<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hepatitis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hepatitis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Nov 2023 11:21:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hepatitis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati Hari Kesehatan Nasional, Gubernur Jatim Canangkan Imunisasi Hepatitis B untuk Nakes</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-kesehatan-nasional-gubernur-jatim-canangkan-imunisasi-hepatitis-b-untuk-nakes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 11:21:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[canangkan]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak Hari Kesehatan Nasional Ke-59 Provinsi Jawa Timur yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur di Kota Batu, Kamis (16/11/2023) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, sejumlah kepala daerah di Jatim. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan imunisasi Hepatitis B [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak Hari Kesehatan Nasional Ke-59 Provinsi Jawa Timur yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur di Kota Batu, Kamis (16/11/2023) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, sejumlah kepala daerah di Jatim.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan imunisasi Hepatitis B yang pada tahap awal diprioritaskan bagi Nakes (Tenaga Kesehatan). &#8220;Pencanangan imunisasi Hepatitis B ini merupakan langkah mitigatif, preventif. Dan, itu dilakukan untuk prioritas sekarang baru untuk Nakes saja,&#8221; terang Gubernur Khofifah, seusai peringatan puncak Hari Kesehatan Nasional Ke-59 Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>Dengan imunisasi Hepatitis B itu, dirinya berharap, bahwa apa yang dilakukan tersebut tidak menjadikan berkurangnya semangat Nakes untuk melayani masyarakat. &#8220;Karena, pada dasarnya langkah-langkah preventif ini sudah terminigasi. Dan, ini baru pertama kali. Setelah saya tanyakan, imunisasi Hepatitis B ini ada tiga tahap,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kadinkes Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menyebutkan bahwa dari data Kementerian Kesehatan, baru 36 persen Nakes yang punya antibodi. Berarti, mencapai 64 persen Nakes yang belum punya antibodi.</p>



<p>&#8220;Sebetulnya, inikan isu yang terbangun sesuai dengan potensi kemungkinan terpaparnya Nakes kita. Sehingga, dengan adanya vaksin ini diharapkan Nakes lebih percaya diri. Tentunya, untuk memberikan pelayanan ke masyarakat,&#8221; urainya.</p>



<p>Jadi pada prinsipnya, tegas Erwin, bahwa vaksin yang digunakan untuk vaksinasi Hepatitis B menjadi contoh. Di mana, sudah bisa diproduksi dari dalam negeri. &#8220;Semua masih harus dikaitkan dengan menyeimbangkan kendali mutu. Sehingga, nanti kita berhasil untuk menyiapkan komponen dalam negeri dengan baik. Tapi, para dokter juga harus percaya diri untuk menggunakan,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Hepatitis Misterius, Bupati Tulungagung Minta Ada Lab Akurat dan Terapkan SOP</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-hepatitis-misterius-bupati-tulungagung-minta-ada-lab-akurat-dan-terapkan-sop</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 May 2022 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[SOP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169072</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Kasus Hepatitis Misterius atau Hepatitis yang belum diketahui jenisnya, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Itu karena, dalam perkembangannya ada satu anak yang diduga memiliki gejala sama atau mirip Hepatitis, yang meninggal beberapa waktu yang lalu. Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, saat dikonformasi menegaskan sudah melakukan koordinasi dengan jajarannya. Selain Dinas Kesehatan Tulungagung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Kasus Hepatitis Misterius atau Hepatitis yang belum diketahui jenisnya, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Itu karena, dalam perkembangannya ada satu anak yang diduga memiliki gejala sama atau mirip Hepatitis, yang meninggal beberapa waktu yang lalu.</p>



<p>Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, saat dikonformasi menegaskan sudah melakukan koordinasi dengan jajarannya. Selain Dinas Kesehatan Tulungagung, juga instansi kesehatan, termasuk rumah sakit. Dalam hal ini, juga menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung, yang menjadi rujukan pasien untuk deteksi dini.</p>



<p>&#8220;Khususnya anak-anak, perlu adanya pemeriksaan lab yang cukup akurat. Sehingga, mudah dideteksi secara dini,&#8221; ungkap Maryoto Birowo, Sabtu (14/05/2022) tadi, saat ditemui di Aula Pendopo Kabupaten.</p>



