<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Homestay &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/homestay/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jan 2025 11:40:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Homestay &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Desa Wisata Tradisional Osing Kemiren Raih Penghargaan Internasional The 5th ASEAN Homestay Award</title>
		<link>https://memontum.com/desa-wisata-tradisional-osing-kemiren-raih-penghargaan-internasional-the-5th-asean-homestay-award</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Homestay]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Desa Wisata Tradisional Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, desa yang mayoritas penduduknya adalah suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi, red) ini berhasil meraih penghargaan internasional The 5th ASEAN Homestay Award. Penghargaan tersebut, diserahkan pada Asean Tourism Award (ATA) 2025 yang diselenggarakan di Persada Johor Convention [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Desa Wisata Tradisional Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, desa yang mayoritas penduduknya adalah suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi, red) ini berhasil meraih penghargaan internasional The 5th ASEAN Homestay Award.</p>



<p>Penghargaan tersebut, diserahkan pada Asean Tourism Award (ATA) 2025 yang diselenggarakan di Persada Johor Convention Centre, Johor, Malaysia, Senin (20/01/2025) kemarin. “Kami bersyukur desa-desa di Banyuwangi terus bangkit dengan keragaman potensi yang dimiliki. Ada yang maju di bidang pertanian, ada yang maju di bidang pemerintahan dan ada pula yang menonjol di bidang pariwisata. Termasuk, Desa Kemiren yang berulang kali mendapatkan penghargaan,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (21/01/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Bupati Ipuk, kinerja Desa Wisata Kemiren semakin mengokohkan posisi Banyuwangi di kancah pariwisata internasional. Khususnya, dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui pengembangan desa wisata.</p>



<p>“Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman di desa. Keberhasilan Desa Kemiren ini akan menjadi pengungkit bagi desa wisata lainnya di Banyuwangi untuk terus berbenah,” ujarnya.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren, Moh Edy Saputro, menjelaskan bahwa keunikan budaya dan keramahan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Desa Kemiren, dalam meraih penghargaan. Suku Osing yang merupakan masyarakat desa setempat terus melestarikan adat istiadat, bahasa dan kesenian tradisionalnya. Termasuk, bagaimana warga desa setempat mendirikan homestay yang menonjolkan nuansa kehidupan suku Osing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, dengan konsisten menjunjung tinggi kearifan lokal, Desa Kemiren mampu meraih penghargaan tingkat ASEAN di bidang homestay,” ujar Edy yang hadir menerima penghargaan.</p>



<p>Dirinya juga menyebutkan, di Desa Kemiren sudah ada 40 homestay yang dibangun warga dengan arsitektur osing. Datang ke desa ini, wisatawan akan disuguhkan dengan beragam atraksi wisata seperti pendidikan, kuliner dan budaya.</p>



<p>Termasuk ada Pasar Kampoeng Osing di Minggu pagi, warung kuliner dan berbagai atraksi tradisional yang populer di desa tersebut. Kami ingin siapa pun yang berkunjung bisa mengenal baik kehidupan suku Osing, ujarnya.</p>



<p>Desa itu juga didukung dengan fasilitas yang baik, mulai dari toilet umum hingga pelayanan publik berbasis digital melalui aplikasi Smart Village. Di desa ini kehadiran Gandrung juga sangat melekat, karena selain sebagai maskot wisata dan tarian selamat datang juga tidak terlepas dari karya maestro gandrung Temu yang merupakan penduduk asli Desa Kemiren. Ada pula burdah, angklung paglak dan Mocoan Lontar Yusup sebagai salah satu warisan budaya takbenda.</p>



<p>Desa Kemiren sebelumnya juga pernah meraih Penghargaan Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2024. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Okupansi Homestay, Guest House dan Villa di Kota Batu Capai 90 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/okupansi-homestay-guest-house-dan-villa-di-kota-batu-capai-90-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Homestay]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Menjelang malam pergantian tahun 2024, tingkat okupansi homestay, guest house dan villa sudah mencapai 90 persen. Diperkirakan, okupansi ini akan meningkat hingga 100 persen di saat last minit atau tepat malam pergantian tahun nanti. Ketua Indonesia HomeStay Association (IHSA) Kota Batu, Katalina, mengatakan libur tahun 2023 ini cukup panjang. Sehingga, banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Menjelang malam pergantian tahun 2024, tingkat okupansi homestay, guest house dan villa sudah mencapai 90 persen. Diperkirakan, okupansi ini akan meningkat hingga 100 persen di saat last minit atau tepat malam pergantian tahun nanti.</p>



<p>Ketua Indonesia HomeStay Association (IHSA) Kota Batu, Katalina, mengatakan libur tahun 2023 ini cukup panjang. Sehingga, banyak tamu yang berkunjung di Kota Batu sampai pada akhirnya menikmati malam pergantian tahun dengan bermalam di kota ini.</p>



