<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>identitas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/identitas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jan 2026 13:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>identitas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>EMBA Group, dari Fashion hingga Bangun Kesadaran Hidup Sehat sampai Perkuat Identitas Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/emba-group-dari-fashion-hingga-bangun-kesadaran-hidup-sehat-sampai-perkuat-identitas-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[group,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229483</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; EMBA Group, brand fashion Indonesia yang telah berdiri selama lebih dari lima dekade, kembali memperkuat perannya sebagai bagian dari perjalanan dan perkembangan Kota Malang. Berdiri sejak tahun 1968, EMBA tumbuh dari Malang dan berkembang menjadi salah satu brand fashion yang dikenal luas di Indonesia. Melalui berbagai lini produk, mulai dari busana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; EMBA Group, brand fashion Indonesia yang telah berdiri selama lebih dari lima dekade, kembali memperkuat perannya sebagai bagian dari perjalanan dan perkembangan Kota Malang. Berdiri sejak tahun 1968, EMBA tumbuh dari Malang dan berkembang menjadi salah satu brand fashion yang dikenal luas di Indonesia.</p>



<p>Melalui berbagai lini produk, mulai dari busana pria, busana wanita, hingga jeans, EMBA Group tidak hanya berfokus pada gaya, tetapi juga pada kualitas serta relevansi lintas generasi. EMBA Official membawa nilai sejarah, konsistensi dan komitmen terhadap kota tempat brand ini dilahirkan, sembari terus berinovasi untuk menemani gaya hidup masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu.</p>



<p>Sebagai brand yang telah bergerak di industri fashion selama lebih dari 50 tahun, EMBA Group menilai bahwa keberlanjutan sebuah brand tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.</p>



<p>Presiden Direktur EMBA Group, Randy Kartika Yudha, menegaskan bahwa EMBA memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat Kota Malang. “Bagi kami, EMBA bukan hanya tentang produk fashion, tetapi juga tentang bagaimana kami tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sosial di sekitar kami,” katanya, Jumat (16/01/2025) tadi.</p>



<p>Atas dasar semangat tersebut, EMBA Group menyelenggarakan EMBA Run 2026 sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan aktif dalam mendorong aktivitas positif di Kota Malang, khususnya dalam mengampanyekan gaya hidup sehat. Menurut Randy, olah raga lari dipilih karena sifatnya yang inklusif.</p>



<p>“Lari adalah aktivitas yang sederhana, mudah diakses dan bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa batasan usia maupun latar belakang,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>EMBA Run 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18 Januari 2026 dengan mengambil lokasi strategis di pusat Kota Malang. Event ini, akan diikuti pelari dari Malang maupun berbagai daerah lain di Indonesia, sekaligus diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.</p>



<p>“Kami berharap kehadiran event ini bisa menggerakkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, kuliner, hingga industri kreatif di Kota Malang,” ungkap Randy.</p>



<p>Lebih dari sekadar ajang olah raga, EMBA Run 2026 juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan brand, komunitas dan pemerintah daerah. Randy menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar sebuah event memiliki dampak berkelanjutan.</p>



<p>“Kami ingin EMBA Run menjadi ruang kebersamaan, tempat komunitas olahraga, pelaku usaha lokal, dan masyarakat bisa saling terhubung dalam satu momentum positif,” jelasnya.</p>



<p>Dengan semangat tersebut, EMBA Official berharap EMBA Run 2026 dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat Kota Malang. “Harapan kami, EMBA Run tidak berhenti sebagai event sesaat, tetapi bisa tumbuh dan menjadi bagian dari kalender kegiatan Kota Malang ke depan,” kata Randy.</p>



<p>Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri fashion, EMBA Group terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya. Melalui EMBA Run 2026, EMBA Official ingin menegaskan bahwa brand lokal tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesadaran hidup sehat, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat identitas Kota Malang.</p>