<p>Pria kelahiran Agustus 1953 ini menambahkan, Kabupaten Tulungagung masih dalam situasi Covid-19 dan ini belum berakhir. Sehingga, dirinya mengajak untuk tanggap terhadap adanya penyakit baru. Salah satunya, yang diduga Hepatitis Akut.</p>



<p>&#8220;Kita tahu, kemarin ada salah satu warga kita yang sampai meninggal dunia,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Marwoto juga mengaku ikut prihatin, dengan adanya kemungkinan penyakit pasca Covid-19. Oleh karena itu, perlu menggerakkan stakeholder tidak hanya unsur kesehatan, tapi semua pihak ikut mensosialisasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.</p>



<p>&#8220;Saya katakan, SOP sudah ada ketentuan-ketentuan. Salah satunya, saling mencuci tangan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hepatitis yang menyerang anak-anak, tambahnya, berasal dari makanan dan virus. Karenanya, Bupati Marwoto mengimbau kepada orang tua, untuk memperhatikan pola makanan dan jajan ketika membeli. Serta bagi penjual makanan, untuk ikut memperhatikan kehigienisan makanan. Karena tidak sedikit, anak-anak lebih suka jajan ketika jam istirahat sekolah.</p>



<p>&#8220;Saya minta juga penjual makanan harus mencuci peralatan dengan bersih. Karena, ini sangat akan sensitif sekali,&#8221; ujar Bupati Tulungagung periode 2019–2023 ini.</p>



<p>Sosialisasi terhadap kemungkinan adanya penyakit varian baru, menurut Marwoto, menjadi tugas bersama. Karena, ini menyerang anak-anak. Sehingga sebagai orang tua, sebagai tokoh masyarakat, warga masyarakat harus ikut membantu sosialisasi kepada masyarakat. Supaya perilaku, hidup sehat, selalu bersih ini perlu terus menjadi kebiasaan.</p>



<p>&#8220;Mereka melapor kepada kita laporan saya minta jajaran untuk mensosialisasi,&#8221; paparnya. <strong>(jaz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Adanya Pasien Hepatitis, RSUD dr Soedomo Siapkan Langkah Antisipasi Dini</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-adanya-pasien-hepatitis-rsud-dr-soedomo-siapkan-langkah-antisipasi-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2022 04:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD dr Soedomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168977</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dalam rangka mengantisipasi adanya penyakit hepatitis akut, RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek mulai siapkan ruang isolasi khusus hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Meski sampai saat ini belum ada pasien dengan gejala hepatitis yang dirawat di RSUD, namun rumah sakit milik daerah ini sudah melakukan langkah antisipasi. &#8220;Persiapan langkah-langkah ini merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dalam rangka mengantisipasi adanya penyakit hepatitis akut, RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek mulai siapkan ruang isolasi khusus hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Meski sampai saat ini belum ada pasien dengan gejala hepatitis yang dirawat di RSUD, namun rumah sakit milik daerah ini sudah melakukan langkah antisipasi.</p>



<p>&#8220;Persiapan langkah-langkah ini merupakan antisipasi dini RSUD. Jadi, kita akan persiapkan ruangan khusus pasien dengan SDM yang akan menangani nanti,&#8221; ungkap Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono, saat dikonfirmasi Jumat (13/05/2022) pagi.</p>



<p>Selain itu, lanjutnya, RSUD juga sudah mempersiapkan sistem rujukan terintegrasi. Dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, jika ada pasien dengan gejala hepatitis akut yang ada di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Dengan langkah ini, diharapkan jika ada kasus dengan indikasi Hepatitis akut bisa terdeteksi sejak dan ditangani sejak dini,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kemudian, rumah sakit plat merah ini juga mempersiapkan langkah-langkah penanganan, apabila ada pasien dengan indikasi Hepatitis akut.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya koordinasi saja dengan beberapa pihak, namun kita sudah menyiapkan sistem rujukan terintegrasi. Nantinya pasien dengan keluhan yang mengarah ke Hepatitis akut tanpa gejala akan ditangani melalui rujukan terintegrasi. Baik pasien yang datang dari puskesmas, praktek dokter, maupun dari klinik kesehatan,&#8221; terang Djiono.</p>



