<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hipertensi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hipertensi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 13:30:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hipertensi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hipertensi Jadi Temuan Terbanyak dalam Cek Kesehatan ASN Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/hipertensi-jadi-temuan-terbanyak-dalam-cek-kesehatan-asn-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Temuan]]></category>
		<category><![CDATA[terbanyak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224789</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hipertensi menjadi salah satu temuan terbanyak dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pada Rabu (06/08/2025) hingga Kamis (07/08/2025) kemarin. Kegiatan itu, menyasar 7.724 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang sebagai bagian dari deteksi dini penyakit. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hipertensi menjadi salah satu temuan terbanyak dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pada Rabu (06/08/2025) hingga Kamis (07/08/2025) kemarin. Kegiatan itu, menyasar 7.724 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang sebagai bagian dari deteksi dini penyakit.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa penyakit hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala. Namun, berisiko memicu penyakit serius seperti jantung dan stroke jika tidak ditangani.</p>



<p>&#8220;Hasil tersebut belum terekap seluruhnya, tapi hasil sementara memang yang banyak adalah hipertensi. Pemeriksaan kesehatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah konkret membentuk budaya sadar risiko penyakit. ASN harus menjadi pionir pola hidup sehat di tengah masyarakat,” ujar Meifta, Jumat (08/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meifta menambahkan, CKG juga bertujuan agar ASN yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan dapat segera mendapatkan penanganan atau dirujuk. &#8220;Sehingga penting untuk menjaga pola hidup sehat, meliputi aktivitas fisik teratur, pola makan bergizi, tidak merokok dan istirahat cukup,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan bahwa hasil skrining kesehatan ASN akan terekam di aplikasi Satu Sehat, sehingga riwayat kesehatan dapat diakses kapan pun dibutuhkan. Terlebih, ke depan setiap warga negara akan terpantau kesehatannya secara berkala melalui program nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.</p>



<p>&#8220;Misalnya bepergian ke Jakarta atau daerah lain, riwayat kesehatan dan rekomendasi pengobatannya akan langsung terlihat,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendampingan Deteksi Dini Hipertensi untuk Kader Jadi Cara Pemkot Kediri Peringati Hari Hipertensi Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/pendampingan-deteksi-dini-hipertensi-untuk-kader-jadi-cara-pemkot-kediri-peringati-hari-hipertensi-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 13:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209168</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh pada tanggal 17 Mei, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan, menggelar Pendampingan Deteksi Dini Hipertensi, Senin (06/05/2024) tadi. Kegiatan ini, juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan update keilmuan kader tentang hipertensi, pemberian motivasi kepada para kader dalam melaksanakan kunjungan rumah serta memberikan pengetahuan kepada kader [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh pada tanggal 17 Mei, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan, menggelar Pendampingan Deteksi Dini Hipertensi, Senin (06/05/2024) tadi.</p>



<p>Kegiatan ini, juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan update keilmuan kader tentang hipertensi, pemberian motivasi kepada para kader dalam melaksanakan kunjungan rumah serta memberikan pengetahuan kepada kader agar mampu melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol secara benar dan akurat. Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kediri, dr Muh Fajri Mubasysyir saat dikonfirmasi lewat telepon.</p>



<p>Untuk diketahui, data Dari Dinas Kesehatan menyebut jumlah penderita hipertensi di Kota Kediri tahun 2023 mencapai 38.204 penderita. Dengan rincian, penderita hipertensi laki-laki sejumlah 14.420 orang dan penderita hipertensi perempuan sejumlah 23.784 orang. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para kader dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya promotif, mengajak masyarakat untuk datang ke layanan kesehatan, serta melakukan deteksi dini terkait hipertensi.</p>



<p>“Penyakit hipertensi merupakan silent killer, karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa. Untuk itu, kita lakukan gerakan deteksi dini dengan harapan kasus hipertensi bisa lebih dideteksi dari awal. Sehingga, bisa ditangani dan dikendalikan,” terangnya.</p>



