<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>himbau &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/himbau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Nov 2024 12:36:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>himbau &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Rapat Virtual bersama Mendagri, Pjs Bupati Jember Kembali Himbau Terkait Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/rapat-virtual-bersama-mendagri-pjs-bupati-jember-kembali-himbau-terkait-mitigasi-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Mendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[Virtual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216658</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pjs Bupati Jember, Imam Hidayat, mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Senin (18/11/2024) tadi. Seperti biasa, dalam rapat itu membahas beberapa poin penting, yang diantaranya seperti langkah antisipasi inflasi mendekati Pilkada hingga mitigasi bencana. Merespon arahan Mendagri, Pjs Bupati Imam juga memberikan beberapa himbauan. Salah satunya, seperti untuk meningkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pjs Bupati Jember, Imam Hidayat, mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Senin (18/11/2024) tadi. Seperti biasa, dalam rapat itu membahas beberapa poin penting, yang diantaranya seperti langkah antisipasi inflasi mendekati Pilkada hingga mitigasi bencana.</p>



<p>Merespon arahan Mendagri, Pjs Bupati Imam juga memberikan beberapa himbauan. Salah satunya, seperti untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bencana hidrometeorologi.</p>



<p>&#8220;Selain upaya pengendalian inflasi menjelang Pilkada, Mendagri juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Terutama, mengenai bencana hidrometeorologi,&#8221; kata Pjs Bupati Imam.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa Kabupaten Jember memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Mulai banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Kondisi geografis dan cuaca ekstrem yang sering terjadi, tentunya menjadi faktor pemicu utama terjadinya bencana di Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Semua diharapkan harus paham betul akan potensi bencana yang mengancam di wilayahnya masing-masing. Dengan pemahaman itu, tentunya upaya mitigasi dapat dilakukan secara efektif dan tepat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pjs Bupati Imam juga meminta kepada seluruh perangkat daerah, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan. Selain itu, terus dan intens koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI/Polri, relawan, dan masyarakat, harus terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Kami telah menginstruksikan BPBD untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam menghadapi potensi bencana. Mulai dari penyediaan logistik, peralatan, hingga pembentukan tim reaksi cepat,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dijelaskan pula, untuk peningkatan kewaspadaan, agar juga selalu memantau informasi cuaca terkini dan waspadai tanda-tanda akan terjadi bencana. Termasuk, berpartisipasi aktif dalam kegiatan mitigasi, seperti ikut dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana.</p>



<p>&#8220;Apalagi, selama ini edukasi dan mitigasi juga sudah kerapkali diberikan dengan melibatkan sejumlah warga,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216658</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Pancaroba, Dinkes Kabupaten Malang Himbau Masyarakat Waspadai Ispa hingga Diare</title>
		<link>https://memontum.com/musim-pancaroba-dinkes-kabupaten-malang-himbau-masyarakat-waspadai-ispa-hingga-diare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215839</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Himbauan itu disampaikan, karena kondisi saat ini sudah memasuki musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami, mengatakan ada beberapa penyakit yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Himbauan itu disampaikan, karena kondisi saat ini sudah memasuki musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami, mengatakan ada beberapa penyakit yang mengancam di musim pancaroba. &#8220;Saat pancaroba, sering kali bermunculan penyakit seperti flu, demam berdarah, diare dan Ispa,” kata Tri Awignami, Kamis (24/10/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa dari Januari hingga September 2024, Dinkes Kabupaten Malang mencatat ada sebanyak 603 kasus Ispa di Kabupaten Malang. Di mana Juni dan Juli, terjadi angka peningkatan. Sementara di Mei 2024, tercatat sebanyak 59 kasus. Peningkatan Ispa cukup drastis, itu terjadi pada Juni, yakni sebanyak 116 kasus. Puncaknya pada Juli, sebanyak 197 kasus.</p>



<p>&#8220;Suhu dan cuaca panas ekstrem berpotensi mengganggu daya tahan tubuh dan memicu timbulnya penyakit yang disebabkan oleh debu. Infeksi ini, biasanya disebabkan oleh virus tetapi dapat juga disebabkan oleh bakteri. Biasanya, menyerang hidung dan tenggorokan,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jika dibandingkan 2023 pada periode yang sama yakni Januari hingga September, jumlah kasus Ispa di Kabupaten Malang saat ini justru menurun. Dinkes Kabupaten Malang mencatat, sejak awal tahun hingga September 2023, kasus Ispa mencapai 840 kasus.</p>



