<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>hunian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hunian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 15:32:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>hunian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tingkatkan Keamanan, Petugas Rutan Kelas IIB Situbondo Razia Kamar Hunian WBP</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-keamanan-petugas-rutan-kelas-iib-situbondo-razia-kamar-hunian-wbp</link>
					<comments>https://memontum.com/tingkatkan-keamanan-petugas-rutan-kelas-iib-situbondo-razia-kamar-hunian-wbp#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231339</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jatim melaksanakan razia blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan sasaran kamar hunian Nomor 9, Minggu (29/03/2026) tadi. Kegiatan razia yang dipimpin pejabat struktural dan diikuti oleh petugas pengamanan itu, dilakukan secara humanis namun tetap tegas, dengan memeriksa seluruh bagian kamar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jatim melaksanakan razia blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan sasaran kamar hunian Nomor 9, Minggu (29/03/2026) tadi. Kegiatan razia yang dipimpin pejabat struktural dan diikuti oleh petugas pengamanan itu, dilakukan secara humanis namun tetap tegas, dengan memeriksa seluruh bagian kamar hunian serta barang-barang milik warga binaan guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.</p>



<p>Selama proses penggeledahan, petugas juga memberikan arahan kepada warga binaan agar selalu mematuhi peraturan yang berlaku di dalam Rutan serta menjaga kebersihan dan kerapihan kamar hunian. Warga binaan pun mengikuti kegiatan tersebut dengan kooperatif sehingga razia berjalan dengan aman dan tertib.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil razia, petugas tidak menemukan barang-barang berbahaya maupun terlarang. Hal ini, menunjukkan bahwa kondisi keamanan di dalam blok hunian, khususnya kamar nomor 9, dalam keadaan kondusif.</p>



<p>Kepala Rutan Situbondo, Suwono, menyampaikan bahwa kegiatan razia ini merupakan langkah deteksi dini guna mencegah potensi gangguan Kamtib. “Razia rutin ini kami lakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan lingkungan Rutan Situbondo tetap aman, tertib dan kondusif,” ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tingkatkan-keamanan-petugas-rutan-kelas-iib-situbondo-razia-kamar-hunian-wbp/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231339</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</title>
		<link>https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian</link>
					<comments>https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[kondusif]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[perketat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230685</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadan, Rutan Kelas IIB Situbondo mengintensifkan langkah deteksi dini melalui kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/03/2026) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen jajaran Rutan untuk memastikan suasana Ramadan berlangsung aman, tertib dan kondusif. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadan, Rutan Kelas IIB Situbondo mengintensifkan langkah deteksi dini melalui kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/03/2026) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen jajaran Rutan untuk memastikan suasana Ramadan berlangsung aman, tertib dan kondusif.</p>



<p>Sidak tersebut, dilaksanakan oleh Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) bersama Regu Pengamanan (Rupam). Pemeriksaan menyasar langsung kamar hunian WBP serta barang-barang pribadi yang berada di dalam.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan sendiri, dipimpin langsung Kepala KPR dengan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Petugas tetap menghormati hak-hak WBP serta menjalankan prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional yang berlaku.</p>



<p>Kepala Rutan Situbondo, Suwono, menegaskan bahwa peningkatan pengawasan selama Bulan Ramadan merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam Rutan. &#8220;Bulan Ramadan adalah momentum pembinaan spiritual bagi WBP. Karena itu, kami memastikan situasi tetap kondusif agar seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,&#8221; ujar Suwono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, kegiatan Sidak bukan semata-mata penindakan, melainkan juga bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan agar WBP tetap berada dalam lingkungan yang tertib dan disiplin. Disampaikan, keamanan dan ketertiban yang terjaga akan berdampak langsung pada keberhasilan program pembinaan, khususnya kegiatan keagamaan yang semakin intens dilaksanakan selama Ramadhan.</p>



