<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hatta, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hatta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2026 16:48:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hatta, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wagub Jatim dan Wali Kota Malang Tinjau Drainase Soekarno Hatta, Temukan Empat Penyebab Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/wagub-jatim-dan-wali-kota-malang-tinjau-drainase-soekarno-hatta-temukan-empat-penyebab-banjir</link>
					<comments>https://memontum.com/wagub-jatim-dan-wali-kota-malang-tinjau-drainase-soekarno-hatta-temukan-empat-penyebab-banjir#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231103</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Senin (16/03/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan penyebab banjir yang sempat terjadi sebelumnya di kawasan tersebut. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Senin (16/03/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan penyebab banjir yang sempat terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menginventarisasi berbagai faktor yang memicu banjir di kawasan tersebut. “Memang kita sedang menginventarisir permasalahan apa saja yang menjadi penyebab banjir. Alhamdulillah tadi beberapa persoalan sudah bisa kita selesaikan satu per satu,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah tumpukan sampah yang menghambat aliran air menuju saluran drainase yang telah dibangun sebelumnya. Selain itu, persoalan lain juga berkaitan dengan pengaturan pintu air yang sebelumnya sempat terbuka sehingga air tidak masuk ke saluran drainase dan justru meluap ke jalan.</p>



<p>“Kalau pintu air terbuka, air tidak masuk ke saluran dan akhirnya meluap ke bawah. Ini sudah kita atur agar ketika terjadi potensi banjir pintu air bisa ditutup sehingga aliran air masuk ke saluran yang sudah dipersiapkan,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, menyebut terdapat empat poin utama yang menjadi perhatian dalam penanganan banjir di kawasan Jalan Soekarno Hatta. Pertama, adanya tumpukan sampah berukuran besar yang terbawa aliran air dan menyumbat saluran drainase. Bahkan, menurutnya, sejumlah benda besar seperti bantal, ban, hingga kayu sempat ditemukan menghambat aliran air.</p>



<p>“Kita sudah lakukan modifikasi agar sampah besar tetap tertahan, tetapi air dan sampah kecil masih bisa mengalir sehingga tidak membentuk tembok sampah yang menyebabkan air meluap ke jalan,” katanya.</p>



<p>Kedua, kondisi sediment trap atau penangkap endapan yang masih dipenuhi sisa material konstruksi saat pengerjaan drainase sebelumnya. Hal tersebut kini tengah dibersihkan, agar aliran air dapat berjalan lebih lancar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ketiga yaitu pengaturan pintu air di bagian hilir saluran. wagub Emil menegaskan, bahwa pintu air tersebut idealnya selalu dalam kondisi tertutup agar air tidak mengalir ke sungai di kawasan permukiman yang sebelumnya terdampak banjir.</p>



<p>“Kalau pintu ini terbuka saat debit air besar, air akan mengalir ke sungai di wilayah Ciliwung dan Kedawung yang kemarin mengalami banjir,” ucapnya.</p>



<p>Namun, Wagub Emil juga mengungkapkan, terdapat sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai yang sempat meminta agar pintu air tidak ditutup karena khawatir rumah mereka terdampak genangan. Meski begitu, pemerintah memutuskan bahwa kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas.</p>



<p>“Kesepakatannya pintu air ini tetap ditutup untuk mengurangi potensi banjir di wilayah yang lebih luas. Namun kami juga akan mencari solusi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut,” tambahnya.</p>



<p>Poin keempat, berkaitan dengan penataan trotoar di sepanjang kawasan Jalan Soekarno Hatta. Wagub Emil menjelaskan, bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini masih fokus pada pembangunan saluran drainase, sementara penataan trotoar dan estetika kawasan akan dilanjutkan pada tahun 2026.</p>



<p>&#8220;Sehingga, itu yang harus dibahas dengan Pak Wali. Karena dari sisi estetika, kenyamanan, Pak Wali tentu yang paling punya grand design bagaimana Kota Malang ini akan semakin nyaman, apalagi ini jalan protokol Kota Malang supaya indah,&#8221; imbuh Wagub Emil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wagub-jatim-dan-wali-kota-malang-tinjau-drainase-soekarno-hatta-temukan-empat-penyebab-banjir/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231103</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Percantik Kawasan Jalan Soekarno Hatta, DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya</title>
		<link>https://memontum.com/percantik-kawasan-jalan-soekarno-hatta-dlh-kota-malang-tanam-40-pohon-tabebuya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[percantik]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Tabebuya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan penanaman sedikitnya 40 bibit Pohon Tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (30/01/2026) tadi. Penanaman ini dilakukan, seiring telah rampungnya pembangunan drainase di kawasan itu. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan penanaman sedikitnya 40 bibit Pohon Tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (30/01/2026) tadi. Penanaman ini dilakukan, seiring telah rampungnya pembangunan drainase di kawasan itu.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan upaya pengembalian vegetasi yang sebelumnya ditebang selama proses pembangunan drainase. Karenanya sebagai upaya mempercantik kawasan, dilakukan penanaman kembali.</p>