<p>“Kasus tertinggi pada September yakni 122 kasus. Berbeda dengan 2024, di bulan Juni 2023 justru menurun. Dari 90 kasus di bulan Mei, menjadi 68 kasus di bulan Juni,” ungkapnya.</p>



<p>Tri Awignami menghimbau, agar masyarakat dapat lebih peduli dengan kondisi tubuh. Diantaranya, mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus dan penyakit.</p>



<p>“Masyarakat bisa mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, menjaga pola hidup, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker bila ada paparan debu atau dekat dengan orang bergejala Ispa. Pastikan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar serta mengganti masker secara rutin bila sudah lembab atau basah,” imbaunya. <strong>(blo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215839</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belum Masuk Masa Kampanye, Bawaslu Trenggalek Himbau Baliho Parpol dan Caleg Diturunkan</title>
		<link>https://memontum.com/belum-masuk-masa-kampanye-bawaslu-trenggalek-himbau-baliho-parpol-dan-caleg-diturunkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Baliho]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[diturunkan]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Parpol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201159</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Maraknya baliho partai politik (Parpol) yang bertebaran disejumlah titik di kawasan Trenggalek, mengharuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek, bersikap tegas. Itu karena, pemasangan baliho tersebut bertentangan dengan tahapan Pemilu, yang mana belum memasuki masa kampanye. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek, pun telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh partai politik agar Caleg bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Maraknya baliho partai politik (Parpol) yang bertebaran disejumlah titik di kawasan Trenggalek, mengharuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek, bersikap tegas. Itu karena, pemasangan baliho tersebut bertentangan dengan tahapan Pemilu, yang mana belum memasuki masa kampanye.</p>



<p>Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek, pun telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh partai politik agar Caleg bisa menaati tahapan Pemilu, terutama tahapan kampanye yang baru akan dimulai pada 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024. &#8220;Ada selang waktu yang cukup lama, antara penetapan DCT hingga masa kampanye. Pada masa itu, adalah masa yang dilarang untuk melakukan kampanye,&#8221; kata Komisioner Bawaslu Koordinator Penanganan Pelanggaran data dan Informasi, Farid Wadjdi, Rabu (08/11/2023) siang.</p>



<p>Pihaknya menegaskan, tidak sedikit spanduk dan baliho para Caleg tersebut sudah terpasang di beberapa ruas jalan Trenggalek, sebelum penetapan DCT. Namun, Bawaslu menyebut itu bukan merupakan pelanggaran mengingat foto-foto yang terpajang belum resmi menjadi Caleg.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun saat ini, kata Farid tidak sedikit baliho maupun banner yang terpasang mengarah pada APK. Padahal seharusnya, alat peraga yang terpasang hanya sebatas APS.</p>



<p>&#8220;Ketika sudah ditetapkan menjadi calon tetap, maka statusnya sudah berubah dari Bacaleg menjadi Caleg. Sedangkan masa kampanye akan dimulai tanggal 28 November, sehingga ada jeda waktu yang lama dari tanggal 4 November sampai 28 November dan ini himbauan dinyatakan bahwa masa tenggang itu adalah masa yang dilarang untuk melakukan kegiatan kampanye,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Farid meminta, agar Parpol maupun Caleg memahami bahwa pada tahapan ini hanya sekedar sosialisasi, belum pada tahapan kampanye. Sehingga, kalimat ajakan tidak dibenarkan apabila dimuat dalam alat peraga sosialisasi.</p>



<p>Misalnya, memasang nomor urut dan mengajak untuk mencoblos ke nomor urut Caleg atau partai tertentu. Hal itu, tentu tidak diperbolehkan.</p>



<p>&#8220;Apalagi jika ada tulisan jelas dengan ajakan pilihlah saya, mohon doa restu, dan lainnya,&#8221; tegas Farid.</p>



<p>Kedepannya, Bawaslu akan menindak tegas Caleg ataupun Parpol yang masih memasang baliho ataupun banner yang terpasang. Karena, jika APK yang menyalahi aturan tidak ditertibkan, kedepannya akan berpotensi sebagai dugaan pelanggaran administrasi apabila peserta Pemilu dalam hal ini calon anggota legislatif telah ditetapkan pada 4 November 2023 nantinya.</p>



