<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>HUT Kabupaten Malang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hut-kabupaten-malang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:42:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>HUT Kabupaten Malang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Suka-Duka Panitia dan Peserta The Relay Run Hingga Masuk Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/suka-duka-panitia-dan-peserta-the-relay-run-hingga-masuk-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2020 06:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor MURI]]></category>
		<category><![CDATA[The Relay Run]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128423</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gelaran The Relay Run yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Malang, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malang yang ke 1260 Tahun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali proses yang dilewati hingga membuat para panitia kuwalahan dalam menghadapinya. Namun, proses tersebut malah menjadikan Kabupaten Malang, masyarakat dan para peserta semakin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gelaran The Relay Run yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Malang, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malang yang ke 1260 Tahun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali proses yang dilewati hingga membuat para panitia kuwalahan dalam menghadapinya.</p>
<p>Namun, proses tersebut malah menjadikan Kabupaten Malang, masyarakat dan para peserta semakin menunjukan kesuksesan tersebut hingga meraih Rekor Muri dengan Lari Estafet terpanjang dalam sejarah.</p>
<p>Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu peserta sekaligus panitia dalam event tersebut yakni, Eko Cahyono. Dirinya menyebutkan mulai persiapan hingga hari yang telah ditentukan, banyak sekali kendala dan halangan. Namun, tidak mematahkan semangatnya untuk menyukseskan event ini.</p>
<p>&#8220;Saya dalam 20 hari ini tiak pulang. Sebulan kemarin panitia membuat rute lari ini mengalami kendala pada hari berlangsungnya. Seperti rute yang terhambat tiba-tiba ada pengecoran beton hingga ada hajatan masyarakat, otomatis panitia harus mengubah rute di hari itu juga,&#8221; ujar Eko, Jumat (27/11) tadi.</p>
<p>Selain itu, tidak mudah mengubah rute seenaknya. Eko membeberkan, untuk pengubahan rute harus tetap dengan jauh 21 kilometer karena memang harus tepat dengan total panjang rute yakni 1.260 kilometer.</p>
<p>&#8220;Itu yang sebenarnya jadi masalah, karena kita tidak tahu tiba-tiba ada hajatan atau jalan ditutup. Akhirnya para pelari pun dipindahkan jalurnya dengan naik turun hutan dengan medan yang sangat sempit, sampai-sampai mobil pun tak bisa ikut masuk hanya sepeda motor saja,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ini yang membuat tantangan para pelari menjadi semakin besar. Dengan tantangan yang semakin besar malah menjadikan para pelari semakin bersemangat.</p>
<p>&#8220;Jujur, bagi pelari jika mendapatkan rute yang datar saja itu gak menarik. Bahkan kemarin di puncak Bundu itu sangat terik sekali dengan medan yang sulit. Hingga berganti cuaca ke hujan deras itu sangat menguras tenaga dan para pelari pun harus mempersiapkan itu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Masih menurut Eko, event ini layak masuk dalam rekor muri karena rute yang memang sangat panjang dan medan yang sangat sulit membuat ini pantas masuk dalam rekor Muri.</p>
<p>&#8220;Ini sangat pantas masuk muri, karena belum pernah ada trek race seperti ini di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Eko juga mengungkapkan, banyak sekali tempat wisata yang belum banyak orang tahu dan tempat tersebut menjadi destinasi yang sangat bagus hingga para pelari kaget ternyata ada wisata sebagus ini di Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Kita melewati puluhan tempat wisata, seperti sendang biru dan balekambang. Dan yang paling menarik kita melewati tempat wisata yang belum kita kenal, seperti umbulan, coban misteri dan coban nirwana. Ternyata ada coban nirwana di Kabupaten Malang, nah selama ini kita tidak tahu dan akhirnya kita tahu dan bisa mempromosikannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Terakhir, Eko mengungkapkan, event ini bisa menjadikan ajang promosi yang sangat efektif. Tak perlu berbusa-busa untuk mempromosikan namun hanya perlu mengajak orang untuk langsung melihat.</p>
