<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hidroponik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hidroponik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Dec 2023 12:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hidroponik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Probolinggo Bangga Produk Pertanian Melon Hidroponik Greenhouse Farm</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-bangga-produk-pertanian-melon-hidroponik-greenhouse-farm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[greenhouse]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengikuti panen perdana Melon yang ditanam dengan metode hidroponik, Jumat (01/12/2023) tadi. Giat tersebut, dipusatkan di Jalan Bengawan Solo, yakni Greenhouse Farm milik Agus Malik. Wali Kota Habib Hadi megatakan, bahwa hasil pertanian yang menggunakan sistem hidroponik ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa. Dikatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengikuti panen perdana Melon yang ditanam dengan metode hidroponik, Jumat (01/12/2023) tadi. Giat tersebut, dipusatkan di Jalan Bengawan Solo, yakni Greenhouse Farm milik Agus Malik.</p>



<p>Wali Kota Habib Hadi megatakan, bahwa hasil pertanian yang menggunakan sistem hidroponik ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa. Dikatakan olehnya, bahwa Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kota Probolinggo mempunyai ilmu dan wawasan yang sangat mendalam terkait pengelolaan pertanian.</p>



<p>Karenanya, Wali Kota Habib Hadi juga meminta agar para Poktan yang hadir untuk menyesuaikan ilmu yang dimilikinya dengan perkembangan zaman. Seperti penerapan metode-metode baru ini dan selalu berkolaborasi dengan para Poktan yang lainnya.</p>



<p>“Harus bergandengan tangan, karena market pasar harus kita ikuti supaya bisa menyesuaikan. Sehingga, pengembangan di dunia pertanian bisa bersaing. Dinas Pertanian (DKPPP) juga luar biasa, bisa memberikan edukasi dan contoh seperti ini. Tanpa contoh seperti ini seakan-akan tidak bisa dan tidak mungkin,” jelas Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p>Dirinya juga meminta kepada DKPPP, agar supaya cara bertani seperti ini bisa ditularkan. Utamanya, dengan memberikan contoh dan edukasi kepada para petani. Bagi kepala dinas terkait, bisa berinvestasi di dalamnya.</p>



<p>“Sehingga kedepannya nanti, usaha semacam ini akan berkembang. Bahkan bisa menguasai pasar di dalam maupun luar kota,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga sangat mengapresiasi pemilik kebun yang telaten berhidroponik di lahan seluas 11 x 60 itu. “Adanya pandemi Covid-19 yang lalu, tetap mencari cara formulasi yang tepat. Ini hasilnya luar biasa. Bahkan, tadi ada buah yang tanpa pupuk benar-benar alami, malah lebih bagus. Cost ini bisa kita tekan, mindset kita harus diubah. Jadi, tidak harus membutuhkan banyak pupuk,” paparnya.</p>



<p>Wali Kota juga mengatakan Greenhouse Farm ini sebagai potensi wisata yang bisa mengundang banyak peminat dan turis asing. “Wisatawan dari kapal pesiar yang membawa turis asing, pun bisa ya diarahkan ke sini. Pasti ini juga pengalaman baru bagi mereka,” harap Habib Hadi.</p>



<p>Sementara itu, Agus Malik menceritakan awal mula dirinya membuat bisnis di sektor pertanian. Yaitu, berawal dari pandemi Covid-19, dirinya yang seorang akuntan pun nekat terjun ke dunia pertanian.</p>



<p>&#8220;Tahun 2020, saya masih mencari yang tepat untuk ditanam. Sampai pada akhirnya, pilihan jatuh pada Melon Hidroponik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengajak dan memotivasi Poktan-Poktan untuk bertani bukan hanya sebagai kebutuhan sekali makan. Melainkan, untuk pemberdayaan bisnis lagi yang bisa bermanfaat untuk orang lain.</p>



<p>“Yang penting kita kuatkan dahulu pondasi bisnis. Kuatkan teknikalnya juga,” ujarnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202732</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kodim 0820/Probolinggo Buat Ribuan Hidroponik di Atas Kolam</title>