<p>Jika sudah dilakukan deteksi dini dan diketahui bahwa seseorang tersebut memiliki riwayat penyakit hipertensi, ujarnya, maka akan dirujuk ke layanan puskesmas dan dilakukan pengobatan. &#8220;Akan kita pantau secara rutin melalui kader kesehatan sampai tekanan darahnya stabil dan normal. Sehingga, diharapkan dapat mencegah munculnya penyakit komplikasi seperti stroke, jantung dan mengurangi risiko kematian,&#8221; papar dr Fajri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengundang 150 kader kesehatan pemegang program hipertensi puskesmas dan pemegang program PTM Puskesmas, kegiatan tersebut juga menghadirkan dokter Rehabilitasi Medis, dr Nita Damayanti Sp KFR, yang berpraktik di salah satu rumah sakit Kota Kediri sebagai pemateri. “Dengan mendatangkan nara sumber yang akan memberikan materi mengenai bagaimana mengelola, mendeteksi dan praktik pendampingan hipertensi, harapannya para peserta mendapatkan ilmu yang bisa menjadi modal dasar untuk melakukan kegiatan pemeriksaan dalam upaya untuk pengendalian kasus hipertensi,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, dr Nita Damayanti dalam pemaparannya menyampaikan bahwa tekanan darah yang normal bagi orang dewasa yakni di bawah 140/90mmHg. Ukuran 140 ialah tekanan darah sistolik dan 90 untuk tekanan darah diastolik yang diukur dengan tensimeter baik manual ataupun digital. Adapun faktor resiko terkena hipertensi ialah akibat gaya hidup tidak sehat, obesitas, lingkungan, faktor geografi, genetik, konsumsi garam hingga stres</p>



<p>“Jangan anggap sepele penyakit hipertensi. Jika merasakan gejala seperti sering pusing, rasa pegal, dada berdebar, hingga nafas pendek, bisa segera cek kondisi kesehatan kita agar nantinya bisa segera dilakukan penanganan jika diperlukan,” ujarnya.</p>



<p>Di kesempatan yang sama, kader dari Kelurahan Banaran, Ruli Yuanita, mengatakan jika setiap harinya dirinya melakukan tugas sebagai kader dengan melakukan penyuluhan dan pemeriksaan di pos lansia. Setiap bulannya, ada 60 Lansia yang periksa.</p>



<p>“Kita sudah ada grup WA per RT. Sehingga melalui grup tersebut, kita bisa mengajak para Lansia untuk datang ke pos Lansia dan jika mereka tidak bisa datang ke Posyandu Lansia,.maka kami dari kader dan tenaga kesehatan akan mengunjungi ke rumah,” jelasnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209168</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Hipertensi Ancam Penduduk Kota Batu, Faktor Turunan dan Perilaku Berisiko Jadi Pengaruh</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-hipertensi-ancam-penduduk-kota-batu-faktor-turunan-dan-perilaku-berisiko-jadi-pengaruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 10:43:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ancam]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berisiko]]></category>
		<category><![CDATA[faktor]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[turunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194101</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di Kota Batu, cenderung tinggi. Dari 30 Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang dibentuk di tempat kerja dan sekolah, mencatat jika di tahun 2022, paling banyak kasus hipertensi hingga di atas angka 50 persen. Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di Kota Batu, cenderung tinggi. Dari 30 Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang dibentuk di tempat kerja dan sekolah, mencatat jika di tahun 2022, paling banyak kasus hipertensi hingga di atas angka 50 persen.</p>



<p>Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati, mengatakan tingginya hipertensi di Kota Batu, karena banyak dipengaruhi perilaku berisiko. Yaitu, konsumsi gula, garam dan minyak yang berlebih, kurangnya aktifitas fisik, kebiasaan merokok hingga konsumsi alkohol.</p>



<p>&#8220;Kasus hipertensi di Kota Batu, masih tergolong tinggi,&#8221; terangnya saat dikonfirmasi via ponselnya, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Lebih dari itu, menurut Susana, faktor lain juga dikarenakan faktor keturunan yang ikut berperan. Tetapi, juga utamanya disebabkan pengelolaan stres.</p>



