<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hewan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hewan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jul 2023 07:44:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hewan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dishub Kota Batu Wacanakan Eks Pasar Hewan Sisir Jadi Lahan Parkir</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-batu-wacanakan-eks-pasar-hewan-sisir-jadi-lahan-parkir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2023 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Sisir]]></category>
		<category><![CDATA[wacanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194439</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu mewacanakan pemanfaatan eks Pasar Hewan di Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, sebagai lahan parkir. Hal itu disampaikan, seiring tidak termanfaatkannya lahan itu secara optimal. Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono, mengatakan bahwa wacana pemanfaatan itu lebih kepada untuk menjangkau keberadaan kendaraan yang parkir di sekitar kawasan. Karenanya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu mewacanakan pemanfaatan eks Pasar Hewan di Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, sebagai lahan parkir. Hal itu disampaikan, seiring tidak termanfaatkannya lahan itu secara optimal.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono, mengatakan bahwa wacana pemanfaatan itu lebih kepada untuk menjangkau keberadaan kendaraan yang parkir di sekitar kawasan. Karenanya, wacana itu akan diteruskan untuk dilakukan pengkajian dalam menambah kantong parkir.</p>



<p>&#8220;Kami mengusulkan rencana bekas Pasar Hewan yang ada di Kelurahan Sisir, untuk menjadi lahan parkir,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (28/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemanfaatan lokasi tersebut, tambahnya, karena banyak warga dari pemilik kendaraan yang memarkir mobilnya secara sembarangan di kawasan sekitar Kelurahan Sisir. Seperti, di kawasan Jalan Panderman dan Jalan Arjuno.</p>



<p>&#8220;Jadi, hal yang paling masuk akal adalah merubah dari eks Pasar Hewan menjadi lahan parkir,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk memuluskan wacana ini, jelas Imam, Dishub sedang berkoordinasi dengan masyarakat sekitar. Itu karena, tempat parkir membutuhkan lahan yang luas. Sementara dengan adanya pembangunan tersebut, maka bisa menjadi tempat parkir yang nyaman dan meminimalisir kemacetan.</p>



<p>&#8220;Kenapa eks Pasar Hewan Sisir yang menjadi sasaran, karena merupakan tempat paling representatif untuk ditempati sebagai lahan parkir. Sementara, meskipun lahan di sana tidak terlalu luas, setidaknya bisa dijadikan lahan parkir sementara. Apalagi, tanah aset tersebut memang aset milik Pemkot Batu dengan luas tanah sebesar 2.167 meter persegi,&#8221; terangnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194439</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan PMK, Disperta Probolinggo Tetap Genjot Pemanfaatan Vaksinasi untuk Hewan</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-pmk-disperta-probolinggo-tetap-genjot-pemanfaatan-vaksinasi-untuk-hewan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disperta]]></category>
		<category><![CDATA[genjot]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tekan]]></category>
		<category><![CDATA[tetap]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Meski virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Probolinggo, mulai melandai, namun tidak demikian untuk antisipasi di tingkat dinas. Sebaliknya, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, tetap waspada terhadap PMK sehingga tetap melakukan antisipasi dengan melakukan vaksinasi PMK. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disperta Kabupaten Probolinggo, Nicholas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Meski virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Probolinggo, mulai melandai, namun tidak demikian untuk antisipasi di tingkat dinas. Sebaliknya, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, tetap waspada terhadap PMK sehingga tetap melakukan antisipasi dengan melakukan vaksinasi PMK.</p>



<p>Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disperta Kabupaten Probolinggo, Nicholas Nuryulianto, mengatakan pihaknya saat ini masih memiliki sisa 1.698 botol atau 42.450 dosis vaksin PMK. Dosis tersebut, terdiri dari dua jenis vaksin dan tersimpan di sejumlah tempat yang berbeda. Yaitu, di UPT Puskeswan jenis Aftogen sebanyak 303 botol setara dengan 7.575 dosis. Dan Aftosa 1.200 botol atau setara dengan 30.000 dosis. Kemudian, vaksin jenis Aftogen, tersedia di Puskeswan Pakuniran sebanyak 84 botol setara dengan 2.100 dosis.</p>



