<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>inspiratif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/inspiratif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 09:39:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>inspiratif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Anugerahkan 9 Perempuan Inspiratif di Hari Kartini 2026</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-anugerahkan-9-perempuan-inspiratif-di-hari-kartini-2026</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkot-malang-anugerahkan-9-perempuan-inspiratif-di-hari-kartini-2026#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[anugerahkan]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231845</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 112 dan Hari Kartini 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan penghargaan kepada sembilan perempuan inspiratif, Selasa (21/04/2026) tadi. Penghargaan tersebut, menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa para penerima penghargaan dipilih karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 112 dan Hari Kartini 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan penghargaan kepada sembilan perempuan inspiratif, Selasa (21/04/2026) tadi. Penghargaan tersebut, menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa para penerima penghargaan dipilih karena dedikasi dan karya nyata yang telah memberi dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, perempuan inspiratif tersebut menunjukkan keteladanan melalui kerja keras, kegigihan, serta komitmen dalam berbagai bidang sosial.</p>



<p>“Mereka fokus, gigih dan tidak kenal lelah. Bahkan ada yang harus meninggalkan keluarga demi memperjuangkan pemberdayaan masyarakat, mulai disabilitas, UMKM hingga pemberdayaan sosial. Itu luar biasa,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perempuan lain di Kota Malang, agar terus berkembang dan berdaya. Dalam momentum Hari Kartini 2026, Wali Kota Wahyu juga memaknai tema nasional Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju, sebagai bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Perempuan tidak tinggal diam. Ketika perempuan diberdayakan, maka keluarga menjadi sejahtera dan Indonesia bisa maju,” katanya</p>



<p>Meski begitu, Wali Kota Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemkot Malang dalam upaya pemberdayaan perempuan. Salah satunya, adalah masih adanya perempuan yang memiliki potensi, namun belum sepenuhnya tersentuh program pemberdayaan.</p>



<p>“Kita masih punya tanggung jawab besar. Ada perempuan yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi karena keterbatasan belum bisa diberdayakan secara optimal. Ini menjadi PR bersama,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan perempuan inspiratif merupakan amanat regulasi nasional, sebagaimana tertuang dalam kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. &#8220;Ini merupakan amanat Undang-Undang Permen PPA Tahun 2021, bahwa memang daerah kabupaten atau kota juga diminta untuk memberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan yang berdedikasi dalam rangka membangun pembangunan di daerah,&#8221; ucap Donny.</p>



<p>Menurutnya, para penerima penghargaan dipilih berdasarkan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan daerah, khususnya pada bidang ketahanan keluarga, pemberdayaan disabilitas, serta perlindungan perempuan dan anak. “Mereka aktif melakukan pendampingan masyarakat dan memberikan inspirasi positif bagi perempuan lainnya,” imbuh Donny. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkot-malang-anugerahkan-9-perempuan-inspiratif-di-hari-kartini-2026/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Makan Siang bersama WBP LPP Kelas IIA Malang, Menteri Imipas Sampaikan Pesan Inspiratif</title>
		<link>https://memontum.com/makan-siang-bersama-wbp-lpp-kelas-iia-malang-menteri-imipas-sampaikan-pesan-inspiratif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[imipas]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224438</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, mengkunjungi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang, Selasa (29/07/2025) tadi. Dalam kunjungannya itu, Menteri Agus juga menyempatkan diri untuk makan siang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Di momen itu, Menteri Agus juga menikmati menu yang sama dengan WBP. Bahkan, Menteri Agus juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, mengkunjungi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang, Selasa (29/07/2025) tadi. Dalam kunjungannya itu, Menteri Agus juga menyempatkan diri untuk makan siang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).</p>



<p>Di momen itu, Menteri Agus juga menikmati menu yang sama dengan WBP. Bahkan, Menteri Agus juga berbagi cerita dan canda, sambil memberikan motivasi kehidupan kepada para WBP.</p>



<p>Termasuk, juga menyampaikan pesan inspiratif dengan mengajak seluruh warga binaan untuk tidak menyerah pada keadaan. “Tuhan tidak akan mengangkat seseorang tanpa ujian yang berat,” ujarnya memberi semangat.</p>



