<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hasilkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hasilkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 10:41:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hasilkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sapi Bantuan Presiden Hasilkan Ratusan Paket Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/sapi-bantuan-presiden-hasilkan-ratusan-paket-kurban</link>
					<comments>https://memontum.com/sapi-bantuan-presiden-hasilkan-ratusan-paket-kurban#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sapi kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Kamis (28/05/2026) tadi. Sapi hasil persilangan berbobot 1 ton 76 kilogram tersebut, menghasilkan sekitar 516 paket daging kurban, yang nantinya dibagikan kepada penerima manfaat di Kota Malang. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sapi kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Kamis (28/05/2026) tadi. Sapi hasil persilangan berbobot 1 ton 76 kilogram tersebut, menghasilkan sekitar 516 paket daging kurban, yang nantinya dibagikan kepada penerima manfaat di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa proses penyembelihan dilakukan sekitar pukul 08.15 WIB. Proses tersebut, tentunya dengan pengawasan ketat dari tim kesehatan hewan Dispangtan Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Pemeriksaan dilakukan mulai sebelum hingga sesudah pemotongan untuk memastikan kondisi hewan sehat dan daging aman dikonsumsi. Masing-masing daging kita timbang 1kg,&#8221; kata Anton.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa setelah dilakukan pemotongan tersebut juga dilakukan pemeriksaan post-mortem. Untuk memastikan kualitas daging tetap aman sebelum dibagikan kepada masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah pada hari ini pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kami menunjukkan kondisi sapi masih sehat dan layak untuk dipotong. Kemudian dilakukan pemeriksaan post-mortem untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Anton.</p>



<p>Menurutnya, bantuan sapi kurban dari Presiden RI menjadi berkah tersendiri bagi warga Kota Malang karena hasil dagingnya dapat menjangkau ratusan penerima manfaat. Daging kurban tersebut nantinya disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.</p>



<p>&#8220;Penyaluran daging kurban melalui Masjid Sabilillah Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain mengawasi pemotongan sapi bantuan Presiden, Dispangtan Kota Malang juga memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan dan lokasi pemotongan selama momentum Idul Adha. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>



<p>Sebagai informasi, sapi kurban bantuan dari Presiden RI tersebut berasal dari Sinchan Farm peternak asal Cemorokandang, Kota Malang dengan nilai mencapai Rp 105 juta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sapi-bantuan-presiden-hasilkan-ratusan-paket-kurban/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Pokir DPRD Hasilkan Jalan Paving Lingkungan di Dusun Krajan</title>
		<link>https://memontum.com/program-pokir-dprd-hasilkan-jalan-paving-lingkungan-di-dusun-krajan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[krajan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[paving]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229740</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peresmian jalan lingkungan hasil Program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di Dusun Krajan RT 025/RW 008, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, menjadi penegasan kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan DPRD, dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat. Peresmian jalan tersebut, dilakukan langsung Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam Peringatan Isra’ [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peresmian jalan lingkungan hasil Program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di Dusun Krajan RT 025/RW 008, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, menjadi penegasan kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan DPRD, dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat. Peresmian jalan tersebut, dilakukan langsung Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam Peringatan Isra’ Mi’raj dan peresmian Musala Al Hidayah, Sabtu (24/01/2025) malam.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan ini, dihadiri anggota Komisi D DPRD Lumajang, Awaluddin Yusuf , unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa Program Pokir merupakan instrumen strategis untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah. Melalui mekanisme ini, usulan warga yang diserap langsung oleh anggota DPRD dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.</p>



<p>“Pokir bukan sekadar program, tetapi bentuk nyata kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Dari sinilah, aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Dirinya juga menilai, pembangunan jalan lingkungan memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung aspek dasar kehidupan masyarakat. Mulai dari kelancaran mobilitas, akses layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pergerakan ekonomi warga. Sementara infrastruktur permukiman yang layak, dinilai sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga mengapresiasi, peran aktif anggota DPRD yang tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengawal proses penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan. Sinergi ini, menurutnya, menjadi kunci terciptanya pembangunan yang inklusif, merata dan berkeadilan.</p>



