<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>heboh ! &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/heboh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Jul 2025 05:21:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>heboh ! &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Heboh, Oknum Kepala Dusun di Sumberwringin Lumajang Ditembak Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-oknum-kepala-dusun-di-sumberwringin-lumajang-ditembak-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[ditembak]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[sumberwringin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223658</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Seorang oknum kepala dusun (Kasun) di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, ditembak petugas kepolisian Polres Lumajang, Jumat (04/07/2025) tadi. Sontak, kejadian inipun membuat heboh jagat maya. Itu karena, penembakan yang dilakukan petugas karena sang oknum yang diketahui berinisial BD, diduga terlibat aksi pencurian heran (Curwan) sapi yang meresahkan warga. Kasi Humas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Seorang oknum kepala dusun (Kasun) di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, ditembak petugas kepolisian Polres Lumajang, Jumat (04/07/2025) tadi. Sontak, kejadian inipun membuat heboh jagat maya. Itu karena, penembakan yang dilakukan petugas karena sang oknum yang diketahui berinisial BD, diduga terlibat aksi pencurian heran (Curwan) sapi yang meresahkan warga.</p>



<p>Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku Curwan. &#8220;Sekarang masih dalam pemeriksaan. Pelaku pencurian hewan,&#8221; terangnya, melalui sambungan telepon sembari menyatakan Senin (07/07/2025) lusa Polres Lumajang bakal menggelar konferensi pers.</p>



<p>Dari pantauan memontum.com dalam video yang beredar di media sosial, sang oknum berinisial BD, digelandang petugas menggunakan kursi roda dalam kondisi lemas dengan kedua kaki terlihat sudah terbungkus perban. Saat itu, sang oknum tengah di bawah ke ruang Satreskrim Mapolres Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan penangkapan ini, kontan menambah catatan deretan pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Lumajang, yang berhasil ditangkap dengan diterjang timah panas polisi. BD sendiri, saat sempat ditanya wartawan mengaku sudah dua kali melakukan aksi (mencuri sapi). &#8220;Dua kali,&#8221; ucapnya sambil merunduk lesu.</p>



<p>Penangkapan yang dilakukan petugas, pun mendapat apresiasi atas tindakan tegas itu. Warga berharap, penangkapan itu bisa memangkas aksi kejahatan yang dinilai sangat meresahkan.</p>



<p>&#8220;Kita sangat mendukung. Kapolres sdh muncul garangnya.. bbrp maling sapi dan recidivis ketangkep dan ditembak,&#8221; ucap warga mengomentari vedeo yang beredar. Komentar lain juga muncul, &#8220;Maling sapi, begal tembak pak,&#8221; ujar warga lainnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, sebelumnya Polres Lumajang juga menangkap DPO kasus pencurian sapi, Selasa (24/06/2025) malam. Tersangka berinisial MS (34), warga Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, yang diduga melakukan aksi pencurian sapi pada 5 September 2024 lalu di wilayah Kecamatan Ranuyoso. Saat diringkus, MS sempat melakukan perlawanan, sehingga petugas juga terpaksa melumpuhkan kakinya dengan tembakan. Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua ekor sapi dan kini kedua hewan ternak tersebut telah dikembalikan kepada pemiliknya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223658</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh, Duel Carok Diduga Akibat Asmara di Lumajang Sebabkan Satu Orang Jalani Perawatan Serius</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-duel-carok-diduga-akibat-asmara-di-lumajang-sebabkan-satu-orang-jalani-perawatan-serius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[serius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218127</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Duel carok terjadi di Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Minggu (05/01/2025) tadi. Kejadian ini, pun membuat heboh karena viral di media sosial. Diperoleh informasi, peristiwa carok ini melibatkan Solikin, warga setempat melawan Herman, warga Desa Ranu Bedali Ranuyoso. Peristiwa ini, hingga membuat seorang korban harus dilarikan ke rumah sakit RSUD dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Duel carok terjadi di Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Minggu (05/01/2025) tadi. Kejadian ini, pun membuat heboh karena viral di media sosial.</p>



