<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ibadah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ibadah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 18:07:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ibadah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang Sampaikan Doa untuk Kelancaran Ibadah Calon Jamaah Haji Pemkab Malang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-sampaikan-doa-untuk-kelancaran-ibadah-calon-jamaah-haji-pemkab-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-malang-sampaikan-doa-untuk-kelancaran-ibadah-calon-jamaah-haji-pemkab-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[kelancaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231761</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menyampaikan doa terbaik kepada calon jamaah haji (CJH) 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, di Pondok Pesantren Al Mardiyyah, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat (17/04/2026) tadi. Turut hadir di momen itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Czi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menyampaikan doa terbaik kepada calon jamaah haji (CJH) 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, di Pondok Pesantren Al Mardiyyah, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat (17/04/2026) tadi. Turut hadir di momen itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Ketua Darmawanita Persatuan Kabupaten Malang, jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, serta tokoh agama di wilayah Kabupaten Malang.</p>



<p>“Semoga seluruh calon jamaah haji diberikan kekuatan lahir dan batin, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Kami juga berharap, para jamaah dapat menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan tiga pesan kepada CJH. Pertama, agar CJH menjaga kesehatan karena cuaca di Tanah Suci berbeda dengan di Kabupaten Malang. &#8220;Pastikan fisik tetap prima agar ibadah dapat dijalankan secara maksimal. Karena cuaca di Tanah Suci berbeda dengan di sini,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kedua, lanjut Bupati Sanusi, agar CJH tetap fokus beribadah selama di Tanah Suci. &#8220;Fokuslah mengejar ridho Allah SWT, agar menjadi haji yang mabrurah. Ketiga doakan kami. Kami mohon didoakan agar keluarga besar Pemerintah Kabupaten Malang tetap solid amanah dan selalu dalam lindungan Allah SWT,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Menurutnya, panggilan haji adalah adalah anugerah yang luar biasa. Dirinya pun berharap agar CJH dilancarkan ibadah haji nya. &#8220;Kepada bapak ibu calon jamaah haji, kami menitipkan doa agar perjalanan ibadah ini dilancarkan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Malang dalam sambutannya mewakili agar calon jamaah haji di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, memohon doa restu untuk beribadah. Dimana pada tahun ini, berkesempatan mendapatkan panggilan dari Allah SWT untuk melaksanakan ibadah Haji.</p>



<p>&#8220;Mohon doanya bapak ibu sekalian, semoga kami dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Serta ibadah kami dapat diterima oleh Allah SWT serta menjadi Haji yang mabrur,” ujarnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-malang-sampaikan-doa-untuk-kelancaran-ibadah-calon-jamaah-haji-pemkab-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petugas Kebersihan Kota Malang dan Ibadah Puasa, Berangkat saat Warga Terlelap dan Sahur di Lokasi Kerja</title>
		<link>https://memontum.com/petugas-kebersihan-kota-malang-dan-ibadah-puasa-berangkat-saat-warga-terlelap-dan-sahur-di-lokasi-kerja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berangkat]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[terlelap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di tengah menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadan, Dedi Wijayadi (20) tetap harus bekerja sebagai petugas kebersihan sampah. Bahkan, dirinya harus memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 dini hari, saat sebagian warga masih terlelap atau baru bersiap untuk sahur. Dedi-sapaan akrabnya, bekerja sebagai petugas pengangkut sampah di wilayah Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di tengah menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadan, Dedi Wijayadi (20) tetap harus bekerja sebagai petugas kebersihan sampah. Bahkan, dirinya harus memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 dini hari, saat sebagian warga masih terlelap atau baru bersiap untuk sahur.</p>



<p>Dedi-sapaan akrabnya, bekerja sebagai petugas pengangkut sampah di wilayah Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sejak tahun 2018. Selama hampir delapan tahun itu, dirinya selalu berpuasa penuh setiap Ramadan, meski pekerjaannya menuntut tenaga ekstra.</p>



<p>&#8220;Berat sih. Soalnya pekerjaannya memang berat. Tapi alhamdulillah, tetap puasa,” ujar Dedi, saat ditemui di sela-sela dirinya bekerja, Jumat (20/02/2026) tadi.</p>