<p>&#8220;Nantinya APK tersebut akan ditertibkan oleh Satpol PP berdasarkan rekomendasi KPU,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Meski demikian, Bawaslu masih menunggu itikad baik selama tiga hari untuk mencopot sendiri APK yang berpotensi melanggar untuk disimpan dahulu dan bisa dipasang lagi di zona yang telah ditetapkan. &#8220;Di peraturan Bawaslu no 5 tahun 2022 tentang Pengawasan Pemilu, ketika hasil pengawasan ada dugaan pelanggaran maka kita berikan saran masukan selama tiga hari, jika saran masukan tidak dilaksanakan maka bisa disebut temuan,&#8221; kata Farid.</p>



<p>Selanjutnya, temuan tersebut di registrasi untuk dilakukan penanganan perkara yang kemudian semua pihak yang bersangkutan akan dipanggil untuk mengklarifikasi mengkaji dan hasilnya Bawaslu akan merekomendasikannya ke KPU. &#8220;Pelanggaran ini tidak berpengaruh pada pencalonan, selama tidak ada money politik ataupun pelanggaran yang terstruktur sistematis dan masif. Maka, masih jauh dari diskualifikasi pencalonan,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201159</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus ISPA di Kota Malang Alami Lonjakan, Dinkes Himbau Gunakan Masker</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-ispa-di-kota-malang-alami-lonjakan-dinkes-himbau-gunakan-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Malang, saat ini telah mengalami lonjakan peningkatan. Dari data yang telah tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menunjukkan sepanjang Januari hingga Juli 2023, terdapat 43 ribu warga yang telah terdiagnosa mengalami ISPA. Kondisi tersebut, cukup berbeda bila dibandingkan pada 2022 lalu atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Malang, saat ini telah mengalami lonjakan peningkatan. Dari data yang telah tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menunjukkan sepanjang Januari hingga Juli 2023, terdapat 43 ribu warga yang telah terdiagnosa mengalami ISPA. Kondisi tersebut, cukup berbeda bila dibandingkan pada 2022 lalu atau sejak Januari hingga Desember, yang hanya mencapai 56 ribu.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan bahwa cuaca panas atau cuaca ekstrim, berpengaruh terhadap semua. Sehingga, ketika cuaca ekstrem seperti sekarang, banyak debu-debu yang berterbangan. Baik itu debu di luar rumah maupun debu yang ada di dalam rumah. Karena itu, upaya preventif dalam mencegah harus dilakukan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Untuk yang berkegiatan di luar rumah, kalau dirasa tidak terlalu penting,.maka agar tidak usah terlalu lama atau dibatasi. Kalau ada kegiatan di luar, upayakan supaya partikel debu-debu itu tidak masuk ke tubuh kita. Karena, masuknya itu lewat ke saluran pernafasan dan yang pertama adalah hidung,” jelas Husnul, Selasa (26/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, apabila keluar rumah, menurutnya harus menggunakan masker sebagai alat pelindung. Rekomendasi tersebut, untuk mengantisipasi partikel-partikel debu tidak masuk ke saluran pernafasan atau hidung. Meskipun, di dalam hidung terdapat bulu yang berguna sebagai pertahanan tubuh.</p>



<p>“Tapi kalau keseringan, itu akan lolos. Sehingga, masuklah ke aluran nafas bagian atas, sehingga ada keluhan. Seperti serak atau serik, gatel hingga mungkin batuk. Sehingga kalau itu berlanjut, kondisi badan turun muncul gejala tambahan. Seperti keluhan, ada flunya, ada bersinnya, kadang suhu badannya juga naik,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, Husnul juga mengimbau kepada masyarakat Kota Malang yang mengalami gangguan saluran pernafasan, untuk segera menghubungi atau datang langsung ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat. Karena menurutnya saat ini, Puskesmas seringkali menerima keluhan pasien gejala ISPA.</p>



