatawan selalu berduyung-duyung menyaksikan upacara adat ini. Baik di sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab maupun di lokasi upacara adat ini.</p>



<p>&#8220;Sebagai puncak acara adat Longkangan ini, masyarakat menghanyutkan (melarung, red) Tumpeng Agung di tengah lautan Pantai Blado. Nelayan bersama-sama melarung tumpeng usai itu mereka berpesta dan nelayan diperbolehkan melaut lagi. Sebab sebelumnya beberapa hari sebelum upacara dimulai, dilarang melaut terlebih dulu,&#8221; jelasnya.&nbsp;<strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190790</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
