<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>HUT Kota Probolinggo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hut-kota-probolinggo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2020 14:59:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>HUT Kota Probolinggo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak Makan Nasi Jagung</title>
		<link>https://memontum.com/pecahkan-rekor-peserta-terbanyak-makan-nasi-jagung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 14:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123508</guid>

					<description><![CDATA[Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo Ke 661 Memontum Probolinggo &#8211; Apel dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-661 diikuti oleh 30 peserta dengan mengenakan busana pendalungan, seperti etnis Jawa, Arab dan Tionghoa di gelar di halaman kantor walikota Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kanigaran dan tetap protkol kesehatan karena masih pandemi Covid-19 Selain mengenakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo Ke 661</strong></h3>
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Apel dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-661 diikuti oleh 30 peserta dengan mengenakan busana pendalungan, seperti etnis Jawa, Arab dan Tionghoa di gelar di halaman kantor walikota Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kanigaran dan tetap protkol kesehatan karena masih pandemi Covid-19</p>
<p>Selain mengenakan busana Pendalungan, baik pembawa acara maupun komandan regu pada saat apel juga menggunakan 5 bahasa seperti Bahasa Jawa/Madura, Arab, Tionghoa dan Pendalungan atau bahasa khas Probolinggo.</p>
<p>Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengenakan gamis yang merupakan busana khas Timur Tengah. Sedangkan Wakil Walikota Probolinggo, Soufis Subri mengenakan busana khas Tionghoa, Jumat (4/9/2020).</p>
<p>Belasan ribu warga kota menikmati makanan nasi jagung secara serentak yang dilakukan di semua tempat. Hari Jadi Kota Probolinggo ke 661memecahkan rekor. Yang lebih unik lagi, ada acara tasyakuran dengan nasi jagung yang dilakukan secara virtual di setiap instansi pemerintah maupun tempat ibadah yang ada di Kota Probolinggo. Acara diawali potong tumpeng nasi jagung dan dilanjutkan dengan makan bersama.</p>
<p>Puluhan karyawan PDAM Tirta Dharma Kota Probolinggo misalnya, mereka juga merayakan dengan memotong tumpeng lalu makan nasi jagung bersama-bersama. Mereka berbaur menjadi satu baik pimpinan maupun staf karyawan.</p>
<p>Direktur PDAM Tirta Dharma, Siswadi mengajak masyarakat untuk bersama – sama mewujudkan Kota Probolinggo yang lebih baik lagi melalui program-program pembangunan yang telah dirancang oleh pemerintah,baik jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.</p>
<p>“Dampak penyebaran virus Corona segera bisa diakhiri, agar bisa hidup normal seperti semula.Selain itu kedepan Kota Probolinggo agar lebih baik pada tahun ini. Hari ini Kota Probolinggo sudah memasuki usia yang ke 661 tahun.Alhamdulillah tanggal 4 september ini juga bersamaan dengan peringatan hari pelanggan PDAM,” harapnya</p>
<p>Jemaah Masjid Agung Raudlatul Jannah juga tidak ketinggalan ikut menggelar makan nasi jagung bersama. Meski sederhana namun terasa nikmat karena disantap bersama-sama.Tidak hanya itu warga kotapun juga ikut berpartisipasi membagikan ribuan nasi jagung ke pengguna jalan.</p>
<p>Acara makan nasi jagung serentak ini tercatat dalam sejarah sebagai peserta terbanyak yakni ada 16.852 peserta yang makan nasi jagung di seluruh Kota Probolinggo. Mulai pejabat para ASN hingga semua elemen masyarakat.</p>
<p>Menurut Paulus Pangka, Ketua Umum Leprid, sebelumnya sudah tercatat rekor sekitar 5 ribu peserta makan nasi jagung. Namun pada Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke 661 tahun ini, rekor baru muncul dengan jumlah 16.852 ribu lebih peserta makan nasi jagung secara virtual.</p>
<p>&#8220;Memberikan apresiasi kegiatan yang diprakarsai Walikota Probolinggo, yang telah berhasil memprakarsai pangan lokal, makan bareng sego jagung terbanyak dan diikuti peserta mulai pejabat hingga warga kota hingga tercatat rekor dan memberikan piagam dan penghargaan dari Leprid,&#8221; jelas Paulus .</p>