<p>“Inilah cara kami terus tumbuh bersama masyarakat dan menjaga hubungan emosional dengan kota kelahiran EMBA,” papar Randy. <strong>(yog/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seminar Nasional, Bupati Fawait Tegaskan Kopi Jember Identitas Budaya dan Ekonomi</title>
		<link>https://memontum.com/seminar-nasional-bupati-fawait-tegaskan-kopi-jember-identitas-budaya-dan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Jember masih ditopang dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan. Hal ini disampaikan Bupati Fawait, saat menjadi nara sumber utama mengenai capaian dan arah pembangunan perekonomian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Jember masih ditopang dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan.</p>



<p>Hal ini disampaikan Bupati Fawait, saat menjadi nara sumber utama mengenai capaian dan arah pembangunan perekonomian Kabupaten Jember, dalam Seminar Nasional Temu Usaha Pemberdayaan Ekonomi Lokal dalam Pengembangan Komoditas Kopi di Wilayah Aglomerasi Tapal Kuda 2025, yang diselenggarakan Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di Auditorium Unej, Selasa (25/11/2025) tadi. Agenda ini, menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat dalam merumuskan langkah konkret penguatan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan, khususnya kopi.</p>



<p>Menurut Bupati Fawait, kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi memiliki peluang besar menjadi motor kesejahteraan masyarakat apabila diolah dan dikembangkan dengan tepat. Menurutnya, Kabupaten Jember adalah penghasil kopi yang memiliki cita rasa yang sangat baik.</p>



<p>“Jember kami tegaskan sebagai surga kopi Indonesia. Dari lereng sampai kawasan kebun, kopi Jember menghasilkan cita rasa yang diakui, baik Arabika maupun Robusta. Jika 4 sampai 5 komoditas unggulan Jember yaitu kopi, tembakau cerutu, edamame, okra dan kakao dikembangkan bersama, maka potensi kesejahteraan masyarakat akan tumbuh sangat kuat,” ujar Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Bupati Fawait menambahkan, bahwa sebagian besar masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem berada di kawasan pinggir kebun, pinggir hutan, serta pinggir pantai. Karena itu, pengembangan kopi akan diarahkan melalui skema perhutanan sosial agar masyarakat yang tidak memiliki lahan tetap dapat berproduksi dan meningkatkan pendapatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harapan tersebut, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan BP Taskin, untuk memastikan program percepatan penurunan kemiskinan berjalan efektif hingga ke kelompok masyarakat paling rentan. Kegiatan tersebut, dihadiri Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, yang juga menjadi nara sumber dalam seminar ini.</p>



<p>Dalam seminar ini, Iwan memberikan gambaran kondisi nasional terkait target penurunan kemiskinan. Dirinya menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun gerakan bersama.</p>



<p>“Pengentasan kemiskinan tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergerak bersama. Pada Maret 2025, angka kemiskinan nasional berada di 8,47 persen terendah sejak krisis 1998. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 4,5 persen pada tahun 2029 dan angka kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen di tahun 2026. Jika target nasional dilanjutkan secara konsisten, Indonesia berpotensi mencapai kemiskinan 0 persen di tahun 2034,” jelasnya.</p>



<p>Iwan menegaskan, bahwa Jember menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki angka kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur. Oleh sebab itu, BP Taskin melakukan langkah afirmatif dengan mengintegrasikan berbagai program kementerian yang relevan agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.</p>



<p>“Harapan kami, dengan koordinasi yang tepat dan komitmen bersama, Jember dapat benar-benar mewujudkan diri sebagai daerah surga kopi Nusantara sekaligus menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan,” tuturnya.</p>



<p>Kehadiran kedua tokoh ini, menegaskan bahwa pembahasan komoditas kopi memiliki keterkaitan langsung dengan agenda besar pengurangan kemiskinan ekstrem sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Seminar nasional ini, menjadi momentum penting untuk membangun pola pikir baru bahwa komoditas kopi bukan hanya identitas budaya dan ekonomi, tetapi juga instrumen pemerataan kesejahteraan.</p>