<p>Dijelaskannya, penyakit Hepatitis akut ini merupakan kondisi peradangan atau inflamasi pada hati atau liver. Penyakit ini terjadi secara tiba tiba dan berlangsung dalam jangka waktu yang singkat.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Hepatitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peradangan pada hati. Diantaranya infeksi bakteri, kerusakan liver hingga cidera pada bagian liver,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Masih terang Djiono, terkait ruang penanganan pasien Hepatitis. Saat ini pihaknya sudah menyiapkan 3 ruang isolasi dan 3 ruang HCU yang bertempat di ruangan dahlia RSUD Dr Soedomo.</p>



<p>Sedangkan untuk SOP penanganan sendiri pasien dengan umur 12 tahun dengan gejala panas dan lemas akan menjadi indikator screening awal pasien Hepatitis tanpa gejala. Kemudian akan dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai hasil screening.</p>



<p>&#8220;Kepada masyarakat, kami himbau untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Guna meminimalisir risiko penularan Hepatitis. Seperti rajin mencuci tangan, makan makanan yang bergizi dan memastikan semua peralatan makan benar-benar bersih,&#8221; papar Djiono.</p>



<p>Disinggung terkait tanda-tanda hepatitis, Djiono berpesan, agar masyarakat sigap jika muncul tanda-tanda atau gejala seperti mual, muntah, sakit perut, diare, dan kadang disertai demam ringan. Gejala akan semakin berat jika muncul tanda-tanda seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar berwarna putih pucat.</p>



<p>&#8220;Jika terjadi atau muncul tanda-tanda atau gejala yang disebutkan, masyarakat diminta agar segera memeriksakan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168977</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes dan KB Sampang Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Sebaran Penyakit Hepatitis Akut</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-dan-kb-sampang-imbau-masyarakat-waspada-terhadap-sebaran-penyakit-hepatitis-akut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2022 12:30:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sampang, Madura, mengajak seluruh masyarakat Sampang untuk selalu waspada terhadap sebaran penyakit hepatitis. Kepala Dinkes dan KB Kabupaten Sampang, dr Abdullah Najich, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Yuliono, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih belum menerima laporan adanya temuan pasien [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sampang, Madura, mengajak seluruh masyarakat Sampang untuk selalu waspada terhadap sebaran penyakit hepatitis. Kepala Dinkes dan KB Kabupaten Sampang, dr Abdullah Najich, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Yuliono, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih belum menerima laporan adanya temuan pasien yang terjangkit penyakit tersebut.</p>



<p>Meski demikian, pihaknya akan terus siaga untuk mengantisipasi masuknya kasus tersebut ke Sampang. Dirinya mengimbau, supaya masyarakat tidak terlalu panik terkait penyakit tersebut. Namun tetap waspada dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.</p>



<p>&#8220;Kejadian ini di Sampang belum ada dan mudah-mudahan saja tidak ada. Tapi kita harus tetap waspada. Namun, tidak usah panik, tidak usah terlalu menyikapi berlebihan. Utamanya adalah mencegah,&#8221; ujarnya, Rabu (11/05/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskannya, pencegahan yang bisa dilakukan adalah rajin mencuci tangan dengan sabun, pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, hindari kontak dengan orang sakit serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. &#8220;Penyakit ini masuknya melalui saluran pencernaan, jadi cegah penularan dengan memilih makanan yang sehat, aman, tidak tercemar bakteri. Semisal, dihinggapi lalat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sedangkan gejala hepatitis misterius ini adalah mual, muntah-muntah, nyeri ulu hati, diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, demam dan tampak warna kekuningan dibagian tubuh. Hepatitis akut biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, hingga kurang dari 16 tahun. Mereka biasanya terjangkit saat ada kotoran yang masuk ke mulut.</p>



<p>&#8220;Kami berharap, apabila masyarakat menemukan gejala awal pada anak, segera datang ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan terdekat atau Puskesmas. Tujuannya, agar bisa ditangani lebih lanjut, sebagai antisipasi untuk pencegahan terhadap hepatitis akut ini,&#8221; ujarnya. <strong>(mds/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Siapkan Skema Penyakit Hepatitis Akut Misterius</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-siapkan-skema-penyakit-hepatitis-akut-misterius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 10:46:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168801</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, memastikan bahwa di Kota Malang hingga saat ini masih belum ditemukan kasus Hepatitis Akut yang misterius. Namun, pihaknya tetap melakukan mitigasi dan penguatan imunisasi hepatitis untuk mencegah sejak dini penyakit tersebut. “Untuk imunisasi penyakit hepatitis ini merupakan program rutin yang kami lakukan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, memastikan bahwa di Kota Malang hingga saat ini masih belum ditemukan kasus Hepatitis Akut yang misterius. Namun, pihaknya tetap melakukan mitigasi dan penguatan imunisasi hepatitis untuk mencegah sejak dini penyakit tersebut.</p>



