<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hiu Tutul &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hiu-tutul/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jan 2021 07:28:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hiu Tutul &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kawanan Hiu Tutul Kembali Muncul, Petugas PPP Mayangan Lakukan Patroli Intens</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-hiu-tutul-kembali-muncul-petugas-ppp-mayangan-lakukan-patroli-intens</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2021 07:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas PPP Mayangan Lakukan Patroli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131246</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sempat menghilang beberapa hari, kawanan Hiu Tutul kembali muncul di perairan Laut Jawa. Petugas PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) Mayangan Probolinggo, pun langsung berpatroli laut untuk menjaga dan menghalau nelayan serta warga yang akan mengganggu satwa langka itu. Patroli ini dilakukan, karena hewan berukuran raksasa itu sudah sejak dua minggu terakhir berkeliaran untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sempat menghilang beberapa hari, kawanan Hiu Tutul kembali muncul di perairan Laut Jawa. Petugas PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) Mayangan Probolinggo, pun langsung berpatroli laut untuk menjaga dan menghalau nelayan serta warga yang akan mengganggu satwa langka itu.</p>
<p>Patroli ini dilakukan, karena hewan berukuran raksasa itu sudah sejak dua minggu terakhir berkeliaran untuk mencari makan berupa plankton-plankton di sekitar laut wilayah Perairan Probolinggo. Satwa langka itu, diperkirakan bermigrasi dari laut Australia menuju Laut Jawa sejak bulan Desember hingga Februari 2021 nanti.</p>
<p>Selama bermigrasi, tidak tanggung-tanggung, jumlah kawanan Hiu Tutul ada sekitar delapan ekor di permukaan air Pelabuhan Perikanan Mayangan, wilayah Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Hiu Tutul yang muncul, rata-rata memiliki panjang sekitar 6 sampai 10 meter.</p>
<p>Kepala Syahbandar PPP Mayangan Probolinggo, Arif Wahyudi, mengatakan bahwa dirinya bersama anggota berpatroli keliling laut untuk menjaga kawanan hiu tutul berkeliaran di perairan ini terhitung sejak dua pekan lalu. Keberadaan hiu tutul ini, perlu diantisipasi oleh petugas dari oknum-oknum tak bertanggung jawab.</p>
<p>Apalagi, ada wisatawan yang sengaja mengganggu ikan tersebut dengan cara mendekati dan ingin naik di atas punggung hiu. &#8220;Kami mengajak masyarakat maupun nelayan, jangan mendekat atau bahkan mengganggu hiu tutul ini karena ini satwa harus dilindungi,” ujarnya, Minggu (03/01) tadi.</p>
<p>Arif mengingatkan, bila ada nelayan yang sengaja menangkap ataupun mengganggu Hiu Tutul, petugas akan mengamankan dan memproses secara hukum. &#8220;Sebab, tindakan itu jelas melanggar Undang-Undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Adapun ancaman hukumannya 5 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Petugas PPP Mayangan Probolinggo, akan terus melakukan patroli dan memberi imbauan kepada masyarakat dan nelayan agar menjaga kelestarian hewan laut yang dilindungi negara itu. <strong>(geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131246</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hiu Tutul Muncul, Petugas PPP Mayangan Lakukan Pemantauan</title>
		<link>https://memontum.com/hiu-tutul-muncul-petugas-ppp-mayangan-lakukan-pemantauan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2020 13:48:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[PPP Mayangan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130711</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Petugas Syahbandar PPP Mayangan, Probolinggo, tengah melakukan siaga, Jumat (25/12) tadi. Sikap reaktif tersebut, disebabkan munculnya Hiu Tutul langka di perairan Laut Probolinggo. Kemunculan hewan yang sejak Jumat pagi itu, membuat pihak PPP Mayangan, terus melakukan pengamatan agar Hiu-hiu yang dilindungi ini tidak terjerat jaring nelayan. &#8220;Sejak kembali munculnya Hiu Tutul tadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Petugas Syahbandar PPP Mayangan, Probolinggo, tengah melakukan siaga, Jumat (25/12) tadi. Sikap reaktif tersebut, disebabkan munculnya Hiu Tutul langka di perairan Laut Probolinggo.</p>
