<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>industri 4.0 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/industri-4-0/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2021 14:17:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>industri 4.0 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunker Menteri KKP Saat Panen di Tambak MSF Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/kunker-menteri-kkp-saat-panen-di-tambak-msf-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 14:17:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Art Farming]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Petambak]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137021</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Situbondo merupakan program percontohan budidaya udang vaname dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melibatkan kaum milenial. Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), tambak milenial atau Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo,&#160;Jawa Timur.&#160; Berdasarkan keterangan Kepala BPBAP Situbondo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Situbondo merupakan program percontohan budidaya udang vaname dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melibatkan kaum milenial. Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), tambak milenial atau Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo,&nbsp;Jawa Timur.&nbsp;</p>



<p>Berdasarkan keterangan Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto, target produksi tambak MSF di Situbondo ini sebanyak 1,5 ton per kolam atau 30 ton per hektare per siklus. Nono menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mewujudkan usaha budidaya rakyat dalam bentuk klaster dengan skala ekonomi.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Minimal 60 unit kolam dengan 60 pembudidaya, dan hal itu diharapkan dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pembudidaya dengan pendapatan Rp 5 juta per bulan,&#8221; jelas Nono, Selasa (16/03) saat panen tambak milenial yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, BPBAP Situbondo juga membentuk kelembagaan usaha profesional (corporate farming) dimana shareholdernya adalah rakyat&nbsp;atau pembudidaya, yang tergabung dalam Koperasi, BUMDES dan Swasta Profesional.&nbsp;</p>



<p>MSF&nbsp;Situbondo ini menerapkan inovasi teknologi budidaya kolam bundar dengan diameter 20 m yang dapat dibongkar pasang dengan padat tebar mulai dari 250 ekor per meter persegi.&nbsp;</p>



<p>Lebih lanjut, Nono menjelaskan bahwa MSF Situbondo berinovasi melalui digitalisasi tambak yang meliputi penyediaan CCTV, pengukur kualitas air, automatic feeder serta ruang data.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Inovasi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berbasis industri 4.0, terdapat automatic feeder, water quality monitoring, nanobuble, oksigen murni yang dilengkapi aplikasi budidaya berbasis data atau smart farming,&#8221; terang Nono.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menegaskan bahwa konsep tambak milenial ini memiliki beberapa keunggulan dengan tetap&nbsp;memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan juga keberlanjutan usaha.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136637-2-ton-pupuk-urea-bersubsidi-dari-bondowoso-diamankan-di-tengah-jalan-berikut-pickup-oleh-polres-situbondo#ixzz6pHh6A1yn" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : 2 Ton Pupuk Urea Bersubsidi dari Bondowoso Diamankan di Tengah Jalan Berikut Pickup oleh Polres Situbondo</a></strong></p>



<p>&#8220;MSF ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya konstruksi lebih murah kalau dibandingkan dengan tambak konvensional, operasionalnya juga mudah, manajemen risikonya lebih rendah, sudah menerapkan digitalisasi data operasional, dan yang tak kalah penting, memperhitungkan keberlanjutan usaha dan lingkungan. Karena dalam satu klasternya harus memiliki unit pengolahan limbah,&nbsp;kolam tandon dan juga kolam sedimentasi,&#8221; urai Dirjen Slamet.</p>



<p>Program tambak milenial tersebut sejalan dengan program Menteri Trenggono, yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Diperlukan pengembangan perikanan budidaya yang didukung kajian ilmiah dan perencanaan bisnis yang matang.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Seperti kita ketahui, perikanan budidaya mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. KKP mendapat mandat untuk mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, sebanding dengan potensi yang dimiliki,&#8221; ujar Menteri Trenggono.&nbsp;</p>