<p>&#8220;Siang ini, laporan dari teman-teman homestay, guest house dan villa, untuk tempat penginapan sudah pada terisi. Makanya, berdasarkan laporan saat ini tingkat okupansi sudah mencapai 90 persen,&#8221; terangnya, Minggu (31/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>baca juga:</strong></p>





<p>Kalau dilihat, ujarnya, hari ini justru villa menduduki posisi tingkat okupansi yang tinggi. &#8220;Market malam pergantian tahun cenderung didominasi tamu keluarga. Maka, fasilitas yang utama diminta adalah kolam renang. Disinilah, ketika tamu yang tidak mendapatkan villa, akan mengarah ke homestay dan guest house,&#8221; paparnya.</p>



<p>Lina menambahkan, pergerakan kenaikan okupansi biasanya saat last minit atau detik-detik mendekati malam pergantian tahun. &#8220;Ya, biasanya nanti malam habis Maghrib, tamu mulai berdatangan usai jalan-jalan atau berbelanja. Selain itu, ini juga ditunjang apakah tamu luar kota bisa masuk ke Kota Batu, nanti saat malam pergantian tahun,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih dari itu, Lina menyebutkan, dibanding tahun lalu tingkat okupansi homestay, guest house dan villa, mengalami peningkatan. Di mana, di tanggal yang sama tahun 2022, tingkat okupansi antara 60 sampai 70 persen. &#8220;Yang jelas, kami sangat bersyukur dengan tingginya tingkat okupansi yang dicapai ini. Tentunya, kami berharap tamu yang ada di Kota Batu bisa nyaman menyongsong malam pergantian tahun bersama keluarga,&#8221; jelasnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Workshop Merintis Bisnis Homestay dan Manajemen Pengelolaan oleh Disparbud Jember Direspon Positif Pelaku Bisnis</title>
		<link>https://memontum.com/workshop-merintis-bisnis-homestay-dan-manajemen-pengelolaan-oleh-disparbud-jember-direspon-positif-pelaku-bisnis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[direspon]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Homestay]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[merintis]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201728</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bisnis homestay di Kabupaten Jember, ternyata sangat menjanjikan keuntungan. Hal ini terlihat, saat Pemerintah Kabupaten Jember bersama dengan sejumlah stakeholder pariwisata menggelar Workshop Merintis Bisnis Homestay dan Manajemen Pengelolaan di Lab Perhotelan Unmuh Jember, Kamis (16/11/2023) pagi. Pelaksana kegiatan yang terdiri dari Prodi Perhotelan Unmuh Jember, HPI DPC Jember, PHRI BPC Jember, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bisnis homestay di Kabupaten Jember, ternyata sangat menjanjikan keuntungan. Hal ini terlihat, saat Pemerintah Kabupaten Jember bersama dengan sejumlah stakeholder pariwisata menggelar Workshop Merintis Bisnis Homestay dan Manajemen Pengelolaan di Lab Perhotelan Unmuh Jember, Kamis (16/11/2023) pagi.</p>



<p>Pelaksana kegiatan yang terdiri dari Prodi Perhotelan Unmuh Jember, HPI DPC Jember, PHRI BPC Jember, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Diskominfo Jember serta DPMPTSP Jember, berlangsung sangat antusias.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember, Bambang Rudianto, menerangkan bahwa target kegiatan tersebut dihadiri oleh 20 peserta. Hanya saja, karena sambutan positif dari peserta, total yang hadir lebih dari itu. &#8220;Overload sampai 34 orang,&#8221; lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, tingginya animo peserta, memperlihatkan bahwa trend untuk berbisnis homestay di Jember sangat positif dan meningkat. Ke depan, pihaknya bakal terus melakukan monitoring dan evaluasi. Sehingga, tujuan diadakannya workshop ini tercapai. Tak cuma pelatihan, namun benar-benar ada homestay yang berdiri dan dapat dinikmati para wisatawan.</p>