<p>Karena harus mulai aktivitas sebelum Subuh, Dedi mengaku, untuk waktu sahur dirinya dilakukan di tempat kerja. Untuk itu, dirinya membawa bekal dari rumah untuk dimakan di sela-sela aktivitas mengangkut sampah.</p>



<p>“Sahurnya bawa dari rumah, untuk makannya di sini,” katanya.</p>



<p>Setiap hari, Dedi bertugas mengangkut sampah rumah tangga hingga limbah usaha kuliner di kawasan Jalan Borobudur dan sekitarnya. Jam kerjanya bisa berlangsung hingga pukul 08.00 pagi, bahkan tidak jarang hingga sampai 11.00 siang, tergantung kondisi armada pengangkut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dedi mengaku, bahwa beban kerja sekarang terasa semakin berat karena keterbatasan truk pengangkut. Satu kendaraan harus bolak-balik hingga beberapa kali, sementara volume sampah terus menumpuk.</p>



<p>“Truknya kurang. Satu truk bisa kembali tiga kali, itu pun masih ada sisa,” ucapnya.</p>



<p>Di TPS Borobudur, diketahui ada sekitar 50 petugas kebersihan menangani sampah campuran dari rumah tangga, restoran, hingga kafe. Kawasan tersebut, termasuk salah satu titik dengan volume sampah tinggi yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Meski kondisi kerja berat, Dedi mengaku penghasilannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, walau belum mencapai Upah Minimum Regional (UMR). &#8220;Alhamdulillah cukup untuk keluarga. Biasanya kalau menjelang lebaran ada bingkisan tapi dari warga sekitar,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Di Bulan Ramadan ini, harapan Dedi cukup sederhana, yakni tetap sehat agar bisa bekerja, beribadah dan berkumpul dengan orang-orang terdekat. Selain itu, dirinya juga berharap agar Pemerintah Kota Malang dapat memberi perhatian lebih kepada para petugas kebersihan yang bekerja di lapangan setiap hari.</p>



<p>“Tolong lihat tukang sampah itu, susahnya bagaimana. Minta perhatiannya saja,” imbuhnya pelan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Keseimbangan Ibadah dan Layanan, Pemkab Lumajang Lakukan Penyesuaian Kerja Selama Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-keseimbangan-ibadah-dan-layanan-pemkab-lumajang-lakukan-penyesuaian-kerja-selama-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari pengelolaan kinerja yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik. Kebijakan ini, tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 800.1.6.2/4/427.72/2026 tertanggal 10 Februari 2026. Penyesuaian jam kerja tersebut, mengacu pada Peraturan Presiden [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari pengelolaan kinerja yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik. Kebijakan ini, tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 800.1.6.2/4/427.72/2026 tertanggal 10 Februari 2026.</p>



<p>Penyesuaian jam kerja tersebut, mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara, yang menetapkan total jam kerja selama Ramadan sebanyak 32 jam 30 menit per minggu, tidak termasuk waktu istirahat. Dengan berpedoman pada regulasi nasional, Pemkab Lumajang memastikan kebijakan ini memiliki dasar hukum yang jelas dan terukur.</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa penyesuaian jam kerja dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran ibadah puasa dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat. “Penetapan jam kerja selama Ramadan ini bertujuan agar ASN tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, namun pada saat yang sama tetap menjaga profesionalisme dan kualitas pelayanan publik,” kata Sekda Agus Triyono, Rabu (11/02/2026) tadi.</p>



<p>Sekda Agus menjelaskan, bahwa pengaturan jam kerja disesuaikan dengan sistem kerja masing-masing perangkat daerah, baik yang menerapkan lima hari maupun enam hari kerja.</p>



<p>Penyesuaian ini, dirancang agar ritme kerja ASN tetap efektif dan tidak mengganggu tugas-tugas pelayanan. Bagi perangkat daerah dengan lima hari kerja, jam kerja ditetapkan pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–15.00 dan Jumat pukul 07.00–11.00. Sementara itu, perangkat daerah dengan enam hari kerja menjalankan jam kerja hingga hari Sabtu, dengan durasi yang telah disesuaikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pengaturan khusus juga diterapkan bagi Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga pendidikan. Penyesuaian jam kerja di sektor ini, mempertimbangkan kebutuhan proses pembelajaran sekaligus menjaga efektivitas kerja tenaga pendidik dan kependidikan.</p>