<p>“Untuk imunisasi penyakit hepatitis ini merupakan program rutin yang kami lakukan, dan itu untuk anak yang berusia sebelum satu tahun,” ungkap dr Husnul, usai mengikuti Workshop di Balai Kota Malang, Selasa (10/05/2022) tadi.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menyiapkan skema jika di Kota Malang ditemukan penyakit Hepatitis Akut Misterius tersebut. Pertama, yakni Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjaring masyarakat yang datang dengan keluhan sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemudian, kedua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dimana Rumah Sakit (RS) menjadi tempat rujukan untuk penanganan medis.</p>



<p>“Untuk FKTP ini dengan terapi supportif, suplemen edukasi, itu bisa kami lakukan, namun juga diperlukan tingkat lanjutan untuk FKRTL. Untuk itu sudah kami siapkan di RS Syaiful Anwar sebagai rujukan utama, atau bisa juga di RS lain di Kota Malanh,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Dirinya juga berpesan, agar masyarakat Kota Malang tidak perlu panik menanggapi penyakit tersebut. Menurutnya, yang terpenting masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) utamanya di lingkungan keluarga.</p>



<p>“Diharapkan masyarakat mengetahui apa itu penyakit hepatitis akut misterius dan bisa mencegah di tingkat yang paling kecil&nbsp; terutama dilingkungan keluarga,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pihaknya juga akan terus melakukan penguatan imunisasi hepatitis, dengan menyasar semua pelajar di sekolah, sebab di Indonesia rata-rata menyerang usia anak. &#8220;Sudah saya sampaikan, pada waktu itu kenapa vaksin untuk anak agak melambat sedikit, karena dulu masih ambang batas dari imunisasi yang kedua bukan imunisasi vaksin tapi imunisasi hepatitis dilaksanakan serentak untuk sekolah, artinya insyaallah di sasaran kita sudah semua,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan langkah mitigasi yang dilakukan bisa meminimalkan masuknya penyakit hepatitis akut misterius di Kota Malang. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168801</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hepatitis Tak Masuk 5 Besar Penyakit Paling Tinggi di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/hepatitis-tak-masuk-5-besar-penyakit-paling-tinggi-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2021 04:10:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Masuk 5 Besar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis B dan hepatitis C serta mendorong pencegahan, diagnosis, dan pengobatan, setiap tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Di Kota Malang sendiri, hepatitis ternyata tidak menduduki peringkat 5 besar penyakit yang banyak diderita oleh warga. &#8220;Sejauh ini masyarakat bisa mengetahui tanda-tandanya dulu. Apa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis B dan hepatitis C serta mendorong pencegahan, diagnosis, dan pengobatan, setiap tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Di Kota Malang sendiri, hepatitis ternyata tidak menduduki peringkat 5 besar penyakit yang banyak diderita oleh warga.</p>



<p>&#8220;Sejauh ini masyarakat bisa mengetahui tanda-tandanya dulu. Apa saja gejalanya, itu disampaikan oleh para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di puskesmas,&#8221; ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif.</p>



<p><strong><em>Naca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran">Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah, Harga Telur di Kota Malang Alami Kenaikan Jelang Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Setelah pasien mengkomunikasikan tanda-tanda klinisnya dan ditengarai terkena hepatitis, baru selanjutnya akan dirujuk ke Rumah Sakit (RS).</p>



<p>&#8220;Karena hepatitis banyak di RS. Kalau di puskesmas biasanya hanya ada tanda-tanda klinis baru nanti dikirim ke RS untuk memastikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Hal tersebut dijelaskan dr Husnul karena puskesmas belum memiliki laboratorium untuk pemeriksaan hepatitis.</p>