<p>“Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan wakil rakyat akan mempercepat pemerataan pembangunan. Jalan lingkungan seperti ini mungkin kecil skalanya, tetapi dampaknya besar bagi aktivitas dan keselamatan warga,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Indah menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Perbaikan jalan-jalan permukiman dipandang tidak hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai investasi sosial yang memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.</p>



<p>Warga Desa Tukum pun menyambut positif pembangunan jalan paving tersebut. Akses jalan yang lebih baik, diharapkan mampu memperlancar aktivitas harian, mempercepat distribusi hasil usaha, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan permukiman.</p>



<p>Melalui Program Pokir, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan arah pembangunan yang partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini diharapkan terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur lingkungan semakin merata, berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seleksi Ketat Program Cinta Bergema Hasilkan 7180 Calon Penerima Beasiswa</title>
		<link>https://memontum.com/seleksi-ketat-program-cinta-bergema-hasilkan-7180-calon-penerima-beasiswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[bergema]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[penerima]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227545</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah membentuk kelompok kerja (Pokja) Beasiswa untuk menyeleksi calon penerima Program Beasiswa Bupati Jember untuk Generasi Masa Depan (Cinta Bergema) 2025. Saat ini, Pokja Beasiswa telah menyelesaikan tugas dan hasilnya, diumumkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Jupriono, dalam konferensi pers bertajuk &#8216;Pro Gus’e Update&#8217; di Aula Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah membentuk kelompok kerja (Pokja) Beasiswa untuk menyeleksi calon penerima Program Beasiswa Bupati Jember untuk Generasi Masa Depan (Cinta Bergema) 2025. Saat ini, Pokja Beasiswa telah menyelesaikan tugas dan hasilnya, diumumkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Jupriono, dalam konferensi pers bertajuk &#8216;Pro Gus’e Update&#8217; di Aula Dinas Pendidikan, Sabtu (08/11/2025) malam.</p>



<p>Pokja sebelumnya sendiri, telah menerima berkas sebanyak 17.351 pendaftar. Setelah melalui rangkaian proses seleksi, 10.171 orang dinyatakan gugur. Sementara sebanyak 7.180 mahasiswa, dinyatakan lolos seleksi.</p>



<p>Tahapan uji publik calon penerima beasiswa, berlangsung sejak diumumkan pada Sabtu, 8 November 2025. Sementara Pemkab Jember sendiri, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 66,4 miliar melalui APBD Kabupaten Jember, untuk mendukung program tersebut.</p>



<p>Program ini, merupakan salah satu bentuk dukungan Pemkab Jember terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui Dinas Pendidikan (Dispendik). Pemerintah daerah, awalnya menyediakan kuota sebanyak 8 ribu penerima di tahun ini, namun dari hasil seleksi masih terdapat sisa 820 kuota yang belum terisi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal tersebut terjadi, karena proses seleksi dilakukan secara ketat dan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. “Mengapa kuota tidak terisi? Karena Pokja Beasiswa bekerja sesuai ketentuan yang ada, yaitu yang benar-benar memenuhi syarat dan itu yang diterima, bukan mengejar quotanya,” kata Sekda Jupriono.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Bahkan seluruh tahapan program, juga telah dijalankan dengan akuntabilitas tinggi.</p>



<p>“Dan ini nantinya secara jejak digital juga saya yakin bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” urainya.</p>



<p>Program Cinta Bergema sendiri telah dimulai sejak Rabu, 18 Juni 2025, dengan diawali dengan peluncuran resmi. Sosialisasi kepada mahasiswa dilakukan pada 19 hingga 26 Juni 2025, kemudian pendaftaran online berlangsung pada 30 Juni hingga 5 Juli 2025. Adapun tahapan wawancara, dilaksanakan pada 14 hingga 19 Juli 2025.</p>



<p>Sekda Jupriono juga menyampaikan, harapan agar generasi muda Jember terus memiliki semangat dan keyakinan terhadap masa depan daerahnya. “Mudah-mudahan anak didik kita, anak muda Jember, selalu optimis bahwa Jember akan bangkit. Jember baru, jember maju,” tambahnya.</p>