		<link>https://memontum.com/kodim-0820-probolinggo-buat-ribuan-hidroponik-di-atas-kolam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2021 10:36:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134233</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf.Imam Wibowo, bersama jajarannya membuat hidroponik yang terbuat dari pot kecil di atas kolam ikan milik Kodim 0820/Probolinggo. Kegiatan ini, merupakan kegiatan jaga lingkungan bersih dalam rangka memutus penyebaran Covid-19. Dandim 0820/Probolinggo mengatakan, pembuatan hidroponik yang terbuat dari pot kecil di atas air kolam yang ada disekitar wilayah Kodim. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum <a href="https://memontum.com/tag/kota-probolinggo">Probolinggo</a></strong> &#8211; Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf.Imam Wibowo, bersama jajarannya membuat hidroponik yang terbuat dari pot kecil di atas kolam ikan milik Kodim 0820/Probolinggo.</p>
<p>Kegiatan ini, merupakan kegiatan jaga lingkungan bersih dalam rangka memutus penyebaran Covid-19.</p>
<p>Dandim 0820/Probolinggo mengatakan, pembuatan hidroponik yang terbuat dari pot kecil di atas air kolam yang ada disekitar wilayah Kodim.</p>
<p>“Kita melakukan penanaman ribuan bibit kangkung dan sejenisnya dengan memanfaatkan pot kecil ini merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan,” kata Dandim, Senin (08/02) tadi.</p>
<p>Seperti saat ini, lanjut Letkol Inf. Imam Wibowo, musim penghujan yang menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor diberbagai wilayah di Jawa Timur.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134160-pembangunan-masjid-kodim-0820-probolinggo-mendekati-rampung">Pembangunan Masjid Kodim 0820/Probolinggo Mendekati Rampung</a></strong></p>
<p>Manfaat dari pot tersebut, sebagai bahan hidroponik saat musim penghujan bisa meningkatkan daya resapan air.</p>
<p>Jika keberadaan air tercukupi dan tidak mengalami masalah kekeringan. Ini sudah menerapkan program satu anggota, satu tanaman seperti kangkung ini. Yakni setiap anggota wajib menanam satu tanaman dan dirawat.</p>
<p>&#8220;Membuat satu hidroponik yang terbuat dari pot kecil atau limbah plastik lainnya untuk menjaga ketersediaan air didalam kapas dan mengubah organik menjadi kompos yang dibutuhkan oleh aktivitas fauna dan akar tanaman,” jelas Dandim.<strong> (geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UMM Ciptakan Media Tanam Hidroponik</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-umm-ciptakan-media-tanam-hidroponik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2020 13:25:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121336-mahasiswa-umm-ciptakan-media-tanam-hidroponik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Malang &#8211; Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) patut dicontoh. Baru-baru ini mereka berhasil menciptakan media tanam hidroponik. Ada lima orang mahasiswa UMM yang menciptakan media tanam hidroponik. Mereka tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa 56 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka itu yakni Rachel Putri, Dewi Arif, Fitry Ayu, Adelia Septiani, serta Nindya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Malang</strong> &#8211; Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) patut dicontoh. Baru-baru ini mereka berhasil menciptakan media tanam hidroponik. Ada lima orang mahasiswa UMM yang menciptakan media tanam hidroponik.</p>
<p>Mereka tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa 56 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka itu yakni Rachel Putri, Dewi Arif, Fitry Ayu, Adelia Septiani, serta Nindya Ayu.</p>
<p>Program kerja tersebut telah memasuki tahap penyemaian. Hidroponik yang diaplikasikan adalah sayur-sayuran. Tim PMM yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Hukum UMM, Yaris Adhial Fajrin tersebut berlokasi di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Tujuan utama program kerja tim PMM tersebut adalah menuju Mulyoarjo yang cerdas Covid. Selain tanaman hidroponik, program kerja lainnya adalah membuat jamu gebing untuk imunitas tubuh, membuat faceshield untuk warga desa, serta program edukasi tertib Covid.</p>