<p>Kemunculan hewan yang sejak Jumat pagi itu, membuat pihak PPP Mayangan, terus melakukan pengamatan agar Hiu-hiu yang dilindungi ini tidak terjerat jaring nelayan.</p>
<p>&#8220;Sejak kembali munculnya Hiu Tutul tadi pagi, kami bersama petugas terus melakukan pemantauan dan penjagaan terhadap hewan tersebut di perairan Probolinggo,&#8221; kata Kepala Syahbandar PPP Mayangan Probolinggo, Arif Wahyudi.</p>
<p>Arif menambahkan, Hiu-hiu langka ini harus terus dijaga kelestariannya. Kendati Hiu Tutul hanya ada delapan ekor yang muncul, pihaknya tetap waspada akan keselamatan ikan yang dijaga kelestariannya itu.</p>
<p>&#8220;Biasanya panjang ikan ini mencapai 6-7 meter dengan lebar 2-2,5 meter. Mereka bermigrasi menuju perairan Pulau Gili Ketapang hingga di sekitaran Pantai Bentar Kabupaten Probolinggo,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Masih menurutnya, kemunculan Hiu Tutul pada puncaknya, terjadi di akhir tahun. Yakni, di sekitar Desember.</p>
<p>&#8220;Memang biasanya banyak kemunculan Hiu Tutul, di akhir-akhir tahun. Utamanya, di Utara Pelabuhan PPP Mayangan Probolinggo. Mereka (Hiu) biasanya bermain-main di sana,&#8221; ujar Arif.</p>
<p>Karena jumlahnya yang semakin sedikit, ujarnya, kami dari PPP Mayangan, menghimbau agar nelayan lebih berhati-hati ketika melaut. Dia mengingatkan kepada nelayan, agar segera melepas kembali Hiu-hiu ini jika ada yang tersangkut jaring mereka.</p>
<p>Salah satu warga, Jumadi (52), mengatakan bahwa keberadaan Hiu sudah berlangsung sejak Jumat pagi. Dari sekitar delapan ekor yang muncul, beberapa diantaranya adalah Hiu Tutul berukuran besar. <strong>(geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130711</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hiu Tutul Terdampar di Jember, Warga Ramai-ramai Cincang Dagingnya</title>
		<link>https://memontum.com/hiu-tutul-terdampar-di-jember-warga-ramai-ramai-cincang-dagingnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118503-hiu-tutul-terdampar-di-jember-warga-ramai-ramai-cincang-dagingnya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ikan Hiu Tutul yang diperkirakan berbobot 1 ton lebih, dengan panjang sekitar 6 m, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari, Minggu (5/7/2020) pagi. Ironisnya, karena kurangnya pengetahuan, para nelayan tidak melaporkan kejadian ini pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Ikan Hiu Tutul yang diperkirakan berbobot 1 ton lebih, dengan panjang sekitar 6 m, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari, Minggu (5/7/2020) pagi.</p>
<p>Ironisnya, karena kurangnya pengetahuan, para nelayan tidak melaporkan kejadian ini pada yang berwajib. Usai dievakuasi ke darat, satwa langka dan dilindungi ini pun dicincang beramai-ramai oleh nelayan untuk dikonsumsi dagingnya tanpa memikirkan resiko jikalau daging hiu ini tidak menutup kemungkinan mengandung racun sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi manusia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118504" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Imam Muklas, salah satu anggota BPD Desa Kepanjen mengatakan, Hiu Tutul atau masyarakat setempat menyebutnya Mungsing Tahu, sebelum masuk jaring nelayan sebenarnya kondisinya masih hidup, namun usai tersangkut dan dievakuasi ke daratan dalam keadaan sudah mati.</p>
<p>&#8220;Menurut nelayan mulai tadi malam, nyangkut di jaring nelayan yang sedang melaut mencari ikan. Namun baru diangkat tadi pagi, &#8221; ujar Muklas.</p>
<p>Sebenarnya, sambung Muklas, Hiu Tutul ini tersangkut jaring nelayan diketahui sejak malam tadi, karena ukuran yang terlalu besar sehingga nelayan membutuhkan banyak orang untuk mengangkat sampai ke darat.</p>
<p>Memang ikan itu terlihat oleh nelayan muncul ke permukaan sejak sore kemarin dan berkeliaran hingga ke pinggir sekitar ombak pantai.</p>