<p>Hasil resmi penerima beasiswa diumumkan melalui situs Web Bergema dan akun Instagram resmi @wadul.guse. Para peserta diimbau untuk terus memantau kedua platform tersebut agar tidak tertinggal informasi terbaru. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227545</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PMK Pasuruan Tak Pengaruhi Produksi Susu Segar, Tahun 2024 Hasilkan 97 Juta Liter</title>
		<link>https://memontum.com/pmk-pasuruan-tak-pengaruhi-produksi-susu-segar-tahun-2024-hasilkan-97-juta-liter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruhi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[segar,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Munculnya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak akhir tahun 2024 lalu, tidak berdampak pada produksi susu dan daging sapi di Kabupaten Pasuruan. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, Jumat (03/01/2025) tadi. Diterangkan, bahwa sapi-sapi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Munculnya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak akhir tahun 2024 lalu, tidak berdampak pada produksi susu dan daging sapi di Kabupaten Pasuruan. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, Jumat (03/01/2025) tadi.</p>



<p>Diterangkan, bahwa sapi-sapi yang dinyatakan positif PMK bukanlah sapi perah. Namun, melainkan sapi potong. Sehingga, untuk produksi susu sampai sekarang masih aman.</p>



<p>&#8220;Produksi susu sapi segar di Kabupaten Pasuruan, tetap aman. Tidak terlalu berdampak banyak, meski kasus PMK mulai merebak lagi di Kabupaten Pasuruan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dijelaskannya, produksi susu sapi perah selama tahun 2024 kemarin, mencapai 97.112.202 liter. Dari jumlah tersebut, produksi paling banyak ada di wilayah Kecamatan Tutur. Totalnya, ada sebanyak 30.536.818 liter. Kemudian di wilayah Kecamatan Lekok, dengan 20.391.093 liter.</p>



<p>Kemudian, ada di wilayah Kecamatan Puspo dengan 15.765.314 liter dan 10 kecamatan penghasil lainnya, seperti Purwodadi, Purwosari, Lumbang, Pasrepan, Tosari, Rejoso, Grati, Pandaan, Kejayan dan Prigen. &#8220;Kalau sentra susu segar tetap ada di Kecamatan Tutur, Lekok dan Puspo. Total ada 13 wilayah kecamatan penghasil susu sapi segar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain tidak berpengaruh pada produksi susu segar, tambahnya, harganya pun juga sama dengan sebelumnya. Hanya saja, untuk harga susu segar tergantung dari kualitas susu yang berasal dari peternak. Besarannya antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu perliter.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Harga susu segar ditentukan dari kualitas susu segar yang dihasilkan. Intinya di kisaran antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu persatu liter,&#8221; urainya.</p>



<p>Lalu bagaimana dengan produksi daging sapi di Kabupaten Pasuruan, Syaifi menegaskan, bahwa selama setahun terakhir, produksi daging sapi potong mencapai 1.917.721 kilogram. Dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, produksi paling besar ada di wilayah Kecamatan Prigen, yakni mencapai 281.217 kilogram. Kemudian Kecamatan Wonorejo dengan 145.465 kilogram, Kecamatan Sukorejo dengan 144.091 kilogram, Kecamatan Gempol dengan 113.906 kilogram dan kecamatan lainnya.</p>



<p>Untuk sapi-sapi yang terkena PMK, kebanyakan sapi baru yang didatangkan dari luar Kabupaten Pasuruan. Sehingga, langsung dikarantina, diobati sampai sembuh.</p>



<p>&#8220;Paling banyak sapi baru datang dari luar Kabupaten Pasuruan, mungkin terkontaminasi dan akhirnya seperti membawa virus dari luar daerah kemudian masuk di wilayah Kabupaten Pasuruan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, tidak berdampaknya PMK pada produksi susu sapi segar, dibuktikan dengan semakin banyaknya permintaan dari Industri Pengolahan Susu (IPS) kepada koperasi susu di Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Bahkan, Bendahara KPSP Setia Kawan, Farhan Susanto, mengatakan dalam sehari, susu segar yang diproduksi mencapai 100.000 liter. Jumlah tersebut didapatkan dari 20 ribu ekor sapi dan dikirim ke 7 IPS, seperti Indolakto, Cimory, Frisian Flag, Freshland, Diamon, Greenfiled dan Sari Husada.</p>