<p>&#8220;Ini sangat efektif, biasanya kan hanya lewat sosial media. Ternyata mengajak orang melihat langsung itu lebih efektif. Contoh, seperti pelari dari Surabaya dia membawa dua mobil dan mengajak keluarganya untuk singgah ditempat wisata dalam rute race itu. Ternyata mengajak orang langsung ke tempat wisata sangat bagus karena mereka bisa merasakan langsung. Jadi harapan saya wisata yang ada di Kabupaten Malang ini menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia hingga International juga,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KASN Menilai Kinerja ASN Pengaruhi Investor Masuk</title>
		<link>https://memontum.com/kasn-menilai-kinerja-asn-pengaruhi-investor-masuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 09:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KASN]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128112</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Banyak investor luar negeri yang masih kurang memperhatikan Indonesia. Terlepas dari lirikannya, namun keputusan final malah berbelok berinvestasi ke luar negeri. Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof. Dr. Agus Pramusyino, MDA, saat menjadi pembicara di webinar dalam rangka memperingati HUT ke-1260 Kabupaten Malang yang bertemakan &#8216;Membangun Birokrat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Banyak investor luar negeri yang masih kurang memperhatikan Indonesia. Terlepas dari lirikannya, namun keputusan final malah berbelok berinvestasi ke luar negeri.</p>
<p>Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof. Dr. Agus Pramusyino, MDA, saat menjadi pembicara di webinar dalam rangka memperingati HUT ke-1260 Kabupaten Malang yang bertemakan &#8216;Membangun Birokrat Tangguh dan Amanah di Masa Pandemi&#8217;, Senin (23/11) tadi.</p>
<p>&#8220;Banyak investor luar negeri yang hanya singgah ke Indonesia. Tetapi tidak menetap,&#8221; ujar Agus melalui Zoom.</p>
<p>Agus membeberkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, masih sangat angkuh ketika harus melayani masyarakatnya. Padahal seharusnya, sebagai abdi negara, ASN harus bisa memulai citozen oriented (orientasi bekerja) yang harus melayani masyarakatnya.</p>
<p>&#8220;Di Indonesia ini, mental penguasa harus dihilangkan. Sebagaimana pelayan publik, ya harusnya melayani masyarakat. Jika ada yang mengeluh, kita dengarkan dan jika ada yang mengapresiasi ya kita ucapkan terimakasih,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Agus juga membandingkan, kinerja ASN yang ada di Indonesia dengan ASN luar negeri seperti China dan Jepang.</p>
<p>&#8220;Dua negara itu banyak investor, karena kinerja ASNnya sangat baik. Bagaimana tidak, di China saja etos kerja ASN jika proyek dijadwalkan satu tahun kelar, malah bisa lebih cepat dari itu. Di Jepang pun, total waktu telat dalam kurun waktu satu tahun hanya 7 menit, kan hebat. Jika bisa sehebat itu dan se komitmen itu, pasti para investor melirik mereka karena melihat kinerjanya saja sangat luar biasa. Itulah yang harus dilakukan para ASN yang berada di Indonesia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sekedar diketahui, dalam webinar tersebut juga hadir sebagai pembicara yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat dan juga Media Expert sekaligus Direktur Deazha, Dewi Yuhana. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128112</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Relay Run 1260 Km Sambut Hari Jadi Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/the-relay-run-1260-km-sambut-hari-jadi-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 11:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pjs Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Relay Run 1260 Km]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal menggelar perlombaan luar biasa, The Relay Run 1260 Km, Sabtu (7/11) akhir pekan depan. Event tersebut, merupakan bagian dalam memeriahkan dan menyambut Hari Jadi ke 1260 Kabupaten Malang tahun 2020. Menurut rencana, sebanyak 60 pelari akan ambil bagian dengan mengusung konsep lari estafet rute. Sejumlah pelari, akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal menggelar perlombaan luar biasa, The Relay Run 1260 Km, Sabtu (7/11) akhir pekan depan. Event tersebut, merupakan bagian dalam memeriahkan dan menyambut Hari Jadi ke 1260 Kabupaten Malang tahun 2020.</p>