<p>Dalam sesi tanya jawab, Menteri Agus menegaskan bahwa remisi dasawarsa tetap menjadi hak bagi warga binaan yang aktif dalam kegiatan pembinaan, termasuk petugas Linmas di dalam Lapas. Pernyataan ini, disambut antusias sebagai bentuk keadilan dan kepastian hukum bagi mereka yang tengah menjalani masa pidana dengan aktif dan positif.</p>



<p>Menteri Agus juga menyempatkan diri mengunjungi para ibu dan anak yang berada di dalam LPP Malang. Termasuk, meninjau hasil karya warga binaan seperti kerajinan, batik dan produk makanan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata apresiasi terhadap program pembinaan kemandirian di Lapas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya sempatkan berkomunikasi dengan WBP wanita. Ada beberapa hal yang kami bicarakan, salah satunya terkait remisi. Mudah-mudahan dengan apa yang kita komunikasikan tadi, bisa membuat motivasi kepada mereka (WBP) dan nantinya siap kembali ke masyarakat dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga berpesan kepada para Kalapas dan Karutan, untuk semakin optimal memberikan program kemandirian WBP. &#8220;Pelatihan-pelatihan kepada WBP harus selalu dioptimalkan agar nantinya mereka benar-benar siap kembali ke masyarakat. Sejauh ini cukup baik, meskipun kondisi terbatas dan over kapasitas, para Kalapas dan Karutan tetap selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada WBP,&#8221; urainya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Malang, Yunengsih, mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan ini. “LPP Malang menjadi Lapas perempuan pertama yang dikunjungi Pak Menteri untuk makan siang bersama warga binaan. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mencetak pribadi yang mandiri dan lebih baik,” ujarnya.</p>



<p>Kunjungan ini, pun menjadi simbol kuat bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tapi juga membangun masa depan dan memberikan harapan baru bagi setiap insan di balik jeruji. &#8220;Tadi Pak Menteri berharap, warga binaan lebih produktif dengan pelatihan-pelatihan kemandirian yang ada untuk menjadi bekal ketrampilan saat sudah kembali kemasyarakat,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224438</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Usulkan Dua Tokoh Inspiratif untuk Menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional 2025</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-usulkan-dua-tokoh-inspiratif-untuk-menerima-apresiasi-kalpataru-lestari-nasional-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Kalpataru]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222208</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menunjukan komitmen jangka panjang dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang resmi mengusulkan dua tokoh inspiratif peraih penghargaan Kalpataru untuk menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kedua tokoh tersebut, yaitu Kelompok Pelestari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menunjukan komitmen jangka panjang dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang resmi mengusulkan dua tokoh inspiratif peraih penghargaan Kalpataru untuk menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>



<p>Kedua tokoh tersebut, yaitu Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam (KPSA) Kalijambe, pelestari hutan bambu di Candipuro dan Sucipto, penggagas Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Keduanya, dinilai tidak hanya konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas serta menjadi model penggerak partisipasi masyarakat.</p>



<p>“Kita tahu bersama, baik KPSA Kalijambe maupun Pak Sucipto telah memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan. KPSA aktif merawat ekosistem hutan bambu yang menjaga debit air dan mencegah longsor. Sementara Pak Sucipto, mengembangkan energi terbarukan berbasis mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik warga,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, Senin (19/05/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apresiasi Kalpataru Lestari, ujarnya, adalah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada para penerima Kalpataru terdahulu yang terus berkarya dan menjaga semangat pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Syarat utama penerima, antara lain adalah keberlanjutan aksi, dampak positif terhadap ekologi dan ekonomi lokal, jejaring kemitraan serta keterlibatan generasi muda.</p>



<p>Gunawan menegaskan, bahwa Lumajang tidak sekadar mengusulkan, tetapi membawa pesan penting tentang keteladanan, keberlanjutan dan inovasi lokal yang layak mendapat panggung nasional. “Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas semangat tanpa henti para pejuang lingkungan. Mereka adalah contoh bahwa perubahan tidak harus dimulai dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari akar rumput, dari desa-desa dan menjadi nyala inspirasi bagi daerah lain,” imbuhnya.</p>



<p>KPSA Kalijambe telah menjaga ekosistem hutan bambu selama lebih dari satu dekade. Peran mereka tidak hanya ekologis, tapi juga ekonomis menghidupi masyarakat melalui produk-produk bambu ramah lingkungan dan edukasi konservasi untuk anak-anak sekolah.</p>