<p>&#8220;Dan Puskeswan Wonomerto 111 botol setara dengan 2.775 dosis. Jadi, stoknya menyebar dan akan dimaksimalkan saat peternak butuh. Bahkan, bisa didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan,&#8221; katanya, Rabu (19/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, sejak awal Juli ini, ribuan vaksin telah disuntikan. Meliputi di tahap I sebanyak 8.816 dosis, tahap II sebanyak 10.486 dosis, tahap III sebanyak 25.136 dosis dan tahap IV sebanyak 37.533 dosis. Sementara untuk tahap V yang merupakan perluasan serta vaksinasi ulang, telah mencapai 17.610 dosis.</p>



<p>Selain itu, lanjut Nico, petugas lapangan melakukan vaksinasi PMK ke pelosok desa kepada hewan yang masih belum divaksin melalui data yang diterimanya. Kemudian, edukasi kepada pihak peternak terkait pentingnya vaksinasi PMK walaupun mulai melanda.</p>



<p>&#8220;Setidaknya, sedia payung sebelum hujan. Karena, masih ada yang belum paham mengenai vaksinasi, sehingga menolak saat hendak disuntik,&#8221; katanya.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Hewan Kurban Aman, Wali Kota Malang Pantau RPH Perumda Tunas dan Juleha</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-hewan-kurban-aman-wali-kota-malang-pantau-rph-perumda-tunas-dan-juleha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aman]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[juleha]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda]]></category>
		<category><![CDATA[tunas]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momen perayaan Idul Adha 1444 Hijriah, juga dimanfaatkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk memantau secara langsung prosesi penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momen perayaan Idul Adha 1444 Hijriah, juga dimanfaatkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk memantau secara langsung prosesi penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang telah diberikan oleh ratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang, yang telah membantu dalam proses penyembelihan hewan kurban di tahun ini. &#8220;Alhamdulillah, kita dibantu untuk pemantauan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang. Mereka ada sekitar 400 hingga 450 personel, yang menyebar di lima kecamatan Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Hal tersebut dilakukan, guna untuk menjaga kehigienisan (kebersihan) hewan dan memastikan agar tidak terjangkit penyakit apapun. Termasuk, dalam Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menyerang pada sapi.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai, nanti masyarakat itu mendapatkan daging dari hewan yang berpenyakit. Makanya, ini dilakukan pemeriksaan dan untuk memastikan hewan yang terjangkit PMK, juga sudah tidak ada,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, dalam kesempatan itu pihaknya juga melihat langsung proses penyembelihan lima ekor sapi miliknya di RPH Kota Malang. Dimana, dalam penyembelihan sendiri melibatkan 13 Juru Sembelih Halal (Juleha) yang sudah terlatih secara profesional dan mengikuti tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.</p>



<p>“Saya berharap, ini bisa memberikan contoh yang baik. Apalagi, Juleha di RPH Kota Malang itu sudah profesional dalam melakukan penyembelihan, dan pasti dengan cara islami,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang, Dodot Tri Widodo, menyampaikan jika lima ekor sapi milik Wali Kota Malang, satu diantaranya berjenis Limosin dengan berat badan hampir 800 kg dan empat ekor sapi jenis Simental.</p>



<p>“Pak wali tadi selain 5 ekor sapi, juga 2 ekor kambing. Beliau tidak mau ribet, jadi kita yang melakukan pemotongan sampai masuk dalam tas kresek, dan mereka tinggal mendistribusikan. Pembagiannya sesuai permintaan, kalau yang mau dibagi banyak kita timbangnya per 1 kg sampai satu sentengah kg. Tetapi kalau sedikit ya bisa 2 kg, tergantung request,” jelas Dodot.</p>



<p>Lebih lanjut, Dodot memperkirakan, jika sampai dengan tiga hari ke depan, hewan kurban yang disembelih di RPH Kota Malang, bisa mencapai 200 ekor sapi, dan 150 ekor kambing. Sampai dengan saat ini, RPH Kota Malang telah melakukan pemotongan hingga lebih dari 100 ekor sapi.</p>



<p>“Saat ini yang terdata 100 lebih, kan berjalan terus. Kemarin 55 dan hari ini lebih banyak. Nanti sore atau malam baru ketahuan. Tapi perkiraan kami total sekitar 200 ekor sapi dan 150 ekor kambing. Karena tahun lalu segitu,” tambahnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai temuan penyakit, pihaknya menyampaikan jika sampai dengan saat ini aman dan belum ada temuan sama sekali. Sebab, sebelum masuk di RPH Kota Malang, hewan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.</p>