<p>Melalui dialog dan penguatan jejaring usaha, LP2M Unej mendorong terciptanya ekosistem kopi yang mampu menggerakkan masyarakat dari hulu sampai hilir. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua Dekranasda Lumajang Tegaskan Batik sebagai Simbol Identitas Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-dekranasda-lumajang-tegaskan-batik-sebagai-simbol-identitas-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226494</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa batik Lumajang bukan sekadar kain hias, tetapi simbol identitas budaya yang sarat nilai filosofis dan estetika lokal. Hal itu disampaikannya, saat membuka Pameran Batik Lumajang 2025, di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (02/10/2025) tadi. Even yang diselenggarakan bertepatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa batik Lumajang bukan sekadar kain hias, tetapi simbol identitas budaya yang sarat nilai filosofis dan estetika lokal. Hal itu disampaikannya, saat membuka Pameran Batik Lumajang 2025, di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (02/10/2025) tadi.</p>



<p>Even yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, ini menghadirkan pameran beragam motif batik khas Lumajang, yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya lokal, mulai dari Gunung Semeru, hamparan Pasir Lumajang, Pisang Agung, kesenian Jaran Kencak, hingga Tari Topeng Kaliwungu. “Batik Lumajang bukan sekadar Wastra. Setiap motif menyimpan cerita, filosofi dan nilai-nilai kehidupan masyarakat kami. Ini adalah cerminan jati diri dan kebanggaan daerah,” kata Dewi Natalia.</p>



<p>Dirinya menekankan, bahwa pameran ini merupakan momentum strategis untuk meneguhkan batik Lumajang, sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Menurutnya, memahami setiap motif dan maknanya adalah bagian dari menjaga identitas kultural daerah.</p>



<p>“Melalui batik, kita dapat memahami filosofi kehidupan, harmoni dengan alam dan semangat kolektif masyarakat Lumajang. Generasi muda perlu mengenal dan mencintai batik sebagai bagian dari akar budaya mereka,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penyelenggaraan pameran bertepatan dengan Hari Batik Nasional, juga menegaskan komitmen Lumajang untuk aktif dalam gerakan nasional pelestarian batik, yang telah diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia. “Batik adalah warisan bangsa. Dengan merawatnya, kita menjaga keberlanjutan nilai budaya yang membentuk karakter dan identitas masyarakat,” katanya.</p>



<p>Pameran ini, dihadiri jajaran Kepala Perangkat Daerah, TP PKK Kabupaten Lumajang, Ketua GOW dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Ketua TP PKK Kecamatan, yang menunjukkan dukungan lintas sektor dalam menjaga dan memperkenalkan batik Lumajang.</p>



<p>“Setiap helai batik yang dipamerkan adalah simbol harmoni alam dan budaya. Mengajarkan kita untuk menghargai sejarah, estetika dan kearifan lokal. Tugas kita bersama adalah melestarikannya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” imbuhnya.</p>