<p>Presensi kehadiran ASN, tetap dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi SiPERLU. Sekda Agus menegaskan, bahwa sistem presensi digital tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga disiplin dan akuntabilitas kinerja ASN selama Ramadan.</p>



<p>“Meskipun ada penyesuaian jam kerja, disiplin tetap menjadi perhatian utama. Presensi melalui Aplikasi SiPERLU tetap diberlakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan,” tegasnya.</p>



<p>Dalam surat edaran tersebut juga ditegaskan bahwa kegiatan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) merupakan bagian dari jam kerja. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di masing-masing perangkat daerah sebagai bentuk penyesuaian pola aktivitas kerja.</p>



<p>“Pelaksanaan SKJ tetap menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran ASN, hanya saja pelaksanaannya disesuaikan agar lebih fleksibel dan efisien,” tambah Sekda Agus.</p>



<p>Kebijakan penyesuaian jam kerja ini, berlaku selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi intensitas pelayanan publik, melainkan sebagai strategi pengaturan waktu kerja yang lebih seimbang dan berorientasi pada kualitas layanan.</p>



<p>Melalui kebijakan ini, Pemkab Lumajang berharap seluruh ASN tetap menjaga etos kerja, tanggung jawab dan responsivitas. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai ibadah dan kebersamaan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Toleransi, Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Tunda Ibadah</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-toleransi-gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-tunda-ibadah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang.</p>



<p>Pendeta HKBP Malang, Melva Sitompul, menyampaikan bahwa pihak gereja menutup sementara sebagian besar jadwal ibadah, demi memberikan ruang dan kenyamanan bagi para peserta Mujahadah Kubro. “Biasanya kami ada ibadah Sekolah Minggu, lalu ibadah pukul 07.30, 10.00, 15.00 dan 17.00 WIB. Namun selama kegiatan Harlah NU ini, kami hanya membuka dua kali ibadah, yakni pukul 15.00 dan 17.00 WIB. Tiga ibadah lainnya, kami tutup sementara,” ujar Melva, saat ditemui Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Tidak hanya meniadakan ibadah, HKBP Malang juga membuka gereja sebagai tempat istirahat bagi jamaah NU. Gereja menyediakan ruang duduk, kamar mandi, hingga konsumsi ringan berupa snack dan air mineral.</p>



<p>“Kami membuka gereja sebagai tempat istirahat sementara bagi saudara-saudara kami dari NU. Kursi kami siapkan sekitar 300, jika kurang kami masih bisa membuka tempat lain yang lebih luas,” katanya.</p>



<p>Gerbang gereja akan dibuka mulai Sabtu sore dan ditutup sementara pada pukul 20.00 WIB, kemudian dibuka kembali Minggu pagi pukul 07.30 WIB. Melva menegaskan, bahwa hal itu dilakukan didasari semangat persaudaraan dan kebangsaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita ini saudara, satu NKRI. Boleh berbeda agama dan suku, tetapi kita hidup bersama. Kami juga pendatang di Kota Malang dan sudah diberi tempat, maka sudah sepatutnya kami juga membantu,” tuturnya.</p>



<p>Hal serupa juga dilakukan oleh Gereja Katolik Roma di bawah Keuskupan Malang. Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan, mengatakan sejumlah gereja Katolik di sekitar Stadion Gajayana turut meniadakan sebagian ibadah.</p>



<p>“Kami meniadakan dua kali ibadah Sabtu sore dan dua kali ibadah Minggu pagi. Ibadah hanya dilaksanakan Minggu sore pukul 16.30 dan 18.30 WIB atau menyesuaikan kondisi,” ucap Mgr Henricus.</p>



<p>Dirinya menyadari konsekuensi dari pengurangan jadwal ibadah tersebut, namun menilai hal itu sebagai bagian dari komitmen toleransi antar umat beragama di Kota Malang. “Ini event besar. Kami memahami dan dengan senang hati bekerja sama. Kerukunan umat beragama di Kota Malang selama ini terjaga dengan baik, dan ini salah satu wujudnya,” katanya.</p>



