<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hidupi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hidupi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Apr 2024 15:22:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hidupi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tepati Janji, DPC Gerindra Dirikan Rumah Baru Layak Huni untuk Kakek yang Hidupi Anak Usia 7 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/tepati-janji-dpc-gerindra-dirikan-rumah-baru-layak-huni-untuk-kakek-yang-hidupi-anak-usia-7-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dirikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[hidupi]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[tepati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Apresiasi tinggi patut diberikan kepada DPC Partai Gerindra Kabupaten Lumajang. Itu karena, paska menindaklanjuti informasi pemberitaan memontum.com, mengenai adanya kakek usia 71 tahun bernama Jumadi alias Bagong (71) di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, yang hidup bersama anaknya yang berusia 7 tahun di rumah tidak layak huni, tidak hanya sebatas bersilaturahmi dan berbagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Apresiasi tinggi patut diberikan kepada DPC Partai Gerindra Kabupaten Lumajang. Itu karena, paska menindaklanjuti informasi pemberitaan memontum.com, mengenai adanya kakek usia 71 tahun bernama Jumadi alias Bagong (71) di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, yang hidup bersama anaknya yang berusia 7 tahun di rumah tidak layak huni, tidak hanya sebatas bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan pemilik rumah. Namun, janji Ketua DPC Partai Gerindra, Indah Amperawati atau Bunda Indah, untuk memperbaiki rumah langsung direalisasi tanpa menunggu lama.</p>



<p>Bahkan, gerak cepat dengan memberikan bantuan berupa membangunkan rumah baru di disamping bangunan rumah sebelumnya, langsung diberikan. Tujuannya, agar kakek bersama anaknya di Hari Fitri, juga bisa turut merasakan Lebaran di rumah barunya.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Tepati Janji, DPC Gerindra Dirikan Rumah Baru Layak Huni untuk Kakek Lumajang" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cp0V2Xl1ljA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Politisi Partai Gerindra Kabupaten Lumajang, Oktaviani, kepada memontum.com mengatakan jika pihaknya setelah turun langsung bersama Bunda Indah untuk melihat kondisi rumah sang kakek, langsung diberi instruksi untuk sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan. Sehingga, seketika itu gerak cepat langsung dilakukan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ke sana (ke rumah kakek, red) hari Jumat (05/04/2024) lalu, untuk bertemu. Sabtu (06/04/2024) nya langsung cari tukang dan langsung dikerjakan di Minggu (07/04/2024) nya. Harapannya sederhana, setidaknya mendapatkan sedikit kebahagian dengan tidur tidak lagi kedinginan,&#8221; kata Oktaviani, Senin (08/04/2024) tadi.</p>



<p>Politisi Partai Gerindra yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang itu mengungkapkan, jika percepatan pembangunan rumah Kakek Jumadi alias Pak Bagong, sebelum Lebaran harus sudah terselesaikan. Ini sesuai instruksi dari Ketua DPC Partai Gerindra, Bunda Indah.</p>



<p>&#8220;Kita buatkan baru di sebelahnya, agar cepat. Karena kalau masih (harus, red) bongkar dan bangun pakai batako, tidak nutut. Karena instruksi Bunda Indah, Lebaran harus sudah bisa ditempati,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Oktaviani mengatakan, meski ada beberapa kendala, pihaknya akan menyelesaikan pembangunan semaksimal mungkin. &#8220;Sesuai instruksi Bunda, Lebaran harus sudah ditempati. Insyaallah hari ini harus 80 persen, walau pun lembur harus dilakukan,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidupi Anak Berusia 7 Tahun, Kakek Asal Lumajang Tempati Rumah Tidak Layak Huni</title>
		<link>https://memontum.com/hidupi-anak-berusia-7-tahun-kakek-asal-lumajang-tempati-rumah-tidak-layak-huni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berusia]]></category>
		<category><![CDATA[hidupi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Perhatian lebih sepertinya perlu diberikan kepada Jumadi alias Bagong, seorang Kakek (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di tengah banyaknya program pemerintah untuk membantu masyarakat, hidup memprihatinkan justru dilakoni kakek ini. Yaitu, dirinya menempati sebuah rumah atau persisnya gubuk reok, bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 7 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Perhatian lebih sepertinya perlu diberikan kepada Jumadi alias Bagong, seorang Kakek (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di tengah banyaknya program pemerintah untuk membantu masyarakat, hidup memprihatinkan justru dilakoni kakek ini. Yaitu, dirinya menempati sebuah rumah atau persisnya gubuk reok, bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 7 tahun.</p>



<p>Diceritakannya, bahwa kesehariannya itu sudah dijalani sejak lama. Yakni, ketika anaknya masih berusia sekitar 2 bulan. &#8220;Saya tinggal di sini sejak anak saya usia 2 bulan. Sekarang, anak saya ini sudah berusia 7 tahun. Sementara istri saya, sudah lama meninggalkan kami berdua,&#8221; kata Bagong kepada memontum.com, Sabtu (30/3/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sulitnya mencari pekerjaan dan nafkah, ujar Bagong, membuatnya memilih untuk tinggal dalam kondisi seadanya (tidak layak, red). Selain tanpa ada penerangan listrik, rumah yang ditempatinya pun juga tak sepenuhnya berdinding. Sementara lantai rumah, pun beralas tanah dengan tempat memasak yang menjadi satu dengan seluruh ruangan. Meskipun, Bagong sendiri mengaku mendapat bantuan pemerintah setempat berupa bantuan PKH.</p>



<p>&#8220;Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya cuma mengandalkan pemberian dari warga sekitar. Karena jangankan untuk bekerja, berjalan dengan normal saja saya juga sudah tak sanggup,&#8221; paparnya.</p>



<p>Karena kondisinya yang sudah tua, keseharian Kakek Bagong hanya dihabiskan untuk merawat sang buah hati. Meskipun, dirinya juga mengaku khawatir akan masa depan anaknya dan kondisi dirinya yang sudah renta. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207923</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