<p>&#8220;Kami inginnya 130 ton per hari, tapi karena populasi sapinya turun , jadi masih kita pertimbangkan lagi untuk rencana berikutnya. Untuk harganya di atas Rp 8.800 per liternya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Panen Padi BK 01 di Desa Lamongan Arjasa, Bupati Situbondo Sampaikan 1 Hektare Hasilkan 8 Ton </title>
		<link>https://memontum.com/panen-padi-bk-01-di-desa-lamongan-arjasa-bupati-situbondo-sampaikan-1-hektare-hasilkan-8-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[arjasa,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[hektare]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207593</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, panen padi jenis BK 01 Agritan di lahan persawahan Harapan Makmur, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kamis (21/03/2024) tadi. Seperti diketahui, Padi BK 01 Agritan menjadi produk andalan di Kabupaten Situbondo dan hasilnya sangat memuaskan. &#8220;Alhamdulillah, hasil ubinan tadi setelah ditimbang mencapai 5,3 kilogram. Sehingga, dalam satu hektarenya kurang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, panen padi jenis BK 01 Agritan di lahan persawahan Harapan Makmur, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kamis (21/03/2024) tadi. Seperti diketahui, Padi BK 01 Agritan menjadi produk andalan di Kabupaten Situbondo dan hasilnya sangat memuaskan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, hasil ubinan tadi setelah ditimbang mencapai 5,3 kilogram. Sehingga, dalam satu hektarenya kurang lebih bisa menghasilkan 8,48 ton,&#8221; kata Bupati Karna, sesuai melakukan panen raya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bung Karna-sapaan akrab Bupati Situbondo menjelaskan, dengan hasil panen yang mencapai 8 ton lebih per hektare, maka dapat dipastikan Padi BK mampu meningkatkan pendapat ekonomi para petani. &#8220;Beras yang dihasilkan dari Padi BK 01 dan 02 Agritan, cukup pulen. Sehingga, sangat disukai oleh masyarakat dan petani pun juga turut suka, karena padi ini tidak terlalu banyak memerlukan Pupuk Urea,&#8221; jelas Bupati Situbondo. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka UKW Angkatan 54 dan 55, Sekda Kota Malang Harapkan Insan Pers Hasilkan Karya Lebih Mengedukasi</title>
		<link>https://memontum.com/buka-ukw-angkatan-54-dan-55-sekda-kota-malang-harapkan-insan-pers-hasilkan-karya-lebih-mengedukasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengedukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201784</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 54 dan 55 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di salah satu hotel Kota Malang, Jumat (17/11/2023) tadi. Dalam arahan yang diberikan, Erik berharap ke depan para jurnalis nantinya semakin mempunyai keahlian. Baik itu dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 54 dan 55 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di salah satu hotel Kota Malang, Jumat (17/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam arahan yang diberikan, Erik berharap ke depan para jurnalis nantinya semakin mempunyai keahlian. Baik itu dalam memberikan informasi yang mengedukasi serta memberikan literasi kepada warga masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.</p>



<p>“Saya mewakili bapak Pj Wali Kota Malang, diminta untuk membuka kegiatan ini. Tadi sudah saya sampaikan arahan-arahan beliau dan beliau juga sangat mendukung sekali kegiatan seperti ini. Sehingga, berharap pada rekan-rekan media, nantinya dalam proses-proses seperti ini semakin mempunyai keahlian. Bagaimana berita itu memperhatikan dari banyak sisi, tidak hanya dari satu sudut pandang,” jelas Sekda Erik.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika kegiatan tersebut juga dapat terus dilakukan berkesinambungan. Apalagi, Pemerintah Kota Malang juga akan terus memberikan dukungan dalam pelaksanaanya.</p>



<p>“Maka Pemerintah Kota Malang, Bapak Pj Wali Kota Malang support sekali dengan kegiatan-kegiatan ini, makanya ada beberapa hal yang di sinergikan pelaksanaannya, sebagai bentuk supporting,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya UKW PWI Malang Raya angkatan 54 dan 55. Menurutnya, UKW yang secara konsisten digelar oleh PWI Malang Raya merupakan bukti bahwa ada kepedulian untuk memperhatikan kualitas insan pers.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini bukti bahwa PWI Malang Raya dan seluruh stakeholder di Kota Malang memperhatikan kualitas pers di Malang,&#8221; tutur Lutfil.</p>



