<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hilang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hilang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 13:49:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hilang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sempat Hilang Dua Hari, Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal</link>
					<comments>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Setelah sempat dilakukan pencarian, Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di area Muara Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (18/05/2026) tadi. Diketahui, sebelumnya Jumali diduga jatuh dari kapalnya saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin, pada Sabtu (16/05/2026) lalu. Jenazah korban sendiri, ditemukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Setelah sempat dilakukan pencarian, Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di area Muara Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (18/05/2026) tadi. Diketahui, sebelumnya Jumali diduga jatuh dari kapalnya saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin, pada Sabtu (16/05/2026) lalu.</p>



<p>Jenazah korban sendiri, ditemukan oleh pemancing kemudian melaporkan penemuan ini kepada tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian korban selama dua hari.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa setelah korban ditemukan, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi dan membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya mengerahkan 1 Tim Rescue Pos SAR Sumenep, setelah mendapatkan laporan penemuan kapal tanpa awak di Utara Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Sabtu (16/05) sekitar pukul 19.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kapal milik korban ditemukan sekitar 300 meter dari bibir Pantai Pulau Mandangin,” kata Nanang.</p>



<p>Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Pos SAR Sumenep, BPBD Kabipaten Sampang, Polairud Sampang, Kamladu Camplong, Syahbandar Mandangin, PMI Kabupaten Sampang, Polres Kabupaten Sampang, Polsek Pangarengan, Dinkes Sampang dan nelayan setempat melakukan upaya pencarian dengan membagi tim menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU) dengan melakukan penyisiran pada masing &#8211; masing area pencarian yang telah ditentukan.</p>



<p>Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dihentikan. Nanang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang terlibat dalam proses pencarian maupun evakuasi korban.</p>



<p>&#8220;Kami imbau agar seluruh warga dan nelayan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di perairan,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cari ABK Hilang di Perairan Laut Lamongan, KN SAR 249 Permadi Diterjunkan untuk Pencarian</title>
		<link>https://memontum.com/cari-abk-hilang-di-perairan-laut-lamongan-kn-sar-249-permadi-diterjunkan-untuk-pencarian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[diterjunkan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[permadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228738</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi, guna melakukan pencarian terhadap Uddin (40), anak buah kapal (ABK) kapal nelayan Raja Jaya, yang dilaporkan hilang di Perairan Laut Utara Lamongan, sejak Jumat (12/12/2025) tadi. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi, guna melakukan pencarian terhadap Uddin (40), anak buah kapal (ABK) kapal nelayan Raja Jaya, yang dilaporkan hilang di Perairan Laut Utara Lamongan, sejak Jumat (12/12/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro, guna berkoordinasi dengan instansi terkait. Selain itu, sejak Sabtu (13/12/2025) kemarin, KN SAR 249 Permadi juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya kapal, yakni sekitar 7 mil laut di utara Lamongan Shorebase.</p>



<p>Berdasarkan informasi dari pihak terkait dan keterangan awak kapal, lanjutnya, sebelum tenggelam pada Kamis (11/12/2025) malam, kapal nelayan Raja Jaya mengalami kebocoran saat berlayar di perairan utara Paciran, Kabupaten Lamongan. Saat itu, posisi ada di sekitar 10 mil laut dari daratan.</p>



<p>&#8220;Akibat peristiwa tersebut, total 11 orang ABK menjadi korban. Sementara sebanyak 10 orang, diantaranya telah berhasil diselamatkan oleh nelayan Paciran dan satu ABK lainnya dinyatakan hilang,&#8221; ujarnya, Senin (15/12/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nanang menambahkan, pada hari keempat atau Senin (15/12/2025) tadi, operasi tim SAR gabungan mengerahkan dua search and rescue unit (SRU) laut. &#8220;SRU pertama, yakni KN SAR 249 Permadi, menyisir area seluas sekitar 15.73 mil laut. Sementara itu, SRU kedua dari Satpolair Lamongan melakukan penyisiran menggunakan speedboat di area seluas sekitar 7.32 mil laut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Koordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro, Nanang Pujo selaku OSC On Scene Coordinator), menambahkan bahwa proses pencarian korban di laut dilakukan di tengah kendala cuaca, dimana di wilayah perairan laut utara Lamongan berawan tebal – hujan ringan. Menurut data maritim BMKG, angin bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan sedang 7 hingga 11 knot dan tinggi gelombang mencapai 0.5 hingga 1.25 meter, yang meskipun tergolong rendah, namun kondisi berawan tebal dikhawatirkan membatasi jarak pandang visual tim SAR gabungan dalam menyisir area pencarian.</p>