<p>Sementara itu, PLTMH yang digagas Sucipto bukan hanya menerangi rumah warga, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis energi terbarukan. Usulan ini, merupakan upaya DLH Lumajang untuk mengangkat praktik-praktik baik yang terbukti membangun ketahanan lingkungan dan sosial secara simultan. Di tengah krisis iklim global, kisah KPSA dan Sucipto mengingatkan bahwa solusi-solusi berdaya guna bisa tumbuh dari lokalitas, dari gotong royong dan dari kesadaran kolektif untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222208</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif Cak Kun Atas Inovasi Sigaling Sabet Predikat Local Hero Terbaik Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-inspiratif-cak-kun-atas-inovasi-sigaling-sabet-predikat-local-hero-terbaik-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[predikat]]></category>
		<category><![CDATA[sigaling]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215099</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Seorang warga Kabupaten Trenggalek berhasil menerima anugerah sebagai Juara 1 Local Hero Award, yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim dalam rangka menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-69. Piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, diserahkan dalam sebuah seremonial di Gedung Mahameru Polda Jatim yang dihadiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Seorang warga Kabupaten Trenggalek berhasil menerima anugerah sebagai Juara 1 Local Hero Award, yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim dalam rangka menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-69. Piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, diserahkan dalam sebuah seremonial di Gedung Mahameru Polda Jatim yang dihadiri oleh seluruh jajaran Satlantas se Jawa Timur.</p>



<p>Adalah Soegeng Koencahyo, warga Kelurahan Sumbergedong, Kabupaten Trenggalek, dengan inovasinya ambulans keliling yang diberi nama Sigaling. Nampaknya, inovasi itu benar-benar menyentuh dan menjadi kesan tersendiri bagi tim juri.</p>



<p>Berawal dari tahun 2016 yang lalu, Cak Kun-sapaan akrabnya mengalami kecelakaan tragis. Dari peristiwa itu, Cak Kun dinyatakan mengalami gegar otak dan harus dilakukan operasi pada bagian kepala.</p>



<p>Kondisi tersebut, membawa trauma tersendiri bagi seorang Cak Kun. Berangkat dari situ, Cak Kun kemudian tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Saat kebetulan ada lelang sebuah kendaraan ambulans dari pemerintah, dirinya kemudian berupaya keras untuk bisa mendapatkan mobil tersebut.</p>



<p>Hal ini bukan perkara mudah. Cak Kun hanyalah seorang warga biasa yang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari lebih banyak mengandalkan hasil dari berjualan alen-alen (jajanan Khas Trenggalek, red). Namun sepertinya tekad kuat itu seolah tak terbendung.</p>



<p>Setelah melalui berbagai pertimbangan, ambulans itu pun berhasil ia dapatkan. Meski konsekuensi yang ia hadapi adalah harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengangsur cicilan setiap bulan. Seiring berjalan waktu, ambulan itu kemudian diberi nama Sigaling yang merupakan akronim dari Siaga Lingkungan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari Sigaling inilah, kemudian dirinya berupaya membantu masyarakat sekitar. Tak sedikit warga yang sangat merasa terbantu. Siapapun yang memang memerlukan pertolongan darurat bisa memanfaatkan Sigaling. Mulai dari korban kecelakaan lalu lintas hingga warga yang sakit dan membutuhkan kendaraan untuk ke rumah sakit.</p>



<p>Semua dibantu dengan ikhlas dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Warga cukup mengganti BBM yang digunakan agar saat dibutuhkan oleh warga yang lain tidak sampai kehabisan bensin di tengah jalan.</p>



<p>Berangkat dari kisah ini, maka tak heran jika kemudian seorang Cak Kun diganjar penghargaan dengan meraih predikat terbaik dalam ajang Local Hero Award oleh Polda Jatim.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta, sangat mengapresiasi sekaligus bangga terhadap sosok Cak Kun yang dengan kegigihan dan tanpa pamrih banyak membantu masyarakat di lingkungannya. “Tentu kita semua sangat bangga bahwa perjalanan hidup seorang Cak Kun ini bisa menginspirasi semua orang untuk selalu berbuat kebaikan dan membantu sesama,&#8221; kata Kapolres Trenggalek, Senin (07/10/2024) tadi.</p>



