<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hepatitis A &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hepatitis-a/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2019 03:43:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hepatitis A &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Novita Hardini Dampingi Perkembangan Wabah Hepatitis di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/novita-hardini-dampingi-perkembangan-wabah-hepatitis-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2019 11:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[TP PKK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88127-novita-hardini-dampingi-perkembangan-wabah-hepatitis-di-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Meningkatnya jumlah kejadian Hepatitis A di beberapa wilayah, mendapat perhatian dari Ketua TP-PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini. Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Dongko, bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Trenggalek, istri Bupati Nur Arifin tersebut menggelar penyuluhan dan pendampingan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Hepatitis A. Novita Hardini menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Meningkatnya jumlah kejadian Hepatitis A di beberapa wilayah, mendapat perhatian dari Ketua TP-PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini.</p>
<p>Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Dongko, bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Trenggalek, istri Bupati Nur Arifin tersebut menggelar penyuluhan dan pendampingan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Hepatitis A.</p>
<p>Novita Hardini menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya tersebut adalah untuk melihat sejauh mana penyebaran wabah Hepatitis.</p>
<p>“Alhamdulilah sampai saat ini menurut informasi dari Puskesmas Dongko sudah menurun, tidak sampai 80 orang yang terjangkit dan masih dalam jangkauan Hepatitis A, &#8221; ucapnya, Senin (15/07/2019).</p>
<p>Novita mengaku, upaya yang dilakukan dari berbagai sektor dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, TP-PKK Kecamatan Dongko, harus bekerja keras sesuai kemampuan yang ada. Seperti dari Dinas Kesehatan, yang pasti langsung berhubungan dengan Puskesmas tentang penanganan awalnya, sedangkan dari TP-PKK seperti dirinya ini melalui edukasi dan pemberian motivasi.</p>
<p>Ia juga berharap ketika wabah Hepatitis dapat ditekan nantinya, ke depan edukasi tetap berjalan sehingga bisa mencegah wabah tersebut menjangkit kembali.</p>
<p>“Ini juga sebagai media informasi kepada masyarakat yang lebih luas bahwa di Kabupaten Trenggalek wabah ini bisa ditekan dan alhamdulillah sekarang dalam masa pemulihan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kurang lebih sekitar 180 warga Dongko termasuk penderita gejala Hepatitis A mengikuti kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, Novita juga membagikan jamu untuk penderita gejala Hepatistis A.</p>
<p>&#8220;Tuhan telah menyediakan alam sebagai obat-obatan bagi manusia. Melalui dunia kesehatan, beberapa khasiat dari tanaman-tanaman yang berfungsi sebagai obat, penyakit tertentu sudah dapat di ramu dalam bentuk obat atau kapsul. Saya tadi juga menyampaikan kepada penderita Hepatitis agar lebih sering mengkonsumsi temulawak dan kunyit, karena sebenarnya obatnya sesederhana itu, &#8221; jelas Novita.</p>
<p>Masih terang ibu 3 anak ini, apabila sudah terjangkit, bisa minum jamu dari temulawak dan kunyit 3 kali sehari.</p>
<p>&#8221; Minumnya 3 kali sehari untuk yang sudah terjangkit, tapi untuk pencegahan bisa minum satu hari sekali, istirahat yang cukup dan pola hidup sehat itu yang paling penting, &#8221; pungkasnya. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatim Ditetapkan KLB, Kota Malang Aman Hepatitis A</title>
		<link>https://memontum.com/jatim-ditetapkan-klb-kota-malang-aman-hepatitis-a</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2019 01:51:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[KLB]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87743-jatim-ditetapkan-klb-kota-malang-aman-hepatitis-a</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Timur, usai ditemukan 975 orang mendadak terserang Hepatitis A di Kabupaten Pacitan dalam kurun waktu sebulan. Meski KLB tersebut hanya mewabah di Kabupaten Pacitan dan warga terjangkit sudah mendapatkan penanganan perawatan, penetapan tersebut sebagai upaya preventif dan deteksi dini yang perlu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Timur, usai ditemukan 975 orang mendadak terserang Hepatitis A di Kabupaten Pacitan dalam kurun waktu sebulan. Meski KLB tersebut hanya mewabah di Kabupaten Pacitan dan warga terjangkit sudah mendapatkan penanganan perawatan, penetapan tersebut sebagai upaya preventif dan deteksi dini yang perlu dilakukan.</p>
<p>Salah satunya dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dengan mensosialisasikan upaya preventif dan tindakan cepat jika ditemukan warga yang terdeteksi terjangkit Hepatitis A. Disebutkan Kepala Dinkes Kota Malang dr. Supranoto, M.Kes, dalam 5 tahun terakhir belum ada KLB Hepatitis A di Kota Malang.</p>
<div id="attachment_87744" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87744" decoding="async" class="size-full wp-image-87744" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190709_092102-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Kepala Dinkes Kota Malang dr. Supranoto, M.Kes, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190709_092102-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190709_092102-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190709_092102-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190709_092102-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87744" class="wp-caption-text"><strong>Kepala Dinkes Kota Malang dr. Supranoto, M.Kes, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)</strong></p></div>
<p>&#8220;Sampai saat ini belum ada peningkatan status KLB Hepatitis A di Kota Malang. Namun Dinkes telah mensosialisasikan upaya preventif, agar masyarakat bisa mengenali ciri, pola penyebaran, dan penanganan secepatnya,&#8221; ungkap dr Supranoto, disela kegiatan pemusnahan obat-obatan terlarang.</p>
<p>Supranoto menambahkan, beberapa upaya preventif tersebut yakni masyarakat harus berperilaku hidup bersih dan sehat. Di antaranya mencuci tangan sebelum makan dengan bersih, dan cuci tangan bersih dengan sabun setelah buang air besar atau kecil. Selain itu, masyarakat harus berpola makan sehat dan hidup sehat dengan berolahraga.</p>
<p>&#8220;Pemicu Hepatitis A itu virus. Penyebaran melalui oral dan kotoran buang air besar/kecil, makanya harus cuci tangan bersih dengan sabun. Kalau tidak, usai buang air terus makan, akan berpotensi terpapar,&#8221; tambah Supranoto.</p>
<p>Jika ditemukan anggota keluarga dengan ciri tersebut, disarankan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat agar dilakukan tindakan penanganan dan perawatan sebagai manajemen terapi Hepatitis A. &#8220;Gejala awalnya, yaitu panas, lesu, lemah. Jika positif menjurus Hepatitis A itu mata terlihat kuning. Maka harus ditangani secepatnya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Status KLB merupakan ketetapan yang dikeluarkan oleh Kepala Pemerintah Daerah, dalam hal ini Walikota atau Bupati, usai menerima laporan dari Dinkes setempat. Pasalnya, konsekuensi segala penanganan akan menjadi tanggung jawab Pemda setempat. Termasuk, dari kasus penyakit yang sebelumnya belum ada menjadi ada dan meningkat secara signifikan, masuk dalam kategori KLB.</p>
<p>Dicontohkan, jika ditemukan 1-2 penderita dalam seminggu, kemudian di minggu selanjutnya bertambah 1, hal tersebut belum bisa dikategorikan KLB. Namun jika di minggu pertama ada 2, kemudian minggu kedua menjadi 10 dan terus meningkat, bisa dikategorikan KLB.</p>
<p>&#8220;Di Malang mungkin hanya ada 1-2 penderita, namun sudah tertangani. Kasus tersebut tidak termasuk KLB,&#8221; tandas Supranoto. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87743</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