<p>Menteri Trenggono juga memaparkan bahwa KKP fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut.&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, komoditas udang dipilih menjadi prioritas berdasarkan data ekspor periode 2020. Diketahui, volume ekspor udang Indonesia mencapai 239.227 ton, dengan nilai US$2,04 miliar.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Diperlukan para kaum milenial yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi terutama dalam dunia industri 4.0. Kita ini punya potensi besar, sehingga perlu kita libatkan kaum milenial untuk mengenal dan terjun langsung dalam dunia akuakultur,&#8221; terang Trenggono.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, BPBAP Situbondo senantiasa berupaya mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, serta bertekad untuk mencetak semakin banyak petambak milenial yang diharapkan akhirnya dapat terus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar dan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng Tim Dosen Polinema, Gelar Penelitian Tentang 3D Printing</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-tim-dosen-polinema-gelar-penelitian-tentang-3d-printing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 09:07:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Negeri Malang]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134034</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Berawal dari mimpinya untuk membuat sebuah kapal renewable energy, Dr. Budhy Setiawan, BSEET, MT, menggandeng tim dosen Polinema (Politeknik Negeri Malang) melakukan penelitian tentang 3D printing. 3 Dimensi (3D) printing sendiri, merupakan salah satu teknologi utama yang dapat menopang perkembangan sistem industri 4.0. Printer 3D merupakan mesin yang dapat membuat objek nyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Berawal dari mimpinya untuk membuat sebuah kapal renewable energy, Dr. Budhy Setiawan, BSEET, MT, menggandeng tim dosen Polinema (Politeknik Negeri Malang) melakukan penelitian tentang 3D printing. 3 Dimensi (3D) printing sendiri, merupakan salah satu teknologi utama yang dapat menopang perkembangan sistem industri 4.0. Printer 3D merupakan mesin yang dapat membuat objek nyata dari desain 3D dengan menggunakan software computer-aided design (CAD).</p>
<p>“Pada umumnya, volume 3D printing berukuran kecil. Pada penelitian ini, kami membuat dengan volume yang besar yaitu 2Mx2Mx2M dan sudah berhasil. Penelitian ini merupakan salah satu inovasi di POLINEMA dan melalui teaching factory, alat ini dapat diproduksi untuk internal POLINEMA dan nantinya juga bisa diproduksi secara masal oleh POLINEMA,” kata Dosen Jurusan Teknik Elektro ini, Kamis (04/02) tadi.</p>
<p><strong>Baca Juga : <a href="https://memontum.com/133990-kedungkandang-berpotensi-menjadi-ibu-kota-malang-kedua">Kedungkandang Berpotensi Menjadi Ibu Kota Malang Kedua</a></strong></p>
<p>Bahan baku pembuatan produk 3D, saat ini memanfaatkan bahan hasil daur ulang plastik wadah pelumas yang kedepannya bisa dikembangkan menggunakan bahan baku logam.<br />
Penelitian yang awalnya melibatkan 12 mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika jenjang D-IV dan Magister Terapan ini, dimulai pada Januari 2020. Saat ini, beberapa mahasiswa tersebut telah lulus dan dilanjutkan oleh adik kelasnya.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi para mahasiwa yang antusias dan giat belajar tentang 3D printing. Mereka awalnya tidak mengenal 3D printing, kemudian dilaksanakan pelatihan terkait 3D printing selama 4 hari. Para mahasiswa itu telah dibagi bidang penelitiannya, sehingga untuk mendalami ilmunya mereka mencari informasi di internet dan pada saat pelatihan mereka wajib mempunyai 5 pertanyaan,” ujar Dr. Dr. Budhy Setiawan, BSEET, MT.</p>
<p>Selain 3D printing, penelitian yang juga dilakukan oleh dosen JTE ini adalah tentang Desain dan Kontrol Ekstruder Plastik HDPE untuk Pencetakan 3D dengan Metode Pengumpanan Pelet Plastik. Kedua penelitian ini sudah terbit di IOP pada pelaksanaan ATASEC 2020, telah mendapatkan HAKI dan akan dipatenkan pada tahun 2021.</p>
<p>“Negara kita memiliki wilayah laut yang luas. Kami berharap, melalui penelitian ini, mimpi kami untuk membuat kapal renewable energy bisa terwujud dan dapat membantu kebutuhan nelayan di Indonesia,” paparnya. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134034</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prasmul Road Show, Bekali Jiwa Bisnis Generasi Muda Malang</title>