<p>Apalagi menurutnya, ada banyak peserta UKW dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam PWI Malang Raya. Sehingga, itu juga dinilai sangat berkontribusi dalam profesi jurnalis yang dinamikanya terus terjadi di Indonesia, termasuk di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Dari sekian puluh ribu wartawan di Indonesia yang sudah terverifikasi melalui UKW itu baru 9 sembilan koma sekian persen. Mudah-mudahan apa yang kita lalukan bersama melalui UKW bisa memberikan klarifikasi kepada publik,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menyampaikan jika UKW angkatan 54 dan 55 ini panitia membuka hingga total enam kelas. Yakni, dua kelas jenjang utama, dua kelas jenjang madya dan empat kelas jenjang muda, dengan diikuti oleh 48 peserta. Selain itu, kegiatan UKW juga akan berlangsung hingga Minggu (19/11/2023).</p>



<p>&#8220;Beberapa peserta juga ada yang menjadi Ketua PWI. Seperti Ketua PWI Sumenep dan Ketua PWI Jember. Sehingga saya harapkan, nantinya semua peserta UKW angkatan 54-55 ini bisa lulus dan dinyatakan berkompetensi,” imbuh Cahyono. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Olahan Susu Jadi Keju Mozzarella di Dusun Brau Kota Batu Hasilkan Omset hingga Rp 200 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/olahan-susu-jadi-keju-mozzarella-di-dusun-brau-kota-batu-hasilkan-omset-hingga-rp-200-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[mozzarella]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Olahan susu sapi yang dikembangkan menjadi keju mozzarella oleh warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mampu menghasilkan peningkatan pendapatan yang luar biasa. Pemasaran keju mozzarella yang mampu menembus Jawa dan Bali, pun mampu menghasilkan omset rata-rata Rp 200 juta perbulan. Pengelola keju mozarella, Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Olahan susu sapi yang dikembangkan menjadi keju mozzarella oleh warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mampu menghasilkan peningkatan pendapatan yang luar biasa. Pemasaran keju mozzarella yang mampu menembus Jawa dan Bali, pun mampu menghasilkan omset rata-rata Rp 200 juta perbulan.</p>



<p>Pengelola keju mozarella, Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin Narendra, mengatakan jika olahan susu sapi yang dijadikan Keju Mozzarella tersebut sudah mulai diproduksi sejak setahun lalu. &#8220;Keju yang diberi merk Chizzu ini merupakan produk Koperasi Margo Makmur Mandiri yang berada di RT04 RW10, Dusun Brau,&#8221; terangnya di tempat produksi keju mozzarella, Dusun Brau, Sabtu (19/08/2023) siang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pemasaran keju itu kini sudah menembus hingga Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali. &#8220;Bersyukur, produk kami diterima di pasaran, karena memiliki cita rasa berbeda yaitu lebih gurih. Mulai Jawa seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali. Tercatat, omzet pun pernah mencapai Rp 300 juta, tapi kalau rata-rata perbulan minimal Rp 200 juta,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dijelaskan Dapin, perkembangan kejunya itu sangat pesat karena pemasaran keju mozarella sangat mudah dan memiliki peluang besar. Apalagi, itu ditunjang adanya tren inovasi makanan. Saat ini, tidak hanya makanan barat yang menggunakan keju mozarella. Namun, makanan timur juga sekarang sudah banyak yang menggunakan keju mozarella untuk toping dan sebagainya.</p>



<p>&#8220;Mozarella produk dalam negeri tidak kalah dengan keju mozarella import. Karena rasanya lebih gurih dan lebih cocok ke lidah masyarakat. Itu yang membuat pemasaran mudah, rata-rata rumah makan hingga cafe yang memesan kepada kami,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Secara teknik, ujarnya, proses pengolahan susu sapi hingga menjadi keju mozzarella, pertama adalah bahan utama susu masuk ke mesin &#8216;cheese fat&#8217;. Suhu susu dinaikan menjadi 30 derajat dan ditambah bahan pengasam atau asam organik untuk menurunkan Ph susu. Kemudian, juga ditambah bahan penggumpal agar susu secara optimal menggumpal seperti jelly.</p>