<p>Menurut rencana, sebanyak 60 pelari akan ambil bagian dengan mengusung konsep lari estafet rute. Sejumlah pelari, akan melintasi sejumlah titik tempat wisata dengan saling berlomba untuk menjadi yang terbaik.</p>
<p>Panitia Hari Jadi ke 1260 Kabupaten Malang memilih Lembah Indah Malang, Kecamatan Ngajum sebagai lokasi start/finish perlombaan. Total jarak yang ditempuh secara keseluruhan 1260 km. Detailnya, satu tim atau regu dihuni maksimal 15 orang atau pelari. Start dipilih pada pagi hari, tepatnya pukul 05.00 WIB dengan jarak 21 km hingga sore hari, per harinya. Peserta boleh berhenti dan pulang di tempat-tempat tertentu. Besok paginya diganti pelari baru hingga keseluruhnya tuntaskan sejauh 1260 Km.</p>
<p>&#8220;Event ini digelar dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan HUT ke 1260 Kabupaten Malang tahun 2020. Relay Run ini tetunya akan sangat fenomenal karena melibatkan 60 pelari, dan akan ditempuh atau berlangsung dalam jangka waktu 20 hari. Mereka akan melalui rute yang ditentukan, khususnya sport wisata di Kabupaten Malang. Harapanya, event ini mampu mengangkat potensi wisata Kabupaten Malang,” jelas Pjs. Bupati Malang, Drs. Sjaichul Ghulam, M.M kepada Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Malang, Kamis (5/11) siang.</p>
<p>Masing-masing pelari, rencananya akan melaksanakan run sejauh 21 km, medan bisa trail dan onroad. Setiap pelari harus sampai tuntas 21 km yang setiap harinya dilakukan oleh 3 pelari dengan 3 etape. Etape pertama start jam 05.00-08.00 WIB. Selanjutnya, Etape kedua, pelari kedua start jam 08.00-11.00. Dan, Etape ke3 pelari ke 3 start jam 15.00-17.00/18.00. Demikian seterusnya sampai 20 hari ke depan hingga berakhir finish pada tanggal 26 Nopember 2020, mendatang.</p>
<p>&#8220;Kami mengajak masyarakat untuk mengikuti event ini selama 20 hari pelaksanaan kegiatan. Terima kasih dan mengapresiasi kepada panitia serta peserta dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini nantinya. Tidak lupa, atas nama Bupati Malang, sudah barang tentu selalu mengingatkan terkait Protokol Kesehatan Covid-19 supaya tidak berkembang cluster-cluster baru dari tempat yang kita datangi nanti. Mudah-mudahan event ini berjalan dengan baik,” harap Pjs. Bupati Malang. <strong>(hum/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya Kabupaten Disorot Netijen, DLH Segera Bersihkan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-kabupaten-disorot-netijen-dlh-segera-bersihkan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 11:33:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94832-kirab-budaya-kabupaten-disorot-netijen-dlh-segera-bersihkan-sampah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kemeriahan Kirab Budaya Malang Beach Festival (MBF), yang digelar pada Sabtu (28/9/2019) kemarin di Jalan Lintas Barat (Jalibar) dalam rangka memperingati HUT ke-1259 Kabupaten Malang, mendapat sorotan netijen. Pasalnya, kondisi sampah yang berserakan paska pelaksanaan Kirab budaya tersebut menjadi perbincangan hangat warganet setelah adanya salah satu postingan di grup media sosial (Medsos) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kemeriahan Kirab Budaya Malang Beach Festival (MBF), yang digelar pada Sabtu (28/9/2019) kemarin di Jalan Lintas Barat (Jalibar) dalam rangka memperingati HUT ke-1259 Kabupaten Malang, mendapat sorotan netijen.</p>
<p>Pasalnya, kondisi sampah yang berserakan paska pelaksanaan Kirab budaya tersebut menjadi perbincangan hangat warganet setelah adanya salah satu postingan di grup media sosial (Medsos) melaui akun Tiwir Nor Hidayat yang menunjukkan kondisi jalan di Jalibar yang terlihat tidak karuan lantaran sampah berserakan hingga ke tengah jalan, Minggu (29/9/2019) kemarin.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-94833" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dalam postingan tersebut dicantumkan, &#8216;Mohon diloloskan min. Tema kegiatan Kirab Budaya sudah bagus, pelaksanaan acara sudah bagus. Tapi kesadaran warga akan kebersihan masih &#8220;Nol&#8221; dan belum ada perubahan perbaikan kesana. Padahal didekat Jalibar ada TPA Wisata Edukasi Talangagung. Ayo kita jaga bersama kebersihan lingkungan, minimal bawa kembali sampahmu bila tidak menemukan tempat sampah didekatmu&#8217;.</p>