<p>Selain meniadakan ibadah, gereja-gereja Katolik juga menyiapkan dukungan logistik seperti air mineral, snack, toilet, tempat istirahat, hingga videotron. Petugas gereja pun disiagakan untuk membantu kebutuhan peserta Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Kami memberikan apa yang kami punya. Ini bentuk partisipasi dan toleransi kami kepada warga NU yang merayakan 1 abad berdirinya NU. Kami ikut bergembira dan berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” imbuh Mgr Henricus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibadah Natal di Gereja Katedral Ijen Malang Berlangsung Khidmat</title>
		<link>https://memontum.com/ibadah-natal-di-gereja-katedral-ijen-malang-berlangsung-khidmat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 03:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[katedral]]></category>
		<category><![CDATA[khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Suasana Natal di Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja Katedral Ijen Malang, berjalan dengan khidmat dan lancar, Kamis (25/12/2025) tadi. Total ada sekitar 700 hingga 800 jemaat, yang memadati area gereja untuk mengikuti rangkaian ibadat Natal. Penanggung Jawab Ibadat Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Suasana Natal di Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja Katedral Ijen Malang, berjalan dengan khidmat dan lancar, Kamis (25/12/2025) tadi. Total ada sekitar 700 hingga 800 jemaat, yang memadati area gereja untuk mengikuti rangkaian ibadat Natal.</p>



<p>Penanggung Jawab Ibadat Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja Katedral Ijen Malang, Heribertus Heru, menyampaikan bahwa rangkaian Natal telah dimulai sejak Rabu (24/12/2025) kemarin. Dengan menggelar dua kali ibadah misa malam Natal, masing-masing pukul 18.00 dan 21.00 WIB.</p>



<p>&#8220;Rangkaian Natal sudah kita mulai tanggal 24 Desember. Malam Natal kemarin ada dua kali ibadat dan jemaat yang hadir sangat banyak, bahkan tidak hanya dari Malang tetapi juga dari luar kota,&#8221; ujar Heru, Kamis (25/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa tema Natal tahun ini, yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Tema tersebut, dinilai relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial.</p>



<p>&#8220;Gereja memberi perhatian besar pada keluarga. Harapannya, melalui Natal ini ada sukacita, kebersamaan dan damai dalam keluarga,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Heru juga menekankan bahwa perayaan Natal tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai sukacita saja. Namun, juga sebagai momentum kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah terdampak bencana di sejumlah daerah.</p>



<p>“Kita tidak hanya bersukacita, tetapi juga diajak untuk peduli kepada mereka yang mungkin saat ini tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sama,” ucapnya.</p>



<p>Untuk perayaan Natal di hari ini, Gereja Katedral Ijen menggelar lima kali misa Natal. Dengan dimulai sejak pukul 05.30 WIB, dilanjutkan pukul 07.30, 10.00, 16.30 dan 18.30 WIB.</p>



<p>&#8220;Ibadat pukul 07.30 kami khususkan untuk Natal Anak, sedangkan pukul 10.00 untuk bapak-ibu lansia. Bukan untuk membedakan, tapi lebih memfokuskan perhatian dan sapaan dalam ibadat,” katanya.</p>



<p>Meski terdapat pembagian waktu untuk anak dan lansia, Heru menegaskan substansi ibadat tetap sama. Perbedaannya hanya pada pendekatan dan sapaan dari pemimpin ibadat yang disesuaikan dengan jemaat.</p>



<p>&#8220;Untuk Natal Anak, pada tahun ini pihak gereja tidak menampilkan drama tetapi, panitia menyiapkan kegiatan tersendiri usai ibadah dengan menghadirkan tokoh Sinterklas sebagai simbol sukacita Natal bagi anak-anak,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Umat Tridharma Lakukan Ibadah Perayaan Imlek dengan Khidmat di Klenteng Eng An Kiong</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-umat-tridharma-lakukan-ibadah-perayaan-imlek-dengan-khidmat-di-klenteng-eng-an-kiong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tridharma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan Umat Tridharma menjalani ibadah dengan khidmat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (29/01/2025) tadi. Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, menyampaikan bahwa ibadah tersebut telah berlangsung sejak pagi pukul 05.00 WIB hingga sore hari nanti. Namun, puncaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan Umat Tridharma menjalani ibadah dengan khidmat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, menyampaikan bahwa ibadah tersebut telah berlangsung sejak pagi pukul 05.00 WIB hingga sore hari nanti. Namun, puncaknya pada sembahyang bersama pukul 11.00 WIB. Itu diikuti oleh beragam umat, mulai Taoisme, Konghucu dan Buddha.</p>