<p>Tidak ketinggalan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat kebaikan, ketulusan, keikhlasan dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat luas.</p>



<p>&#8220;Sukses adalah saat kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi pelecut semangat kita untuk senantiasa menumbuhkan rasa saling menyayangi dan mengasihi sebagai sesama manusia. Semoga membawa berkah untuk kita semua,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215099</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Pengalaman Belajar Unik dan Inspiratif, Disdikbud Lumajang Hadirkan Museum Keliling</title>
		<link>https://memontum.com/beri-pengalaman-belajar-unik-dan-inspiratif-disdikbud-lumajang-hadirkan-museum-keliling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menghadirkan program Museum Keliling, untuk memberikan pengalaman belajar yang unik dan inspiratif bagi para pelajar di Lumajang. Program yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lumajang itu, telah menjangkau 15 sekolah dan madrasah di lima kecamatan di Lumajang. Diantaranya, seperti di Kecamatan Gucialit, Kunir, Tempeh, Pasrujambe dan Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menghadirkan program Museum Keliling, untuk memberikan pengalaman belajar yang unik dan inspiratif bagi para pelajar di Lumajang. Program yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lumajang itu, telah menjangkau 15 sekolah dan madrasah di lima kecamatan di Lumajang. Diantaranya, seperti di Kecamatan Gucialit, Kunir, Tempeh, Pasrujambe dan Kecamatan Pasirian.</p>



<p>Kepala Bidang Kebudayaan dan Dikmas, Disdikbud Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Muhammad Suhudi, mengatakan bahwa Museum Keliling merupakan bagian dari salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan museum kepada masyarakat. &#8220;Museum Keliling merupakan upaya kami untuk mendekatkan museum kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan sejarah dan budaya Lumajang sejak dini,&#8221; kata Suhudi, Sabtu (28/09/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, dalam setiap kunjungan, tim Museum Keliling tidak hanya memamerkan koleksi-koleksi bersejarah (buku, red). Namun juga memberikan penjelasan mendalam tentang nilai-nilai dan makna di balik setiap artefak.</p>



<p>&#8220;Siswa-siswi diajak berinteraksi langsung dengan benda-benda tersebut, sehingga mereka dapat merasakan sendiri denyut nadi sejarah yang mengalir di dalamnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Museum Keliling juga menjadi panggung bagi pelajar untuk unjuk kreativitas. Tampilan potensi seni dari mereka turut memeriahkan kegiatan sekaligus menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan.</p>



<p>&#8220;Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, pihakmya akan terus berkomitmen mengembangkan program Museum Keliling, sebagai upaya melestarikan sejarah dan budaya. Sekaligus, menumbuhkan generasi muda yang cinta akan kebudayaan.</p>