<p>Sementara itu, salah seorang pemateri, Hadi Jatmiko, mengungkapkan bahwa puluhan peserta hari ini akan mendapatkan pengetahuan soal bagaimana mengelola homestay dengan baik, benar dan sesuai standar. &#8220;Misalnya, bagaimana mengelola tamu dan lingkungan sekitar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengingat, homestay berbeda jika dibandingkan dengan penginapan pada umumnya. &#8220;Karena warga juga terlibat, homestay ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar objek wisata,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Selanjutnya, homestay ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya lokal kepada wisatawan. &#8220;Bagaimana masakannya, bagaimana kesehariannya, sehingga ada pengalaman yang belum didapatkan wisatawan di tempat lain,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jember, Hasti Utami, mengatakan bahwa workshop ini diadakan berazaskan kolaborasi dan swadaya stakeholder masing-masing. &#8220;Jadi, tak ada lagi omongan tak ada kegiatan karena tak ada anggaran,&#8221; paparnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat menjadi semangat dan ditiru banyak pihak. Tujuannya, untuk saling berkolaborasi mencapai suatu tujuan tertentu. &#8220;Bulan depan ada kegiatan yang lebih besar dan diikuti ratusan orang, yakni jelajah purba,&#8221; terangnya. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201728</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Faktor Alam dan Lingkungan Desa Oro-oro Ombo Kota Batu Jadi Tumbuh Subur Homestay</title>
		<link>https://memontum.com/faktor-alam-dan-lingkungan-desa-oro-oro-ombo-kota-batu-jadi-tumbuh-subur-homestay</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Homestay]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190276</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu, siapa sangka jadi tumbuh suburnya homestay atau penginapan. Bahkan, tercatat dari luasan lahan yang mencapai sekitar 1.379 hektar kawasan yang lingkungan dan alamnya asri itu, total terdapat 250 homestay. Dengan uraian, data tahun 2020 sebanyak 211 homestay dan tahun 2023, naik menjadi sekitar 250 homestay. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu, siapa sangka jadi tumbuh suburnya homestay atau penginapan. Bahkan, tercatat dari luasan lahan yang mencapai sekitar 1.379 hektar kawasan yang lingkungan dan alamnya asri itu, total terdapat 250 homestay. Dengan uraian, data tahun 2020 sebanyak 211 homestay dan tahun 2023, naik menjadi sekitar 250 homestay.</p>



<p>Kepala Desa Oro-oro Ombo, Wiweko, mengatakan dari banyaknya homestay yang ada di desanya tersebut menjadi trend di setiap dusun. Dimana, ketika masyarakat menggunakan rumahnya untuk berbisnis homestay, akan menambah pendapatan.</p>



<p>&#8220;Dari catatan Dinas Pariwisata Kota Batu tahun 2020, jumlah homestay di sini sebanyak 211 unit. Dan sampai 2023 ini, lebih kurang menjadi 250 unit homestay,&#8221; terangnya, Selasa (06/06/2023) siang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-banyuwangi-dukung-penuh-pembangunan-spbn-untuk-aktivasi-melaut-nelayan">Bupati Banyuwangi Dukung Penuh Pembangunan SPBN untuk Aktivasi Melaut Nelayan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/buka-pra-musrenbang-rkpd-bupati-sanusi-tekankan-penyelarasan-program-dan-sinkronisasi-kebijakan">Buka Pra Musrenbang RKPD, Bupati Sanusi Tekankan Penyelarasan Program dan Sinkronisasi Kebijakan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-progres-pembangunan-knmp-lateng-banyuwangi-menteri-kkp-beri-bantuan-dan-janjikan-kapal">Tinjau Progres Pembangunan KNMP Lateng Banyuwangi, Menteri KKP Beri Bantuan dan Janjikan Kapal</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/inflasi-februari-2026-kota-malang-074-persen-cabai-rawit-dan-daging-ayam-jadi-pemicu">Inflasi Februari 2026 Kota Malang 0,74 Persen, Cabai Rawit dan Daging Ayam Jadi Pemicu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/plh-bupati-trenggalek-penyampaian-jawaban-pu-fraksi-atas-raperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">Plh Bupati Trenggalek Penyampaian Jawaban PU Fraksi Atas Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Keberadaan homestay sendiri, menurutnya, di masing-masing 19 desa di Kota Batu, memang sudah ada. Hampir semua, notabenenya milik masyarakat setempat. Kendati demikian, Desa Oro-oro Ombo memang jumlah homestaynya paling banyak.</p>



<p>Mengenai pendapatan desa yang diperoleh dari keberadaan ratusan homestay, ujar Wiweko, selama ini pihak pemerintah desa tidak memperolehnya. Lebih dari itu, semua dikembalikan kepada lingkungan masing-masing.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, meskipun di wilayah Desa Oro-oro Ombo banyak homestay yang jumlahnya 200 unit lebih, tapi pemerintah desa tidak memperoleh apa-apa. Ini semua kami kembalikan ke lingkungan masing-masing untuk kebutuhan kegiatan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari banyaknya homestay di Desa Oro-oro Ombo, paparnya, semua memiliki tarif beragam. Untuk menginap, perkamarnya berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu perhari. Sedangkan, menginap satu rumah dipasang tarif perharinya Rp 400 ribu sampai jutaan. Tergantung, dari luasan dan fasilitasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190276</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