<p>Disela pencarian di laut, tim KN SAR 249 Permadi memapelkan informasi tragedi kapal nelayan Raja Jaya, ini kepada kapal-kapal yang melintas di area pencarian. Mereka dihimbau segera melaporkan kepada petugas, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>



<p>Dalam operasi ini, Kantor SAR Surabaya bekerja sama dengan sejumlah instansi, antara lain Kamladu Blimbing, Satpolairud, BPBD Kabupaten Lamongan, Rukun Nelayan (RN) Blimbing, RN Paciran, SAR MTA, ORARI, serta pihak terkait lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap korban. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petakan Kerusakan Infrastruktur Akibat APG Gunung Semeru, 22 Rumah Hancur dan 1 Sekolah Hilang</title>
		<link>https://memontum.com/petakan-kerusakan-infrastruktur-akibat-apg-gunung-semeru-22-rumah-hancur-dan-1-sekolah-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hancur]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[petakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227927</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bergerak cepat melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025) tadi. Hal ini dikarenakan, kondisi lapangan yang belum memungkinkan untuk diidentifikasi pada Rabu (19/11/2025) malam, atau sesaat usai peristiwa berlangsung. Dalam pemetaan awal itu, diketahui bahwa banyak dampak signifikan di beberapa lokasi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bergerak cepat melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025) tadi. Hal ini dikarenakan, kondisi lapangan yang belum memungkinkan untuk diidentifikasi pada Rabu (19/11/2025) malam, atau sesaat usai peristiwa berlangsung.</p>



<p>Dalam pemetaan awal itu, diketahui bahwa banyak dampak signifikan di beberapa lokasi yang terdampak dari Gunung Semeru. “Dari pemetaan yang dilakukan, tercatat 22 rumah hancur, 1 sekolah hilang yakni SD Supiturang 02, serta beberapa tanggul mengalami kerusakan. Kondisi ini, menjadi fokus utama pemerintah untuk segera melakukan tindakan mitigasi dan penanganan darurat,” kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Kamis (20/11/2025) tadi.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang menegaskan, bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Tim BPBD dan jajaran terkait terus memantau kondisi lapangan, melakukan evakuasi dan menyiapkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga dijadwalkan segera hadir di lokasi terdampak untuk meninjau secara langsung kerusakan infrastruktur dan memastikan koordinasi penanganan berjalan optimal. Kehadiran Gubernur Jatim, diharapkan memperkuat upaya mitigasi serta mempercepat pemulihan fasilitas vital.</p>



<p>Bunda Indah menekankan, pemetaan infrastruktur sangat penting agar setiap langkah penanganan terarah dan prioritas dapat ditetapkan dengan tepat. &#8220;Keselamatan warga adalah fokus utama kami, baru kemudian penanganan dampak fisik seperti rumah, sekolah dan tanggul. Kita tidak ingin ada jiwa yang terabaikan di tengah bencana ini,” ujarnya.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas di lapangan dan menjaga jarak aman dari lokasi terdampak. Dengan koordinasi cepat, mitigasi terstruktur dan perhatian pada kebutuhan warga, penanganan infrastruktur terdampak dapat dilakukan efektif tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227927</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pokir DPRD Hilang, Ketua DPRD Sebut Bentuk Ketidakpatuhan Mekanisme Perencanaan Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/pokir-dprd-hilang-ketua-dprd-sebut-bentuk-ketidakpatuhan-mekanisme-perencanaan-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[ketidakpatuhan]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisme]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226899</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; DPRD Kabupaten Malang memberikan sorotan serius terhadap hilangnya sejumlah kegiatan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) hasil serap aspirasi masyarakat di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini, sebagai mana disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi. Dirinya menyebut, fenomena ini sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap mekanisme perencanaan pembangunan daerah, yang telah disepakati bersama. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; DPRD Kabupaten Malang memberikan sorotan serius terhadap hilangnya sejumlah kegiatan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) hasil serap aspirasi masyarakat di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini, sebagai mana disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.</p>