<p>“Iya, karena ini kan keluhan umum ya, sehingga disamping mungkin ternyata ada keluhan utamanya, misalnya cek rutin kontrol darah, diabetes miletus, ternyata ada keluhan sampingnya berupa gangguan pernafasan itu,” imbuh Husnul.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurangi Produksi Sampah di Trenggalek, Mas Ipin Himbau Ucapan Hari Jadi dalam Bentuk Bibit Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-produksi-sampah-di-trenggalek-mas-ipin-himbau-ucapan-hari-jadi-dalam-bentuk-bibit-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pemandangan beda terlihat dalam kegiatan Hari Jadi (Harjad) Trenggalek Ke-829 tahun. Jika di tahun-tahun sebelumnya, ucapan Harjad Trenggalek selalu berbentuk karangan bunga berbahan sterofom, namun di tahun ini diminta agar karangan bunga tersebut diganti dengan ucapan dari bunga atau bibit tanaman yang masih hidup. Alasan Bupati Trenggalek mengeluarkan himbauan itu, karena tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pemandangan beda terlihat dalam kegiatan Hari Jadi (Harjad) Trenggalek Ke-829 tahun. Jika di tahun-tahun sebelumnya, ucapan Harjad Trenggalek selalu berbentuk karangan bunga berbahan sterofom, namun di tahun ini diminta agar karangan bunga tersebut diganti dengan ucapan dari bunga atau bibit tanaman yang masih hidup.</p>



<p>Alasan Bupati Trenggalek mengeluarkan himbauan itu, karena tidak ingin menambah sampah yang sulit terurai. Sehingga nantinya seusai acara, bunga hidup atau bibit tanaman bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bila ditanam, harapannya bisa menjaga ekologi dan juga bisa berdampak ekonomi bagi mereka.</p>



<p>&#8220;Kita meminta ucapan yang diberikan, itu dalam bentuk bukan karangan bunga artificial atau yang biasanya pakai sterofom dan segala macam yang tidak menambah sampah,&#8221; kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat dikonfirmasi, Kamis (31/08/2023) pagi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dirinya ingin, melalui ucapan dari bunga hidup atau bibit tanaman ini, maka nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya, untuk kelestarian alam.</p>



<p>&#8220;Nanti setelah peringatan, dipersilahkan masyarakat untuk mengambil bibitnya dan ditanam. Selain melestarikan bumi, semoga juga bisa jadi jalan rejeki untuk masyarakat nantinya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Karena kegigihannya dalam menjaga ekologi di Trenggalek, Bupati Arifin juga mendapatkan penghargaan Nirwasita Tantra sebagai Kepala Daerah Kategori Kabupaten Sedang Terbaik dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Tahun 2022, yang diserahkan Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, 29 Agustus 2023 kemarin. &#8220;Sesuai tema kita tahun ini, yakni Ngayemi Ngayomi dan Ngayani, harapannya agar masyarakat di Trenggalek bisa lebih semangat untuk mengayomi sesama dan saling memberikan rasa ayem hingga saling memberikan keberkahan juga rasa tolong menolong dalam hal ekonomi,&#8221; jelas Bupati Arifin.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini menambahkan, jika saat ini Pemerintah Daerah juga masih ada PR yang perlu dituntaskan. Diantaranya, terkait kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting.</p>



<p>&#8220;Semoga PR ini bisa segera kita dituntaskan bersama. Sehingga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kabupaten Trenggalek fokus mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2024 bisa terwujud,&#8221; paparnya.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Nelayan Hilang karena Laka Laut, Bupati Trenggalek Himbau Soal Pengamanan Diri saat Melaut</title>
		<link>https://memontum.com/empat-nelayan-hilang-karena-laka-laut-bupati-trenggalek-himbau-soal-pengamanan-diri-saat-melaut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[melaut]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, belajar banyak atas musibah kejadian kecelakaan (Laka) laut yang menimpa sejumlah nelayan di Trenggalek. Tidak dilengkapi pelindung diri, kemudian tidak menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, menjadikan posisi nelayan sangat beresiko ketika terkena musibah seperti Laka laut. Seperti kejadian yang menimpa dua kapal nelayan asal Trenggalek, yang hancur akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, belajar banyak atas musibah kejadian kecelakaan (Laka) laut yang menimpa sejumlah nelayan di Trenggalek. Tidak dilengkapi pelindung diri, kemudian tidak menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, menjadikan posisi nelayan sangat beresiko ketika terkena musibah seperti Laka laut.</p>



<p>Seperti kejadian yang menimpa dua kapal nelayan asal Trenggalek, yang hancur akibat diterjang ombak besar di Perairan arah Mbrumbun, Tanggung Gunung, Kabupaten Tulungagung, Senin (07/08/2023) kemarin. Kejadian ini, mengakibatkan dua nelayan Kapal Exsel dan dua nelayan Kapal Wilwo, masih dalam pencarian sampai dengan hari ini. Kejadian sendiri, dalam kejadian itu ada total empat orang selamat.</p>