<p>Dengan semangat Hari Batik Nasional, Dewi Natalia menegaskan bahwa batik Lumajang akan terus menjadi ikon identitas daerah dan kebanggaan masyarakat, sekaligus pengingat akan kekayaan budaya yang harus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226494</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aksi Tanam 150 Anggrek bersama Mahasiswa Baru, Wali Kota Wahyu Dorong Identitas Malang Kota Bunga</title>
		<link>https://memontum.com/aksi-tanam-150-anggrek-bersama-mahasiswa-baru-wali-kota-wahyu-dorong-identitas-malang-kota-bunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak sekitar 400 Mahasiswa Baru (Maba) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara, melakukan aksi tanam 150 Bunga Anggrek, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, Anggota DPRD Kota Malang, Indra Lesmana, Senin (15/09/2025) tadi. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 400 Mahasiswa Baru (Maba) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara, melakukan aksi tanam 150 Bunga Anggrek, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, Anggota DPRD Kota Malang, Indra Lesmana, Senin (15/09/2025) tadi.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu memberikan apresiasi terhadap upaya kampus dalam mendukung identitas Malang Kota Bunga (Makobu), sekaligus memperkuat komitmen menuju green campus. Terlebih, penanaman Bunga Anggrek tersebut menurutnya juga dapat memberi warna dan kesejukan bagi Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Melalui penanaman ini mungkin bisa mengembalikan Malang sebagai Malang Kota Bunga. Saya tertarik hari ini dan saya sampaikan apresiasi kepada mahasiswa baru yang menanam bunga anggrek. Tentu ini juga akan menjadikan Kota Malang lebih berwarna, termasuk lebih sejuk,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Apalagi, tambah Wali Kota Malang, kampus STIE Malang Kucecwara memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup dengan bangunan yang berimbang. Apabila semua perguruan tinggi di Kota Malang menerapkan hal seperti itu, maka menurutnya juga mendukung kualitas udara Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Karena kita Kota Malang kan sudah berhasil meraih penghargaan kota dengan udara terbersih, kalau perguruan tinggi menerapkan itu, tentu ini akan menjadi baik,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Wali Kota Wahyu juga berkomitmen merawat taman dan pulau jalan sebagai RTH. Bahkan, Pemkot Malang berencana menghidupkan kembali gerakan menanam pohon bagi mahasiswa di Malang, melalui kerja sama dengan forum rektor.</p>



<p>“Kalau semua perguruan tinggi punya komitmen seperti ini, Kota Malang akan semakin nyaman. Selain itu, pasar bunga Splindid juga akan kita maksimalkan sebagai pusat ikon bunga di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Direktur III STIE Malangkucecwara, Kadarusman, menyampaikan bahwa program penanaman anggrek tersebut sudah dimulai sejak sebelum pandemi. Namun sempat terhenti dan kini kembali dilanjutkan dengan melibatkan mahasiswa baru, dosen dan karyawan.</p>



<p>“Total ada 150 anggrek yang kita tanam hari ini. Dari 400 mahasiswa baru, setiap tiga orang membawa satu anggrek. Kami ingin berpartisipasi menjaga keasrian kota, sekaligus menghadirkan kampus yang ramah lingkungan. Dengan luas enam hektar, 50 persen area kampus adalah taman terbuka, yang menjadi paru-paru Kota Malang,&#8221; lanjut Kadarusman.</p>



<p>Di akhir, dikatakannya bahwa filosofi anggrek yang ditanam juga memberi pesan harapan bagi mahasiswa baru. “Anggrek itu lambang harapan besar. Kami ingin mahasiswa tumbuh, indah, dan bermanfaat, seperti anggrek yang terus hidup dan berkembang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Museum Daerah, Mas Dhito Ingin Pulangkan Prasasti Harinjing yang Jadi Identitas Cikal Bakal Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-museum-daerah-mas-dhito-ingin-pulangkan-prasasti-harinjing-yang-jadi-identitas-cikal-bakal-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[harinjing]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[pulangkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223106</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap Prasasti Harinjing asli dapat menjadi koleksi museum yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Prasasti Harinjing yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, itu sangat penting karena menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri. Saat ini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional, Jakarta. &#8220;Karena inti museum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap Prasasti Harinjing asli dapat menjadi koleksi museum yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Prasasti Harinjing yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, itu sangat penting karena menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri.</p>



<p>Saat ini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional, Jakarta. &#8220;Karena inti museum itu, ya Prasasti Harinjing yang asli. Nah, itu yang akan kita pikirkan bagaimana nanti memulangkan,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, seusai mengunjungi dan melihat pameran temporer pre launching museum, Rabu (18/06/2025) tadi.</p>



<p>Terkait koleksi museum nantinya, Mas Dhito berharap bisa ditata dengan memperhatikan storyline yang berurutan. Dalam hal ini, setiap ruang penyimpanan koleksi memiliki kerangka cerita tersendiri.</p>