<p>Dirinya menyebut, fenomena ini sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap mekanisme perencanaan pembangunan daerah, yang telah disepakati bersama. “Pokir merupakan hasil aspirasi masyarakat, yang sudah dibahas dan disepakati bersama antara DPRD dan pemerintah daerah. Jadi, tidak seharusnya dihapus begitu saja dengan alasan apapun,” kata Ketua DPRD Darmadi, Selasa (07/10/2025) tadi.</p>



<p>Politisi PDI-Perjuangan ini menambahkan, penyusunan program kerja OPD, setiap tahun harus berlandaskan pada tiga komponen utama. Yaitu, Pokir DPRD, hasil kajian teknokratik dan hasil Musrenbang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Semua unsur itu, lanjutnya, telah melalui pembahasan mendalam bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum ditetapkan. Sehingga, penghapusan kegiatan yang bersumber dari Pokir, hanya bisa dilakukan jika ada tumpang tindih dengan hasil Musrenbang atau jika usulan tersebut tidak relevan dengan tugas dan fungsi OPD bersangkutan.</p>



<p>Namun, tambah Ketua DPRD Darmadi, jika sudah masuk dalam daftar kerja resmi OPD, maka program tersebut wajib dijalankan. “Tidak ada alasan apapun, termasuk alasan anggaran, untuk tidak melaksanakan program Pokir yang sudah disepakati. Semua sudah melalui proses pembahasan dan penetapan bersama,” tegasnya.</p>



<p>Dirinya juga menilai, hilangnya program Pokir di beberapa OPD, berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. “Aspirasi masyarakat yang tidak dijalankan dan akan menimbulkan kekecewaan dan mengurangi kepercayaan kepada pemerintah. Ini menjadi keprihatinan kami,” ungkap Ketua DPRD.</p>



<p>Pihaknya pun mengatakan, akan segera minta klarifikasi kepada sejumlah OPD terkait persoalan ini. “Dalam waktu dekat, kami akan memanggil dinas terkait untuk menjelaskan penyebab hilangnya kegiatan Pokir. Kami ingin memastikan, agar aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah,” tegas Darmadi. <strong>(dpc/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226899</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan Hilang saat Mencari Ikan di Perairan Pantai Puger</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-jatuh-dari-kapal-seorang-nelayan-hilang-saat-mencari-ikan-di-perairan-pantai-puger</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[mencari]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224372</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Muhammad Hasim Shodiq (53), seorang nelayan asal Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Puger. Pada hari kedua operasi SAR, sebanyak dua SRU dikerahkan untuk menyisir area laut dan pesisir pantai, Minggu (27/07/2025) tadi. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Muhammad Hasim Shodiq (53), seorang nelayan asal Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Puger. Pada hari kedua operasi SAR, sebanyak dua SRU dikerahkan untuk menyisir area laut dan pesisir pantai, Minggu (27/07/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, menjelaskan bahwa satu SRU melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan perahu nelayan sebagai sarana pendukung. SRU laut ini menyusuri area pencarian seluas sekitar 5,3 mil laut.</p>