<p>Untuk proses selanjutnya, ujarnya, setelah menggumpal maka dihancurkan dengan cara dicacah menggunakan pisau untuk mempercepat proses pengendapan. Setelah dihancurkan, gumpalan beku dan cair akan muncul. Lalu cairannya dibuang dan yang beku sudah menjadi keju. Berikutnya, keju yang sudah jadi diolah lagi agar menjadi mozarella. Proses terakhir, keju dilakukan pemuluran adonan pada kondisi suhu 70-80 derajat menggunakan mesin strecher. Setelah itu, keju mozarella pun jadi lalu dicetak dan dibekukan.</p>



<p>&#8220;Dalam pengolahan susu sampai menjadi keju mozzarella, biasanya memakan waktu sekitar 6 jam. Dari bahan baku 1000 liter susu dirinya mampu memproduksi 140 kilogram keju mozarella,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk pengolahan bahan, imbuhnya, dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu. Sehingga, perbulan mampu memproduksi 4 ton keju mozzarella. Di mana, hasil produksi itu dikemas 250 gram yang dibandrol Rp 28 ribu. Kemudian, dengan kemasan 1 kilogram dijual Rp 100 ribu. &#8220;Untuk memproduksi keju mozzarella ini tidak semua orang diperbolehkan masuk saat pengolahan. Karena, tempat harus steril agar tidak menganggu prosesnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pemilihan keju sebagai hasil olahan susu sapi, ungkapnya, meskipun koperasi susu di Kota Batu ada banyak, tapi yang membuat keju mozzarella belum ada. &#8220;Yang jelas, ini menjadi peluang bagi kami untuk bisa mengenalkan Dusun Brau khususnya dan Kota Batu pada umumnya dengan keju mozzarella,&#8221; imbuhnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Ketahanan Pangan, Moeldoko Dorong Petani Muda Pasuruan Hasilkan Produk Benih Padi Unggul</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-moeldoko-dorong-petani-muda-pasuruan-hasilkan-produk-benih-padi-unggul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[moeldoko]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195625</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengunjungi lokasi produksi benih padi di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/08/2023) tadi. Kunjungan ini, untuk melihat secara langsung proses produksi benih padi, mulai dari tahapan penelitian, penanaman, pengolahan hingga pengemasan. Hal ini, sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Salah satu yang menarik perhatian Moeldoko, adalah produksi benih padi tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengunjungi lokasi produksi benih padi di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/08/2023) tadi. Kunjungan ini, untuk melihat secara langsung proses produksi benih padi, mulai dari tahapan penelitian, penanaman, pengolahan hingga pengemasan. Hal ini, sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.</p>



<p>Salah satu yang menarik perhatian Moeldoko, adalah produksi benih padi tersebut dikelola oleh petani-petani muda. Fakta ini, menjadi jawaban atas keragu-raguan anak muda tentang masa depan pertanian.</p>



<p>“Apalagi mereka (petani muda) tidak hanya bergulat di sektor pertanian sebagai pekerja, tapi menyiapkan benih yang sangat baik untuk disajikan kepada petani. Saya senang dan bangga ternyata masih banyak anak muda yang bukan hanya mencintai, tapi benar-benar paham tentang pertanian,” tegasnya.</p>



<p>Begitu tiba di lokasi produksi benih padi yang terletak di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Moeldoko langsung turun ke sawah. Dirinya pun melihat lebih dekat para petani muda dalam melakukan proses tanam dan perawatan benih padi.</p>



<p>“Masa tanamnya 3 bulan,” tutur Moeldoko menirukan jawaban salah satu petani muda yang ada di lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selanjutnya, Moeldoko beranjak menuju tempat pengolahan. Di tempat ini, hasil panen benih padi mengalami proses pengeringan, dormansi atau waktu tunggu benih, pengemasan, hingga dipasarkan. Untuk menghasilkan benih padi unggul dari proses penelitian, tanam, pengolahan hingga pendistribusian dibutuhkan waktu lima bulan.</p>



<p>“Ini yang harus dipahami oleh masyarakat, betapa panjang proses penyiapan benih dari tanam sampai distribusi. Tidak semudah apa yang dibayangkan. Sebagian dari kita hanya tahu beras atau nasi ada di atas meja,” ujarnya.</p>