<p>&#8220;Dengan langkah ini, Rutan Kelas IIB Situbondo berharap seluruh rangkaian ibadah dan pembinaan Ramadan dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan ketenangan bagi WBP maupun petugas,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam Sidak tersebut, petugas memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seperti alat komunikasi ilegal, senjata tajam, maupun benda lain yang dilarang berada di dalam lingkungan pemasyarakatan.</p>



<p>&#8220;Hasil Sidak menunjukkan situasi Rutan dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan barang terlarang yang berisiko menimbulkan gangguan Kamtib selama pelaksanaan kegiatan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Rutan Situbondo menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif, sejalan dengan upaya mewujudkan sistem pembinaan yang humanis dan berkelanjutan di wilayah Situbondo. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230685</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Salurkan Bantuan Dana Tunggu Hunian untuk 43 KK Terdampak Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-salurkan-bantuan-dana-tunggu-hunian-untuk-43-kk-terdampak-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[tunggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230519</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 43 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak aktivitas Gunung Semeru sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga yang masih berada dalam masa transisi sebelum menempati hunian tetap. Bantuan Pemerintah Kabupaten Lumajang ini diserahkan secara simbolis oleh Bunda Indah, di Balai Desa Jugosari, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 43 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak aktivitas Gunung Semeru sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga yang masih berada dalam masa transisi sebelum menempati hunian tetap. Bantuan Pemerintah Kabupaten Lumajang ini diserahkan secara simbolis oleh Bunda Indah, di Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (25/02/2026). Dalam momen ini dihadiri juga unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Sebanyak 43 KK menerima bantuan pada tahap ini, dengan rincian 33 KK berasal dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari dan 10 KK dari Desa Sumberwuluh. Seluruh penerima merupakan warga yang terdampak langsung aktivitas vulkanik Semeru dan masih membutuhkan dukungan tempat tinggal sementara. Masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 6 bulan, yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sewa atau biaya tempat tinggal sementara.</p>



<p>Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat terdampak. “Dana tunggu hunian ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama masa transisi menuju hunian tetap,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Indah menambahkan, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan haknya melalui pendataan dan verifikasi yang dilakukan secara cermat di lapangan. “Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan tuntas,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dusun Sumberlangsep menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak karena termasuk kawasan yang mengalami dampak cukup signifikan akibat aktivitas Semeru dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, warga dari Desa Sumberwuluh yang masuk dalam daftar penerima juga merupakan kelompok terdampak yang hingga kini masih berada dalam kondisi rentan.</p>



<p>Program DTH menjadi salah satu langkah strategis dalam penanganan pascabencana, khususnya untuk menjaga stabilitas sosial dan ketahanan ekonomi keluarga terdampak. Dengan adanya kepastian bantuan selama 6 bulan, warga diharapkan dapat menjalani masa transisi dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terkait kebutuhan tempat tinggal.</p>



<p>Selain itu, dukungan hunian sementara juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menata kembali kehidupan sembari menunggu proses relokasi atau pembangunan hunian tetap. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Forkopimda berkomitmen mengawal seluruh tahapan pemulihan secara berkelanjutan dan terkoordinasi.</p>



<p>Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap keluarga terdampak mendapatkan perlindungan yang utuh, mulai dari masa darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Bagi 43 keluarga penerima, bantuan ini menjadi penopang penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di tengah situasi pascabencana.</p>