<p>Diperoleh informasi, peristiwa carok ini melibatkan Solikin, warga setempat melawan Herman, warga Desa Ranu Bedali Ranuyoso. Peristiwa ini, hingga membuat seorang korban harus dilarikan ke rumah sakit RSUD dr Haryoto Lumajang, karena mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit di bagian paha.</p>



<p>Kapolsek Ranuyoso Polres Lumajang, AKP Imam Soepardi, ketika dikonfirmasi Memontum.com via sambungan telepon membenarkan peristiwa carok ini. &#8220;Pelaku masih lidik,&#8221; ungkapnya singkat kepada memontum.com, Minggu (05/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikonfirmasi lebih lanjut apakah kejadian ini meregut korban jiwa,</p>



<p>Ditanya mengenai kronologis pasti pemicu carok dan apakah dalam peristiwa ini mengakibatkan korban jiwa, Kapolsek hanya menjelaskan bahwa akibat carok itu, ada yang harus dilarikan ke rumah sakit. &#8220;Tadi dirawat di RSU. Masih bernapas,&#8221; ujarnya melalui pesan WhatsApp (WA).</p>



<p>Meski kejadian ini masih didalami petugas, namun kabar peristiwa itu menyebar secara berantai di pesan WhatsApp. Muncul dugaan, pemicu duel carok adalah urusan asmara terlarang. &#8220;Minggu 05 januari 2025 sekitar jam 07.30 wib telah terjadi duel carok antara Solikin vs Herman di Dusun Gunung Cilik, Desa Sumberpetung. Info sementara terkait asmara,&#8221; tulis netizen, di hari yang sama. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Bumiaji Heboh, Seorang Warga dapat Kiriman Bayi Perempuan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-bumiaji-heboh-seorang-warga-dapat-kiriman-bayi-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiaji]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[kiriman]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Suasana tenang warga di Dusun Jantur, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dibuat heboh, Jumat (15/12/2023) pagi sekitar pukul 05.00. Itu karena, salah satu warganya yakni Warsini (54), mendapat kiriman bayi perempuan yang ditaruh tepat di depan pintu teras rumahnya. Tak ayal, penemuan bayi yang tidak bersalah itupun menghebohkan warga. Warsini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Suasana tenang warga di Dusun Jantur, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dibuat heboh, Jumat (15/12/2023) pagi sekitar pukul 05.00. Itu karena, salah satu warganya yakni Warsini (54), mendapat kiriman bayi perempuan yang ditaruh tepat di depan pintu teras rumahnya. Tak ayal, penemuan bayi yang tidak bersalah itupun menghebohkan warga.</p>



<p>Warsini mengungkapkan, bahwa bayi yang ditemukan dirumahnya itu diperkirakan baru saja dilahirkan. &#8220;Sekitar pukul 05.00, biasanya saya pergi ke pasar untuk belanja. Namun pagi tadi, dari dalam rumah saya mendengar suara seperti tangisan. Hanya saja, awalnya saya menduga kalau itu suara kucing,&#8221; kata Warsini.</p>



<p>Karena penasaran, ujarnya, dirinya pun kemudian membuka pintu rumah. Saat itulah, baru disadari jika suara itu adalah bayi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Ternyata ada bayi berjenis kelamin perempuan, tepat di atas keset depan pintu. Seketika itu, saya terkejut dan teriak. Sampai-sampai semua keluarga saya langsung bangun,&#8221; terangnya.</p>



<p>Masih menurut Warsini, saat ditemukan kondisi sang bayi nampak kedinginan. &#8220;Waktu saya angkat, bayi itu sangat kedinginan. Lalu, diselimuti kain bekas berwarna biru dan merah dalam kondisi basah. Sepertinya baru saja dilahirkan, karena di lengan sebelah kiri banyak tanah,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Akibat penemuan itu, tidak hanya menyita perhatian warga. Namun, perangkat desa dan Bhabinkamtibmas juga langsung mendatangi lokasi penemuan. Sekitar pukul 05.30, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan perawatan.</p>



