<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Industrialisasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/industrialisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jun 2025 13:34:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Industrialisasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kembangkan Ekosistem Industrialisasi Beras Biofortifikasi, Banyuwangi Jadi yang Pertama di Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/kembangkan-ekosistem-industrialisasi-beras-biofortifikasi-banyuwangi-jadi-yang-pertama-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[biofortifikasi,]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Industrialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223171</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu lumbung padi nasional, secara konsisten terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Bahkan kini, Banyuwangi menjadi daerah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan ekosistem industrialisasi beras biofortifikasi secara menyeluruh dari hulu ke hilir, melalui produk unggulan bernama Sun Rice of Java Banyuwangi atau Sunwangi. Beras biofortifikasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu lumbung padi nasional, secara konsisten terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Bahkan kini, Banyuwangi menjadi daerah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan ekosistem industrialisasi beras biofortifikasi secara menyeluruh dari hulu ke hilir, melalui produk unggulan bernama Sun Rice of Java Banyuwangi atau Sunwangi.</p>



<p>Beras biofortifikasi sendiri, merupakan beras bernutrisi hasil budidaya benih padi yang telah ditingkatkan kandungan gizinya. Mengandung aneka vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi dan zinc. Beras biofortifikasi tersebut diberi nama Sun Rice of Java Banyuwangi atau yang lebih dikenal dengan nama Sunwangi.</p>



<p>&#8220;Kalau dari sisi pemerintahan, Pemkab Banyuwangi menjadi satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan ekosistem industrialisasi beras biofortifikasi dari hulu ke hilir,&#8221; kata CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra, Jumat (20/06/2025) tadi. Ekosistem Sunwangi sendiri, merupakan kolaborasi multipihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, perbankan, swasta dan petani. Pemkab Banyuwangi sebagai orkestrator, Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pengembang benih biofortifikasi dan mitra riset, Pandawa Agri Indonesia (PAI) penyedia inovasi dan teknologi pertanian regeneratif, Danone Indonesia sebagai mitra keberlanjutan dan pemenuhan gizi, Bulog sebagai off-taker nasional, Bank Indonesia sebagai pendukung pembiayaan inklusif, serta ratusan petani sebagai pelaku utama.</p>



<p>&#8220;Ekosistem Sunwangi melakukan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir. Di sisi hulu, dilakukan mulai dari pemilihan benih padi biofortifikasi unggul, budidaya dan pendampingan pada petani,&#8221; jelas Kukuh.</p>



<p>Benih biofortifikasi yang digunakan saat ini ada pada varietas IPB 9G dan IPB 15S, yang terbukti kaya akan kandungan mikronutrien dan tahan terhadap perubahan iklim maupun serangan hama. Namun, ekosistem ini juga terbuka untuk pengembangan dan uji coba varietas biofortifikasi lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama proses budidaya, para petani didampingi oleh Tim Teknis PAI melalui pendekatan PPAI Teknologi yang mencakup intervensi di 10 tahapan budidaya padi. Pendekatan ini membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan input dan ketahanan terhadap perubahan iklim.</p>



<p>Selain itu, budidaya Sunwangi mengusung prinsip Low Carbon Agriculture. Sehingga, rendah emisi, ramah lingkungan dan menghasilkan produk akhir yang memiliki dampak positif terhadap pencegahan stunting pada bayi.</p>



<p>&#8220;Di sisi hulu saat panen tiba, beras langsung diserap oleh Bulog dengan harga yang menguntungkan,&#8221; lanjut Kukuh.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa ekosistem industrialisasi ini berbasis kolaborasi, teknologi dan data. Selain menghasilkan beras bernutrisi berkualitas yang harganya terjangkau, ekosistem ini juga turut mengedukasi dan meningkatkan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Petani Banyuwangi tidak hanya mendapat ilmu penerapan teklonogi pertanian dari yang kompeten di bidangnya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka karena padi yang dihasilkan langsung diserap oleh Bulog dengan harga yang sesuai,&#8221; kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223171</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Gelaran Pineapple Festival 2023, Bupati Kediri Sampaikan Fokus Hilirisasi dan Industrialisasi Nanas</title>
		<link>https://memontum.com/buka-gelaran-pineapple-festival-2023-bupati-kediri-sampaikan-fokus-hilirisasi-dan-industrialisasi-nanas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Industrialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188065</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Gelaran Pineapple Festival 2023, resmi dibuka. Event tahunan yang sempat vakum selama pandemi, ini dilaksanakan di Rest Area Gunung Kelud (pintu tiket masuk wisata Gunung Kelud, red) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, mulai 06 hingga 07 Mei 2023. Pada gelaran hari pertama ini, dilaksanakan aneka lomba. Seperti, pameran olahan dan edukasi terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Gelaran Pineapple Festival 2023, resmi dibuka. Event tahunan yang sempat vakum selama pandemi, ini dilaksanakan di Rest Area Gunung Kelud (pintu tiket masuk wisata Gunung Kelud, red) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, mulai 06 hingga 07 Mei 2023.</p>



<p>Pada gelaran hari pertama ini, dilaksanakan aneka lomba. Seperti, pameran olahan dan edukasi terkait budidaya nanas. Sementara Minggu (07/05/2023) besok, akan menjadi puncak acara yakni diselenggarakan Pawai tumpeng nanas, Fashion pineapple carnival dan Gerebek nanas.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Anang Widodo, menjelaskan ada beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh Mas Bupati Dhito, melalui adanya Festival nanas tahun 2023 ini. Pesan utama, bahwa Kabupaten Kediri memiliki potensi budidaya nanas yang cukup besar.</p>



<p>&#8220;Berdasar tahun 2022, luasan budidaya nanas di Kabupaten Kediri sebesar 2.578 hektar. Terdiri dari empat varietas yakni queen, simplex, pasir kelud dan semut kayen,&#8221; jelas pria yang hadir dengan mengenakan topi dari serat nanas ini.</p>



<p>Baca juga:</p>



<p></p>



<p>Dijelaskan oleh Nanang, Masbup Dhito fokus pada hilirisasi dan industrialisasi nanas. Arahannya, agar Nanas Kabupaten Kediri selain dijual dalam bentuk buah, harus dioptimalkan dalam bentuk produk turunan olahan nanas. Sehingga, memberi nilai tambah bagi warga masyarakat.</p>



<p>&#8220;Harapan kami, sebenarnya kegiatan ini selain bisa menghibur juga menggali kreatifitas potensi khususnya produk varian nanas. Lewat pameran yang digelar hari ini, muncul kreatifitas hasil olahan dan muncul potensi baru terkait produk turunan buah nanas. Ada pie nanas,dodol, jenang natadepinas, bolunanas, sari nanas madumongso nanas, juga produk fashion serat nanas,” imbuh Anang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pesan Masbup, yaitu pada Agustus saat bandara first landing, produk nanas harus menjadi sajian utama dari Kabupaten Kediri. Sekaligus, menjadi ikon dan memberikan pesan bahwa belum ke Kediri kalau belum membawa pulang produk nanas.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188065</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