<p>“Alhamdulillah aman, jadi sebelum dan sesudah kami cek semua. Jadi ada dokter hewan dan kir master. Belum ada temuan dan tidak ada yang dipulangkan karena sakit. Karena kasian masyarakat, kalau mereka harus menerima daging dalam keadaan rusak atau berpenyakit,” imbuh Dodot. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Hewan dan Daging Kurban di Kediri Aman, Mas Dhito Terjunkan Tim DKPP untuk Lakukan Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-hewan-dan-daging-kurban-di-kediri-aman-mas-dhito-terjunkan-tim-dkpp-untuk-lakukan-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aman]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[dkpp]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[terjunkan]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192124</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menyebar sejumlah petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban. Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan bahwa langkah tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Hanindhito Himawan Pramana, guna melakukan pemeriksaan, pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular (PHM) di Kabupaten Kediri. Pemeriksaan tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menyebar sejumlah petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban.</p>



<p>Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan bahwa langkah tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Hanindhito Himawan Pramana, guna melakukan pemeriksaan, pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular (PHM) di Kabupaten Kediri. Pemeriksaan tersebut, meliputi pemeriksaan antemortem (pemeriksaan kesehatan sebelum disembelih) dan postmortem terhadap daging kurban, untuk memastikan daging yang dibagikan aman dikonsumsi.</p>



<p>Pemeriksaan yang dilakukan ini, tambahnya, juga dilakukan di kediaman bupati yang akrab disapa Mas Dhito, yang di hari sama juga tengah melakukan penyembelihan hewan kurban. Hasilnya, petugas tidak menemukan penyakit atau infeksi apapun pada sapi jenis limosin dengan berat sekitar 900 kilogram tersebut.</p>



<p>“Untuk hari ini dan penyembelihan kurban di kediaman Mas Dhito, semuanya aman. Jadi, hati hingga jantung aman, prankeas dan limpa juga normal,” katanya, Kamis (29/06/2023) tadi.</p>



<p>Disampaikan Tutik, bahwa kegiatan pemeriksaan mulai dilakukan Rabu (28/06/2023) hingga Sabtu (01/07/2023) mendatang. Selain di kediaman Mas Dhito, pemeriksaan juga dilakukan pula di Rumah Potong Hewan (RPH) Pare dan Wates.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedang untuk pemeriksaan di tiap kecamatan, paparnya, DKPP bekerjasama dengan dokter hewan yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim X. Petugas juga terus melaporkan, jika ditemukan indikasi infeksi. Setidaknya, hingga Kamis (29/06/2023) siang, hanya ditemukan tiga ekor kambing yang mengalami infeksi pada organ hati.</p>



<p>“Untuk organ hati yang terinfeksi, itu sudah dilakukan pembuangan,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, dalam pelaksanaan Kurban yang berlangsung di rumah bupati, Mas Dhito menyempatkan diri untuk mengajak putri pertamanya, Shanaya Arsyila Pramana, melihat sapi kurban yang akan disembelih. Orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut, mengungkapkan bahwa kebiasaan ini memang untuk sarana pendidikan bagi anaknya.</p>



<p>&#8220;Saya sekaligus berikan pemahaman kepada Shanaya, apa sih kurban itu. Lalu, bagaimana prosesnya,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Di sisi lain, bupati yang gemar mengendarai vespa tersebut meminta supaya dalam pembagian daging kurban, tidak menggunakan plastik. Hal ini dilakukan, untuk mengurangi penggunaan plastik yang susah di daur ulang.</p>