<p>Sementara menurut Walikota Habib Hadi, nasi jagung merupakan makanan khas Kota Probolinggo, dan harus terus dilestarikan. &#8220;Kami tetap memunculkan berbagai etnis mulai dari Suku Jawa, Madura, Arab dan Tionghoa, dan komunitas dari nelayan juga petani. Itu menunjukkan perbendaan tidak menjadi kendala, kebersamaan menjadi kunci Kota Probolinggo keberhasilan, membangun Kota Probolinggo lebih baik lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Dan makan khas nasi jagung diikuti semua lapisan masyarakat, instansi, perusahaan, jemaah gereja dan di masjid dengan peserta terbanyak mendapatkan rekor Indonesia. Dan pangan lokal perlu kita lestarikan. Dan pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga perekonomian warga kembali hidup dan berkembang,” harapnya. <strong>(geo/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123508</post-id>	</item>
		<item>
		<title>8 Bayi Dapat Kado Khusus dari Walikota</title>
		<link>https://memontum.com/8-bayi-dapat-kado-khusus-dari-walikota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 14:56:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123502</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Bertepatan pada tanggal 4 September 2020, sejumlah bayi yang lahir ada saat itu mendapatkan kejutan dari Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama istrinya Hj.Aminah Hadi Zainal Abidin. Kejutan itu diberikan langsung saat acara &#8220;Tilik Bayi&#8221; (Istilah Bahasa Jawa, Menjenguk Bayi), yang merupakan bagian rangkaian kegiatan hari jadi Kota Probolinggo ke-661. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Bertepatan pada tanggal 4 September 2020, sejumlah bayi yang lahir ada saat itu mendapatkan kejutan dari Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama istrinya Hj.Aminah Hadi Zainal Abidin. Kejutan itu diberikan langsung saat acara &#8220;Tilik Bayi&#8221; (Istilah Bahasa Jawa, Menjenguk Bayi), yang merupakan bagian rangkaian kegiatan hari jadi Kota Probolinggo ke-661. Salah satunya di RT 02 RW 03, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.</p>
<p>Walikota Habib Hadi, menemui langsung pasangan suami istri, Danang Setia Pambudi (25) dan Susanti Anjarwati (23). Selain menjenguk warganya, yang tengah bahagia setelah mendapatkan momongan. Walikota Habib Hadi bersama istri, juga memberikan kado spesial bagi pasangan yang baru dianugerahi anak tersebut. &#8220;Karena lahirnya bertepatan dengan hari jadi Kota Probolinggo, kami berikan hadiah buat mereka. Meliputi KIA (Kartu Identitas Anak), Akte dan KK (Kartu Keluarga) Perubahan, serta kado perlengkapan tidur bayi,&#8221; terangnya, Sabtu (5/9/2020).</p>
<p>Habib Hadi mengatakan, bayi yang lahir pada 4 September itu seluruh pengurusan kartu yang diberikan secara gratis, dimana pengurusannya sendiri hanya diselesaikan dalam satu hari.</p>
<p>Menurutnya, pengurusan kartu gratis, tak hanya berlaku bagi bayi yang lahir di hari jadi Kota Probolinggo. Akan tetapi, juga ditujukan kepada seluruh bayi yang dilahirkan di Kota Probolinggo ke-depannya. &#8220;Ketiga kartu ini, merupakan program three in one Pemerintah Kota Probolinggo, guna mempercepat pelayanan bagi masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Walikota Habib Hadi menyampaikan, di momen hari jadi Kota Probolinggo ini ada 8 bayi yang mendapatkan kejutan dari Pemkot Probolinggo. Mereka tersebar di beberapa kecamatan, baik yang terlahir di rumah sakit maupun poli kesehatan di sekitar tempat tinggalnya.</p>
<p>Sementara, Susianti mengaku senang dan bersyukur, lantaran kelahiran anak ketiganya didatangi Walikota Probolinggo. Susianti mengungkapkan, mulai dari proses hamil hingga melahirkan, semuanya berjalan lancar dan aman. &#8220;Senang mas didatangi pak wali, karena jarang-jarang juga bisa seperti ini. Untuk anak ketiga ini perempuan mas, mulai anak pertama sampai sekarang, semuanya lahir di bidan mas. Dan syukur proses lahirnya, berjalan lancar semuanya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dengan lahirnya bayi perempuan cantik tersebut, Susanti mengaku telah memberi nama kepada anaknya, yakni Kirana Aulani Mahiska Pambudi. Ditanya terkait momen hari jadi Kota Probolinggo sendiri, Susanti berharap kedepannya kota probolinggo, bisa semakin berkembang, maju dan masyarakatnya tambah makmur dan sejahtera,” ucapnya.</p>