<p>Cuaca maritim di perairan Puger berdasarkan data BMKG relatif kondusif, dengan kondisi cerah berawan, tinggi gelombang sekitar 1,3 meter, kecepatan arus permukaan 41 sentimeter per detik ke arah utara dan angin berhembus sekitar 17 knot ke arah barat laut. &#8220;Meski cuaca tergolong bersahabat, Tim SAR tetap meningkatkan kewaspadaan dalam setiap manuver pencarian di laut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, tim kedua menyisir sepanjang garis Pantai Puger dengan jarak tempuh sekitar 6,2 kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR juga berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami meminta kerja sama dari warga dan nelayan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengarah pada keberadaan korban, segera laporkan kepada Tim SAR agar bisa segera kami tindak lanjuti,&#8221; ujar Nanang.</p>



<p>Sejumlah unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR ini, diantaranya Tim Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Pos TNI AL Puger, Satpolairud Polres Jember, Marinir Satgas Nusabarung, Polsek dan Koramil Puger, Siluman Rescue, Relawan Besromben, serta nelayan dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Berdasarkan informasi dari pelapor, peristiwa ini bermula ketika korban bersama 21 nelayan lain melaut menggunakan kapal jenis Payang bernama Baru Jaya dari Pelabuhan Puger, Jumat (25/07/2025) sekitar pukul 19.00. Mereka mencari ikan di sekitar perairan Pulau Nusabarung.</p>



<p>Rombongan nelayan tersebut kembali ke pelabuhan pada Sabtu (26/07/2025) sekitar pukul 03.00. Saat kapal bersandar dan para nelayan turun, korban tidak ditemukan di atas kapal. Diduga korban terjatuh saat kapal masih berada di tengah laut.</p>



<p>Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas jaga Satpolairud. Setelah pemeriksaan dilakukan, barang-barang milik korban ditemukan di kapal, termasuk satu ember berisi pakaian dan minuman, serta inhaler. Korban diketahui memiliki riwayat sesak napas. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Kursi Besi Hilang di Pedestrian Jalan Ijen, Ini Kata DLH Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-kursi-besi-hilang-di-pedestrian-jalan-ijen-ini-kata-dlh-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedestrian]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ramainya perbincangan warganet terkait hilangnya puluhan kursi besi di sepanjang pedestrian Jalan Besar Ijen, mendapat respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, memastikan bahwa pencopotan itu dilakukan untuk keperluan perbaikan dan restorasi. Pria yang akrab disapa Rahman, itu menyampaikan bahwa pencopotan dilakukan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ramainya perbincangan warganet terkait hilangnya puluhan kursi besi di sepanjang pedestrian Jalan Besar Ijen, mendapat respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, memastikan bahwa pencopotan itu dilakukan untuk keperluan perbaikan dan restorasi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Rahman, itu menyampaikan bahwa pencopotan dilakukan secara bertahap sejak sepekan lalu dan baru tuntas beberapa hari terakhir. Sehingga, baru terlihat mencolok dan memicu perhatian publik.</p>



<p>&#8220;Memang kami yang ambil dan kami lepas bertahap. Sebenarnya, prosesnya sudah dimulai sekitar seminggu yang lalu. Tapi mungkin, karena baru tuntas beberapa hari terakhir ini, jadi kelihatan bersih dan ramai jadi perbincangan,&#8221; kata Rahman, Selasa (22/04/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa kursi-kursi tersebut memang telah lama terpasang dan banyak diantaranya yang mengalami kerusakan. Sehingga, perlu dilakukan restorasi bukan penggantian baru.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sudah lama sekali kursi itu terpasang, sehingga butuh perawatan. Ini kami siapkan restorasi, bukan penggantian baru karena keterbatasan anggaran. Untuk saat ini juga masih dilakukan pendataan mengenai kondisi masing-masing kursi untuk menentukan langkah teknis selanjutnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain itu, menurutnya DLH juga turut mempertimbangkan aspek sosial. Rahman mengaku adanya laporan masyarakat terkait adanya aktivitas yang tidak pantas di area kursi tersebut.</p>