<p>Sebagai tempat koleksi benda-benda bernilai sejarah, Mas Dhito menekankan pengamanan museum harus dilakukan ekstra. Pihaknya pun menyebut, pembangunan fisik museum tahun 2025 ini akan diteruskan untuk pagar museum.</p>



<p>&#8220;Museum ini harus menjadi salah satu tempat yang nantinya menjadi ikon Kabupaten Kediri,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menambahkan bahwa pameran kontemporer pre launching museum digelar pada 17 hingga 21 Juni 2025 mendatang. Dalam pameran tersebut, diakui hanya memajang sebagian kecil benda koleksi dan menjadi gambaran awal museum yang nantinya ditampilkan. Dari koleksi yang dipamerkan, salah satu yang menjadi masterpiece yakni kepala Bodhisatwa.</p>



<p>&#8220;Tahun kemarin (2024) kita telah membuat storyline. Artefak yang kita temukan itu disusun berdasarkan history dan dituangkan dalam DED (Detail Engineering Design),&#8221; urainya.</p>



<p>Dari pelaksanaan pameran selama satu pekan tersebut, diharapkan ada masukan yang muncul dan akan mendasari desain interior museum. Ditargetkan, DED museum tersebut dapat selesai tahun 2025 ini.</p>



<p>Mustika menyebut, museum yang berdiri dua lantai itu akan dioperasionalkan secara bertahap. Sesuai rencana lantai bawah mulai bisa dilakukan soft launching pada penghujung tahun dan 2026 dilanjutkan untuk lantai atas.</p>



<p>&#8220;Rencana kita akhir tahun ini bisa kita operasional kan untuk lantai bawah, tapi secara keseluruhan Insya Allah tahun depan,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223106</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Misterius di Kamar Losmen Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-perempuan-tanpa-identitas-ditemukan-tewas-misterius-di-kamar-losmen-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[losmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[misterius]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, ditemukan tewas di salah satu kamar Losmen Windu Kentjono di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (16/06/2025) sekitar pukul 00.05. Informasinya, saat ditemukan korban berada di atas kasur dengan wajah tertutup bantal dan ada kain di mulutnya. Informasi Memontum.com, bahwa korban datang ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, ditemukan tewas di salah satu kamar Losmen Windu Kentjono di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (16/06/2025) sekitar pukul 00.05. Informasinya, saat ditemukan korban berada di atas kasur dengan wajah tertutup bantal dan ada kain di mulutnya.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa korban datang ke losmen bersama seorang laki-laki (identitas belum diketahui) pada Minggu (15/06/2025) sekira pukul 23.00. Keduanya langsung memesan kamar No 11 dan segera masuk ke dalam kamar.</p>



<p>Laki-laki yang bersama korban, keluar dari kamar dan berpamitan kepada penjaga losmen untuk membeli makan, Senin (16/06/2025) sekitar pukul 00.03. Pintu kamar dibiarkan sedikit terbuka, dalam kondisi gelap. Mengetahui hal itu, penjaga losmen curiga hingga memanggil petugas kebersihan losmen, untuk bersama-sama melakukan pengecekan. Saat itulah, diketahui kalau korban sudah tidak bergerak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kejadian itu, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun hingga petugas bersama Tim Inafis Polresta Malang Kota, segera menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Jenazah korban kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSSA Malang, dengan status Mrs X.</p>



<p>Kapolsek Sukun, AKP Riyan Wahyuningtiyas melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Korban belum diketahui identitasnya. Kami masih menunggu hasil visumnya. Kami masih melakukan penyelidikan termasuk juga mencari identitas pria yang sebelumnya datang ke losmen bersama korban,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispendukcapil Kota Malang Terus Genjot Capaian Identitas Kependudukan Digital</title>
		<link>https://memontum.com/dispendukcapil-kota-malang-terus-genjot-capaian-identitas-kependudukan-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[capaian]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendukcapil]]></category>
		<category><![CDATA[genjot]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kependudukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) Malang, kini terus bertambah. Terbaru, yakni mencapai 54 ribu, dari target yang telah ditetapkan Dirjen Dukcapil yakni 160 ribu di tahun 2024 ini. Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari, menyampaikan jika data kenaikan tersebut terus bergerak dan dinamis. Apalagi, tiap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) Malang, kini terus bertambah. Terbaru, yakni mencapai 54 ribu, dari target yang telah ditetapkan Dirjen Dukcapil yakni 160 ribu di tahun 2024 ini.</p>