<p>&#8220;Sebagian umat memilih sembahyang sendiri sejak pagi, sementara yang tidak memiliki kesibukan keluarga atau tamu di rumah mengikuti sembahyang bersama pada pukul 11.00 WIB,” ujar Herman.</p>



<p>Dalam sembahyang bersama diawali dengan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan dengan penghormatan kepada dewa utama dan diakhiri dengan doa kepada dewa-dewa lainnya. Tradisi ini mencerminkan keyakinan bahwa meskipun terdapat berbagai dewa dalam kepercayaan Tridharma, semuanya tetap berpusat pada satu kekuatan tertinggi.</p>



<p><strong>Baca juga L</strong></p>





<p>&#8220;Jadi memang waktu yang tepat untuk sembahyang bersama pada pukul 11.00 WIB karena dianggap yang paling cerah dalam sehari. Semua klenteng juga serentak melakulan sembahyang bersama di pukul 11.00 WIB itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa imlek sendiri sudah dirayakan sejak sekitar 4600 tahun lalu, ditetapkan oleh Raja Huang Ti pada tanggal 1 bulan pertama sebagai perayaan awal tahun. Untuk umat yang datang ke Klenteng Eng An Kiong sebagian besar berasal dari Kota Malang, meskipun ada juga yang berasal dari daerah lain.</p>



<p>&#8220;Mereka melakukan sembahyang di berbagai altar yang ada di klenteng, yang menampung hingga 24 dewa dari berbagai kepercayaan. Setiap klenteng memiliki jumlah dewa yang berbeda, tergantung sejarah dan asal-usul umatnya. Di sini, banyak umat dari provinsi Hokkien dan Guangdong, sehingga dewa-dewa yang dihormati pun berasal dari daerah tersebut,” imbuh Herman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terduga Teroris Kota Batu Hendak Lakukan Bom Bunuh Diri di Tempat Ibadah Malang</title>
		<link>https://memontum.com/terduga-teroris-kota-batu-hendak-lakukan-bom-bunuh-diri-di-tempat-ibadah-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[hendak]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[terduga]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212505</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Satu dari tiga terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri di Kota Batu, berinisial HOK (19), yang diduga ingin melakukan aksi teror bom bunuh diri di dua tempat ibadah di Malang. Informasi yang diperoleh, bahwa HOK yang diketahui masih berstatus pelajar itu, adalah simpatisan Daulah Islamiyah. &#8220;Pelaku adalah simpatisan Daulah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Satu dari tiga terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri di Kota Batu, berinisial HOK (19), yang diduga ingin melakukan aksi teror bom bunuh diri di dua tempat ibadah di Malang. Informasi yang diperoleh, bahwa HOK yang diketahui masih berstatus pelajar itu, adalah simpatisan Daulah Islamiyah.</p>



<p>&#8220;Pelaku adalah simpatisan Daulah Islamiyah,&#8221; ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.</p>



<p>Untuk meledakan dua tempat ibadah di Malang tersebut, lanjutnya, HOK berencana menggunakan bahan peledak jenis Triaceton Triperoxide. Namun, aksinya berhasil digagalkan setelah Tim Densus 88 berhasil menangkapnya di kawasan Jalan Langsep, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (31/07/2024) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>HOK sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 15 Jo Pasal 7 dan/atau Pasal 9 Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.</p>



<p>Dari penangkapan HOK, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menggrebek sebuah rumah di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Rumah tersebut adalah rumah kontrakan yang ditempati oleh HOK dan kedua orang tuanya sejak 1,5 tahun ini. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Salat Idul Fitri di Masjid Agung Jami, Pj Wali Kota Malang Ingatkan Jaga Nilai Ibadah</title>
		<link>https://memontum.com/salat-idul-fitri-di-masjid-agung-jami-pj-wali-kota-malang-ingatkan-jaga-nilai-ibadah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208358</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melaksanakan Salat Eid di Masjid Agung Jami, Kota Malang, Rabu (10/04/2023) tadi. Dalam momen ini, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Fitri dan mengajak masyarakat untuk mengumandangkan takbir. Karena, itu sebagai pertanda kemenangan dalam memerangi hawa nafsu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melaksanakan Salat Eid di Masjid Agung Jami, Kota Malang, Rabu (10/04/2023) tadi. Dalam momen ini, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Fitri dan mengajak masyarakat untuk mengumandangkan takbir. Karena, itu sebagai pertanda kemenangan dalam memerangi hawa nafsu selama satu bulan penuh.</p>