<p>Karenanya, tidak ingin kejadian serupa terulang kembali kepada nelayan di wilayahnya, Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek, mengimbau kepada nelayan untuk membekali diri dengan peralatan pelindung saat melaut. Imbauan ini, juga disampaikan kepada OPD terkait.</p>



<p>&#8220;Berkaca dari kejadian Laka laut semalam, saya mengimbau agar para nelayan punya bekal saat melaut. Tetapi, rata-rata dari mereka ini belum tergabung di Kelompok Usaha Bank (KUB). Dan ini, akan menjadi satu penekanan kita,&#8221; kata Mas Ipin, seusai menjenguk beberapa korban selamat, Selasa (08/08/2023) siang.</p>



<p>Dirinya menambahkan, saat melaut para nelayan diminta atau diimbau untuk memakai pelampung. Namun karena alasan tidak nyaman, imbauan itu kadang diabaikan.</p>



<p>&#8220;Selain tidak nyaman, alasan lain mereka tidak menggunakan pelampung rompi itu karena saat mengangkat ikan terasa memperlambat pergerakan. Jadi,.ini perlu lagi diperhatikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Oleh karena itu, dirinya meminta ke BPBD dan juga Kepala Dinas Perikanan, untuk mencari pelampung yang seperti sabuk untuk mobilitas di laut. Sementara itu, hampir semua korban Laka laut yang didatangi, diketahui juga belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya juga akan mendorong para nelayan-nelayan tersebut untuk segera mengurusnya. Sehingga, jika terjadi apa-apa saat melaut, hal itu bisa di cover oleh pihak BPJS.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di sini teman teman Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan nelayan sudah punya MoU dengan bekerjasama setiap tahun. Sudah banyak juga yang mendaftar. Hal ini yang coba kita perluas,&#8221; kata Bupati Arifin.</p>



<p>Pengalaman ini membuka kesadaran para nelayan, bahwa melindungi dirinya juga penting. Mungkin, sekarang cideranya kategori ringan sehingga biaya pengobatan mungkin tidak banyak. Namun, bila nanti dengan fatalitas dan pengobatan tinggi, juga akan memberatkan.</p>



<p>&#8220;Sudah tidak dapat ikan, ditambah harus menanggung biaya berobat. Makanya, nanti kita uruskan BPJS Ketenagakerjaan dan sebagai insentif kita hanya mengcover preminya 3 atau 4 bulan awal. Selebihnya, kesadaran mereka. Toh itu sebulan Rp 16.800 dan kalau dari hasil ikan itu tentunya tidak seberapa dengan resiko yang ditanggung,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, menuturkan dalam pencarian korban Laka laut tersebut Basarnas Trenggalek menurunkan empat tim pencarian yang terbagi dalam tim pencarian di laut dan di darat (pemantauan di tepi-tepi laut).</p>



<p>&#8220;Ada empat tim pencarian kali ini. Kita juga menyiapkan perahu karet dan juga kita ploting pemantauan di darat. Di tepian tebing yang kita curigai ada kemungkinan survival atau korban ini tersangkut di tebing tersebut,&#8221; ujar Yoni.</p>



<p>Kendala yang dihadapi oleh tim saat ini, tambahnya, adalah luasan. Karena, tempat kejadian adalah di laut. Kemudian, kondisi geografis tempat kejadian musibah yang cenderung berkarang, berarus dan berombak, karena terlalu ke tepi posisi kejadiannya.</p>



<p>Salah satu korban selamat, Agus Siswoyo, menceritakan peristiwa kecelakaan laut ini terjadi saat dirinya&nbsp; tiga rekannya sedang mencari ikan jenis teri dengan cara serok. Tidak ditampik oleh Siswoyo, bahwa posisi perahunya sangat dekat dengan tepi laut yang berupa batuan karang.</p>



<p>Pada saat kejadian, ujarnya, di lokasi ada banyak kapal nelayan. Namun, hanya dua kapal yang dekat dengan tebing. Ketika ombak menerjang kedua kapal, pun langsung mengalami kecelakaan dan kapal lain tidak berani mendekat. Siswoyo sendiri, berhasil selamat setelah menemukan jerigen plastik yang dibuatnya sebagai alat bantu menepi di karang. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195310</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