<p>Menanggap cuitan netijen itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, langsung menanggapinya dengan mengintruksikan Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk melakukan pembersihan sampah.</p>
<p>&#8220;Masih ada sampah kah? padahal sudah dibersihkan oleh petugas. Bahkan video dan foto saya kgiatan tersebut (membersihkan sampah di Jalibar) sudah saya posting ke akun facebook saya. Bisa di cek, tapi kalau memang masih ada sampah berserakan tolong saya dikabari, dikirim fotonya nanti langsung kami tindak lanjuti,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) DLH Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji, saat dihubungi memontum.com, Senin (30/9/2019) kemarin.</p>
<p>Lanjut Renung, pihaknya telah mensiagakan petugas kebersihan membersihkan sampah baik ketika acara kirab maupun setelahnya. Namun, jika kenyataannya masih banyak sampah yang berserakan, pihaknya bakal kembali menerjunkan petugas UPT untuk membersihkannya kembali.</p>
<p>”Itu memang sudah tugas kami, sigap membersihkan dan mengelola sampah. Apalagi saat ada hal yang darurat, seperti acara Kirab Budaya kemarin. Petugas pasti akan kami siagakan,” tegasnya.</p>
<p>Akan tetapi dalam kegiatan Kirab Budaya tersebut, tambah Renung, pihaknya telah membersihkan Sampah sedikitnya sekitar 18 meter kubik sampah.</p>
<p>”Disana (Jalibar) ada UPT-nya (Unit Pelayanan Teknis). Kemarin (Minggu 39/9/2019) pihak UPT sudah dikerahkan ke lokasi. Total ada 18 meter kubik sampah yang terkumpul,” pungkasnya.<strong> (Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94832</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua Persit KCK Cabang XXXII Kodim 0818 Koorcab Rem 083  Ikut Upacara Hari Jadi ke 1257 Kab Malang</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-persit-kck-cabang-xxxii-kodim-0818-koorcab-rem-083-ikut-upacara-hari-jadi-ke-1257-kab-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2017 14:54:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0818]]></category>
		<category><![CDATA[persit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/9230-ketua-persit-kck-cabang-xxxii-kodim-0818-koorcab-rem-083-ikut-upacara-hari-jadi-ke-1257-kab-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Dalam rangka lebih mendekatkan diri sebagai Ketua persit KCK (Kartika Chandra Kirana ) Cabang XXXII Kodim 0818 Koorcab Rem 083, Nyonya Ferry Muzawwad menghadiri upacara Peringatan Hari Jadi ke-1257 Kabupaten Malang. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna di Pendapa Kabupaten Malang. Upacara dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Dalam rangka lebih mendekatkan diri sebagai Ketua persit KCK (Kartika Chandra Kirana ) Cabang XXXII Kodim 0818 Koorcab Rem 083, Nyonya Ferry Muzawwad menghadiri upacara Peringatan Hari Jadi ke-1257 Kabupaten Malang. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna  di Pendapa Kabupaten Malang.</p>
<p>Upacara dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan sejarah Kabupaten Malang. Selain itu, juga sebagai momen penting bagi para Pejabat Pemerintahan dan PNS/ASN Pemerintah Kabupaten Malang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja selama ini, dan harus melihat sejauh mana telah berbuat untuk rakyat.</p>
<p>&#8220;Dengan mengangkat tema “Gotong Royong Membangun Kabupaten Malang Madep Manteb Manetep”. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk bekerja bersama-sama guna mencapai suatu hasil maupun tujuan, &#8221; ujar Rendra dalam pidatonya.</p>
<p>Usai mengikuti upacara peringatan hari jadi ke 1257 Ketua persit KCK Cabang XXXII Kodim 0818 Koorcab Rem 083, Nyonya Ferry Muzawwad kepada wartawan mengatakan esensi kehadiran. </p>
<p>&#8220;Sudah sepatutnya saya sebagai ketua persit  KCK Cabang XXXII Kodim 0818 Koorcab Rem 083 wilayah Kabupaten Malang-Batu hadir dalam peringatan hari jadi ke 1257. Kebetulan bapak tidak bisa hadir karena ada tugas dinas luar tapi sudah ada perwakilan dari Kodim 0818 Kab Malang-Batu, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Dirinya juga mengatakan harapan sesuai tempa upacara kemarin. &#8220;Seperti dalam tema pada hari jadi ke-1257 Kabupaten  Malang  dengan semangat gotong royong bisa meningkatkan perekonomian serta kesejateraan  masyarakat Kabupaten Malang khususnya, &#8220;ujarnya.<strong> (fik/oso)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mewakili Dandim 0818 Kab Malang-Batu Danramil 05 Kepanjen Hadiri Rapat Paripura</title>