<p>Rachel, selaku koordinator Tim PMM 56 mengatakan media tanam hidroponik sayur-mayur ditujukan untuk antisipasi lumbung pangan warga Desa Mulyoarjo. Dijelaskan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Arab 2017 tersebut lumbung pangan merupakan wadah sumber pangan bagi warga Desa Mulyoarjo.</p>
<p>Rachel juga menambahkan nantinya sayur hasil panen hidroponik akan didistribusikan ke lumbung pangan warga setempat. “Di PMM ini, kami berusaha memberikan yang berguna dan berkelanjutan seperti sumber pangan bagi warga, sehingga kami menciptakan warga desa yang mandiri juga,” tuturnya.<strong> (*/man)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121336</post-id>	</item>
		<item>
		<title>APTI Jombang Gelar Sosialisasi Tanaman Hidroponik</title>
		<link>https://memontum.com/apti-jombang-gelar-sosialisasi-tanaman-hidroponik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 13:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[APTI Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120574-apti-jombang-gelar-sosialisasi-tanaman-hidroponik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur gelar sosialisasikan tanaman hidroponik dan Program Kampung Iklim (Proklim) di balaidesa Gedung Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, Selasa (4/8/2020) Kegiatan dihadiri oleh Sulistyowati dari Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dr. Sudarmaji dari Fakultas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur gelar sosialisasikan tanaman hidroponik dan Program Kampung Iklim (Proklim) di balaidesa Gedung Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, Selasa (4/8/2020)</p>
<p>Kegiatan dihadiri oleh Sulistyowati dari Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dr. Sudarmaji dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Dr Suyono dari Praktisi Lingkungan Hidup serta dihadiri oleh 28 anggota APTI dari Kecamatan Ploso, Plandaan, Kabuh, Kudu dan Ngusikan</p>
<p><div id="attachment_120575" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-120575" decoding="async" class="size-full wp-image-120575" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/FT-jombang-2-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="Sosialisasi tanaman hidroponik yang digelar APTI bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/FT-jombang-2-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/FT-jombang-2-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/FT-jombang-2-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/FT-jombang-2-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-120575" class="wp-caption-text">Sosialisasi tanaman hidroponik yang digelar APTI bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim</p></div></p>
<p>Acara dibuka oleh Kepala Desa Gedong Ombo Lasiman juga sebagai Ketua APTI Jombang. Ia menyampaikan, tembakau menjadi usaha mayoritas masyarakat di daerah utara Brantas yang mencakup 5 kecamatan di Kabupaten Jombang yaitu Kecamatan Plandaan, Kabuh, Ngusikan, Kudu dan Ploso. &#8220;Kedepannya APTI akan melakukan banyak program seperti akan mendatangkan tim dan nara sumber yang lain guna perkembangan dan peningkatan petani tembakau,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lasiman menyampaikan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur terkait dengan adanya kegiatan ini. “Semoga ilmu yang didapat dari pertemuan ini dapat diterapkan ke 5 kecamatan yang ikut dalam Anggota APTI dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.</p>
<p>Untuk luasan tembakau di utara Sungai Brantas sendiri sekitar 5.304 Hektar.terdiri dari tembakau jenis Jinten luasnya sekitar 3.700 hektar, jenis Rejeb luasnya sekitar 1.320 Hektar, dan jenis Manilo luasnya sekitar 265 Hektar.</p>
