<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hidupkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hidupkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 17:08:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hidupkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hidupkan Kembali Wisata Gunung Kelud, Mas Dhito Minta Pembangunan Jalan Menuju Kawah Dilanjutkan</title>
		<link>https://memontum.com/hidupkan-kembali-wisata-gunung-kelud-mas-dhito-minta-pembangunan-jalan-menuju-kawah-dilanjutkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilanjutkan,]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kelud,]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk menghidupkan kembali wisata Gunung Kelud. Mengenai komitmen ini, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, juga meminta agar pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud yang sebelumnya telah dikerjakan pada 2025, untuk dilanjutkan dan mendapatkan prioritas. “Wisata Gunung Kelud harus dihidupkan. Karenanya, 2026 saya minta diselesaikan. Bangun jalan sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk menghidupkan kembali wisata Gunung Kelud. Mengenai komitmen ini, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, juga meminta agar pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud yang sebelumnya telah dikerjakan pada 2025, untuk dilanjutkan dan mendapatkan prioritas.</p>



<p>“Wisata Gunung Kelud harus dihidupkan. Karenanya, 2026 saya minta diselesaikan. Bangun jalan sampai kawah, tapi pastikan juga untuk safetynya,” kata Mas Dhito, Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p>Instruksi yang disampaikan Bupati, diungkapkan saat pemaparan program kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di awal Januari 2026. Dirinya juga menekankan, tidak hanya pengerjaan jalan, faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi terhadap daya tarik wisatawan, juga diminta untuk diperhatikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya tekankan perbaiki Kelud, aktivasi kembali Kelud seperti sebelum masa pandemi,” tambahnya.</p>



<p>Mas Dhito berharap, Gunung Kelud sebagai salah satu destinasi wisata alam andalan Kabupaten Kediri, dapat kembali kepada masa kejayaan. Selain perbaikan wisata Gunung Kelud, pihaknya juga meminta perbaikan untuk menunjang wisata Ubalan dan juga wisata Gunung Wilis.</p>



<p>Kepala DPUPR Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama, menyebut pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud sebagaimana atensi bupati telah masuk dalam rencana kerja DPUPR Tahun 2026 ini. “Tahun ini pembangunan jalan menuju kawah Kelud akan kita lanjutkan,” ujarnya.</p>



<p>Tahun 2025, ujarnya, Dinas PUPR Kabupaten Kediri melakukan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud sepanjang 241 meter dengan lebar 4 meter. Sebagaimana pekerjaan sebelumnya, akses jalan menuju kawah nantinya dibangun cor beton yang dinilai lebih kuat. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tata Ulang Wisata Terpadu, Pemkot Malang Bersiap Hidupkan Kembali Tarekot</title>
		<link>https://memontum.com/tata-ulang-wisata-terpadu-pemkot-malang-bersiap-hidupkan-kembali-tarekot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersiap]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[tarekot]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229420</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan menghidupkan kembali Taman Rekreasi Kota (Tarekot) yang berada di belakang Kawasan Balai Kota Malang. Hal itu dilakukan, karena selama ini dinilai kurang dimanfaatkan. Sehingga, akan dilakukan penataan ulang sebagai bagian dari pengembangan wisata terpadu pusat kota. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa Tarekot memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan menghidupkan kembali Taman Rekreasi Kota (Tarekot) yang berada di belakang Kawasan Balai Kota Malang. Hal itu dilakukan, karena selama ini dinilai kurang dimanfaatkan. Sehingga, akan dilakukan penataan ulang sebagai bagian dari pengembangan wisata terpadu pusat kota.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa Tarekot memiliki potensi besar karena lokasinya strategis dan berada di sepanjang Sungai Brantas. Penataan ulang kawasan tersebut, diharapkan dapat menjadi alternatif ruang publik dan destinasi wisata baru.</p>



<p>“Tarekot di belakang Balai Kota, itu sudah lama tidak dimanfaatkan. Ini akan kita manfaatkan menjadi salah satu solusi bagi orang-orang yang datang menikmati Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa nantinya Tarekot akan diintegrasikan dengan kawasan lain seperti Kayutangan Heritage, Splendid dan Alun-Alun Kota Malang. Selain untuk wisata, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi bagian dari solusi penataan PKL dan parkir di pusat kota.</p>



<p>“Bisa ditempatkan di Splendid atau di Tarekot. Ini menjadi satu kesatuan karena lokasinya berdekatan,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Pemkot Malang juga akan memaksimalkan keberadaan amphitheatre yang ada di Dewan Kesenian Malang (DKM) untuk mendukung pertunjukan seni dan budaya. Bahkan, dirinya juga meminta agar DKM menyusun kalender pertunjukan budaya dari Januari hingga Desember yang akan dikemas dalam paket wisata.</p>