<p>&#8220;Memang ada laporan soal kejadian-kejadian tidak senonoh. Kami tidak menutup mata. Itu menjadi bagian dari pertimbangan kami juga, dan akan kami kaji bersama pihak terkait,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, DLH juga mempertimbangkan untuk tidak mengembalikan seluruh kursi ke lokasi semula. Itu karena, beberapa kursi kemungkinan akan dialihkan ke taman-taman kota lain yang membutuhkan fasilitas serupa.</p>



<p>&#8220;Kalau dari hasil kajian, nanti ada kebutuhan untuk backup di taman-taman lain dan bisa saja beberapa kursi kita pindah ke sana. Itu akan kami pertimbangkan,&#8221; imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Dilaporkan Hilang, Tiga Pendaki Gunung Arjuno Berhasil Ditemukan Tim SAR</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-dilaporkan-hilang-tiga-pendaki-gunung-arjuno-berhasil-ditemukan-tim-sar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[arjuno]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220633</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga orang remaja pendaki Gunung Arjuna, yang sempat dilaporkan hilang, Selasa (25/03/2025) kemarin. Setelah proses pencarian, Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang dan personel Tim SAR gabungan yang lain, berhasil menemukan tiga pendaki tersebut dalam kondisi selamat, Rabu (26/03/2025) sekitar pukuk 07.45. Koordinator Unit Siaga SAR [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga orang remaja pendaki Gunung Arjuna, yang sempat dilaporkan hilang, Selasa (25/03/2025) kemarin. Setelah proses pencarian, Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang dan personel Tim SAR gabungan yang lain, berhasil menemukan tiga pendaki tersebut dalam kondisi selamat, Rabu (26/03/2025) sekitar pukuk 07.45.</p>



<p>Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa ketiga pendaki ditemukan saat Tim SAR melakukan pencarian di jalur pendakian non resmi Gunung Mujur, Desa Tawangrejo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. “Alhamdulilah, ketiganya ditemukan selamat meskipun dalam keadaan kelelahan dan lapar,” kata Yoni.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya pada Selasa (25/03/2025) kemarin, mendapatkan laporan adanya empat pendaki yang belum kembali setelah berangkat ke Gunung Arjuna sejak Minggu (23/03/2025)aku, melalui Gunung Mujur yang bukan merupakan pos pendakian resmi. Namun setelah dilakukan penggalian data lebih lanjut dengan petugas dan tempat penitipan sepeda, pendaki diketahui berjumlah tiga orang yakni Rizki Rona (18), MM (17), dan Gl (15).</p>



<p>&#8220;Setelah ditemukan, survivor dibawa ke posko dan akan pulang bersama keluarga. Selanjutnya, Tim SAR gabungan mendaki menuju lokasi keluarga survivor yang sempat memutuskan untuk naik melakukan pencarian terhadap survivor secara mandiri. Kemudian kami lanjut untuk menjemput keluarga korban yang melaporkan saat ini kehabisan logistik, namun keadaan mereka diinformasikan dalam keadaan baik-baik saja,&#8221; ungkap Yoni.</p>



<p>Menanggapi kejadian ini, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya mendaki melalui jalur pendakian yang resmi. “Demi keselamatan, pendaki harusnya mematuhi aturan yang ada, mulai dari pendataan di pos resmi, penggunaan jalur pendakian resmi, hingga mempersiapkan pendakian dengan matang sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Korban Hilang Longsor Pekalongan Ditemukan Selamat dengan Kondisi Luka Berat</title>
		<link>https://memontum.com/satu-korban-hilang-longsor-pekalongan-ditemukan-selamat-dengan-kondisi-luka-berat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pekalongan &#8211; Proses pencarian korban longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, masih terus dilakukan hingga Selasa (21/01/2025) tadi. Dalam proses evakuasi ini, petugas gabungan berhasil menemukan satu korban dalam keadaan selamat. Meski demikian, korban dievakuasi dengan kondisi luka berat, yakni patah tulang kaki. Karena kondisinya yang mengalami luka serius, korban pun segera [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pekalongan</strong> &#8211; Proses pencarian korban longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, masih terus dilakukan hingga Selasa (21/01/2025) tadi. Dalam proses evakuasi ini, petugas gabungan berhasil menemukan satu korban dalam keadaan selamat. Meski demikian, korban dievakuasi dengan kondisi luka berat, yakni patah tulang kaki.</p>