<p>Dalam kunjungannya, Moeldoko memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya petani muda di Kabupaten Pasuruan dalam mengembangkan benih padi unggul. Dirinya menyatakan, apa yang dilakukan petani muda tersebut benar-benar menentukan nasib petani dan ketersediaan pangan nasional.</p>



<p>“Nasib petani itu sangat tergantung dengan benih. Bayangkan kalau kamu (petani muda) menyiapkan benih pada para petani kurang bagus, dia harus menunggu kurang lebih tiga bulan, tahu-tahu panen gagal. Nah itu salah satu bagaimana benih begitu penting bagi para petani,” pesan Moeldoko.</p>



<p>Sementara itu, salah satu petani muda, Rofiq Zamroni, mengklaim benih padi yang dihasilkan memiliki banyak keunggulan. Seperti tahan terhadap serangan hama, potensi hasil panen yang tinggi, yakni bisa mencapai 9 ton lebih, waktu panen lebih cepat, dan rasanya juga enak.</p>



<p>“Tentu ini akan menguntungkan petani,” ucap Zamroni yang berperan di bidang penelitian dan pengembangan.</p>



<p>Seperti diketahui, ketahanan pangan masih menjadi salah satu isu strategis di dalam negeri. Terlebih Indonesia akan menghadapi El Nino, yakni fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena tersebut berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional karena adanya ancaman gagal panen, terutama pada lahan pertanian tadah hujan. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195625</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Brakseng Sumberbrantas Batu Mampu Hasilkan PAD Bersih Rp 17 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-alam-brakseng-sumberbrantas-batu-mampu-hasilkan-pad-bersih-rp-17-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[brakseng]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[juta]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[mampu]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbrantas]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193767</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Wisata Alam Brakseng di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ternyata mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersih sekitar Rp 17 juta. Pendapatan tersebut, terhitung mulai Februari hingga Mei 2023. Kepala Desa Sumber Brantas, Saniman, mengatakan bahwa dikenalnya Wisata Alam Brakseng tersebut karena terbangunnya tempat tongkrongan untuk ngopi. Selain itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Wisata Alam Brakseng di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ternyata mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersih sekitar Rp 17 juta. Pendapatan tersebut, terhitung mulai Februari hingga Mei 2023.</p>



<p>Kepala Desa Sumber Brantas, Saniman, mengatakan bahwa dikenalnya Wisata Alam Brakseng tersebut karena terbangunnya tempat tongkrongan untuk ngopi. Selain itu, juga ada camping ground yang sering dikunjungi wisatawan untuk singgah dan menikmati panorama yang ada.</p>



<p>&#8220;Wisata Brakseng mulai dikenal oleh wisatawan, terutama dari luar Kota Batu. Banyaknya anak muda yang datang dan singgah, hingga mampu menyumbang PAD bersih Rp 17 juta,&#8221; terangnya di Desa Sumber Brantas, Rabu (19/07/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adanya pemasukan itu, tambahny, sejak diberlakukan karcis bagi setiap pengunjung. Sementara, sebelumnya hitungan perkendaraan jika dirinci roda dua Rp 5 ribu dan roda empat Rp 10 ribu. Setelah berjalan diberlakukan karcis, ternyata menunjukkan peningkatan. Dimana, setiap akhir pekan dari pendapatan Rp 800 ribu naik menjadi Rp 2 juta.</p>



<p>&#8220;Terhitung mulai Februari hingga Mei pendapatan bersih dari Brakseng sekitar Rp 17 juta,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, tegas Saniman, ke depan harapannya akan menambah lagi wahana wisata yang salah satunya paket wisata jip keliling destinasi Wisata Alam Brakseng. &#8220;Yang jelas, tidak berhenti di sini saja. Kami akan menyuguhkan paket wisata seperti keliling area Brakseng dengan menggunakan mobil jip. Supaya, pendapatan lebih meningkat lagi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diketahui, Wisata Alam Brakseng yang berada di bawah Lereng Gunung Arjuna yang merupakan hamparan pertanian sayuran seperti kentang, wortel, kubis dan sawi. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193767</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