<p>&#8220;Kedepannya, mereka berencana untuk menambah jumlah koleksi yang dipamerkan, memperluas jangkauan kunjungan, serta melibatkan lebih banyak pihak dalam kegiatan ini,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Rozi, Jember Selatan Ada Wisata Mangrove</title>
		<link>https://memontum.com/mimpi-rozi-jember-selatan-ada-wisata-mangrove</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2019 13:25:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=89174</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Menyadarkan masyarakat untuk membangun sesuatu yang tidak mungkin memang sulit, seperti halnya mengubah hutan mangrove agar bisa menjadi wisata yang menarik, di Jember bagian selatan ada hutan mengrove yang terletak di antara pantai dan sungai. Sekilas, memang terlihat kurang menarik. Bila dilihat dari agak jauh, namun bila mendekat serasa berada di hutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Menyadarkan masyarakat untuk membangun sesuatu yang tidak mungkin memang sulit, seperti halnya mengubah hutan mangrove agar bisa menjadi wisata yang menarik, di Jember bagian selatan ada hutan mengrove yang terletak di antara pantai dan sungai.</p>
<p>Sekilas, memang terlihat kurang menarik. Bila dilihat dari agak jauh, namun bila mendekat serasa berada di hutan Amazon.</p>
<p>Seorang pemuda Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Fahrur Rozi yang pertama kali melihat keindahan hutan mangrove ini merasa menakjubkan. Rozi yakin bila hutan mangrove ini dijadikan tempat wisata bakal rame sebab masih alami.</p>
<p>Namun, kata Rozi, bila dikerjakan seorang diri ia mengaku tidak akan mampu, membutuhkan waktu yang lumayan lama. Rozi berkeyakinan, bila hutan mangrove ini dikerjakan secara serius, Jember bagian selatan bakal rame dengan wisatawan. Oleh karenanya, Rozi perlu banyak orang untuk turut serta.</p>
<p>Sejauh ini, Rozi sudah melakuan pendekatan dengan masyarakat sekitar, agar bersedia bahu membahu mengolah hutan mangrove. Tinggal menunggu waktu, supaya mau bersama-sama, nantinya bila masyarakat mengalami paceklik masih mendapat pemasukan dari sektor wisata.</p>
<p>&#8220;Saya juga berencana komunikasi dengan mahasiswa Mapala, bagaimana cara membuat rafting. Jadi, di sana itu ada jembatan yang cukup tinggi, cocok untuk rafting, nanti sampai ke tepian mangrove. Juga, rencananya buka cafe perahu, meski bukan kapal pesiar, asal di desain sebaik mungkin, saya rasa bakal banyak diminati wisatawan lokal dan luar,&#8221; terang Rozi saat di konfimasi memontum.com, Senin (29/7/2019) malam.</p>
<p>Selain mangrove, sambung Rozi, juga ada hutan cemara yang lumayan bila dijadikan tempat selfi, cukup sedikit dipoles sudah bisa dijadikan tempat yang hits. Apalagi, kata Rozi remaja sekarang senang dengan tempat-tempat untuk foto. Ditambah dengan warung makan dan tempat kamping, pasti bakal ramai.</p>
<p>&#8220;Saya berharap, banyak pemuda yang memiliki mimpi yang sama dengan saya, untuk membangun Jember, khususnya desanya masing-masing. Sehingga, tidak perlu mencari kerja ke luar daerah, cukup dengan menciptakan pekerjaan dan pemberdayaan pemuda desa,&#8221; ungkap Rozi. <strong>(rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sosok Pemudi Pelopor dari Desa</title>
		<link>https://memontum.com/sosok-pemudi-pelopor-dari-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2019 11:54:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=88594</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Gadis cantik inspiratif dari desa yang mewakili Jawa Timur sebagai pemuda pelopor di bidang agama, sosial dan budaya ialah Musaiyana (22) asal Dusun Duwa&#8217; Ondung Karang Penang Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang. Muza sapaan akrabnya merupakan pendiri organisasi kepemudaan yang bernama Sampang Young Inspiration. Ia menjelaskan bahwa dibentuknya Sampang Young Inspiration bertujuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Gadis cantik inspiratif dari desa yang mewakili Jawa Timur sebagai pemuda pelopor di bidang agama, sosial dan budaya ialah Musaiyana (22) asal Dusun Duwa&#8217; Ondung Karang Penang Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang.</p>
<p>Muza sapaan akrabnya merupakan pendiri organisasi kepemudaan yang bernama Sampang Young Inspiration. Ia menjelaskan bahwa dibentuknya Sampang Young Inspiration bertujuan untuk sebuah perubahan nyata di Kabupaten Sampang dan menjadi solusi produktif yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Projek sosial ini fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui anak usia dini, pemuda dan masyarakat Sampang pinggiran,&#8221; ungkap Muza.</p>
<p>Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya tersebut menambahkan tujuan dibentuknya Sampang Young Inspiration juga sebagai bentuk keresahan atas banyak isu nasional di Kabupaten Sampang.</p>
<p>&#8220;Sampang secara riset menjadi kabupaten yg sangat tertinggal dari kabupaten lainnya, pusat intoleransi dan indeks pengaruh hidup yang minim perlu diperhatikan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Selain itu, yang mengantarkan Muza menjadi wakil Jawa Timur sebagai pemuda pelopor yaitu berkat Rumah Literasi Desa yang dirintisnya. Terdapat 4 rumah literasi yang tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Robatal dan Kecamatan Kedungdung.</p>
<p>Muza menjelaskan didirikannya Rumah Literasi Desa yaitu untuk mencoba memberikan perubahan kepada masyarakat dan anak di desa binaan untuk bersama-sama membaca.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88594</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