<p>&#8220;Setelah dirawat di Puskesmas, sekitar pukul 06.00 pagi, bersama pihak desa dan Bhabinkamtibmas bayi dibawa ke RS Bhayangkara. Bersyukur bayi itu segera mendapat perawatan. Berat badannya sekitar 2,6 kg,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasi Humas Polres Batu, AKP Trimo, menyampaikan bahwa terkait penemuan itu saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas. &#8220;Sekarang temuan bayi sedang ditangani Polsek Bumiaji,&#8221; tegasnya.<strong> (put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Banyuanyar Probolinggo Heboh, Sosok Mayat Jadi Belulang Ditemukan di Hutan Jati</title>
		<link>https://memontum.com/warga-banyuanyar-probolinggo-heboh-sosok-mayat-jadi-belulang-ditemukan-di-hutan-jati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Aug 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[belulang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger, Minggu (20/08/2023) siang. Reaksi itu muncul, setelah seorang warga menemukan mayat yang sudah nyaris menyisakan tulang belulang atau kerangka dan pakaian yang dikenakan, di tengah hutan pohon jati. Akibat temuan itu, warga pun melaporkan kejadian kepada perangkat dan diteruskan ke petugas. Sementara, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger, Minggu (20/08/2023) siang. Reaksi itu muncul, setelah seorang warga menemukan mayat yang sudah nyaris menyisakan tulang belulang atau kerangka dan pakaian yang dikenakan, di tengah hutan pohon jati.</p>



<p>Akibat temuan itu, warga pun melaporkan kejadian kepada perangkat dan diteruskan ke petugas. Sementara, kondisi kerangka nyaris tidak bisa dikenali karena kondisinya yang sudah rusak.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kapolsek Banyuanyar, AKP Yuliana, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai temuan mayat tersebut. Bahkan untuk mengidentifikasi jenazah, petugas sudah mengevakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan. &#8220;Benar (temuan, red), mas. Untuk identitas, sementara masih belum diketahui, karena di lokasi tidak ditemukan identitas atau data pendukung. Sementara dari mayat yang ditemukan, kondisinya juga sudah tinggal tulang. Untuk saat ini, mayat sudah ada di kamar mayat,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain identitas, tambahnya, karena kondisi mayat sudah sisa tulang, sehingga untuk jenis kelamin pun juga tidak diketahui. Untuk membantu penyelidikan, anggota tengah menginformasikan kepada perangkat, terkait temuan dan kemungkinan warga yang kehilangan saudaranya.</p>



<p>&#8220;Selain identitas, jenis kelamin mayat juga masih belum diketahui secara jelas,&#8221; tanbah AKP Yuliana. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh, Ambulan Desa Sombo Gucialit Lumajang Diduga Dibakar</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-ambulan-desa-sombo-gucialit-lumajang-diduga-dibakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 13:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dibakar]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Gucialit]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[sombo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192582</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peristiwa menghebohkan terjadi di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Itu karena, ambulan desa yang biasa difungsikan sebagai sarana penunjang transportasi untuk merujuk pasien dari desa ke tempat kesehatan seperti Puskesmas atau ke rumah sakit, tiba-tiba terbakar. Dari informasi memontum.com, bahwa mobil ambulan Nopol N 9248 YP tersebut diketahui terbakar, pada Kamis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peristiwa menghebohkan terjadi di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Itu karena, ambulan desa yang biasa difungsikan sebagai sarana penunjang transportasi untuk merujuk pasien dari desa ke tempat kesehatan seperti Puskesmas atau ke rumah sakit, tiba-tiba terbakar.</p>



<p>Dari informasi memontum.com, bahwa mobil ambulan Nopol N 9248 YP tersebut diketahui terbakar, pada Kamis (06/07/2023) sekitar pukul 02.00. Meski dugaan pasti penyebab kebakaran belum pasti, namun ada dugaannya unsur kesengajaan atau sengaja dibakar.</p>