<p>Melalui langkah yang terarah dan sinergi lintas sektor, Pemkab Lumajang berharap masyarakat terdampak Semeru dapat segera bangkit, pulih dan kembali menjalani kehidupan secara aman, layak dan lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230519</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, Disporapar Kota Malang sebut Hunian Hotel Tembus 70 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-disporapar-kota-malang-sebut-hunian-hotel-tembus-70-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228938</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang menunjukkan tren positif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat keterisian kamar hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada hari biasa dan meningkat signifikan saat akhir pekan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang menunjukkan tren positif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat keterisian kamar hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada hari biasa dan meningkat signifikan saat akhir pekan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), lonjakan hunian terutama terjadi pada hotel-hotel yang berada di pusat kota. “Kalau di luar weekend rata-rata 60 sampai 70 persen. Kalau sudah weekend, bisa overload, terutama hotel-hotel di tengah kota,” kata Baihaqi, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Menjelang puncak libur Nataru, tepatnya pada 25 Desember hingga pergantian tahun, sejumlah hotel dilaporkan hampir penuh. Namun, Baihaqi menegaskan tidak semua hotel mengalami kondisi full booked.</p>



<p>“Laporan dari PHRI memang seperti itu, mendekati penuh. Tapi tidak semua hotel 100 persen terisi, kemungkinan banyak yang di tengah kota. Nanti tetap kami konfirmasi lagi,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain hunian hotel, Disporapar Kota Malang juga memprediksi adanya lonjakan kunjungan wisata selama libur panjang akhir tahun. Destinasi wisata yang paling ramai masih didominasi Kawasan Kayutangan Heritage, disusul kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni.</p>



<p>“Kalau lonjakan, saya pastikan ada. Karena ini libur panjang, biasanya di akhir tahun memang terjadi peningkatan,” ujarnya.</p>



<p>Meski begitu, Baihaqi menyebut lonjakan kunjungan wisata tahun ini diperkirakan tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya menargetkan capaian kunjungan wisata di angka 3,3 juta orang pada 2025 dan optimis target tersebut dapat tercapai.</p>



<p>“Lonjakannya tidak sampai 35 atau 40 persen. Target kami 3,3 juta, insyaallah bisa tercapai,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228938</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Akses Hunian Rakyat, Menteri PKP Kenalkan KUR Perumahan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-akses-hunian-rakyat-menteri-pkp-kenalkan-kur-perumahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, kenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, dengan nilai total Rp 130 triliun. Program itu, disebut baru pertama kali dilakukan sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Pria yang kerap disapa Ara, itu mengatakan bahwa KUR Perumahan dirancang untuk membantu sektor usaha mikro, kecil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, kenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, dengan nilai total Rp 130 triliun. Program itu, disebut baru pertama kali dilakukan sejak Indonesia merdeka tahun 1945.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Ara, itu mengatakan bahwa KUR Perumahan dirancang untuk membantu sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang perumahan. Termasuk di dalamnya, kontraktor, pengembang (developer), serta toko bangunan yang masuk kriteria UMKM.</p>



<p>“Modalnya maksimal Rp 10 miliar, omzetnya maksimal Rp 50 miliar,” jelas Ara, Jumat (17/10/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa pemerintah melalui KUR Perumahan akan memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen dari bunga normal bank. Diharapkan dengan bunga rendah, para pelaku UMKM hingga masyarakat kecil yang membuka usaha, seperti warung atau toko kelontong, dapat turut serta memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau di bank biasanya 11 persen, disubsidi 5 persen, jadi cuma bayar 6 persen. Itu besar sekali, karena bisa menekan biaya pinjaman. Pinjaman sampai Rp 500 juta bunganya tetap 6 persen per tahun. Jadi tidak perlu lagi ke rentenir,” lanjutnya.</p>



<p>Mantan anggota DPR RI itu juga menekankan, akan pentingnya kecepatan layanan perbankan dalam menyalurkan program tersebut. Karenanya, dirinya mengingatkan agar prosesnya tidak berbelit.</p>



<p>“Saya minta banknya cepat, kenapa? Karena rentenir itu kelebihannya cepat dan mudah. Kekurangannya bunganya besar. Karena banyak rakyat kita yang penting kan cepat dan mudah. Masa negara kalah sama rentenir,” tegasnya.</p>



