<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>iklim, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/iklim/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Nov 2025 13:44:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>iklim, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelar Forum Aksi Iklim, Wali Kota Malang Ingatkan Pentingnya Keberlanjutan Kualitas Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-forum-aksi-iklim-wali-kota-malang-ingatkan-pentingnya-keberlanjutan-kualitas-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[iklim,]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[keberlanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228105</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, menggelar Forum Aksi Iklim dan Pembinaan Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) tahun 2025, Rabu (26/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum pemberian apresiasi kepada sejumlah RW yang dianggap berhasil mengimplementasikan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di lingkungannya. Wali Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, menggelar Forum Aksi Iklim dan Pembinaan Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) tahun 2025, Rabu (26/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum pemberian apresiasi kepada sejumlah RW yang dianggap berhasil mengimplementasikan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di lingkungannya.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pembinaan Proklim menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan kualitas lingkungan di Kota Malang. Dirinya juga menyerahkan penghargaan kepada RW yang meraih kategori utama, termasuk RW 02 Kelurahan Arjosari yang akan mewakili Kota Malang menerima penghargaan Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 1 Desember 2025 di Jakarta.</p>



<p>&#8220;Apresiasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kerja keras masyarakat. Mereka mendapatkan insentif Rp 15 juta per RW sebagai wujud dukungan pemerintah,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa kesadaran masyarakat berbasis peran serta di tingkat RW sangat menentukan keberlanjutan lingkungan. Terlebih, untuk Kota Malang yang menuju Kota Metropolitan.</p>



<p>&#8220;Tadi juga saya sampaikan untuk menjaga Kota Malang agar tetap menjadi lestari, maka perlu kesadaran masyarakat yang berbasis peran serta, jadi tidak hanya dari peran pemerintah saja, namun juga ada keterlibatan masyarakat yang ikut menjaga. Kami berharap nanti ini akan masif apabila memang Kota Malang akan menjadi metropolitan,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa program Proklim terus digelar setiap tahun dengan target minimal satu kampung Proklim di setiap kelurahan. Pada tahun 2025 ini, sudah ada 33 lokasi Proklim di Kota Malang, dengan lima RW berhasil meraih penghargaan kategori utama.</p>



<p>&#8220;Dari lima RW itu, satu diantaranya meraih kategori utama trophy, yakni RW 02 Kelurahan Arjosari, kemudian empat kategori utama lainnya yakni RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 Kelurahan Arjowinangun dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun,&#8221; kata Raymond.</p>



<p>Sebagai contoh, Raymond menyoroti aktivitas lingkungan di RW Arjowinangun, yang dinilai berhasil menggerakkan warganya melalui berbagai aksi nyata. Mulai dari penanaman pohon, pengembangan tanaman produktif seperti bunga telang, hingga pengelolaan sampah mandiri yang mampu menghasilkan pemasukan sekitar Rp 1 juta per bulan untuk komunitas RW.</p>



<p>&#8220;Lima RW yang mendapatkan penghargaan dari Wali Kota masing-masing menerima pembinaan Rp 15 juta. Untuk penghargaan utama tahun ini, akan kami usulkan untuk ke kategori Proklim Lestari pada 2026,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Raymond juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan para RW tersebut selaras dengan harapan Wali Kota untuk menjaga kesejukan Kota Malang, meski nantinya berstatus kota metropolitan. “Kalau masuk ke RW-RW tersebut, suasananya berbeda. Tetap sejuk, rapi dan tertata. Ini seperti membawa Malang kembali ke tempo dulu, tapi dengan wajah kota yang terus berkembang,&#8221; imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228105</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