<p>&#8220;Akhirnya nyangkut di jaring tadi malam karena posisi jaring nelayan di pinggir,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Muklas menuturkan, bisa jadi karena kekurangtahuan warga nelayan, terkait ikan Hiu Tutul dilindungi sehingga temuan ini tidak dilaporkan ke pihak aparat.</p>
<p>&#8220;Mereka tidak tahu dilindungi atau tidak yang langsung dimanfaatkan begitu saja, bahkan sekarang sama warga di potong-potong untuk diambil dagingnya untuk di konsumsi, &#8221; kata Muklas.</p>
<p>Sementara Petugas Teknis Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi&#8217;i, dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku kaget, sebab dirinya merasa tidak mendapatkan laporan terkait penemuan ikan Hiu Tutul di Pantai Tanjungsari pada pagi ini.</p>
<p>Terlebih lagi, kata Dia, dikabarkan ikan tersebut ditemukan mati tidak kubur, justru malah dicincang untuk di konsumsi dagingnya.</p>
<p>&#8220;Terlepas ikan itu kena jaring atau terdampar, itu tidak boleh dikonsumsi. Dikhawatirkan ikan itu terjangkit penyakit sehingga menular, &#8221; kata Imam.</p>
<p>Dia menengarai penyebab Hiu Tutul muncul hingga ke pinggir pantai, sebenarnya ikan sifatnya bergerombol, mungkin karena mengejar makanan sampai ke pinggir pantai.</p>
<p>&#8220;Atau mungkin karena terjangkit penyakit, sehingga Ikan itu ke pinggir, &#8221; terangnya.</p>
<p>Bisa jadi kalau kena jaring berarti ikan itu kondisi sehat, namun terlepas sehat atau sakit, tidak boleh dikonsumsi karena ikan hiu tutul memang dilindungi.</p>
<p>Kata Imam, kedepan kalau ada ikan seperti itu terlepas kena jaring atau sakit sehingga terdampar dipinggir, kalau sudah mati harus cepat dikubur, bekerjasama dengan pengawas dan pokmas.</p>
<p>&#8220;Perkiraan kami ikan itu sudah terjangkit penyakit, karena jika ikan kena hempasan ombak akan melawan, jika dikonsumsi bisa berbahaya, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Imam berharap, seandainya nanti terjadi peristiwa seperti ini, diusahakan kalau memang sudah mati cepat dikubur, jika masih sehat dilepas lagi.</p>
<p>&#8220;Karena Hiu Tutul hewan dilindungi, &#8221; pungkasnya. <strong>(bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkai Hiu Tutul Penyu, Terdampar di Pantai Tanjungsari Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bangkai-hiu-tutul-penyu-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 11:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=92743</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Seekor hiu tutul dan Penyu ukuran jumbo di temukan nelayan, terdampar di bibir pantai Tanjungsari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten, Sabtu (14/9/19) sekitar pukul 06.00. Kedua hewan langka itu ditemukan dalam kondisi sudah mati. Meski sudah dalam mati namun kondisi ikan Hiu Tutul terlihat masih segar, sebaliknya bangkai penyu dalam dalam kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Seekor hiu tutul dan Penyu ukuran jumbo di temukan nelayan, terdampar di bibir pantai Tanjungsari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten, Sabtu (14/9/19) sekitar pukul 06.00. Kedua hewan langka itu ditemukan dalam kondisi sudah mati.</p>
<p>Meski sudah dalam mati namun kondisi ikan Hiu Tutul terlihat masih segar, sebaliknya bangkai penyu dalam dalam kondisi sudah membusuk, adapun jarak lokasi penemuan bangkai hiu tutul dengan bangkai penyu sekitar 500 m ke barat.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92746" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=650%2C365&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="365" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=600%2C337&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=200%2C112&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Beredarnya kabar penemuan kedua bangkai binatang langka ini,sontak membuat heboh warga sekitar pantai Tanjungsari, mereka berbondong-bondong mendatangi Pantai Tanjungsari, untuk menyaksikan langsung di lokasi penemuan kedua hewan langka itu.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun memontum.com menyebutkan, sebelum peristiwa ini terjadi, sekitar satu minggu lalu ada beberapa nelayan mengaku telah melihat ikan hiu muncul ke permukaan laut dan berkeliaran di pinggiran pantai Tanjungsari, padahal selama ini nelayan di situ tidak pernah melihat ikan hiu tutul yang berkeliaran kesana-kemari apalagi hingga ke pinggir pantai.</p>
