<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>instagram &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/instagram/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2020 06:49:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>instagram &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Beredar Ibu Tua Dianiaya, Polisi Buru Pelakunya</title>
		<link>https://memontum.com/beredar-ibu-tua-dianiaya-polisi-buru-pelakunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2020 06:49:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[beredar di media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126327</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebuah video penganiayaan beredar di media sosial Facebook dan Instagram. Seorang wanita muda tampak menganiaya seorang wanita tua yang saat itu sedang berteduh dari hujan. Video itu diunggah pada Kamis (22/10/2020) malam. Beberapa kali nenek tua tersebut didorong tanpa perlawanan. Mulut sempat dibekap mulutnya hingga jualan sayur si nenek jatuh ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebuah video penganiayaan beredar di media sosial Facebook dan Instagram. Seorang wanita muda tampak menganiaya seorang wanita tua yang saat itu sedang berteduh dari hujan. Video itu diunggah pada Kamis (22/10/2020) malam. Beberapa kali nenek tua tersebut didorong tanpa perlawanan. Mulut sempat dibekap mulutnya hingga jualan sayur si nenek jatuh ke tanah.</p>
<p>Netizen berakun @ir_kartika membagikannya ke @infomalangraya. “Kejadian di dekat Pasar Mergan. Kota Malang. Ibu tua dipukuli. Saat kejadian, sebenarnya saya hendak menghampiri kedua orang tersebut. Guna klarifikasi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang yang berbaju biru terhadap ibu tua,” ujarnya dalam tulisan</p>
<p>“Tetapi keadaan saat itu hujan deras. Dan saya perhatikan dahulu sembari merekam secara sembunyi-sembunyi dibalik mobil yang sedang parkir. Ketika saya rasa tindakan orang berbaju biru itu sudah terlalu berlebihan. Saya pun segera mematikan HP dan hendak menghampiri kedua orang tersebut,” ujarnya.</p>
<p>“Ketika saya mematikan hape, datang seorang pengendara sepeda motor. Ketiga orang tersebut (termasuk ibu tua) terlihat saling ngobrol. Dan akhirnya pergi berboncengan meninggalkan tempat kejadian,” tutupnya.</p>
<p>Postingan ini langsung viral. Petugas Resmob Polresta Malang Kota dan Polsekta Klojen langsung diterjunkan ke lokasi pada Jumat (23/10/2020) pagi. Lokasi penganiayaan sudah ditemukan. Namun sampai saat ini petugas masih melakukan pelacakan terhadap korban dan pelaku.</p>
<p>Kasat Reskrim AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com pada Jumat siang mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Kita masih lidik. Kami tindak lanjuti. Dari Polsek Klojen dan Anggota Resmob Polresta Malang Kota sudah cek TKP. Memang benar TKP nya ada sesuai dalam video tersebut. Kita masih mencari saksi, korban dan juga pelakunya. Saat ini anggota kami masih ada di lapangan. Karena korban tidak tinggal di sekitar lokasi kejadian,&#8221; ujar AKP Azi. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akun Instagram UM Masuk Ranking Terpopuler 2018</title>
		<link>https://memontum.com/akun-instagram-um-masuk-ranking-terpopuler-2018</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2018 11:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=58584</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Media sosial (medsos) menjadi salah satu hal penting pada era revolusi industri 4.0. Tak hanya bagi individu, namun juga perguruan tinggi, yang dituntut mampu bersaing dengan institusi lainnya. Hal ini sekaligus sebagai pembuktian agar tidak dicap ketinggalan zaman. Salah satunya, Universitas Negeri Malang (UM) mampu menunjukkan tak kalah eksis dalam peran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Media sosial (medsos) menjadi salah satu hal penting pada era revolusi industri 4.0. Tak hanya bagi individu, namun juga perguruan tinggi, yang dituntut mampu bersaing dengan institusi lainnya. Hal ini sekaligus sebagai pembuktian agar tidak dicap ketinggalan zaman. </p>
<p>Salah satunya, Universitas Negeri Malang (UM) mampu menunjukkan tak kalah eksis dalam peran penunjang informasi, baik akademik maupun non akademik. Dalam era kekinian, Instagram menjadi salah satu akum medsos populer sebagai partisi untuk pembenahan dan inovasi. Melalui akun @universitasnegerimalang sebagai official account UM, UM mencatatkan diri menduduki peringkat 15 di Indonesia, serta peringkat 101 dunia dengan follower 45,600 pada akhir Agustus lalu, atau rata-rata +112 peningkatan follower setiap harinya.</p>
<p>Tentunya dalam pembenahan ini, UM tidak bekerja sendiri, namun dibantu Internship Humas yang terdiri dari mahasiswa generasi milenial itu sendiri. </p>
<p>“Dengan adanya bantuan dari Internship UM, kami berusaha berbenah diri untuk menyambut mahasiswa generasi milenial yang haus akan informasi terbaru dan terupdate melalui gawai mereka. Hal ini tidak bisa kita dapatkan di media cetak, seperti koran dan majalah. Kami berupaya menyesuaikan diri melalui pentingnya medsos bagi generasi milenial,” kata Kepala Bagian Humas dan Kerjasama (Kabag KSH) UM Dra. Aminarti Siti Wahyuni.</p>
<p>Selain itu, kegiatan universitas selalu dipublikasikan, baik acara yang memiliki skala regional hingga internasional. Tak ketinggalan beberapa kegiatan civitas akademika UM. </p>
<p>“Salah satu inovasi dari kami adalah adanya EIKK (Entri Informasi Kegiatan Kampus, red) yang siap sedia apabila ada civitas yang membutuhkan media patner untuk mempublikasikan acaranya. Nomor EIKK ini memang termasuk unik, karena mengambil juga tahun diresmikannya UM yaitu 0838-3455-1954,” tambah Yuyun, sapaan lulusan FIP IKIP Malang ini.</p>
<p>Harapannya, dengan adanya EIKK dan media sosial resmi UM, semua civitas bisa mengetahui informasi dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh universitas. </p>
<p>&#8220;Semoga medsos resmi UM akan semakin banyak follower-nya dan bermanfaat bagi kemajuan UM di masa mendatang”  tukasnya, sembari menginfokan account resmi lainnya, yaitu facebook @Informasi.UM, twitter @UM_1954, channel youtube UniversitasNegeriMalangOfficial. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58584</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