<p>Program KUR Perumahan, menurutnya bukan sekadar bantuan keuangan. Melainkan, wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung ekonomi rakyat kecil, terutama di sektor perumahan dan usaha berbasis rumah tangga. “Kita harus buat program yang mudah, cepat dan murah agar rakyat bisa mandiri tanpa harus bergantung pada pinjaman yang mencekik,” imbuh Ara. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Gelaran Porprov di Kota Malang, Tingkat Hunian Hotel Alami Peningkatan Signifikan</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-gelaran-porprov-di-kota-malang-tingkat-hunian-hotel-alami-peningkatan-signifikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel selama Juni 2025 mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, TPK pada Juni 2025 tercatat sebesar 49,39 persen atau naik 4,80 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa momentum Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel selama Juni 2025 mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, TPK pada Juni 2025 tercatat sebesar 49,39 persen atau naik 4,80 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa momentum Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur, yang telah diselenggarakan di Kota Malang, menjadi salah satu faktor utama peningkatan tersebut. Sebab, banyak atlet, keluarga atlet dan wisatawan lainnya yang menginap.</p>



<p>&#8220;TPK hotel secara total mencapai 49,39 persen. Untuk hotel bintang, bahkan mencapai 60,97 persen atau naik sebesar 4,94 poin. Sedangkan hotel non-bintang sebesar 35,33 persen, juga naik dibandingkan bulan Mei 2025,&#8221; jelas Umar, Jumat (01/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa kenaikan TPK tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang dijalankan pemerintah telah memberikan dampak nyata pada sektor ekonomi dan pariwisata. &#8220;Data ini sangat baik, menjadi tolak ukur bahwa langkah kita memberikan dampak yang dirasakan masyarakat. Terutama di bulan Juni dan Juli ini ada kegiatan Porprov yang berdampak signifikan. Ini tren positif,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa Pemkot Malang terus mendorong sektor pariwisata dengan menggabungkan berbagai kegiatan dan event yang menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. &#8220;Kita terus menghidupkan destinasi wisata, seperti Kampung Warna-Warni, Kayutangan Heritage, dan lain sebagainya. Bahkan kini mulai banyak turis atau Warga Negara Asing (WNA) yang berkunjung ke Kota Malang. Semua ini bagian dari upaya mendorong ekonomi melalui 1.000 event yang kita dorong di Kota Malang,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Keamanan, Rutan Situbondo Sidak Blok Hunian Baru WBP</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-keamanan-rutan-situbondo-sidak-blok-hunian-baru-wbp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 05:45:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo, kembali menggelar inspeksi mendadak (Sidak) blok hunian baru untuk memastikan keamanan dan ketertiban warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (17/06/2025) kemarin. Kepala Rumah Tahanan Negara Situbondo, Suwono, menyampaikan bahwa Sidak yang dilakukan ini adalah bagian dari komitmen Rutan Situbondo, untuk menciptakan situasi yang stabil dan mendukung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo, kembali menggelar inspeksi mendadak (Sidak) blok hunian baru untuk memastikan keamanan dan ketertiban warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (17/06/2025) kemarin.</p>



<p>Kepala Rumah Tahanan Negara Situbondo, Suwono, menyampaikan bahwa Sidak yang dilakukan ini adalah bagian dari komitmen Rutan Situbondo, untuk menciptakan situasi yang stabil dan mendukung proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan secara maksimal. &#8220;Keamanan dan ketertiban adalah pilar utama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses pembinaan para narapidana. Tidak hanya keamanan fisik, namun juga kedisiplinan di dalam blok hunian. Sidak Blok kali ini, juga bekerjasama dengan anggota dari Polres Situbondo,&#8221; katanya, Rabu (18/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan yang dilakukan ini, ujarnya, selaras dengan Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimpas) dan tiga kunci pemasyarakatan maju. Diantaranya, deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan penyalahgunaan Narkoba dan sinergi dengan aparat penegak hukum (APH).</p>