<p>Perkembangan tanaman tembakau di Kabupaten Jombang sendiri cukup banyak walaupun dalam kondisi pandemi Covid seperti saat ini. “Pangsa pasar tembakau yang berasal dari Jombang sudah sampai ke daerah Temanggung Jawa Tengah,&#8221; tutur Lasiman.</p>
<p>Di tempat sama, Sulistyowati perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menyampaikan terimakasih atas antusias peserta berminat dalam program ini. Setelah ini akan diadakan pelatihan agar masyarakat tahu bagaimana mempraktekkan kemudian mengedukasikan pada masyarakat sekitarnya dengan harapan kegiatan pembelajaran ini berkesinambungan untuk bagaimana masyarakat mengembangkan diri secara langsung atau tidak langsung.</p>
<p>&#8220;Tujuan di pelatihan hidroponik ini sendiri adalah guna pengembangan Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang diprogramkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena dengan sistem hidroponik ini tidak memerlukan ruang yang luas dengan biaya minimal tetapi hasil yang maksimal,” jelasnya.</p>
<p>Hasil dari penanaman dengan sistem hidroponik sendiri, lanjut Sulistyowati betul-betul jauh dari bahan-bahan kimia karna menggunakan pupuk organik yang berasal dari sisa hasil tanaman tembakau yang terbuang seperti dari bunga tembakau yang tidak terpakai,batang-batang tembakau,daun-daun tembakau yang sudah dipilah-pilah dan dilebur supaya menciptakan lingkungan bersih.</p>
<p>&#8220;Program ini didanai dari dana cukai. Ini sudah berlangsung dari tahun 2018 dan sudah dilakukan di beberapa daerah lain di Jawa Timur seperti di Pamekasan,Tulungagung, Bondowoso,Bojonegoro,Situbondo,Banyuwangi,Jember,Mojokerto dan Jombang,&#8221; ujar Sulistyowati.</p>
<p>Sementara, Dr Sudarmaji dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menyampaikan tujuan utama dari kegiatan ini membentuk Program Kampung iklim (PROKLIM) dengan wacana desa wisata tetap menerapkan standart Protokol kesehatan. Parameternya dari Proklim merujuk kepada Kementerian lingkungan Hidup tentang menciptakan ketahanan pangan berbasis lingkungan dan menunjang untuk program Desa Tangguh Covid 19.</p>
<p>“Karena Proklim sendiri salah satunya menciptakan tangguh dalam gizinya dengan cara sistem penanaman hidroponik,&#8221; papar Sudarmaji.</p>
<p>Desa Gedong Ombo cukup berpotensi menjadi salah satu Progran Kampung Iklim karna sumberdaya masyarakat cukup mumpuni sehingga kampung ini menjadi lebih produktif dan mengelola lingkungan secara partisipatif.</p>
<p>Menurut Dr Suyono, selaku Praktisi Lingkungan sekaligus penerima penghargaan tropi Proklim tahun 2018 dari Kementrian Lingkungan Hidup, untuk program penanaman secara hidroponik itu juga bisa digunakan untuk penanaman buah, sayuran dan bunga. Keunggulan dari hidroponik ini sendiri ongkos tenaga kerjanya lebih kecil, hasil dari tanamannya sendiri lebih cepet panen, lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida.</p>
<p>“Dengan sistem hidroponik ini menjawab tantangan terhadap ketahanan pangan untuk lokasi-lokasi yang minim lahan tetapi bisa tetap memiliki hasil yang bagus seperti di perkotaan,” jelasnya. <strong>(jbg-1/ono)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BHS Dorong Pengembangan Pertanian Hidroponik, Targetkan RTH Sidoarjo 30 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/bhs-dorong-pengembangan-pertanian-hidroponik-targetkan-rth-sidoarjo-30-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 02:07:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bacabup]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Haryo]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120312-bhs-dorong-pengembangan-pertanian-hidroponik-targetkan-rth-sidoarjo-30-persen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pertanian hidroponik dikembangkan di Sidoarjo. Tidak hanya, di lahan yang tidak produktif. Akan tetapi juga dikembangkan di rumah-rumah warga Sidoarjo. Hal ini untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Sidoarjo yang masih sangat minim. Padahal, Sidoarjo termasuk kawasan Industri. &#8220;Saya mengapresiasi usaha [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pertanian hidroponik dikembangkan di Sidoarjo. Tidak hanya, di lahan yang tidak produktif. Akan tetapi juga dikembangkan di rumah-rumah warga Sidoarjo.</p>