<p>“Kita berupaya dalam pembagian daging kurban tidak menggunakan sampah plastik, minimal dikurangi,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Temanggungan Kota Malang Gelar Tradisi Arak-arakan Hewan Kurban Jelang Disembelih</title>
		<link>https://memontum.com/warga-temanggungan-kota-malang-gelar-tradisi-arak-arakan-hewan-kurban-jelang-disembelih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 07:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arak-arakan]]></category>
		<category><![CDATA[disembelih]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[temanggungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tradisi arak-arakan hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan, berlangsung di wilayah Temanggungan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi. Pelaksanaan itu, berlangsung seusai Salat Idul Adha 1444 Hijiriah. Dalam pelaksanaan itu, ratusan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, diarak mengelilingi ruas Jalan Gatot Subroto, Jalan Zainul Arifin, Jalan Aris Munandar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tradisi arak-arakan hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan, berlangsung di wilayah Temanggungan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi. Pelaksanaan itu, berlangsung seusai Salat Idul Adha 1444 Hijiriah.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, ratusan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, diarak mengelilingi ruas Jalan Gatot Subroto, Jalan Zainul Arifin, Jalan Aris Munandar, hingga Jalan KH Ahmad Dalan, Kota Malang. Sejumlah warga yang terlibat, membawa sejumlah atribut seperti spanduk, flare dan bendera, untuk memeriahkan acara.</p>



<p>Ketua Panitia, Zulfikar Riski Alamsyah, menyampaikan bahwa proses arak-arakan hewan kurban tersebut sudah menjadi tradisi di tiap tahun. Pelaksanaan ini, dianggap memberikan kebermanfaatan bagi para pengkurban maupun hewan kurban itu sendiri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tradisi ini sudah berjalan sejak tahun 1979. Pelaksanaan ini, dianggap memberikan manfaat yang baik untuk pengkurban dan juga untuk kambing. Pengkurban sendiri juga mendapat syafaat dan manfaat,&#8221; kata Zulfikar.</p>



<p>Masyarakat yang terlibat, paparnya, pun dari berbagai kalangan yang ada. Mulai dari anak-anak hingga para lanjut usia (Lansia). Terlebih, dalam kemeriahan tersebut juga inisiatif dari masyarakat setempat.&nbsp;</p>



<p>“Semua warga yang terlibat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai yang sudah Lansia juga ikut memeriahkan euforia ini. Dari RT/RW setempat pun, selama ini juga memberikan imbauan yang positif dan bahkan mendukung dari segi apapun,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika di wilayah Temanggungan, itu mengarak 61 ekor kambing dan empat ekor sapi. Semua hewan tersebut juga dilakukan penyembelihan pada hari ini.</p>



<p>“Penyembelihannya semua dilakukan hari ini. Jadi, setelah seluruh hewan kurban diajak jalan-jalan, nanti akan langsung disembelih. Sehingga, daging saat disembelih tetap segar,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192120</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Temukan Puluhan Hewan Kurban Terinfeksi Penyakit</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-temukan-puluhan-hewan-kurban-terinfeksi-penyakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[terinfeksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192077</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, telah melakukan pemeriksaan kepada sekitar 274 hewan kurban yang siap dilakukan pemotongan pada hari ini, Rabu (26/06/2023) tadi. Hingga pukul 15.00 WIB, telah ditemukan sekitar 22 hewan kurban yang terinfeksi penyakit. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Ternak Dispangtan Kota Malang, drh Anton [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, telah melakukan pemeriksaan kepada sekitar 274 hewan kurban yang siap dilakukan pemotongan pada hari ini, Rabu (26/06/2023) tadi. Hingga pukul 15.00 WIB, telah ditemukan sekitar 22 hewan kurban yang terinfeksi penyakit.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Ternak Dispangtan Kota Malang, drh Anton Pramujiono, menyampaikan jika penyakit tersebut yaitu cacing hati atau fasciola hepatica dan radang paru-paru. &#8220;Jadi, jumlah sapi yang dipotong ada 97 ekor, kambing 163 ekor dan domba 14 ekor. Kasus penyakit cacing hati itu, menyerang pada sekitar 19 ekor sapi dan radang paru-paru pada 3 ekor sapi,” ujar Anton, saat dihubungi Memontum.com.</p>



<p>Itu ditemukan, tambahnya, di sekitar 18 masjid yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. Diantaranya, yaitu satu di Kecamatan Sukun, dua di Kecamatan Lowokwaru, lima di Kecamatan Kedungkandang, lima di Kecamatan Klojen dan lima di Kecamatan Blimbing. Namun, dari penemuan penyakit tersebut, daging masih layak untuk dikonsumsi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Daging masih bisa atau layak untuk dikonsumsi. Hanya diafkir (dibuang, red) saja hatinya,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Bagian Pendistribusian dan Pengumpulan Baznas Kota Malang, Imam Muslich, menyampaikan jika pada tahun ini menerima 15 hewan kurban. Itu berasal dari ASN Pemkot Malang dan pihak swasta. Secara rinci, 13 ekor merupakan kambing dan dua lainnya yaitu sapi.</p>