<p>Karena kondisinya yang mengalami luka serius, korban pun segera dilarikan ke Puskesmas Petungkriyono, untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso Widamanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan korban selamat tersebut.</p>



<p>&#8220;Ada satu orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup walaupun luka berat,&#8221; kata Kapolres Pekalongan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, dengan temuan ini, total korban yang hilang berjumlah empat orang. Namun, jumlah ini masih bersifat fluktuatif dan masih bisa berubah-ubah. &#8220;Kalau dari kepolisian informasi yang kami dapat ada 5 orang hilang dan 1 orang sudah berhasil ditemukan. Akan tetapi ini perkembangan akan terus kami update, dalam artian kami masih menunggu mungkin ada keluarga-keluarga yang mungkin mencari,&#8221; jelas AKBP Doni.</p>



<p>Sementara itu, Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, menjadi wilayah lokasi terdampak paling parah akibat longsor. Sementara proses evakuasi sendiri, juga sedikit terhambat oleh cuaca buruk serta jembatan putus akibat diterjang longsor.</p>



<p>&#8220;Kendala yang paling utama tentu saja cuaca dan akses menuju lokasi terputus. Selain karena longsor, ada jembatan putus juga. Petugas yang hendak ke lokasi bencana, harus berputar ke Kabupaten Banjarnegara dengan jarak tempuh yang memakan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengakibatkan sedikitnya 17 orang meninggal dan merusak sejumlah rumah serta Sarpras. <strong>(mtv/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hilang Tiga Hari, Nelayan Situbondo Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Panarukan</title>
		<link>https://memontum.com/hilang-tiga-hari-nelayan-situbondo-ditemukan-tewas-mengambang-di-perairan-panarukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Panarukan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216253</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang selama tiga hari, jenazah nelayan Subakri (58), warga warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Kamis (07/11/2024) sekitar pukul 10.30. Jenazah korban, ditemukan dalam kondisi mengambang dengan jarak 7.7NM dari bibir pantai di perairan Panarukan. Informasi Memontum.com, bahwa sebelum hilang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat dilaporkan hilang selama tiga hari, jenazah nelayan Subakri (58), warga warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Kamis (07/11/2024) sekitar pukul 10.30. Jenazah korban, ditemukan dalam kondisi mengambang dengan jarak 7.7NM dari bibir pantai di perairan Panarukan.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum hilang, korban pamit mencari ikan seorang diri dengan perahu jaring miliknya dari Pelabuhan Lama Panarukan, Senin (04/11/2024) lalu. Namun karena tak kunjung kembali, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah dilaporkan hilang, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Pos SAR Jember. “Informasi dari pihak keluarga, biasanya Pak Subakri ini mencari ikan di perairan laut Kalbut yang lokasinya sekitar 2 NM dari Pelabuhan Lama dan seharusnya sudah kembali keesokan harinya,” kata Koordinator Pos SAR Jember, Andi Irawan.</p>



<p>Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Situbondo, Polsek Panarukan, Koramil Panarukan, Pos AL Panarukan, Polair Situbondo, KSOP, Tagana, Siluman Rescue, BP Pramuka Bondowoso, Puskesmas Panarukan, serta nelayan setempat melakukan pencarian dengan mengerahkan 2 Search and Rescue Unit (SRU).</p>



<p>Setelah dua hari pencarian, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan. “Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah korban dibawa ke RSUD Abdul Rahem untuk proses selanjutnya. Dengan telah diketemukannya korban, operasi pencarian kami tutup. Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga,” imbuhnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216253</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