<p>Bertepatan pada Hari Jadi Kota,Pemkot Probolinggo sendiri, menggelar beragam kegiatan yang menarik seperti Lomba Membuat Vlog Hari Jadi Kota (untuk OPD dan umum), Launching Rumah Ibadah Tangguh, Penanaman Serentak Tanaman Selor (Sereh dan Kelor) Sebanyak 661 Pohon, Silaturahmi Bayi Lahir 4 September 2020, Gowes Wisata Lingkungan, Gelaran Tari Teracak di Pantai Permata Pilang dan lainnya. <strong>(geo/mzm)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123502</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Kerap Kambing, Warnai Hari Jadi Kota Probolinggo ke 569</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-kerap-kambing-warnai-hari-jadi-kota-probolinggo-ke-569</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Aug 2018 11:42:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Kerap Kambing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=52939</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Rangkaian perlombaan khas yang selalu diadakan digelaran even tahunan bertajuk Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo), salah satunya adalah Lomba kerapan kambing. Ketapang kambing tersebut diikuti oleh 112 peserta dan acara kerapan ini menjadi tradisi yang mewarnai Kota Probolinggo sebagai kota budaya. Acara Ketapang tersebut diadakan di lapangan Jalan Progo Kelurahan Jrebeng Kulon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Rangkaian perlombaan khas yang selalu diadakan digelaran even tahunan bertajuk Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo), salah satunya adalah Lomba kerapan kambing. Ketapang kambing tersebut diikuti oleh 112 peserta dan acara kerapan ini menjadi tradisi yang mewarnai Kota Probolinggo sebagai kota budaya.</p>
<p>Acara Ketapang tersebut diadakan di lapangan Jalan Progo Kelurahan Jrebeng Kulon Kecamatan Kedopok, Sabtu (25/8/2018). Dan setiap acara Ketapang ini di adakan banyak penonton yang ingin menyaksikannya. Tak hanya dari Kota Probolinggo, mereka hadir dari Kabupaten Probolinggo dan Lumajang.</p>
<p><a href="https://memontum.com/52939-lomba-kerap-kambing-warnai-hari-jadi-kota-probolinggo-ke-569/img-20180825-wa0021-copy" rel="attachment wp-att-52944"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-52944" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180825-WA0021-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180825-WA0021-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180825-WA0021-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Acara Ketapang kambing ini sangat menarik, terlihat bagaimana antusias masyarakat dalam menyaksikan pasangan kambing yang di hias dan didandani dengan pernak- pernik khas masyarakat pandalungan yang kental dengan budaya Madura dan Jawa. Setiap pasang kambing berlomba melewati jalur lintasan sepanjang 175 meter dan lebar 35 meter.</p>
<p>Seperti salah satu peserta asal Lumajang, Asmo mengaku, jauh-jauh datang hanya untuk mengikuti lomba kerapan kambing. Ia sudah mempersiapkan kambingnya dengan jamu racikan.</p>
<p>“Saya sering mengikuti lomba ini bahkan sering juara sampai 20 kali tingkat kabupaten dan kota. Setiap seminggu sekali kambing saya latih biar juara,” kata Hadi.</p>
<p>Sementara itu, Khairul Mustafa Ketua Panitia Kerapan Kambing mengatakan, even ini sudah 10 kali digelar sejak Semipro pertama diadakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Acara kerap kambing tersebut diadakan Selama dua hari yaitu hari ini dan besok.</p>
<p>“Total peserta 112 dibagi 2 kelas profesional dan pemula dengan total hadiah Rp 31 juta. Pesertanya tak hanya dari Probolinggo tapi juga Lumajang,” ujar Khairul.</p>
<p>Tidak kelewatan, acara kerap kambing tersebut juga di hadiri oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Tutang Heru Wibowo, dan mengatakan bahwa even kerapan kambing ini merupakan ajang kreativitas peternak kambing. Tak hanya hadiah yang dikejar, tapi meningkatkan kualitas dan komoditas kambing.</p>
<p>“kedepan acara seperti ini menjadi even yang digemari masyarakat tak hanya di Probolinggo tetapi dikenal di luar Probolinggo. Dan tentunya bisa meningkatkan ekonomi lokal setempat,” ujar Turang. <strong>(pix/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">52939</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