<p>Hal ini untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Sidoarjo yang masih sangat minim. Padahal, Sidoarjo termasuk kawasan Industri.</p>
<p>&#8220;Saya mengapresiasi usaha pertanian hidroponik ini. Selain bisa menjadi sumber pendapatan, pertanian hidroponik bisa menambah luasan RTH privat di Sidoarjo. RTH yang dikelola mandiri oleh warga bisa menambah RTH umum yang jumlahnya masih minim yakni sekitar 8-10 persen. Karena Sidoarjo wilayah industri, target RTH harus di atas 30 persen. Ini (program) saya saat diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo,&#8221; ujar BHS saat mengunjungi pertanian hidroponik di Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (28/07/2020).</p>
<p>BHS yang juga mantan anggota DPR RI periode 2014 &#8211; 2019 ini menjelaskan saat ini khusus RTH yang dikelola pemerintah, seharusnya bisa di atas 15 persen. Selama ini, beberapa hutan kota di Sidoarjo, masih belum sepenuhnya berfungsi menjadi hutan kota. Padahal, seharusnya fungsi hutan kota di Sidoarjo harus benar-benar dijadikan hutan kota.</p>
<p>&#8220;Sekarang masih banyak lahan milik pemerintah Sidoarjo yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan hutan kota. Salah satunya di kawasan Taman Pinang Indah (TPI). Itu sangat membantu penambahan RTH kita,&#8221; imbuh politisi yang sudah mendapat rekom dari Partai Gerindra ini.</p>
<p>Alumnus ITS Surabaya ini memaparkan di Sidoajo ada sekitar 450.000 rumah warga yang bisa membuat RTH privat. Diantaranya dengan berusaha dengan ditanami pertanian hidroponik. Program ini jika maksimal bakal berdampak pada lingkungan karena bisa menghasilkan oksigen lebih banyak.</p>
<p>&#8220;Bukan hanya dampak pemberdayaan rumah tangga secara ekonomi saja, akan tetapi juga bakal menambah suasana indah dan oksigen segar di dapat di pemukiman penduduk Sidoarjo,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, BHS berharap pertanian hidroponik mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Sebelum diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo, BHS bakal mengupayakan usaha pertanian hidroponik ini juga mendapatkan suntikan modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).</p>
<p>&#8220;Saya akan mendorong KUR untuk membantu UMKM dan pertanian hidroponik ini terutama bagi pemula. Termasuk mendorong para pelajar SD, SMP dan SMA untuk belajar pertanian hidroponio agar bisa menjadi pengusaha (enterpreneur) baru,&#8221; ungakapnya.</p>
<p>Sementara salah seorang Pengelola Pertanian Hidroponik di Desa Wage, Hariyanto mengaku menanam sayuran. Diantaranya kangkung, bayam, dan kailan. Menurutnya, jika semua tanaman seluruhnya sudah hijau maka bakal siap panen. Bahkan pihaknya bisa panen setiap hari.</p>
<p>&#8220;Hasil panen kami jual untuk restoran, hotel dan supermarket dari lahan sekitar 900 meter persegi ini. Kami juga tidak memiliki kendala berarti selama mengelola pertanian hidroponik lima tahun terakhir. Hanya saja, cuaca memang menjadi kendala untuk jenis sayuran tertentu. Makanya kalau musim panas, disiasati menanam kangkung karena tahan di berbagai cuaca,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120312</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Kedaulatan Pangan, Warsito Tularkan Program Gemaponik</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-kedaulatan-pangan-warsito-tularkan-program-gemaponik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2018 16:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gemaponik]]></category>
		<category><![CDATA[Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[HKTI Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/19608-dewanti-segera-temui-rendra-guna-bahasa-pembangunan-tol-batu</guid>