<p>&#8220;Saya menduga mungkin ikan hiu yang kemarin berkeliaran adalah ikan hiu yang sama dengan bangkai hiu yang di temukan sekarang ini,&#8221; ujar Ashari seorang nelayan asal Desa Kepanjen.</p>
<p>Terkait penemuan dua binatang langka ini, Pj Kepala Desa Kepanjen H Imam Suroso menjelaskan, bahwa dirinya mengetahui hal ini atas laporan dari warga nelayan.</p>
<p>&#8220;Penemuan ikan hiu dan penyu sudah saya laporkan ke Pihak Kecamatan Gumukmas kemudian akan di tindak lanjuti melalui Dinas Perikanan yang ada di Kecamatan,&#8221; kata Imam.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://memontum.com/92371-ikan-paus-terdampar-mati-di-pantai-eks-tambang-pasir-besi-lumajang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ikan Paus Terdampar Mati di Pantai Eks Tambang Pasir Besi Lumajang</a></p>
<p>Sementara itu petugas Lapangan Dinas Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi&#8217;i mengatakan jika ikan Hiu tutul warna hitam yang baru saja di temukan nelayan, sebenarnya habitatnya berada di laut utara.</p>
<p>&#8220;Hiu tutul ini biasanya hidup di perairan dalam, kemungkinan suasana dingin sehingga ikan itu naik ke permukaan untuk mencari kehangatan,&#8221; terang Syafi’i.</p>
<p>Imam mewanti-wanti kepada masyarakat, agar jangan mengkonsumsi ikan tersebut,karena di khawatirkan akan menyebabkan Penyakit yang berbahaya.</p>
<p>&#8220;Rencananya sore ini akan di kubur tadi sudah di lakukan pengecekan ukuran dan berat badan ikan, panjang kurang lebih 5 m, lebar 1 m dan berat 1,5 ton,&#8221; pungkasnya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikan Paus Terdampar Mati di Pantai Eks Tambang Pasir Besi Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ikan-paus-terdampar-mati-di-pantai-eks-tambang-pasir-besi-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 06:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=92371</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Warga dusun Kajaran Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Senin malam (9/9/2019) kemarin, mendapai Ikan Hiu Paus terdampar dipesisir pantai selatan tepatnya disekitaran Dusun Dampar Desa Bades. Ikan Hiu Paus tutul tersebut berukuran lebar 1 meter dan panjang 6 meter, awalnya saat pertama ditemukan oleh warga hiu paus tersebut sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Warga dusun Kajaran Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Senin malam (9/9/2019) kemarin, mendapai Ikan Hiu Paus terdampar dipesisir pantai selatan tepatnya disekitaran Dusun Dampar Desa Bades. Ikan Hiu Paus tutul tersebut berukuran lebar 1 meter dan panjang 6 meter, awalnya saat pertama ditemukan oleh warga hiu paus tersebut sempat bergerak dalam kondisi hidup.</p>
<p>Namun saat petugas Polsek dan Koramil Pasirian datang ke TKP, hiu paus sudah dalam kondisi mati masih segar dan utuh.</p>
<p>Kapolres Lumajang AKBP DR M Arsal Sahban, pada media ini mengatakan, selama pihaknya bertugas di Lumajang, sudah dua kali menjumpai ikan paus terdampar dipantai selatan, Kapolres juga mengindikasikan bahwa hiu paus tutul yang terdampar kali ini dimungkinkan terseret gelombang air pasang.</p>
<p>“Ini kali kedua saya mendengar adanya paus terdampar di Lumajang. Kali ini ukurannya lebih kecil dari sebelumnya, dan indikasi sementara Paus ini terseret gelombang air pasang sehingga terdampar dipesisir pantai lalu mati akibat dehidrasi. Kami akan mengawasi bangkai paus ini agar tidak dieksploitasi oleh warga dan tetap utuh hingga pihak instansi terkait datang guna evakuasi bangkai ikan Hiu Paus ini&#8221;,Kata Kapolres, Rabu (11/9/2019).</p>
<p>Ikan hiu paus tutul biasanya saat menjelang musim penghujan kerap bermigrasi mencari tempat yang hangat, dan pergerakan ikan tersebut biasanya juga berkelompok, antara 20-30 ekor, hal tersebut disampaikan oleh staf pelaksana Wilayah Kerja Jawa Timur, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Laut (BPSPL) Denpasar, Regina Rossa Beryllinda.</p>