<p>“Jadi tidak hanya menikmati heritage, tapi juga budaya. Ini yang nanti kita tawarkan ke hotel-hotel sebagai paket wisata,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229420</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidupkan Memori Tempo Dulu Kabupaten Malang, Dispora Gelar Event Kepanjen Djaman Mbiyen</title>
		<link>https://memontum.com/hidupkan-memori-tempo-dulu-kabupaten-malang-dispora-gelar-event-kepanjen-djaman-mbiyen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispora]]></category>
		<category><![CDATA[djaman]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mbiyen’]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka kegiatan Kepandjen Djaman Mbiyen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Malang, di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (05/12/2025) tadi. Prosesi ceremonial yang diawali dengan penampilan Tari Remo, berhasil tampil memukau tamu undangan dan pengunjung. Turut hadir dalam acara itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka kegiatan Kepandjen Djaman Mbiyen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Malang, di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Prosesi ceremonial yang diawali dengan penampilan Tari Remo, berhasil tampil memukau tamu undangan dan pengunjung. Turut hadir dalam acara itu, sejumlah jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, camat se-Kabupaten Malang, serta berbagai komunitas budaya dan pelaku UMKM yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.</p>



<p>Sebagai rangkaian istimewa dalam Peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang, kegiatan ini menjadi momentum untuk menengok kembali perjalanan sejarah daerah sekaligus meneguhkan langkah menuju masa depan yang lebih maju dan berkarakter.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wabup Lathifah menegaskan bahwa Kepandjen Djaman Mbiyen memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah. “Kegiatan ini bukan sekadar nostalgia atau hiburan semata. Di dalamnya terdapat upaya besar untuk merawat warisan budaya, menghidupkan memori kolektif, serta memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Malang,” katanya.</p>



<p>Dirinya menekankan, akan pentingnya kegiatan budaya sebagai pendorong ekonomi rakyat. “Melalui ruang kreatif seperti ini, UMKM kita bisa tumbuh, produk lokal bisa semakin dikenal dan ekonomi kerakyatan dapat bergerak lebih dinamis. Inilah bentuk nyata bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan berdampingan untuk kemajuan daerah,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan Kepandjen Djaman Mbiyen sendiri, mengangkat potensi lokal melalui beragam atraksi budaya, pameran produk kreatif, serta partisipasi UMKM dari berbagai wilayah. Kabupaten Malang tidak hanya kaya alam, tetapi juga memiliki kreativitas masyarakat yang patut diapresiasi dan terus dikembangkan.</p>



<p>Dalam rangkaian acara, suasana tempo dulu dihidupkan melalui stand-stand jadul, kuliner lawas, koleksi barang antik, hingga pertunjukan seni budaya khas Kabupaten Malang. Sebanyak 33 kecamatan turut berpartisipasi menampilkan stand jadul unik mereka, menunjukkan bahwa keberagaman menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah.</p>



<p>Masyarakat juga dapat menikmati gelaran UMKM, bazar pangan murah, orkes jadul dan keroncong, serta beragam perlombaan mulai dari lomba mberot, lomba memasak, lomba foto dan video pendek Pemuda Idol, hingga pasar antikan dan klitikan. Acara ini semakin meriah dengan hadirnya guest star campursari.</p>



<p>Wabup Lathifah mengajakan untuk merawat budaya sebagai pilar utama pembangunan. “Budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi tuntunan. Dari budaya lah kita belajar nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi membangun Kabupaten Malang yang lebih maju, berprestasi, dan sejahtera. Dengan gotong royong dan semangat kreatif, saya yakin Kabupaten Malang akan terus berdaya,” tambahnya.</p>



<p>Usai memberikan sambutan, Wabup Lathifah Shohib bersama jajaran meninjau seluruh stand yang ada di kegiatan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memberikan apresiasi langsung kepada peserta, pelaku UMKM, komunitas budaya, serta perwakilan kecamatan yang telah berkontribusi menyukseskan gelaran Kepandjen Djaman Mbiyen.</p>



<p>“Budaya bukan hanya untuk dilihat, tetapi menjadi tuntunan dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat gotong-royong dan kreativitas masyarakat, saya yakin Kabupaten Malang akan terus tumbuh berdaya dan sejahtera,” imbuhnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berangkatkan Jalan Sehat di Perum Bumirejo Permai, Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Hidupkan Siskamling</title>
		<link>https://memontum.com/berangkatkan-jalan-sehat-di-perum-bumirejo-permai-bupati-lumajang-ajak-masyarakat-hidupkan-siskamling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[bumirejo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[permai]]></category>
		<category><![CDATA[Siskamling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224853</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, berangkatkan jalan sehat menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia di Perumahan Bumirejo Permai, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Minggu (10/08/2025) tadi. Kehadiran Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menambah suasana kemeriahan acara yang diikuti ratusan warga sekitar. Momen kebersamaan ini semakin bermakna, tatkala Bunda Indah berpesan tentang pentingnya keamanan lingkungan. Memanfaatkan kesempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, berangkatkan jalan sehat menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia di Perumahan Bumirejo Permai, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Minggu (10/08/2025) tadi. Kehadiran Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menambah suasana kemeriahan acara yang diikuti ratusan warga sekitar.</p>