		<link>https://memontum.com/prasmul-road-show-bekali-jiwa-bisnis-generasi-muda-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2019 23:38:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Road Show]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Prasetiya Mulya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/94169-prasmul-road-show-bekali-jiwa-bisnis-generasi-muda-malang/</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Era industri 4.0 mau tidak mau harus dihadapi, khususnya generasi Z yang dalam waktu dekatnakan menjadi pelaku industri di masa depan. Namun generasi muda perlu adanya pengarahan agar nantinya di era industri mereka mampu menjadi para pelaku usaha handal dalam memanfaatkan peluang bisnis. Oleh karena itu, dalam Road Show Prasmul (Universitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Era industri 4.0 mau tidak mau harus dihadapi, khususnya generasi Z yang dalam waktu dekatnakan menjadi pelaku industri di masa depan. Namun generasi muda perlu adanya pengarahan agar nantinya di era industri mereka mampu menjadi para pelaku usaha handal dalam memanfaatkan peluang bisnis.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam Road Show Prasmul (Universitas Prasetiya Mulya) di Kota Malang, Sabtu (28/9/2019) siang, Prasmul mengundang siswa siswi sekolah setingkat SMA untuk mengikuti seminar prospek karier generasi Z di Hotel Atria Kota Malang.</p>
<p>Menurut keterangan Fredy Utama MM, Faculty Member (Dosen) Universitas Prasetia Mulya menjelaskan bahwa Era disrupsi teknologi masa kini membawa dampak yang menyeluruh di berbagai sektor kehidupan manusia.</p>
<p>&#8220;Dalam waktu singkat, muncul berbagai kecanggihan aplikasi yang tentunya banyak mempengaruhi proses kerja di industri dan bisnis. Saat ini, kita bisa melihat perusahaan rintisan yang sedang bermunculan di Indonesia, jumlahnya cepat meningkat, bahkan beberapa start up anak bangsa berhasil melonjak dengan status decacorn yang nilai valuasinya lebih dari USD 10 miliar,&#8221; ujar Fredy.</p>
<p>Dalam seminar ini Prasmul akan memberikan gambaran mengenai karier yang akan berprospek di masa depan. Selain itu, peserta juga dapat mengikuti konseling peminatan program studi dengan dosen pengajar, sharing session dengan alumnus dan mahasiswa berprestasi, showcase produk inovasi mahasiswa hingga pendaftaran untuk tes seleksi masuk S1.</p>
<p>Turut hadir juga Eko Ariawan, M.M selaku Faculty Member Universitas Prasetiya Mulya, Ha Kwon Chung (Zone Manager &#8211; International Market, Traveloka) sebagai alumnus S1 dan Filivi D. Wanwol (Peraih Beasiswa Bakti Indonesia) sebagai mahasiswa aktif untuk mengenalkan Universitas Prasetiya Mulya lebih dekat kepada para calon mahasiswa beserta orang tua.</p>
<p>&#8220;Universitas Prasetiya Mulya sebagai institusi pendidikan tinggi yang sudah didirikan sejak tahun 1982, mendedikasikan pelayanannya untuk pemajuan dunia usaha Indonesia. Sampai saat ini, sudah lebih dari 9.000 lulusan sebagai entrepreneur maupun profesional muda dan berkontribusi di industri skala nasional hingga internasional,&#8221; ujar Fredy.</p>
<p>Hal itu dikarenakan Prasmul memang mengutamakan pembelajaran untuk memajukan wirausaha Indonesia. Bahkan Universitas Prasmul yang terletak di Tangerang ini memiliki jurusan yang tidak biasa dalam perkuliahan.</p>
<p>Diantaranya yakni S1 Branding dan S1 Bisnis. Dimana para mahasiswanya harus memiliki ide-ide cemerlang, prototyping hingga sampai bisnisnya jalan. Bahkan saat skripsi mahasiswa harus sampai projek bisnisnya menjasi riil.</p>
<p>&#8220;Saat ini kami memotivasi adik-adik untuk berfikir karena tehnologi terus berkembang. Apa yang harus mereka siapkan setelah lulus. Harus memperkembangkan kreatifitasnya, harus multitasking. Bagaimana peluang kerja untuk generasi Z dalam beberapa tahun ke depan? Penguasaan kolaborasi ilmu sains, teknologi, dan bisnis menjadi penting, khususnya bagi generasi Z yang dalam waktu dekat akan menjadi pelaku industri di masa depan,&#8221; ujar Fredy.</p>
<p>Untuk menjadikan para pelaku usaha berjaya di masa depan, Prasmul memiliki jurusan perkuliahan yang menunjang dalam perkembangan bisnis. Diantaranya S1 bisnis, S1 Branding, S1 Event, S1 Accounting, S1 Finance and Banking, S1 internasional Busines Law dan beberapa jurusan lainnya juga S1 Food Business Technologi. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94169</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polinema Bedah Pentingnya Industri Bahasa dalam Era Industri 4.0</title>
		<link>https://memontum.com/polinema-bedah-pentingnya-industri-bahasa-dalam-era-industri-4-0</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2019 13:36:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91590-polinema-bedah-pentingnya-industri-bahasa-dalam-era-industri-4-0</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kembali, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2019 bertemakan Industri Bahasa dalam Era Industri 4.0, di Gedung Teknik Sipil Polinema lantai 8, Sabtu (31/8/2019) pagi. Acara yang diinisiasi oleh UPT Bahasa Polinema ini diikuti ratusan peserta dari beberapa kampus di berbagai daerah di Indonesia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Kembali, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2019 bertemakan Industri Bahasa dalam Era Industri 4.0, di Gedung Teknik Sipil Polinema lantai 8, Sabtu (31/8/2019) pagi. Acara yang diinisiasi oleh UPT Bahasa Polinema ini diikuti ratusan peserta dari beberapa kampus di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Tampil sebagai para pembicara, diantaranya Ex-Netflix Regional Language Manager, Ade Indarta, SS, MBA, memaparkan Audiovisual Traslation and its trend; Penerjemah tingkat internasional, Dr. Dany Susanto, dari Universitas Indonesia, memaparkan Prospek Penjurubahasaan Konferensi di Indonesia; Direktur Language Center UMM, Dr Masduki, MPd, memaparkan TAEP A Made In Indonesia English Test; yang dipandu oleh Kaprodi D-3, Bahasa Inggris Polinema, Dr Sugeng Hariyanto, MPd dan Kaprodi D-4 Bahasa Inggris Polinema, Siti Rohani, PhD.</p>