<p>Menurutnya, migrasi sekelompok ikan hiu paus tutul ini, Biasanya berasal dari wilayah perairan Australia menuju Filipina, melewati perairan NTB, Bali, Situbondo, Pasuruan, lalu melintasi selat Madura, dan terus bergerak ke utara.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92374" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Tempat yang lebih hangat tersebut, banyak dicari hiu paus tutul karena biasanya akan banyak terdapat plankton yang menjadi makanan utama ikan tersebut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pada masa migrasi itu, lanjut Regina, bisa jadi ikan hiu paus tutul tersebut mengalami disorientasi akibat sakit, gangguan alam, atau adanya aktivitas manusia, sehingga terpisah dari rombongannya.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa faktor ikan hiu paus tutul terpisah dari kelompoknya, terlebih sampai terdampar dipantai&#8221;,terang Regina.</p>
<p>Pesisir pantai selatan sepanjang Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun sampai pesisir pantai selatan Desa Tegal rejo Kecamatan Tempursari dulunya adalah eks tambang pasir besi, yang paling besar ekploitasi penambangan pasir besi atau pasir laut yang dilakukan mulai pantai Bambang Desa Bago Kecamatan Pasirian hingga Dusun Dampar Desa Bades Kecamatan Pasirian, dan apakah terdamparnya hiu paus tutul tersebut berhubungan dengan lokasi pantai eks tambang atau memang kebetulan saja, tentu hingga saat ini belum ada yang bisa memprediksikan. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92371</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawanan Hiu Tutul Muncul di Situbondo Lagi</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-hiu-tutul-muncul-di-situbondo-lagi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2019 12:24:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=77404</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Fenomena tahunan kembali terjadi di sepanjang Parairan Situbondo, tepatnya di seputaran pelabuhan baru Panarukan-Situbondo, dengan kehadiran kawanan hiu tutul atau whale shark berbagai ukuran. Dengan munculnya hewan mamalia laut raksasa ini, membuat masyarakat berbondong-bondong ke pinggir pantai dan di sepanjang perairan laut Situbondo. Untuk menyaksikan kawanan hiu tutul itu, sehingga kepala dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Fenomena tahunan kembali terjadi di sepanjang Parairan Situbondo, tepatnya di seputaran pelabuhan baru Panarukan-Situbondo, dengan kehadiran kawanan hiu tutul atau whale shark berbagai ukuran. Dengan munculnya hewan mamalia laut raksasa ini, membuat masyarakat berbondong-bondong ke pinggir pantai dan di sepanjang perairan laut Situbondo.</p>
<p>Untuk menyaksikan kawanan hiu tutul itu, sehingga kepala dinas perikanan Kabupaten Situbondo, bersama satuan polisi air polres Situbondo memantau langsung kondisi hiu tutul atau menurut warga Situbondo menyebutnya dengan ikan ki kaki.</p>
<div id="attachment_77407" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-77407" decoding="async" class="size-full wp-image-77407" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="JADI TONTONAN : dengan munculnya hiu tutul hewan mamalia laut raksasa ini, membuat masyarakat berbondong-bondong ke pinggir pantai di sepanjang dermaga pelabuhan baru Panarukan perairan laut Situbondo. (im)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Untitled-1-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-77407" class="wp-caption-text"><strong>JADI TONTONAN : dengan munculnya hiu tutul hewan mamalia laut raksasa ini, membuat masyarakat berbondong-bondong ke pinggir pantai di sepanjang dermaga pelabuhan baru Panarukan perairan laut Situbondo. (im)</strong></p></div>
<p>Di perairan Panarukan sekitar 3 mill dari pelabuhan, sudah tampak kawanan hiu tutul berkeliaran berenang bebas. Mereka hidup berkoloni antara 3 sampai 4 ekor. Ukuran hewan mamalia pemakan plankton ini antara 4 sampai 7 meter dan diperkiran jumlahnya mencapai belasan bahkan mungkin bisa sampai lebih dari puluhan ekor.</p>