<p>“Karena sekarang masih musim hujan, tadi pagi kami melakukan penanaman 40 bibit Tabebuya daun lebar dengan tinggi sekitar tiga meter,” kata Raymond.</p>



<p>Sebanyak sedikitnya 40 bibit, tambahnya, ditanam di sisi barat saluran drainase. Yakni, mulai dari Jembatan Soekarno Hatta (Suhat) hingga depan Politeknik Negeri Malang (Polinema), ruko di seberang Pizza Hut Delivery (PHD), sampai area RSUB Brawijaya. Tanaman Tabebuya dipilih, itu karena memiliki sejumlah keunggulan.</p>



<p>&#8220;Selain agar jenis tanamannya, daun dari pohon ini juga cukup lebar dan tidak gampang gugur. Kalau nanti berbunga, Tabebuya daun lebar ini bunganya akan berwarna ungu. Sehingga harapannya, kalau berbunga bersamaan akan terlihat bagus dan bisa memperindah kawasan Soekarno Hatta,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="428" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/01/Percantik-Kawasan-Jalan-Soekarno-Hatta-DLH-Kota-Malang-Tanam-40-Pohon-Tabebuya-2-1.jpg?resize=600%2C428&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-229882" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/01/Percantik-Kawasan-Jalan-Soekarno-Hatta-DLH-Kota-Malang-Tanam-40-Pohon-Tabebuya-2-1.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/01/Percantik-Kawasan-Jalan-Soekarno-Hatta-DLH-Kota-Malang-Tanam-40-Pohon-Tabebuya-2-1.jpg?resize=300%2C214&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">TABEBUYA: Beberapa titik lokasi yang sudah dilakukan penanaman Pohon Tabebuya. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Raymond juga menjelaskan, bahwa dalam lokasi penanaman memanfaatkan sela-sela yang tersedia pasca pembangunan drainase. Yaitu, dengan jarak sekitar 50 hingga 60 sentimeter dari tembok Polinema maupun area pertokoan dan rumah sakit. Terkait keamanan konstruksi drainase, Raymond memastikan sistem perakaran Tabebuya tidak membahayakan bangunan.</p>



<p>“Model akarnya adalah akar tunjang. Sehingga akan mencari sela dan tidak sampai meretakkan atau merusak pondasi maupun cor-coran drainase. Sehingga, sudah dipastikan aman,” tegasnya.</p>



<p>Diuraikannya, penanaman sendiri sengaja dipercepat, agar tanaman dapat memanfaatkan musim hujan untuk mempercepat pertumbuhan akar. Meskipun, dalam perkembangannya nanti tetap akan dilakukan penyiraman secara rutin.</p>



<p>“Musim hujan ini sangat membantu pertumbuhan akar, jadi kita manfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.</p>



<p>Ke depan, lanjutnya, DLH Kota Malang masih menunggu rencana pekerjaan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena sekitar Maret mendatang, kawasan drainase tersebut dijadwalkan akan dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian.</p>