<p>Dugaan itu, dikuatkan dengan adanya temuan botol bekas bensin, selang yang diduga digunakan untuk memasukan bensin ke bagian mobil. Sedangkan, untuk bagian yang terbakar yaitu di bagian mesin dan ban sebelah kanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di lokasi ada botol bekas bensin dan selang. Makanya, ada dugaan dibakar,&#8221; ujar salah seorang warga.</p>



<p>Kapolsek Gucialit, Iptu Arie Udiyanto, ketika dikonfirmasi menyampaikan jika pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian. Untuk kejadiannya, berlangsung dini hari. &#8220;Info kejadian ke Polsek Gucialit pukul 02.00. Lokasi kejadiannya di halaman depan rumah Kades Sombo. Satu unit ambulance terbakar bagian mesin,&#8221; kata Kapolsek.</p>



<p>Saat ditanya mengenai apakah kejadian tersebut akibat unsur kesengajaan, Iptu Ari Udiyanto, mengatakan kalau dirinya tidak ingin berandai-andai. Apalagi, anggota sedang mendatangi lokasi.</p>



<p>&#8220;Belum bisa simpulkan, mas. Itu wewenang Reskrim/Ident. Untuk penyebab masih lidik,&#8221; ujarnya. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192582</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh, Belasan Peserta Paskibra Kesurupan</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-belasan-peserta-paskibra-kesurupan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2018 09:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Belasan Peserta Paskibra Kesurupan]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=51591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo&#8212;Belasan peserta paskibra mengalami kesurupan, sehabis sholat isya’ malam tadi (13/8/2018). Kejadian ini spontan membuat heboh peserta paskibra lainnya. Belasan peserta paskibra mengalami kesurupan di Gor Baluran. Umumnya mereka yang mengalami kesurupan perempuan. Ada 11 orang mengalami kesurupan hingga membuat panik peserta paskibra lainnya serta panitia paskibra. Beruntung, kejadian menghebohkan ini cepat di netralisir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo&#8212;</strong>Belasan peserta paskibra mengalami kesurupan, sehabis sholat isya’ malam tadi (13/8/2018). Kejadian ini spontan membuat heboh peserta paskibra lainnya.</p>
<p>Belasan peserta paskibra mengalami kesurupan di Gor Baluran. Umumnya mereka yang mengalami kesurupan perempuan. Ada 11 orang mengalami kesurupan hingga membuat panik peserta paskibra lainnya serta panitia paskibra.</p>
<p>Beruntung, kejadian menghebohkan ini cepat di netralisir setelah mendatangkan orang pintar. Satu persatu para peserta paskibra yang mengalami kesurupan kembali normal.</p>
<p>“Dengan mendangkan orang pinter, satu persatu peserta paskibraka mulai sadar dan sembuh dari gangguan jin. “kata panitia paskibraka.(yok/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh, Warga Gumukmas Temukan Penyu  Terdampar di Pantai</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-warga-gumukmas-temukan-penyu-terdampar-di-pantai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2018 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=45379</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember&#8212;Supriyanto (20) warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas Senin, (25/6/2018) pagi saat bermain di Pantai Nyamplung Kobong bersama temannya menemukan dua ekor Penyu terdampar di pinggir pantai. Dua penyu tersebut ditemukan dalam keadaan mati dan terluka di beberapa tubuh. &#8220;Waktu itu saya bermain bersama teman di pinggir pantai kobong, tiba-tiba saya mencium bau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember&#8212;</strong>Supriyanto (20) warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas Senin, (25/6/2018) pagi saat bermain di Pantai Nyamplung Kobong bersama temannya menemukan dua ekor Penyu terdampar di pinggir pantai. Dua penyu tersebut ditemukan dalam keadaan mati dan terluka di beberapa tubuh.</p>
<p>&#8220;Waktu itu saya bermain bersama teman di pinggir pantai kobong, tiba-tiba saya mencium bau tidak sedap di daerah itu. Setelah saya cari bau tersebut, ternyata ada dua ekor penyu dalam keadaan posisi mati telungkup terdampar di pinggir pantai,&#8221; kata Supriyanto saat dikonfirmasi wartawan senin siang.</p>
<p>Dirinya mengaku dan sempat kaget, jika dia pertama kali melihat penyu di sekitar area pantai Nyamplung Kobong. Dimana dia menyatakan sebelumnya tidak pernah melihat penyu di pinggir pantai di kawasan tersebut.</p>