<p>Dengan banyaknya hiu tutul ini, membuat masyarakat banyak ingin menontonnya dan berharap ada petugas Sat Polair Polres Situbondo rutin melakukan patroli guna memastikan hiu ini berkeliaran secara aman. Koloni hiu tutul dengan nama latin rhincodon typus ini, memiliki tekstur kulit berwarna gelap serta ada bintik-bintik tutul. Hiu paus muncul pada pagi atau sore hari dengan kondisi cuaca mendung, hiu ini sangat menyukai kondisi suhu laut sedang hangat.</p>
<p>Menurut Ir.H.Eko Prayudi selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, pihaknya berharap warga pesisir laut, khususnya nelayan agar tidak mengganggunya dan bersama-sama menjaga kawanan hiu laut pada saat ke pinggir. &#8220;Agar kelestariannya bisa terjaga dan fenomena ini bisa mendatangkan wisatawan,&#8221; jelas H Eko.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77404</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Liburan Imlek, Wisatawan Lihat Hiu Tutul di Perairan Laut Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/liburan-imlek-wisatawan-lihat-hiu-tutul-di-perairan-laut-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2018 11:54:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[perairan probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26790-liburan-imlek-wisatawan-lihat-hiu-tutul-di-perairan-laut-probolinggo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8212; Masyarakat Kota dan Kabupaten Probolinggo bahkan warga di luar Probolinggo penasaran dengan adanya puluhan hiu tutul yang berada di perairan laut Probolinggo, hal tersebut dimanfaatkan oleh mereka di liburan Imlek hari ini. Banyak cara untuk mengisi libur tahun baru imlek, Salah satunya bisa berkunjung ke Probolinggo. Mereka yang datang untuk mengobati penasaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8212; Masyarakat Kota dan Kabupaten Probolinggo bahkan warga di luar Probolinggo penasaran dengan adanya puluhan hiu tutul yang berada di perairan laut Probolinggo, hal tersebut dimanfaatkan oleh mereka di liburan Imlek hari ini. </p>
<p>Banyak cara untuk mengisi libur tahun baru imlek, Salah satunya bisa berkunjung ke Probolinggo. Mereka yang datang untuk mengobati penasaran kawanan hiu tutul yang berenang bebas di perairain laut utara Probolinggo.</p>
<p>Fenomena hiu tutul di perairan laut utara Probolinggo benar-benar mengundang rasa penasaran semua kalangan. Sehingga laut utara Probolinggo makin ramai dikunjungi wisatawan.</p>
<p>Sebelum melihat hiu tutul atau whale shark, pengunjung terlebih dulu berangkat dari wisata pantai bentar atau bisa berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, dengan menggunakan kapal nelayan.  </p>
<p>Berjarak sekitar 3 mil atau di tengah tengah antara Pulau Gili Ketapang dengan Pulau Jawa, pengunjung bisa melihat dari dekat puluhan kawanan hiu tutul berenang bebas.</p>
<p>Terlihat hewan mamalia laut ini  sangat bersahabat berenang mengitari perahu wisatawan. Hiu tutul ini diperkirakan akan berada di perairan utara probolinggo sampai 2 bulan ke depan.</p>
<p>Anjar noermala salah satu pengunjung ini misalnya, dia sangat puas bisa melihat dari dekat hewan laut raksasa yang selama ini hanya bisa dilihat di layar televisi.</p>
<p>&#8220;Iya mas puas sekali karena biasanya hanya melihat di tv saja, sekarang bida dekat dan melihat langsung,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Puas melihat hiu tutul, pengunjung bisa melajutkan berwisata bahari dengan bermain snorkling di sekitar Pulau Gili Ketapang. Hamparan pasir putih serta pamandangan bawah laut yang sangat cantik, dipastikan liburan imlek tahun ini tidak akan terlupakan.</p>
<p>&#8220;Pamandangan bawah laut di pulau gili, terkenal akan terumbu karangnya, juga banyaknya ikan nemo,&#8221; tambah Anjar.</p>
<p>Sementara seperti yang dikatakan Yulis Tinachi, salah satu wisatawan yang berkunjung untuk menyaksikan langsung hiu tutul dan snorkling. </p>
<p>&#8220;Pada liburan imlek dan weekend ini, saya dan keluarga sengaja berkunjung ke Probolinggo. Selain bisa melihat hiu tutul saya dan keluarga bisa bermain snorkling dan menikmati keindahan alam bawah laut,&#8221; kata Yulis. <strong>(pix/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26790</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