<p>&#8220;Pada tahun 2022, kasus hipertensi meningkat. Catatan ini, berdasarkan dari 30 Posbindu yang dibangun di tempat kerja dan sekolah yang melakukan pengecekan pada usia 15-59 tahun,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara, imbuhnya, terhitung hingga akhir Juni 2023, berdasarkan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Hipertensi Puskesmas di Kota Batu total ada 20.375 penduduk yang mengalami Hipertensi, dari total 58,385 sampel penduduk yang dilakukan deteksi dini di Posbindu. &#8220;Untuk menghindari hipertensi, singkatnya masyarakat harus cek kesehatan rutin. Jauhi asap rokok dan alkohol, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, kelola stres,” paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194101</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Warning, Obesitas Tingkatkan Degeneratif seperti Penyakit Jantung, Diabetes dan Hipertensi</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seperti]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99538-rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum.Kota Malang &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum.Kota Malang</strong> &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari.</p>
<p>Kepala RSUD Kota Malang, dr Umar Usman melalui ahli gizi RSUD Kota Malang, Eni Fitrianti Wijasari S Gz, saat ini obesitas terjadi di semua kalangan. Menurutnya, hal itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana obesitas dialami orang yang berusia di atas 50 tahun.</p>
<p>&#8220;Terutama laki-laki. Kalau jaman dulu, orang yang usianya 50 tahun ke atas kebanyakan obesitas. Tapi kalau sekarang, obesitas terjadi di semua kalangan. Mulai dari bayi, balita pun juga ada, anak-anak, dewasa, remaja hingga lansia.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, obesitas disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni faktor keturunan, pola makan, kurang akitifitas, kondisi kehamilan, bertambahnya usia, dan konsumsi obat.</p>
<p>&#8220;Jika faktor keturunan, misalnya orang tua baik ayahnya dan ibunya obesitas, sang anak bisa saja obesitas. Namun prosentasenya kecil, paling hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Sedangkan obesitas yang dikarenakan pola makan, biasanya orang yang obesitas tersebut memiliki waktu pola makan yang tidak teratur.</p>
<p>&#8220;Biasanya orang tersebut, makannya satu kali sehari dengan porsi yang banyak dalam sekali makan. Atau juga sudah makan tiga kali sehari, namun waktu makannya yang kurang pas, itu juga bisa jadi obesitas. Itu pengaruhnya pada organ tubuh yang mulai mencerna makanan pada jam-jam tertentu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain itu asupan gizi yang terkandung dalam makanan yang dimakan juga dapat berpengaruh dalam timbulnya obesitas pada seseorang. Artinya, zat gizi pada makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus berimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kalau pesan gizi seimbang, memang anjurannya mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Tetapi kalau makanan yang kita makan ini tidak sesuai, itu juga bisa jadi penyebab. Misalnya terlalu banyak karbohidrat ataupun beberapa zat gizi lainnya,&#8221; tukas dia.</p>
<p>Hal itu lah yang menurutnya saat ini banyak menyebabkan remaja atau anak-anak banyak mengalami obesitas. Pasalnya, saat ini banyak ditemui remaja maupun anak-anak yang lebih memilih makan makanan junkfood daripada makanan dengan asupan gizi yang berimbang.</p>
<p>&#8220;Contohnya anak-anak kalau ditawari nasi pecel sama junkfood, pasti lebih memilih junkfood. Padahal walaupun nasi pecel, asupan gizinya lebih lengkap. Ada sayur, nasi, dan lauknya. Itu sekarang yang sering dijumpai. Disitulah orang tua juga berperan dalam memberi asupan gizi berimbang pada anak. Contohnya mengenalkan makan sayur,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sedangkan untuk lansia, obesitas terjadi karena memang organ sudah tidak bisa bekerja dengan maksimal. Hal itu menyebabkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa terserap dengan maksimal.</p>
<p>Untuk itu, dalam mencegah terjadinya obesitas dalam tubuh, ia menyebut cara yang paling mudah yaitu menambah aktifitas. Atau menurutnya, bisa disiasati dengan tidak menggunakan fasilitas pendukung dalam melakukan aktifitas.</p>
<p>&#8220;Contohnya saat bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kita bisa berjalan kaki. Atau misalnya saat beraktifitas dalam gedung yang berlantai lebih dari satu, kita bisa menggunakan tangga untuk pindah lantai, daripada menggunakan lift, itu yang paling mudah, yaitu dengan menambah aktifitas yang mengeluarkan energi, yaitu dengan berjalan misalnya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Menurutnya, dewasa ini obesitas telah menjadi sebuah kasus yang juga harus mendapat perhatian. Pasalnya saat ini obesitas bisa terjadi pada semua kalangan. Hal itu sangat berbahaya jika terjadi pada seorang bayi ataupun anak-anak. Karena menurutnya, jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu kinerja organ dalam tubuh.</p>
<p>&#8220;Obesitas ini akibatnya pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes dan hipertensi. Karena obesitas itu kadar gula, kolesterol atau lemak nya pasti tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, ia menyarankan, bagi seseorang yang ingin mengetahui apakah obesitas atau tidak, agar mau mengkonsultasikan hal tersebut pada seorang ahli gizi di sebuah rumah sakit, atau pun klinik.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa harus konsultasi, meskipun ada rumusnya, tapi kondisi setiap orang beda-beda. Dan kebutuhan gizinya pun juga berbeda setiap orangnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99538</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