<p>Dari hasil Sidak blok ini, lanjutnya, tidak ditemukan barang yang dilarang seperti Narkoba ataupun handphone di kamar hunian. Hanya saja, ada beberapa barang yang dinilai kurang baik dan diamankan. Seperti, silet cukur, pisau buatan dan beberapa lainnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa jajaran Rutan Situbondo siap berkomitmen zero Halinar untuk pemasyarakatan semakin profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkat Hunian Hotel Kota Malang Naik Signifikan di April 2025</title>
		<link>https://memontum.com/tingkat-hunian-hotel-kota-malang-naik-signifikan-di-april-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222621</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Kota Malang pada April 2025 mencapai 47,05 persen. Angka tersebut, naik sebesar 20,07 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 26,98 persen dan naik sebesar 0,84 poin jika dibandingkan dengan TPK April 2024 yang mencapai 46,21 persen. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Badan Pusat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Kota Malang pada April 2025 mencapai 47,05 persen. Angka tersebut, naik sebesar 20,07 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 26,98 persen dan naik sebesar 0,84 poin jika dibandingkan dengan TPK April 2024 yang mencapai 46,21 persen.</p>



<p>Hal itu, dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Ngalam Comand Center (NCC) Balai Kota Malang, Senin (02/06/2025) tadi. Diuraikan, bahwa lonjakan TPK pada April 2025 tersebut dipengaruhi sejumlah momen besar. Seperti cuti bersama, Hari Raya Idul Fitri dan peringatan Isa Almasih. Termasuk, banyaknya event yang diselenggarakan yang diyakini turut mendorong peningkatan.</p>



<p>“Maret itu TPK hanya 26,98 persen dan itu sangat rendah. Tapi April, naik cukup signifikan, baik di hotel berbintang maupun non bintang. Ini menunjukkan, bahwa event memang punya peran besar dalam mendongkrak pariwisata,” kata Umar.</p>



<p>Tidak hanya itu, Umar juga menjelaskan bahwa rendahnya TPK di awal tahun disebabkan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, yang menyebabkan banyak kegiatan tidak lagi diselenggarakan di hotel. Meski demikian, TPK Kota Malang tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.</p>



<p>“Untuk data kunjungan ke tempat wisata, memang belum tersedia. Namun, pendekatan pariwisata saat ini kami ukur dari tingkat hunian kamar hotel, baik hotel berbintang maupun melati,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kenaikan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha perhotelan. Termasuk juga, melalui program 1.000 event yang digagas bersama dengan Pemerintah Kota Malang, serta Wakil Wali Kota Malang.</p>



<p>“Ini terbukti, ya. Walaupun ada kebijakan efisiensi dan pelaku hotel sempat berkeluh kesah, tapi kami duduk bersama. Kami isi dengan event-event, dan hasilnya TPK bisa naik signifikan,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa rata-rata lama tinggal tamu hotel selama April 2025, mencapai dua hari. Hal itu, menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya menghadiri event, tapi juga menikmati destinasi kuliner dan membeli oleh-oleh, yang berdampak pada sektor UMKM.</p>



<p>“Kalau mereka tinggal dua hari, itu berarti tidak hanya karena libur panjang. Bisa jadi, mereka datang Sabtu dan Minggu untuk menikmati event. Jadi, bukan sekadar cuti bersama yang mendorong kunjungan,” ungkap Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa ke depan Pemkot Malang akan terus mempromosikan wisata buatan dan kuliner khas Kota Malang. Tentunya, ini juga tetap bersinergi dengan wilayah Malang Raya untuk memperkuat sektor pariwisata secara keseluruhan.</p>