<p>“Tidak terasa kita telah melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Dengan puasa, kita diajarkan untuk berperilaku baik serta pengendalian diri. Di puncak perjuangan itu tentu kita mengharapkan rido Allah SWT agar ibadah kita diterima. Semoga kualitas keislaman dan keimanan kita ditingkatkan dalam hari kemenangan ini,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, Pj Wali Kota Wahyu juga mengingatkan pentingnya untuk menjaga nilai-nilai ibadah yang telah ditanamkan selama satu bulan penuh. Kemudian, juga mengajak untuk selalu memperkuat tali silaturahmi dan menjaga persaudaraan dengan lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Hari ini, kita semua kembali menjadi suci. Jangan torehkan noda yang dapat merusak tatanan nilai ibadah yang telah ditanam selama sebulan penuh kemarin. Persaudaraan sejatinya adalah yang kuat membantu yang lemah, Pemkot Malang juga senantiasa berupaya untuk hadir memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.</p>



<p>Diakhir, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar segala program kerja Pemkot Malang nantinya mampu membawa kemakmuran untuk masyarakat. Terlebih, Pemkot Malang juga berkomitmen agar masyarakat Kota Malang tidak hidup dalam kesengsaraan.</p>



<p>“Karena saya yakin bahwa masyarakat Pemkot Malang punya semangat Satu Jiwa Arema. Untuk itu, saya mengharap adanya kolaborasi dalam pembangunan Kota Malang ini semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat ke depan. Marilah kita jadikan 1 syawal yang suci ini sebagai titik awal untuk melaksanakan tekad dan usaha mewujudkan hidup yang lebih sejahtera, lahir dan batin, menuju Kota Malang yang sejahtera dan berkelas,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalani Ramadan, Wakil Ketua DPRD Lumajang Ajak Masyarakat Tingkatkan Amal Ibadah</title>
		<link>https://memontum.com/jalani-ramadan-wakil-ketua-dprd-lumajang-ajak-masyarakat-tingkatkan-amal-ibadah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Ketua DPRD Lumajang, Hj Oktafiani SH MH, menyampaikan bahwa Bulan Puasa Ramadan merupakan bulan baik untuk meningkatkan amal ibadah. Ramadan merupakan momentum untuk semakin meningkatkan kualitas amal dan memperbanyak kuantitas kebaikan. Sebab, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. “Saya bersyukur dapat berjumpa lagi dengan Ramadan tahun ini. Pada kesempatan ini, mari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Ketua DPRD Lumajang, Hj Oktafiani SH MH, menyampaikan bahwa Bulan Puasa Ramadan merupakan bulan baik untuk meningkatkan amal ibadah. Ramadan merupakan momentum untuk semakin meningkatkan kualitas amal dan memperbanyak kuantitas kebaikan. Sebab, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah.</p>



<p>“Saya bersyukur dapat berjumpa lagi dengan Ramadan tahun ini. Pada kesempatan ini, mari kita memacu kebaikan dan berlomba-lomba meningkatkan amal saleh. Sebab, Allah SWT melipatgandakan semua amalan yang kita lakukan sepanjang bulan suci ramadhan” terangnya, Kamis (14/03/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, bahwa Puasa di Bulan Suci Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Namun, ada makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Puasa Ramadan adalah waktu untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, menguatkan iman dan taqwa serta meningkatkan kesadaran akan keberadaan Allah SWT.</p>



<p>Karenanya, dirinya berharap agar masyarakat Lumajang, dapat memanfaatkan dan menjalani Ramadan dengan penuh kegembiraan. Juga, semakin sabar dalam menghadapi berbagai persoalan. Dengan begitu, ujungnya akan meraih kemenangan yang Fitri pada Hari Raya.</p>



<p>“Ramadan tahun ini mudah-mudahan dapat kita lalui dengan khusyuk dan riang gembira. Semoga tidak ada kendala yang serius dan situasi Lumajang berjalan dengan aman kondusif selama. Sekali lagi saya mengucapkan, selamat menuai kebaikan dan menunaikan ibadah puasa bagi umat muslim,” ungkapnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207479</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