<p>Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari, menyampaikan jika data kenaikan tersebut terus bergerak dan dinamis. Apalagi, tiap harinya usia 17 tahun juga terus bertambah.</p>



<p>“Sebenarnya capaiannya ini agak susah. Karena data ini kan nambah terus, jumlah kependudukannya juga bertambah. Kami sekarang sudah mencapai 54 ribu dari target 160 ribu, sampai akhir tahun 2024 nanti. Memang agak sulit sebetulnya,” kata Lusi, Selasa (23/04/2024) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat mencapai target. Salah satunya, dengan mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap Organisasi Perangkat Daerah daerah (OPD) Kota Malang untuk mengaktivasi IKD nya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau ASN kami sudah melakukan perekaman di OPD-OPD, kan SE Wali Kota juga sudah ada, mewajibkan ASN dan Non ASN kalangan Pemkot Malang untuk IKD,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Namun, dikatakannya jika tidak semua ASN di Kota Malang merupakan warga Kota Malang. Sehingga, dimungkinkan jika ASN yang telah melakukan aktivasi IKD di Kota Malang tercatat di daerah asalnya.</p>



<p>“Cuma memang kan ASN ini tidak semua penduduk Kota Malang. Jadi kami sudah ke OPD, kadang seperempatannya penduduk luar kota. IKD nya juga tercatat di daerah asalnya. Kemudian juga dari mereka kan ada yang dinas luar, dan sebagainya, nah ini dimohon bisa ke Kantor Dispendukcapil Kota Malang. Karena kan tenaga kami terbatas untuk itu,” tuturnya.</p>



<p>Selain itu, upaya sosialisasi dan jemput bola pun juga terus dilakukan. Seperti mendatangi beberapa sekolah SMA hingga membuka layanan kependudukan di Mal.</p>



<p>“Kemarin waktu kita buka di Mal itu memperoleh 967 pemohon. Jadi memang brosurnya kita share tidak melayani kalau belum IKD. Jadi itu caranya menggenjot,” imbuh Lusi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Amal Bhakti, Pj Wali Kota Batu Sampaikan Terkait Netralitas dan Politik Identitas</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-amal-bhakti-pj-wali-kota-batu-sampaikan-terkait-netralitas-dan-politik-identitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bhakti]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Netralitas]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204036</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemkot Batu menggelar apel Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama, di halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Batu, Rabu (03/01/2024) tadi. Dalam pelaksanaan apel yang diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Kepala Kejaksanaan Negeri Batu, Kapolres Batu, Kepala BNN Kota Batu, Ketua MUI Kota Batu dan Kepala OPD di lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pemkot Batu menggelar apel Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama, di halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Batu, Rabu (03/01/2024) tadi. Dalam pelaksanaan apel yang diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Kepala Kejaksanaan Negeri Batu, Kapolres Batu, Kepala BNN Kota Batu, Ketua MUI Kota Batu dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengajak kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk meningkatkan spirit layanan kepada seluruh umat beragama.</p>



<p>&#8220;Tentunya, saya mengajak kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk meningkatkan spirit layanan kita kepada seluruh umat beragama,&#8221; terang Pj Wali Kota Aries.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sesuai amanat Menteri Agama RI, tambahnya, wujud dari membersamai umat yaitu dengan memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada seluruh umat beragama. &#8220;Oleh karena itu, mari kita wujudkan birokrasi yang melayani. Kita layani umat dengan senang hati, riang gembira dan penuh pengabdian,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota Aries juga menyampaikan terkait pelaksanaan Pemilu 2024 diminta ASN untuk menjaga netralitas. Tidak hanya itu, dirinya juga meminta untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 dari potensi penggunaan politik identitas. Terutama, identitas keagamaan.</p>