<p><div id="attachment_91592" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-91592" decoding="async" class="size-full wp-image-91592" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0532-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Peserta menyimak materi yang dipaparkan. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0532-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0532-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0532-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0532-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0532-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-91592" class="wp-caption-text"><strong>Peserta menyimak materi yang dipaparkan. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Kepala UPT Bahasa Polinema Lia Agustina, mengatakan dalam menghadapi revolusi 4.0, perusahaan besar memiliki banyak pertimbangan dalam merekrut tenaga kerja. Diantaranya kriteria memiliki keterampilan sosial, peka dan mampu melakukan negosiasi, memiliki jiwa entrepreneurship, menguasai bahasa asing dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Prioritas industri tentunya calon pekerja yang memiliki banyak kecakapan. Seperti kemampuan menganalisa, menguasai teknologi, mampu berkomunikasi, kemampuan membaca data, menganalisis dan mengakses informasi di dunia digital. Dimana bahasa pengantar dan komunikasinya masing-masing berbeda sesuai kriteria industrunya. Peran penerjemah, ahli bahasa, dan yang berkaitan dengan bahasa berperan penting sebagai pengambilan keputusan,&#8221; beber Lia.</p>
<p>Lia berharap dengan terselenggaranya seminar nasional industri bahasa, para pengajar, peneliti dan praktisi saling bertukar ide dalam menghadapi budaya baru. &#8220;Kami juga berharap bisa muncul banyak inovasi agar memberi dampak terhadap pengajaran bahasa,&#8221; harapnya.</p>
<p><div id="attachment_91591" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-91591" decoding="async" class="size-full wp-image-91591" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0535-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Pemberian cenderamata kepada para pemateri. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0535-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0535-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0535-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0535-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG_0535-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-91591" class="wp-caption-text"><strong>Pemberian cenderamata kepada para pemateri. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Sementara itu, Wakil Direktur II Polinema, Dr Eng Anggit Murdani, ST., MEng. berharap seminar bahasa kali ini mampu memberikan inspirasi kepada para peneliti bahasa. Sekaligus ajang untuk sharing dan bertukar pengetahuan. Sehingga tercipta inovasi pengajaran bahasa yang efektif.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan momen yang sangat berharga dalam bidang bahasa sebagai satu media. Tujuannya untuk melengkapi apa yang didapat dalam penelitian. Sharing ilmu disini untuk meningkatkan kualitas penelitian kita,&#8221; terang Anggit, didampingi Dr Sugeng Hariyanto, MPd.</p>
<p>Menurutnya, pertemuan para akademisi dan peneliti bahasa akan menciptakan atmosfer yang sangat bagus, dimana arahnya bisa saling mensitasi kerja masing-masing.</p>
<p>&#8220;Karena SNIB (Seminar Nasional Industri Bahasa) ini merupakan bentuk manifestasi dari berbagai kampus di berbagai daerah. Ada yang dari Manado, Banjarmasin, Medan dan beberapa kampus di Jawa dan Jakarta,&#8221; tandas Anggit.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Dany Susanto menyampaikan, meski menguasai bahasa, ada kalanya alpa mengingat situasi dan kondisinya.</p>
<p>&#8220;Etikanya, dalam suatu konferensi atau seminar, menggunakan bahasa baku yang sesuai EYD. Namun, kadangkala dalam pengucapan di luar teks, masih menggunakan kalimat ambigu. Misal, ketika menyatakan setuju, ada yang nyeletuk &#8220;bungkus&#8221;. Padahal maksudnya becanda yang menyatakan setuju. Itu yang harus kita ingatkan,&#8221; papar pria yang menguasai 8 bahasa internasional ini. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91590</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