<p>Momen kebersamaan ini semakin bermakna, tatkala Bunda Indah berpesan tentang pentingnya keamanan lingkungan. Memanfaatkan kesempatan tersebut, Bunda Indah mengingatkan masyarakat agar menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sebagai garda terdepan perlindungan warga.</p>



<p>“Siskamlingnya jangan lupa ditingkatkan. Keamanan lingkungan akan membuat kita hidup lebih nyaman, tenang dan tenteram,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, Siskamling bukan hanya rutinitas, tetapi bukti nyata kepedulian dan kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan. Keamanan yang terjaga, akan menciptakan rasa tenteram yang menjadi landasan bagi keharmonisan sosial, semangat gotong royong, dan pertumbuhan ekonomi lokal.</p>



<p>Bunda Indah juga menegaskan, bahwa menjaga keamanan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat. “Keamanan adalah tugas kita bersama. Kalau kita saling peduli, lingkungan akan terlindungi dari potensi gangguan,” tambahnya.</p>



<p>Usai memberangkatkan peserta jalan sehat, Bunda Indah menyempatkan diri meninjau stand Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang turut memeriahkan perayaan. Kehadiran UMKM menjadi penegas bahwa momen kemerdekaan juga dapat menjadi peluang penguatan ekonomi masyarakat.</p>



<p>Jalan sehat sendiri tidak hanya menjadi perayaan fisik menyambut HUT ke-80 RI, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif warga dalam menjaga keamanan, kebersamaan dan kesejahteraan bersama. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Kota Malang Ajak Generasi Muda Hidupkan Pasar Rakyat</title>
		<link>https://memontum.com/pemerintah-kota-malang-ajak-generasi-muda-hidupkan-pasar-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214218</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana akan menata sejumlah pasar rakyat yang ada, agar lebih menarik dan menjadi jujugan para generasi muda atau milenial. Seperti salah satunya, yaitu di Pasar Klojen, Kota Malang. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa langkah itu dilakukan untuk mengubah pandangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana akan menata sejumlah pasar rakyat yang ada, agar lebih menarik dan menjadi jujugan para generasi muda atau milenial. Seperti salah satunya, yaitu di Pasar Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa langkah itu dilakukan untuk mengubah pandangan atau stigma masyarakat mengenai pasar rakyat. Yakni yang biasanya di dominasi para orang tua, kini anak muda mulai diajak untuk meramaikan pasar sebagai pusat kuliner dan kreativitas.</p>



<p>“Kami mencoba melibatkan kaum milenial dalam menyikapi pasar rakyat, terutama sebagai tempat kuliner. Kami undang kelompok anak muda yang punya jiwa entrepreneur kuliner ke pasar rakyat, seperti yang kami terapkan di Pasar Klojen,” kata Eko, Senin (16/09/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Pasar Oro-Oro Dowo telah menjadi salah satu contoh sukses, di mana banyak anak muda yang datang untuk nongkrong, ngopi dan makan. Konsep serupa juga sedang diterapkan di Pasar Klojen, yang sudah didesain agar lebih ramah bagi generasi muda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kan seneng kalau bisa bercampur, antara penjual dengan pembeli di masyarakat Kota Malang ini. Mereka juga bisa melihat secara langsung proses pembuatan makanan atau minuman,” ujarnya.</p>



<p>Ke depan, lanjutnya, rencana tersebut juga akan diterapkan di sejumlah pasar lainnya seperti Pasar Kasin, Pasar Sukun dan Pasar Sawojajar. Targetnya, yaitu pasar-pasar dengan jumlah pedagang di bawah 500 akan diubah menjadi lebih menarik bagi anak muda.</p>



<p>“Kami harap media juga membantu mengekspos bahwa pasar seperti Pasar Klojen layak dikunjungi oleh anak muda. Semoga ini bisa meningkatkan perekonomian pasar rakyat,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pedagang putu di Pasar Klojen, Ivan Rahman (32), menyampaikan bahwa dengan penataan konsep yang ada saat ini juga merasakan adanya dampak positif. Dari yang penghasilan tidak seberapa, kini bisa menjadi jutaan rupiah per harinya.</p>



<p>“Dahulu memang pasar ini sepi, tapi setelah ramai ada anak muda jadi ramai. Pendapatan saya meningkat, dari yang sepi tapi sekarang rata-rata kalau weekday bisa mencapai Rp 800 ribu, kalau weekend sampai Rp 1,5 juta. Bahkan saya juga ada yang bantu tiga orang,” imbuh Ivan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214218</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
