<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hormati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hormati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Oct 2024 11:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hormati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Presiden Prabowo Ajak Elemen Bangsa Bangun Indonesia dengan Hormati Perbedaan dan Kerja Sama</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-prabowo-ajak-elemen-bangsa-bangun-indonesia-dengan-hormati-perbedaan-dan-kerja-sama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[elemen]]></category>
		<category><![CDATA[hormati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215628</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pertamanya juga menegaskan perlunya demokrasi yang khas Indonesia, yaitu demokrasi yang santun dan damai, menghindari kekerasan serta adu domba. Untuk itu, presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, dengan menghormati perbedaan dan mengedepankan kerja sama. “Kita menghendaki demokrasi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pertamanya juga menegaskan perlunya demokrasi yang khas Indonesia, yaitu demokrasi yang santun dan damai, menghindari kekerasan serta adu domba. Untuk itu, presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, dengan menghormati perbedaan dan mengedepankan kerja sama.</p>



<p>“Kita menghendaki demokrasi yang sesuai dengan sejarah dan budaya kita, di mana berbeda pendapat tidak menimbulkan permusuhan,” kata Presiden Prabowo, saat memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029, di Gedung Nusantara MPR-DPD-DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024) tadi.</p>



<p>Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kesejahteraan rakyat. Presiden menekankan, bahwa kemerdekaan bangsa sejati adalah ketika rakyatnya terbebas dari ketakutan, kemiskinan dan penderitaan.</p>



<p>“Cita-cita kita adalah melihat wong cilik bisa tersenyum dan hidup sejahtera,” terangnya.</p>



<p>Tidak hanya berfokus pada isu dalam negeri, Presiden Prabowo juga menyampaikan sikap Indonesia di kancah internasional. Indonesia, menurutnya, akan tetap berpegang pada politik bebas aktif dan bersahabat dengan semua negara, tanpa bergabung dengan blok militer mana pun.</p>



<p>“Dalam menghadapi dunia internasional, Indonesia memilih jalan bebas aktif, non-blok, non-aligned,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Presiden Prabowo juga menegaskan solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina dan siap memberikan bantuan lebih lanjut dalam krisis kemanusiaan yang terjadi di sana. “Karena itu kita punya prinsip, kita harus solider, kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini. Karena itu, kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” kata Presiden Prabowo.</p>



<p>Selain itu, Presiden Prabowo pun memberikan apresiasi khusus kepada para pemimpin sebelumnya, terutama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang dianggapnya berhasil memimpin bangsa melewati berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19. &#8220;Terima kasih Pak Jokowi. Anda akan dikenang sebagai salah satu putra terbaik Indonesia,” tutur Presiden Prabowo.</p>



<p>Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan segala permusuhan dan bersama-sama membangun masa depan bangsa dengan semangat gotong-royong. “Mari kita hentikan dendam dan kebencian. Bangun kerukunan dan gotong-royong, inilah kepribadian bangsa Indonesia,” paparnya.</p>



<p>Turut hadir dalam acara pelantikan diantaranya sejumlah pemimpin dan utusan khusus negara sahabat, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono. Selain itu, tampak hadir pula para pimpinan lembaga negara dan para ketua umum partai politik nasional. <strong>(hms/set/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215628</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hormati Leluhur, Masyarakat Suku Tengger Gelar Tradisi Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/hormati-leluhur-masyarakat-suku-tengger-gelar-tradisi-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hormati]]></category>
		<category><![CDATA[leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bertempat di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, masyarakat Suku Tengger menggelar tradisi Nyadran dengan penuh khidmat. Tradisi ini diadakan, digelar masyrakat setiap perayaan Hari Raya Karo, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Karo dalam kalender Saka. Nyadran sendiri menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Raya Karo, yang diselenggarakan pada tahun 2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bertempat di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, masyarakat Suku Tengger menggelar tradisi Nyadran dengan penuh khidmat. Tradisi ini diadakan, digelar masyrakat setiap perayaan Hari Raya Karo, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Karo dalam kalender Saka.</p>



<p>Nyadran sendiri menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Raya Karo, yang diselenggarakan pada tahun 2024 ini. Momen ini, menjadi ajang penting bagi warga masyarakat Tengger untuk mempererat hubungan spiritual dengan leluhur mereka.</p>



<p>Pj Kepala Desa Ranupani, Bambang Sugianto, mengatakan bahwa pelaksanaan tradisi Nyadran adalah bagian tidak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Karo. &#8220;Tradisi Nyadran ini digelar pada puncak atau penutupan Hari Raya Karo 2024,&#8221; katanya, Minggu (08/09/2024) tadi.</p>



<p>Masyarakat Desa Ranupani, tambahnya, berpartisipasi dengan penuh antusias dalam prosesi ini, dalam rangka menjaga semangat gotong royong dan kekompakan antar warga.</p>



<p>Sementara pelaksanaan Upacara Nyadran, dipimpin oleh dukun adat setempat, yaitu Romo Dukun Kariyoleh, Ngato dan Suwarno. Mereka adalah figur penting dalam masyarakat Suku Tengger, yang memegang peranan sebagai penjaga tradisi dan penghubung spiritual antara warga dan leluhur mereka.</p>