					<description><![CDATA[* Bagi Ribuan Bibit dan Nutrisi Hidroponik Gratis ke Masyarakat Malang Raya &#160; Memontum Kota Malang &#8211; Dalam memenuhi kedaulatan pangan, Indonesia masih mengalami beberapa kendala. Seperti semakin sempitnya lahan pertanian yang tergeser oleh tingginya kebutuhan tempat tinggal, seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan. Tentunya, hal ini bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Keterlibatan masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Bagi Ribuan Bibit dan Nutrisi Hidroponik Gratis ke Masyarakat Malang Raya</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam memenuhi kedaulatan pangan, Indonesia masih mengalami beberapa kendala. Seperti semakin sempitnya lahan pertanian yang tergeser oleh tingginya kebutuhan tempat tinggal, seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan. Tentunya, hal ini bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Keterlibatan masyarakat itu sendiri sangat dibutuhkan dalam menemukan beberapa solusi tersebut. </p>
<p>Semakin sempitnya lahan pertanian, mendorong akal pikiran manusia untuk mendapatkan cara bercocok tanam yang tidak memerlukan lahan tanah sebagai medianya, namun menggunakan air dan dapat dilakukan dengan pola bertingkat dalam ruang. Salah satunya, bioteknologi pertanian berupa budidaya tanaman Hidroponik yang mampu menghasilkan makanan sehat. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181114-WA0118-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-64081" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181114-WA0118-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181114-WA0118-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>&#8220;Gerakan Menanam Hidroponik (Gemaponik) berbasis rumahan memiliki banyak keunggulan. Selain berdampak terhadap kesejahteraan ekonomi, program ini mampu membina hubungan baik antar masyarakat. Karena bisa dilakukan secara massal dan kontinu, bisa dilakukan siapa saja tanpa harus memiliki keahlian khusus, mudah dilakukan dan minim resiko,&#8221; jelas Warsito, Sekretaris DPP HKTI Jatim, kepada lintas komunitas Malang Raya, di ruang Tumapel Hotel Balava Malang, Rabu (14/11/2018) sore.</p>
<p>Warsito menambahkan, sistem hidroponik lebih praktis dan produktif, karena memanfaatkan ruangan yang sempit (bukan kebun) atau untuk menyiasati daerah atau tempat yang tidak dapat ditanami. Cara menanam dengan sistem ini dapat dilakukan dimanapun dengan jenis tanaman apapun, khususnya sayur mayur dan buah-buahan, dalam jumlah berapapun. Serta tidak bergantung pada musim, karena dikelola secara khusus. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181114-WA0119-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-64080" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181114-WA0119-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181114-WA0119-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Hasilnya pun cukup lumayan, sekali panen dengan masa tanam 30-40 hari, minimal Rp 300-400 ribu dalam jumlah ruang minimalis,&#8221; tambah Cak War, sapaan pengusaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) ini.</p>
<p>Berawal dari pengalaman suksesnya, pemrakarsa lingkungan asal Mojokerto ini akan membagikan ribuan bibit dan nutrisi secara gratis kepada ribuan keluarga di Malang Raya, sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dimana tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen. </p>
<p>&#8220;Untuk target tahap awal sekitar 1.000 Kepala Keluarga di Malang Raya. Dengan kondisi kontur geografis yang berbeda, ada salah satu petani, pak Agus Abdilla, yang kami ujicobakan program Gemaponik di daerah Beji, Batu. Sekali panen, beliau mendapatkan sekitar Rp 7-8 juta dengan luas lahan 6&#215;8 meter. Karena harganya sekitar Rp 25-35 ribu per ikat tanaman,&#8221; tandasnya. </p>
<p>Nantinya, akan ada perusahaan yang dilibatkan untuk pengawasan, sekaligus membeli sebagian hasil panen warga. Sehingga masyarakat tidak terlalu risau dalam pemasarannya. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19608</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