<p>&#8220;Kampanyekan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan politik identitas. Karena madharat nya sangat besar dan dapat berujung pada disintegrasi bangsa,&#8221; tegasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204036</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Permudah Layanan KTP, Dispendukcapil Kota Batu Maksimalkan Identitas Kependudukan Digital</title>
		<link>https://memontum.com/permudah-layanan-ktp-dispendukcapil-kota-batu-maksimalkan-identitas-kependudukan-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendukcapil]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kependudukan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[maksimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[permudah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198572</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Warga Kota Batu bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui aplikasi digital. Itu karena, pemerintah pusat melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu, telah membuat aplikasi KTP digital atau Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai kehabisan blangko KTP. Kepala Dispendukcapil Kota Batu, Wiwik Nuryati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Warga Kota Batu bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui aplikasi digital. Itu karena, pemerintah pusat melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu, telah membuat aplikasi KTP digital atau Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai kehabisan blangko KTP.</p>



<p>Kepala Dispendukcapil Kota Batu, Wiwik Nuryati, mengatakan bahwa warga di Kota Batu saat ini sudah ada 7.036 warga yang sudah memiliki KTP digital. Di mana, IKD tersebut bisa langsung diakses melalui pegawai untuk keperluan administrasi.</p>



<p>&#8220;Jadi, warga Kota Batu sekarang bisa membuat KTP digital melalui aplikasi IKD,&#8221; terangnya, di Balai Uji KIR Kota Batu, Kamis (21/09/2023) tadi.</p>



<p>Tidak hanya KTP, tambahnya, kemudahan administrasi tersebut juga bisa digunakan untuk kepengurusan surat kependudukan lain. Sehingga, nantinya untuk melakukan kebutuhan administrasi masyarakat, itu tidak perlu mengeluarkan secara fisik E-KTP. Cukup, yang ditunjukkan dalam bentuk digital saja.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;KTP digital atau IKD ini sudah diterapkan sejak akhir 2022 lalu. Kami terus sosialisasikan agar masyarakat segera mengaktifkan IKD, untuk kebutuhan dan memudahkan administrasi dalam berbagai hal. Dan, KTP digital ini juga bisa dicetak di Mall Pelayanan Publik tanpa dipungut biaya,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dalam aplikasi IKD ini, ujarnya, di dalamnya ada KTP dan KK. Bahkan, di aplikasi tersebut pemilik juga bisa melakukan tanda tangan digital. Serta, setiap aktifitas kepengurusan Adminduk juga akan tercatat historinya.</p>



<p>KTP digital ini, ujarnya, juga sebagai antisipasi ketika Dispendukcapil Kota Batu, kehabisan blangko E-KTP. Namun, di Kota Batu sendiri masih banyak tersedia blangko E-KTP. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, Kota Batu rutin mendapatkan blangko KTP dari provinsi maupun pemerintah pusat.</p>



<p>Bahkan pekan lalu, tambahnya, baru saja mendapat jatah blangko dari pemerintah pusat sebanyak 2 ribu blangko. Sedangkan dari provinsi, dapat 500 blangko setiap bulannya. Dan, ketika persedian banyak bisa mendapat 4 ribu blangko dari pusat.</p>



<p>Bahkan, ujarnya, rata-rata perhari pihaknya mencetak sekitar 100 E-KTP. Artinya, saat ini masih tersisa sekitar 3 ribu blangko E-KTP.&nbsp; Di sini, Dispendukcapil masih memiliki persedian hingga satu bulan atau 30 hari ke depan.</p>



<p>“Kami tegaskan, masyarakat Kota Batu yang ingin membuat permohonan E-KTP, tidak perlu panik. Karena, kami masih memiliki sekitar 3.000 blangko E-KTP,” paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198572</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