<p>&#8220;Baru kali ini saya melihat penyu di pinggir pantai . Kemungkinan penyu itu keluar dari laut, dan keadaan penyu sudah mati dan berukuran di perkirakan berdiameter kurang lebih 50 centimeter berwarna kehijau hijauan yang mati ini kayaknya penyu induk,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Supri menambahkan, atas penemuan penyu itu, kemudian dia melaporkan penemuannya ke perangkat desa setempat dan Pol Airud.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan jika ada induknya, pasti masih ada telur di area tersebut. Makanya saya langsung melaporkan penemuan itu ke pemerintah setempat atau pihak terkait agar hal ini cepat di tanggani, ucapnya.</p>
<p>Setelah penemuan penyu itu, dia langsung meninggalkan penyu itu tetap di posisi ditemukan. &#8220;Kalau seandainya masih hidup, mungkin saya bawa pulang. Sedangkan saya melihat ada luka di penyu yang satunya, di bagian kaki. Kalau satunya lagi, tidak ada. (Lum/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45379</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh, Tukang Batu Nemu Peluru Meriam Aktif saat Gali Pondasi</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-tukang-batu-nemu-peluru-meriam-aktif-saat-gali-pondasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2018 07:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=22418</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo- Warga dusun Mojosari utara, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan Peluru meriam aktif yang diduga sisa Perang Dunia II. Informasi yang dihimpun Memontum.com. Peluru meriam tersebut ditemukan oleh seorang tukang bangunan bernama Marjo alias P.Kris (38) warga desa Kayumas, Kecamatan Arjasa dan Pat (47) warga setempat. Sebelum penemuan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo-</strong> Warga dusun Mojosari utara, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan Peluru meriam aktif yang diduga sisa Perang Dunia II.</p>
<p>Informasi yang dihimpun Memontum.com. Peluru meriam tersebut ditemukan oleh seorang tukang bangunan bernama Marjo alias P.Kris (38) warga desa Kayumas, Kecamatan Arjasa dan Pat (47) warga setempat. Sebelum penemuan, Marjo sedang bekerja menggali pondasi untuk membuat tandon air di Rumah Bapak Totok Tepatnya di dusun Mojosari utara pada hari Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 09.00 Wib.</p>
<p><div id="attachment_22423" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/22418-heboh-tukang-batu-nemu-peluru-meriam-aktif-saat-gali-pondasi/whatsapp-image-2018-01-26-at-14-36-15-copy" rel="attachment wp-att-22423"><img aria-describedby="caption-attachment-22423" decoding="async" class="size-full wp-image-22423" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.15-copy.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="Warga berkerumun saat melihat penemuan Peluru meriam dipasang Police Line oleh Polisi.(im)" width="500" height="375" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.15-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.15-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.15-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-22423" class="wp-caption-text">Warga berkerumun saat melihat penemuan Peluru meriam dipasang Police Line oleh Polisi.(im)</p></div></p>
<p>Saat tengah menggali pondasi untuk membuat tandon air, tiba-tiba cangkul yang dipakai Marjo mengenai sebuah benda keras warna hitam dan sudah berkarat.</p>
<p>&#8220;Awalnya tidak menyangka kalau itu Peluru. Saya kira cuma besi biasa,&#8221; kata Marjo.</p>
<p>Curiga dengan temuan benda aneh tersebut, Marjo kembali mengambil temuannya di bawah lubang pondasi yang digalinya dan mengambil benda itu dengan menggunakan tangannya serta sempat dilempar-lemparkan pada Pat teman kerjanya lalu dibilas ke air di atas galian.</p>
<p><a href="https://memontum.com/22418-heboh-tukang-batu-nemu-peluru-meriam-aktif-saat-gali-pondasi/whatsapp-image-2018-01-26-at-14-36-16-copy" rel="attachment wp-att-22424"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-22424" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.16-copy.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.16-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.16-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-14.36.16-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Sempat dibersihkan dan dibuat mainan. Tapi saya kaget ketika menyadari kalau benda itu adalah peluru,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Penemuan itu langsung diberitahukannya ke pemilik rumah dan spontan warga setempat berkerumun melihat penemuan benda berbahaya itu. Kemudian, oleh Pat teman kerja Marjo menggali pondasi tandon air milik Bapak Totok dilaporkannya ke Polsek Asembagus.</p>