		<link>https://memontum.com/mewakili-dandim-0818-kab-malang-batu-danramil-05-kepanjen-hadiri-rapat-paripura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2017 13:52:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0818]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0818 /05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/9212-mewakili-dandim-0818-kab-malang-batu-danramil-05-kepanjen-hadiri-rapat-paripura</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Danramil 0818/05 Kepenjen Kapten Arm Supiyarto mewakili Komandan Kodim 0818 wilayah Kab.Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad. SIP hadiri dalam rapat paripurna Istimewa masih dalam kemeriahan rangkaian Hari Jadi Ke-1257 Kabupaten Malang. Rapat yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Bertempat di ruang paripurna Gedung DPRD Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Danramil 0818/05 Kepenjen Kapten Arm Supiyarto mewakili Komandan Kodim 0818 wilayah Kab.Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad. SIP hadiri dalam rapat paripurna Istimewa masih dalam kemeriahan rangkaian Hari Jadi Ke-1257 Kabupaten Malang.</p>
<p>Rapat yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Bertempat di ruang paripurna Gedung DPRD Kabupaten Malang, </p>
<div id="attachment_1463" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-1463" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Mewakili-Dandim-0818-Kab-Malang-Batu-Danramil-05-Kepanjen-Hadiri-Rapat-Paripura.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="Mewakili Dandim 0818 Kab Malang-Batu Danramil 05 Kepanjen Hadiri Rapat Paripura" width="500" height="300" class="size-full wp-image-9223" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Mewakili-Dandim-0818-Kab-Malang-Batu-Danramil-05-Kepanjen-Hadiri-Rapat-Paripura.jpg?resize=300%2C179&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Mewakili-Dandim-0818-Kab-Malang-Batu-Danramil-05-Kepanjen-Hadiri-Rapat-Paripura.jpg?resize=200%2C119&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Mewakili-Dandim-0818-Kab-Malang-Batu-Danramil-05-Kepanjen-Hadiri-Rapat-Paripura.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Mewakili-Dandim-0818-Kab-Malang-Batu-Danramil-05-Kepanjen-Hadiri-Rapat-Paripura.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-1463" class="wp-caption-text"><em>Peserta sidang rapat paripurna hari jadi ke 1257 kabupaten malang</em></p></div>
<p>Dalam kata sambutannya Bupati Malang Rendra Kresna pada intinya mengajak seluruh peserta sidang juga masyarakat memahami sejarah perjuangan para leluhur.Karena dengan mengenal sejarah diharapkan bisa  menjadikan kita berjiwa nasionalis dan mencintai Kabupaten Malang tercinta”, ungkapnya.</p>
<p>Dirinya juga mengatakan,&#8221;Mari kita mantapkan tekad untuk bersama sama membangun dengan bergotong royong, sesuai tema yang kita usung pada hari jadi  yang ke 1257 di tahun gotong royong membangun Kabupaten Malang Madep,Manteb dan Maneteb,&#8221;ujarnya. <strong>(fik/jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dandim Malang-Batu Hadiri Opening Ceremony Malang Beach Festival 2017</title>
		<link>https://memontum.com/dandim-malang-batu-hadiri-opening-ceremony-malang-beach-festival-2017</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Nov 2017 08:54:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0818]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Balekambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/5152-dandim-malang-batu-hadiri-opening-ceremony-malang-beach-festival-2017</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Bupati Malang Rendra Kresna secara resmi membuka Malang Beach Festival 2017. Dalam giat Opening ceremony yang digelar di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang dihadiri Dandim 0818 Kab Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad SIP, Sabtu (11/11/2017). Dalam Malang Beach Festival 2017 berbagai macam lomba diikut para siswa SD dan SMP seperti lomba lukis tingkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Bupati Malang Rendra Kresna  secara resmi membuka Malang Beach Festival 2017. Dalam  giat Opening ceremony yang digelar di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang dihadiri Dandim 0818 Kab Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad SIP,  Sabtu (11/11/2017).</p>