<p>“Setelah pekerjaan pedestrian dari provinsi selesai, baru nanti kita evaluasi dan rencanakan penambahan elemen lain untuk mempercantik kawasan Soekarno Hatta,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pengerjaan Proyek Drainase di Jalan Soekarno Hatta, Wali Kota Wahyu Tekankan Ketepatan Waktu</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pengerjaan-proyek-drainase-di-jalan-soekarno-hatta-wali-kota-wahyu-tekankan-ketepatan-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 15:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[ketepatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226551</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung progres pengerjaan proyek drainase di sisi selatan koridor jalan Soekarno Hatta Kota Malang atau tepatnya di depan kampus Polinema, Senin (06/10/2025) malam. Dalam peninjauan itu, wali kota didampingi Kepala DPUPRPKP, Kepala Dinas Kominfo dan Camat Lowokwaru. Dalam peninjauan itu, pria yang akrab disapa Wahyu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung progres pengerjaan proyek drainase di sisi selatan koridor jalan Soekarno Hatta Kota Malang atau tepatnya di depan kampus Polinema, Senin (06/10/2025) malam. Dalam peninjauan itu, wali kota didampingi Kepala DPUPRPKP, Kepala Dinas Kominfo dan Camat Lowokwaru.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, pria yang akrab disapa Wahyu, terlihat masih mengenakan seragam dinas, walaupun sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Disampaikannya, bahwa tinjauan itu dilakukan untuk memastikan progres dan kendala pelaksanaan proyek strategis tersebut.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya ingin tahu secara langsung perkembangan di lapangan dan juga kendala dalam pelaksanaannya. Karena proyek ini ditargetkan selesai akhir Desember 2025. Namun, saya berharap tidak sampai akhir tahun sudah dapat dirampungkan, mengingat di bulan Desember ada perayaan Natal dan tahun baru,&#8221; ucap Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menyoroti, mengenai potensi hujan yang mulai meningkat pada Oktober hingga Desember 2025 ini. Karena itu, menurutnya dapat mempengaruhi kecepatan pengerjaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga mencatat, beberapa kendala teknis di lapangan, termasuk pembatasan jam kerja yang hanya dilakukan pada malam hari, yakni pukul 22.00 hingga 06.00 WIB. &#8220;Pekerjaan yang hanya bisa dilakukan malam hari, menjadi tantangan tersendiri. Maka, saya minta kepada Pak Kadis PUPRPKP agar dibahas secara teknis kemungkinan dilakukan sebagian pekerjaan di siang hari. Tapi harus tetap memperhatikan jam-jam padat agar tidak mengganggu arus lalu lintas,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dari laporan pengawas proyek, progres pekerjaan saat ini baru mencapai 14 persen, karena masih dikerjakan oleh satu tim. Ke depan, pengerjaan akan dilakukan secara paralel oleh tiga tim, yang masing-masing akan fokus di koridor selatan (depan Polinema), koridor tengah (depan RSUB) dan koridor utara (arah pertigaan Jalan Candi Panggung).</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga mengingatkan, agar pengawas dan pelaksana proyek terus menjaga komunikasi dengan masyarakat dan pelaku usaha sekitar lokasi pekerjaan. &#8220;Saya minta setiap perkembangan disampaikan kepada warga dan pelaku usaha yang terdampak, agar bisa melakukan antisipasi. Jangan sampai kegiatan pembangunan ini justru menimbulkan keluhan baru,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226551</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Pengerjaan Proyek Drainase Soekarno Hatta, Reklame dan Kabel Mulai Ditertibkan</title>
		<link>https://memontum.com/persiapan-pengerjaan-proyek-drainase-soekarno-hatta-reklame-dan-kabel-mulai-ditertibkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ditertibkan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Reklame]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224596</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Proyek drainase di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, bakal segera dikerjakan dalam waktu dekat. Menyongsong pengerjaan itu, penertiban terkait utilitas seperti reklame, kabel-kabel dan pohon, mulai dilakukan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa proses sosialisasi dan penertiban terhadap reklame dan utilitas sudah mulai berjalan. Satpol PP Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Proyek drainase di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, bakal segera dikerjakan dalam waktu dekat. Menyongsong pengerjaan itu, penertiban terkait utilitas seperti reklame, kabel-kabel dan pohon, mulai dilakukan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa proses sosialisasi dan penertiban terhadap reklame dan utilitas sudah mulai berjalan. Satpol PP Kota Malang, pun juga sudah diminta untuk turun ke lapangan.</p>



<p>&#8220;Satpol PP Kota Malang kemarin sudah diminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memasang rambu-rambu sosialisasi penertiban terkait dengan utilitas yang ada di lokasi drainase. Termasuk reklame, itu diminta provinsi untuk segera diturunkan,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (04/08/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, pola lalu lintas juga sedang disiapkan agar pengerjaan proyek tidak menimbulkan kemacetan parah. Terkait dengan pohon, Wahyu memastikan tidak akan banyak yang terdampak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menyampaikan bahwa proses persiapan di lapangan sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Termasuk pemberian peringatan kepada pemilik utilitas.</p>



<p>&#8220;Sudah dilakukan peringatan satu, dua, tiga oleh teman-teman Dinas SDA Provinsi. Kami dari Satpol PP juga sudah melakukan pemberitahuan baik formal maupun informal kepada pemilik reklame dan utilitas,&#8221; ujar Heru.</p>



<p>Beberapa pihak pemilik utilitas, menurutnya sudah kooperatif, bahkan ada yang membongkar reklamenya secara mandiri. &#8220;Di depan RSUB itu ada yang sudah bongkar sendiri. Kan enak seperti itu. Yang penting ada kesanggupan dari pemilik utilitas, berapa hari mereka butuh menyelesaikan,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Namun, jika pembongkaran itu terlalu lama dan terus mundur, maka bisa menghambat proyek. Heru menegaskan bahwa pekerjaan ini ada batas waktunya. &#8220;Untuk di tahap awal ini, kami tertibkan kabel, pohon, reklame, agar tidak mengganggu pengerjaan. Pohon juga tidak semua ditebang, hanya yang betul-betul terdampak,&#8221; imbuh Heru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224596</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