<p>&#8220;Di puskesmas tidak ada laboratorium untuk pemeriksaan. Karena bukan laboratorium sederhana tapi yang khusus untuk periksa hepatitis,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Meski begitu, berdasarkan data yang ada di Dinkes Kota Malang, penyakit hepatitis bukan yang paling tinggi melanda warga. &#8220;Penyakit paling banyak di Kota Malang adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), lalu hipertensi. Kemudian diabetes melitus, peringkat keempat ada gangguan otot dan jaringan, dan kelima adalah gangguan pembuluh darah dan jantung. Jadi hepatitis di bawah 5 besar,&#8221; pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang itu. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Warga di Trenggalek Terinfeksi Virus Hepatitis</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-warga-di-trenggalek-terinfeksi-virus-hepatitis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 11:54:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD dr Soedomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=87250</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hingga pertengahan tahun 2019, ratusan warga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan menderita penyakit Hepatitis. Menurut informasi yang diterima, tercatat 303 pasien yang menderita penyakit Hepatitis baik A, B maupun C. Pada akhir bulan Juni 2019 kemarin, belasan warga Trenggalek dinyatakan positif menderita penyakit hepatitis A. Dari belasan pasien tersebut ada yang dinyatakan sembuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Hingga pertengahan tahun 2019, ratusan warga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan menderita penyakit Hepatitis. Menurut informasi yang diterima, tercatat 303 pasien yang menderita penyakit Hepatitis baik A, B maupun C.</p>
<p>Pada akhir bulan Juni 2019 kemarin, belasan warga Trenggalek dinyatakan positif menderita penyakit hepatitis A. Dari belasan pasien tersebut ada yang dinyatakan sembuh serta lainnya masih menjalani perawatan medis.</p>
<p>Bagian Humas RSUD Dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono mengatakan dari jumlah pasien yang menderita Hepatitis A, beberapa sempat dirawat di rumah sakit dan sebagian lainnya dirawat di Puskesmas.</p>
<p>&#8220;Dari belasan pasien yang dirawat di RSUD Dr Soedomo Trenggalek dan mendapatkan perawatan medis dapat diperbolehkan pulang. Sedangkan lainnya masih ada yang dirawat di Puskesmas terdekat, &#8221; ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (03/07/2019).</p>
<p>Dijelaskan Sudjiono, beberapa pasien yang dirawat di Puskesmas diantaranya 3 pasien ada di puskesmas Pandean, 3 pasien di Puskesmas Dongko, 1 pasien di Puskesmas Bodag, 2 pasien di Puskesmas Panggul, dan 1 pasien di Puskesmas Pule serta 1 pasien di rawat di Puskesmas Pogalan.</p>
<p>Guna mengantisipasi penularan Hepatitis, pihaknya menghimbau agar masyarakat menjaga kebersihan baik kebersihan makanan maupun kebersihan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menghimbau kepada pasien penderita Hepatitis, keluarga pasien maupun masyarakat pada umumnya untuk selalu menjaga kebersihan baik dari segi makanan maupun lingkungan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara air, sejumlah pasien penderita Hepatitis juga sudah mendapatkan penanganan khusus dari petugas kesehatan. Bahkan bagi pasien yang dinyatakan positif menderita Hepatitis akan dirawat di ruangan khusus.</p>
<p>Masih terang Sudjiono, bagi pasien penderita Hepatitis memang akan mendapatkan penanganan dan ruangan khusus. Pasalnya, penanganan penyakit yang dibawa oleh virus tersebut memerlukan penanganan serius sesuai SOP yang ada.</p>
<p>&#8220;Hingga akhir bulan Juni kemarin ada 5 pasien yang dirawat disini. 5 diantaranya, 3 sudah boleh pulang, dan 2 lainnya masih dirawat di ruang isolasi, &#8221; tutur Sudjiono.</p>
<p>Untuk pasien Hepatitis yang diperbolehkan pulang tersebut dinilai layak untuk menjadi jalani rawat jalan. Mengingat hasil pemeriksaan dari dampak serangan virus Hepatitis A telah berangsur membaik.</p>
<p>Perlu diketahui sejak 5 bulan terakhir, sedikitnya 303 warga yang menderita Hepatitis beberapa diantaranya ada yang sudah sembuh, meninggal dunia dan ada yang masih menjalani perawatan di Rumah sakit maupun Puskesmas.<strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87250</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