<p>Kapolsek Asembagus AKP.H.Sugiono bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi penemuan tersebut. Setelah dicek, benda tersebut benar sebuah peluru meriam diduga masih dalam keadaan aktif.</p>
<p>Peluru itu lalu diamankan ke tempat yang lebih aman di halaman Rumah milik Bapak Totok serta dipasang Police Line, dan melaporkan ke Unit Reskrim Polres Situbondo serta menghubungi Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Sat Brimob tenggarang Bondowoso.</p>
<p>&#8220;penemuan Peluru meriam yang diduga masih aktif ini kemungkinan sisa-sisa Perang Dunia II,&#8221; terang Kapolsek Asembagus AKP.H.Sugiono saat diwawancarai Memontum.com, di TKP penemuan yang diduga Peluru meriam.(im/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22418</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh&#8230; Sapi Berkepala Dua Muncul di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-sapi-berkepala-dua-muncul-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2017 06:57:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/11254-heboh-sapi-berkepala-dua-muncul-di-jember</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Gempar informasi sapi berkepala dua lahir di Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember setelah salah seorang warga ber-akun Nur Husni mengunggah kejadian aneh tersebut di facebook. Bayi sapi yang lahir pada Kamis (6/12/2017) dini hari ini, milik warga RT/RW 1/10 Dusun Songon, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember, atas nama Kusnadi (56). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Gempar informasi sapi berkepala dua lahir di Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember setelah salah seorang warga ber-akun Nur Husni mengunggah kejadian aneh tersebut di facebook. Bayi sapi yang lahir pada Kamis (6/12/2017) dini hari ini,  milik warga RT/RW 1/10 Dusun Songon, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember, atas nama Kusnadi (56). Saat lahir,  sapi itu memiliki keanehan fisik, yaitu kepalanya bercabang 2, sedang tubuh lainnya normal. </p>
<p>Merasa kaget dan setengah ketakutan, pemilik saat itu juga melaporkan kejadian aneh ini,  kepada pihak perangkat desa dan Kepala Desa Pondok Joyo, H Didik Saenulah. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0175-copy.jpg?resize=650%2C450&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="450" class="aligncenter size-full wp-image-11264" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0175-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0175-copy.jpg?resize=300%2C208&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0175-copy.jpg?resize=600%2C415&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0175-copy.jpg?resize=200%2C138&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Setelah itu, pihak desa juga berkoordinasi dengan 2 Pilar Kecamatan Semboro dan mendatangi lokasi sapi tersebut melahirkan. &#8220;Memang aneh sekali, baru sekali ini ada sapi berkepala dua bertubuh satu, &#8220;ucap Kepala Desa Pondok Joyo, Didik menuturkan. </p>
<p>Dirinya juga menambahkan tak selang beberapa lama setelah dilahirkan, anak sapi unik tersebut mati. Pemilik sapi kepala dua Kusnadi awalnya tidak menyangka jika sapinya mendapat kelainan. Ini menyebabkan warga sekitar gempar dan sapinya menjadi ajang berfoto sebelum mati. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0176-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Sapi berkepala dua milik Kusnadi warga Pondokjoyo, Semboro" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-11266" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0176-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0176-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0176-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171207-WA0176-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kusnadi sebelum mendapat rejeki anak sapi kepala dua, dia mendapat impian yang sangat aneh. &#8220;Saya mimpi melihat indukan sapi menangis. Meronta-ronta dan menjerit seperti manusia kesakitan dan minta pertolongan,&#8221; pungkas Kusnadi. <strong>(Lum/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11254</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