<p>Dalam prosesi ini, para dukun adat memanjatkan doa-doa khusus untuk memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh anggota komunitas. Tradisi Nyadran sendiri, dimulai dengan warga berbondong-bondong menuju makam leluhur mereka, dengan membawa bunga dan sesajen. Mereka berjalan kaki ke area pemakaman, yang menjadi tempat peristirahatan para pendahulu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setibanya di makam, mereka melakukan tabur bunga sebagai simbol penghormatan terhadap para leluhur, sekaligus sebagai wujud syukur atas kehidupan yang mereka jalani. Prosesi tabur bunga ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan manifestasi dari keyakinan kuat masyarakat Suku Tengger akan pentingnya menghormati leluhur. Mereka percaya, bahwa roh-roh leluhur berperan dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan keluarga dan desa.</p>



<p>Dengan memanjatkan doa di makam leluhur, mereka berharap mendapatkan restu dan perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain aspek spiritual, Nyadran juga memiliki nilai sosial yang sangat penting bagi Suku Tengger. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antar warga, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan antar generasi.</p>



<p>Anak-anak dan remaja diajak untuk ikut serta dalam prosesi ini, belajar tentang pentingnya menghormati tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.</p>



<p>Kegiatan Nyadran ini, juga menjadi sarana bagi Suku Tengger untuk menjaga keberlanjutan tradisi mereka. Meski zaman terus berkembang, masyarakat Tengger tetap teguh memelihara warisan budaya mereka. Nilai-nilai seperti rasa syukur, penghormatan kepada leluhur dan kebersamaan terus ditanamkan dalam setiap generasi, sehingga tradisi ini tetap lestari.</p>



<p>Bagi Suku Tengger, tradisi Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi cerminan dari identitas mereka sebagai masyarakat yang menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial. Dengan semaraknya acara Nyadran, mereka menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.</p>



<p>Warisan leluhur yang terwujud dalam tradisi Nyadran di Desa Ranupani ini menjadi simbol keteguhan hati masyarakat Suku Tengger dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Di mana, mereka tetap kokoh mempertahankan identitas budaya mereka, mewariskan kearifan yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Kuliah Umum Bela Negara, Menkumham Tekankan Mahasiswa Hormati Perjuangan Pahlawan</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kuliah-umum-bela-negara-menkumham-tekankan-mahasiswa-hormati-perjuangan-pahlawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 09:35:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[hormati]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Menkumham]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198170</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, memberikan kuliah umum mengenai Bela Negara, kepada ribuan mahasiswa baru di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, Kamis (14/09/2023) siang. Dalam kuliah umum yang diberikan, Menkumham, Yasonna Laoly, menekankan jika seluruh mahasiswa harus merasa bangga dan mencintai Negara Indonesia. Sebab, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, memberikan kuliah umum mengenai Bela Negara, kepada ribuan mahasiswa baru di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, Kamis (14/09/2023) siang.</p>



<p>Dalam kuliah umum yang diberikan, Menkumham, Yasonna Laoly, menekankan jika seluruh mahasiswa harus merasa bangga dan mencintai Negara Indonesia. Sebab, di usia yang ke 78 tahun saat ini, bukanlah capaian yang mudah dan tentunya telah diperjuangkan oleh para pahlawan tanah air.</p>



<p>“Para pahlawan telah berjuang dengan perjuangan tenaga, air mata, darah, dan nyawa, kita tinggal meneruskan perjuangan itu saat ini. Jadi supaya bangsa ini menjadi suatu bangsa yang besar, semua anak-anak bangsa harus menjadi satu padu, memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Karena mahasiswa semua ini adalah bagian dari harapan bangsa ini untuk mencapai Indonesia Emas di 2045,” jelas Yasonna.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika sebuah bangsa tentu memiliki keinginan untuk bersatu, maka kesamaan dan perasaan harus terus dipertahankan. Sehingga, perlu adanya kesediaan para mahasiswa untuk bersatu demi membentuk bangsa yang tangguh.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Karena bangsa ini ditentukan oleh mereka (mahasiswa). Jadi, pendidikan bela negara seperti ini sangat penting bagi calon-calon pemimpin bangsa yang dimulai dan dibekali sejak awal. Karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar, plural. Kadang kalau tidak pandai dalam merawat persatuan dan kesatuan, kita bisa setback,” katanya.</p>



<p>Maka, pihaknya berpesan kepada para mahasiswa baru tersebut, untuk terus menjadi bagian yang merawat bangsa Indonesia dan mengingat perjuangan para founding fathers dalam merebut kemerdekaan Indonesia.</p>



<p>“Pesan saya kepada pada mahasiswa baru yakni terus menjadi bagian yang merawat bangsa ini dan mewarisi api perjuangan founding fathers kita, cita-cita para pendiri bangsa,” imbuhnya.<strong>&nbsp;(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198170</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