<p>“Untuk pemotongan hewan kurbannya nanti akan dilakukan di RPH Perumda Tugu Tunas,” kata Imam</p>



<p>Lebih lanjut pihaknya menambahkan jika sampai dengan saat ini sudah terdaftar sembilan lembaga sebagai penerima manfaat hewan kurban. Di antaranya, musala, panti asuhan, masjid dan lapas. “Kami berharap hari ini (Rabu) dan besok masih ada tambahan hewan kurban,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192077</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Pastikan Hewan Kurban di Tingkat Pedagang Layak Potong</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-pertanian-dan-ketahanan-pangan-kota-batu-pastikan-hewan-kurban-di-tingkat-pedagang-layak-potong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[layak]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[potong]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192048</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Batu memastikan bahwa hewan kurban yang dijual di tingkat pedagang yang tersebar di wilayah Kota Batu, layak potong. Sedangkan, untuk pengecekan kesehatan hewan ternak yang dijual oleh pedagang musiman, sudah dilakukan dengan menerjunkan 141 personel yang dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) sejak 19 sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Batu memastikan bahwa hewan kurban yang dijual di tingkat pedagang yang tersebar di wilayah Kota Batu, layak potong. Sedangkan, untuk pengecekan kesehatan hewan ternak yang dijual oleh pedagang musiman, sudah dilakukan dengan menerjunkan 141 personel yang dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) sejak 19 sampai 24 Juni 2023.</p>



<p>Kepala Dispertan Kota Batu, Heru Yulianto, mengatakan sejak beberapa hari lalu hingga mendekati kurban, dinasnya bersama tim dari Puskeswan melakukan kunjungan untuk pengecekan kesehatan hewan kurban di pedagang musiman. &#8220;Jadi, dari hasil cek kesehatan hewan ternak, dipastikan hewan ternak yang dijual pedagang di wilayah Kota Batu, sudah layak potong,&#8221; terangnya, saat melakukan pengecekan, Rabu (28/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, selama proses pemeriksaan, hampir semua tempat dilakukan pemantauan. Termasuk diantaranya, ada delapan lokasi penjualan skala besar di Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Beberapa tempat yang jadi sasaran pemeriksaan, seperti lima lokasi di Kecamatan Batu, dua titik di Kecamatan Junrejo serta satu tempat di Kecamatan Bumiaji. Termasuk, juga beberapa untuk rencana lokasi pemotongan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk hewan kurban sendiri, itu memiliki kriteria sebelum dijadikan sebagai hewan kurban. Seperti, hewan sudah berusia dua tahun, tidak sakit dan sudah terverifikasi oleh tenaga medik veteriner sehingga layak dipotong dan dikonsumsi.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192048</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Hewan dan Tempat Pemotongan Aman, Pj Wali Kota Batu Tinjau Sejumlah Titik</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-hewan-dan-tempat-pemotongan-aman-pj-wali-kota-batu-tinjau-sejumlah-titik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[pemotongan]]></category>
		<category><![CDATA[pj]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[titik]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melakukan peninjauan ke sejumlah tempat yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi pemotongan hewan kurban di Kota Batu, Rabu (28/06/2023) siang. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan kesehatan hewan sekaligus mengecek dari masing-masing lokasi. Disampaikan Pj Wali Kota Batu, bahwa dari hasil peninjauan diketahui jika hampir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melakukan peninjauan ke sejumlah tempat yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi pemotongan hewan kurban di Kota Batu, Rabu (28/06/2023) siang. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan kesehatan hewan sekaligus mengecek dari masing-masing lokasi.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Batu, bahwa dari hasil peninjauan diketahui jika hampir di beberapa masjid ada lokasi rencana pemotongan hewan kurban. Sementara itu, untuk beberapa lokasi penjualan hewan kurban, juga sudah dilakukan pemantauan.</p>