<p>Dalam Malang Beach Festival 2017 berbagai macam lomba diikut para  siswa SD dan SMP seperti lomba lukis tingkat SD-SMP, lomba vocal grup SMP, fashion show, festival layang-layang</p>
<p>Pada kesempatan itu juga Bupati Malang Rendra Kresna meresmikan jembatan Hanoman dan peresmian Cafe Balekambang.</p>
<p>Dihadapan rekan media Bupati Malang, Rendra Kresna mengatakan ,&#8221;Tidak bisa dipungkisi keberadaan pantai yang ada di Kabupaten Malang yang mampu membawa wisatawan ke Kabupaten Malang.Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257 ini Pemkab Malang ingin lebih menjual pantai yang merupakan potensi utama kepada wisatawan,&#8221;ujar Rendra</p>
<p>Rendra juga menjelaskan,&#8221; Dalam peringatan Hari Jadi ke 1257  Kabupaten Malang,kami sepakat  mengambil tema tentang  pantai.&#8221;Saya berharap Malang Beach Festival akan berjalan dengan sukses,&#8221;harapnya.</p>
<p>Malang Beach Festival akan digelar mulai hari ini, 11 November hingga 17 Desember 2017.Wisatawan yang berkunjung ke pantai di Kabupaten Malang akan dimanjakan dengan berbagai kegiatan yang digelar tiap akhir pekan, Sabtu &#8211; Minggu. <strong>(fik/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Malang Gelar Festival Layang-Layang Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-malang-gelar-festival-layang-layang-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2017 11:44:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Balekambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/5101-kabupaten-malang-gelar-festival-layang-layang-internasional</guid>

					<description><![CDATA[# Peserta Polandia Bawa Nenek Sihir Memontum Malang &#8212; Festival layang-layang internasional yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang, benar-benar memeriahkan hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257 yang dikemas dalam Malang Beach Festival di pesisir pantai Balekambang Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, Sabtu (11/11/2017) sejak pagi. Festival layang-layang internasional itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Peserta Polandia Bawa Nenek Sihir</strong></h2>
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Festival layang-layang internasional yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang, benar-benar memeriahkan hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257 yang dikemas dalam Malang Beach Festival di pesisir pantai Balekambang Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, Sabtu (11/11/2017) sejak pagi.</p>
<p>Festival layang-layang internasional itu,  terdiri beberapa kategori lomba layang tradisional dan exhibition yang diikuti mulai tingkat nasional hingga internasional.  Bupati Malang Dr H Rendra Kresna  dalam sambutannya mengucapkan,  selamat datang dan selamat mengikuti lomba layang-layang bagi seluruh peserta baik tingkat lokal dan mancanegara. Dikatakan, dari acara-acara seperti ini diharapkan wisatawan, baik itu lokal, regional, nasional bahkan internasional bisa tembus mencapai 6 juta di tahun 2017 ini.</p>
<p>&#8220;Kalau di tahun 2016 tahun kemarin, wisatawan sudah mencapai 5,5 juta,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Dampak luasnya, lanjut dia, jika banyak wisatawan yang berkunjung ke Malang akan berpengaruh terhadap perputaran perekonomian di daerahnya, khususnya masyarakat pedesaan. </p>
<p>&#8220;Tidak hanya dalam lingkup penjualan saja. Namun segala sektor perputaran perekonomian rakyat. Misalnya bisa menyewakan rumahnya sebagai cottage dan pemandu wisata. Sehingga mendorong ekonomi kreatif dan diharapkan pendapatan berimbas langsung terhadap masyarakat,&#8221; paparnya.  </p>
<p>Sementara itu,  Ir HM Anwar Kepala DPUSDA Kabupaten Malang yang juga sebagai Ketua Panitia Lomba Layang-Layang menjelaskan, jumlah peserta 150 orang. Selain dari Malang Raya, Surabaya, Jakarta, juga diikuti peserta dari Negara Malaysia, Polandia dan Swedia. </p>
<p>&#8220;Peserta 150 orang, yang kita lombakan dari desain layang-layang dan saat diterbangkan,” ujarnya. </p>
<p>Tambah dia, untuk penilaian akan dilakukan oleh tim juri dengan penilaian kelaikan layang-layang saat pertama kali dibentangkan dan di terbangkan.  Sementara, Norzarisah Salag seorang peserta eksebisi Layang-Layang dari Johor, Malaysia mengaku senang bisa mengikuti lomba layang-layang di Pantai Balekambang Kabupaten Malang. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5101</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