<p>&#8220;Yang jelas untuk wisata buatan hingga kuliner, akan lebih kami promosikan lagi,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurban 5 Sapi dan 25 Kambing, Lapas Kelas 1 Malang Ajak WBP Bakar Sate bersama di Blok Hunian</title>
		<link>https://memontum.com/kurban-5-sapi-dan-25-kambing-lapas-kelas-1-malang-ajak-wbp-bakar-sate-bersama-di-blok-hunian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jatim dan ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beraga Islam, merayakan momen Hari Raya Idul Adha. Mereka bersama-sama menggelar Salat Idul Adha di Masjid At-Taubah Lapas, Senin (17/06/2024). Bertindak sebagai imam dan khotib dalam salat Idul Adha tahun ini yaitu Ust Syaiful Anshori dari Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jatim dan ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beraga Islam, merayakan momen Hari Raya Idul Adha. Mereka bersama-sama menggelar Salat Idul Adha di Masjid At-Taubah Lapas, Senin (17/06/2024). Bertindak sebagai imam dan khotib dalam salat Idul Adha tahun ini yaitu Ust Syaiful Anshori dari Kota Malang.</p>



<p>Kalapas Kelas I Malang, Ketut Akbar Herry Achjar, mengajak WBP untuk menyambut hari yang istimewa ini dengan penuh suka cita. &#8220;Selamat Hari Raya Idul Adha 1445H. Mari kita rayakan dengan suka cita. Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berqurban sehingga sampai pagi ini terkumpul sapi sebanyak 5 ekor dan kambing sebanyak 25 ekor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Usai menunaikan Salat Idul Fitri, Ketut Akbar Herry Achjar memimpin langsung kegiatan penyembelihan hewan kurban. Kalapas mengajak para warga binaan untuk ikut serta, bahu-membahu menuntaskan penyembelihan hewan kurban dengan tujuan mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.</p>



<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa semua warga binaan dapat merasakan keberkahan Idul Adha. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong,&#8221; urai Kalapas.</p>



<p>Hewan kurban yang disembelih diantaranya 5 ekor sapi dari Kalapas, Keluarga Besar Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), seorang warga binaan, patungan petugas dan patungan warga binaan. Sedangkan 25 kambing diantaranya disumbangkan oleh Bea Cukai Kota Malang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Polres Kota Batu, Univ Muhammadiyah Malang, Pemuda Pancasila Kota Batu, petugas dan warga binaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penyembelihan sesuai dengan syariat Islam. Penyembelihan dilaksanakan di halaman Dapur L&#8217;SIMA. Meski dalam suasana suka cita merayakan hari besar, namun seluruh kegiatan tetap dilaksanakan dalam pengawasan penuh oleh petugas pengamanan.</p>



<p>Daging hewan kurban langsung dipotong kecil dan dibentuk sate. Setelah itu daging tersebut lalu didistribusikan ke warga binaan di blok hunian. &#8220;Kami berharap, meskipun berada di dalam Lapas, warga binaan tetap dapat merasakan kehangatan dan kebahagiaan Idul Adha,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bakar sate bersama adalah kegiatan spesial pada perayaan Idul Adha kali ini. Kalapas Kelas I Malang, mengajak untuk&nbsp; memulai tradisi baru tersebut. Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat menghadirkan susana hangat dan kedekatan antara petugas dan warga binaan.</p>



<p>“Kegiatan ini diharapkan menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan di antara warga binaan dan petugas Lapas. Para warga binaan juga dapat merasakan suasana suka cita merayakan Idul Adha seperti masyarakat di luar (Lapas),” jelasnya Kalapas.</p>



<p>Kegiatan bakar sate bersama ini tidak hanya memberikan pengalaman yang berbeda bagi para warga binaan, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat solidaritas di antara mereka. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan para warga binaan dapat menjalani hari-hari mereka di Lapas dengan lebih positif dan penuh harapan.</p>



<p>“Alhamdulillah kegiatan ini disambut positif oleh warga binaan. Semoga di tahun selanjutnya kami bisa lanjutkan tradisi baru ini. Selain melatih kekompakan dan solidaritas, lami berharap kegiatan ini dapat terus memberikan kebahagiaan,” ungkap Kalapas. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210865</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