<p>&#8220;Jadi, tujuan dari peninjauan ke tempat pemotongan hewan ini, untuk memastikan hewan yang akan di kurban dalam keadaan sehat dan tidak mengandung penyakit berbahaya jika dikonsumsi. Pemeriksaan kesehatan hewan sendiri, sudah dilakukan dinas sejak 19 Juni,&#8221; terangnya saat meninjau di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, Rabu (28/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, dari peninjauan untuk lokasi pemotongan di masjid, tidak ada kurang ada sekitar 100 titik. Kesemuanya, menyebar di wilayah Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah melakukan langkah cepat untuk memastikan kondisi hewan kurban. Baik itu mulai di tingkat pedagang hingga kandang. Termasuk, pemeriksaan ante mortem maupun post mortem untuk kelayakan potong,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, agar ketika dijumpai hewan kurban yang tidak layak, pun bisa segera dikeluarkan dari rencana pemotongan. Sehingga, meski sampai sekarang masih belum ditemukan, namun hewan lain tetap steril.</p>



<p>&#8220;Selama keliling di sejumlah hewan ternak, sejauh ini tidak ditemukan hewan yang sedang sakit,&#8221; paparnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peternakan Sapi Warganya Jadi Pilihan Hewan Kurban Presiden RI, Forkopimda Lumajang Tinjau Peternakan</title>
		<link>https://memontum.com/peternakan-sapi-warganya-jadi-pilihan-hewan-kurban-presiden-ri-forkopimda-lumajang-tinjau-peternakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[RI]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[warganya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192060</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, didampingi Kapolres Lumajang dan Komandan Kodim 0821 Lumajang, mengunjungi peternakan sapi milik Bahrowi di Dusun Klumprit, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Selasa (27/06/2023) tadi. Kunjungan itu dilakukan, untuk melihat dari dekat sapi kurban milik Bahrowi, yang nantinya akan di kurbankan di Masjid Agung Al Akbar Surabaya. Sebenarnya, bukan tanpa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, didampingi Kapolres Lumajang dan Komandan Kodim 0821 Lumajang, mengunjungi peternakan sapi milik Bahrowi di Dusun Klumprit, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Selasa (27/06/2023) tadi. Kunjungan itu dilakukan, untuk melihat dari dekat sapi kurban milik Bahrowi, yang nantinya akan di kurbankan di Masjid Agung Al Akbar Surabaya.</p>



<p>Sebenarnya, bukan tanpa alasan kunjungan itu dilakukan Forkopimda Lumajang. Masalahnya yang menarik, yakni sapi milik Bahrowi yang rencana di kurbankan di Surabaya, adalah salah satu sapi kurban milik Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.</p>



<p>Ya, sapi yang berasal dari Kabupaten Lumajang, adalah sapi dengan jenis limosin dan memiliki bobot sekitar 1,1 ton lebih. Sapi berusia 3 tahun 8 bulan, itu diberi nama Gesbi. Memiliki panjang 190 cm dengan tinggi badan 159 cm dan lingkar dada 250 cm. Gesbi sendiri menjadi sapi kurban Presiden Jokowi, yang dibeli dengan harga mencapai sekitar Rp 115 juta.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-kesiapan-operasional-dan-keselamatan-perjalanan-penumpang-pt-kai-cek-lintasan">Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sekda-budiar-dorong-perangkat-daerah-kabupaten-malang-tingkatkan-kualitas-penyusunan-lppd">Sekda Budiar Dorong Perangkat Daerah Kabupaten Malang Tingkatkan Kualitas Penyusunan LPPD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Sapi ini terpilih menjadi hewan kurban atas nama Bapak Presiden yang akan ditempatkan di Masjid Agung Al Akbar Surabaya. Sapi ini sudah dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan kesehatan. Dan, sapi ini oleh sang pemilik dirawat dengan sepenuh hati,&#8221; kata Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, disela melihat sapi jumbo tersebut.</p>



<p>Sementara itu, Bahrowi sendiri mengaku senang dan bangga, lantaran sapi miliknya bisa terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden RI, Joko Widodo. Dirinya pun tidak menyangka, bahkan sapinya akan dibeli orang nomor satu di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Awalnya ya tidak nyangka. Ini rejeki yang tidak disangka-sangka. Seneng dan bangga,&#8221; ujar Bahrowi.</p>



<p>Sebelum diberangkatkan ke Surabaya, Gesbi sendiri masih terus mendapatkan perawatan khusus di kandang peternakan Bahrowi. Rencananya, Gesbi akan diberangkatkan ke Surabaya pada Rabu (28/06/2023) besok pagi. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192060</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
