<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Instagramable &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/instagramable/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Sep 2023 13:02:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Instagramable &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungan Kayutangan Heritage Terus Meningkat, Akhir Pekan Wisatawan Dominasi Bidik Spot Foto Instagramable</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-kayutangan-heritage-terus-meningkat-akhir-pekan-wisatawan-dominasi-bidik-spot-foto-instagramable</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2023 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Instagramable]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, yang telah menjadi legacy dari Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, kini tidak pernah sepi dikunjungi para wisatawan. Salah satu sasarannya, adalah seperti spot-spot foto yang menarik dan instagramable untuk diabadikan selama berkunjung ke kawasan tersebut. Seperti yang terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, yang telah menjadi legacy dari Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, kini tidak pernah sepi dikunjungi para wisatawan. Salah satu sasarannya, adalah seperti spot-spot foto yang menarik dan instagramable untuk diabadikan selama berkunjung ke kawasan tersebut.</p>



<p>Seperti yang terlihat pada Sabtu (20/09/2023) tadi, sejumlah pengunjung atau wisatawan, banyak terlihat di kawasan tepi sungai di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Di lokasi itu, salah satunya terdapat spot foto dinding dengan gambar bernuansa De Javasche Bank atau Bank bergaya kolonial Belanda. Spot ini, salah satu spot favorit pengunjung untuk mengabadikan momen ketika di Kayutangan Heritage.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Paulina Arum (23), dalam keterangannya menyampaikan bahwa mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage, seolah wisatawan dibuat flashback kembali ke zaman dahulu. Karenanya, dirinya merasa senang dan betah, jika berjalan-jalan sore dengan menikmati apa yang ada di dalam kawasan.&nbsp;</p>



<p>“Sangat senang kalau berkunjung ke sini. Apalagi, juga ada spot-spot foto yang bagus. Saya sendiri, itu sudah dua kali mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage,” kata Arum saat di Kampung Kayutangan Heritage, Sabtu (23/09/2023) sore.</p>



<p>Selain mengaku sangat kerasan dan betah berlama-lama di sekitar kawasan, dirinya pun berharap agar spot-spot foto menarik dengan gaya serupa, pun bisa diperbanyak. Karena selain dirasa kurang, wisatawanpun saat hendak mengabadikan momen di dalam kawaaan, juga harus mengantri karena banyaknya yang ingin berfoto di spot yang sama. Apalagi, jika di hari libur seperti Sabtu, Minggu atau hari libur, wisatawan yang datang semakin banyak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi mau foto, tapi masih banyak orang. Jadinya, ya harus menunggu untuk gantian. Kalau bisa, nanti ke depan spot foto di kawasan ini bisa ditambah lagi,” katanya.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, spot foto lain yang menarik untuk diabadikan, yaitu dengan adanya Bunga Bougenville dengan suasana ala-ala negeri ginseng, ditambah hiasan dinding bak kolonial. “Salah satu spot foto yang digemari masyarakat, karena viral juga di sosial media, itu paling banyak foto di tangga yang terletak di bawah rindangnya pohon Bunga Bougenville. Itu bagus dan bisa dibuat lagi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Natanael Abel (23), seorang wisatawan lain juga menyampaikan agar apa yang sudah tertata di dalam kampung bisa terus dipertahankan. Karena, banyak wisatawan yang setelah berkunjung, itu merasa puas.</p>



<p>“Dari pada pergi sampai keluar kota untuk berwisata, kalau saya mending ke Kayutangan Heritage,&#8221; ucap Abel, sapaannya.</p>



<p>Apalagi, di sini juga terdapat beberapa spot foto lain. Seperti di rumah antik, dengan terdapat barang-barang kuno atau lawas yang terpajang di halaman depan rumah. Sehingga, para pengunjung bisa berfoto ria dengan barang-barang yang ada tersebut.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com saat mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage di hari wekeend, pengunjung yang datang pun terus bertambah. Semakin malam, suasana semakin ramai. Aktivitas rumah-rumah lawas yang juga disulap menjadi tempat nongkrong, pun juga bisa dinikmati. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gondang Jenggrik View, Spot Instagramable Wisata Karanganyar</title>
		<link>https://memontum.com/gondang-jenggrik-view-spot-instagramable-wisata-karanganyar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 15:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gondang Jenggrik]]></category>
		<category><![CDATA[Instagramable]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107313-gondang-jenggrik-view-spot-instagramable-wisata-karanganyar</guid>

					<description><![CDATA[Bendungan Berlatar Belakang Gunung Lawu Memontum Malang &#8211; Pagi berselimut awan mendung menutupi sebagian bukit dan gunung Lawu. Sinar matahari perlahan menyembul di sisi Timur Bendungan Gondang. Pemandangan cukup langka bisa dinikmati di lokasi wisata Dusun Jenggrik, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Pagi itu, satu dua orang warga melintasi jembatan bendungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Bendungan Berlatar Belakang Gunung Lawu</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pagi berselimut awan mendung menutupi sebagian bukit dan gunung Lawu. Sinar matahari perlahan menyembul di sisi Timur Bendungan Gondang. Pemandangan cukup langka bisa dinikmati di lokasi wisata Dusun Jenggrik, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Pagi itu, satu dua orang warga melintasi jembatan bendungan Gondang, bertegur sapa dengan pihak keamanan. Warga setempat yang bekerja sebagai petani, mulai berangkat ke lahan garap.</p>
<p><div id="attachment_107317" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107317" decoding="async" class="size-full wp-image-107317" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="BENDUNGAN GONDANG : Berlatar Gunung Lawu. (sos)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_200923087-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107317" class="wp-caption-text">BENDUNGAN GONDANG : Berlatar Gunung Lawu. (sos)</p></div></p>
<p>Oso, editor Memontum.com menyempatkan diri mampir ke lokasi wisata desa yang namanya mungkin belum cukup kondang. Namun, pemandangan di lokasi (cek Gmaps : Jembatan Selfi Jurang Jejek) cukup istimewa.</p>
<p>Beberapa warga masih belum tepat menyebut nama lokasi wisata yang dikelola karang taruna desa setempat. Belum ada papan nama besar di lokasi. Saya, sempat bertanya apa namanya.</p>
<p>Masuk dari pedukuhan Njenggrik, pengunjung melewati tiang-tiang bambu berhias lampion kertas. Merah putih biru, bermacam warna menghiasi kayu lokasi. Tempat parkirnya cukup luas.</p>
<p>Belum ada yang berjaga. Saya dan 2 ponakan saya lalu mampir. Banyak ban susun berhias berwarna terpasang. Ban berfungsi semacam meja. Tempat duduknya berbahan bambu.</p>
<p><div id="attachment_107316" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107316" decoding="async" class="size-full wp-image-107316" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="GONDANG : Dibangun di lahan 96,23 hektare, sebagian masuk Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Ngargoyoso. (sos) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_202338639-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107316" class="wp-caption-text">GONDANG : Dibangun di lahan 96,23 hektare, sebagian masuk Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Ngargoyoso. (sos)</p></div></p>
<p>Banyak bunga tertanam menghiasi lokasi. Berdiri pula, semacam bangunan berbahan kayu dan bambu menjadi titik view&#8211;pandang setinggi sekitar 15 meteran. Dari sini, panorama Bendungan Gondang tampak jelas.</p>
<p>Di lokasi ini, pengunjung disuguhi pemandangan Bendungan Gondang dengan background Gunung Lawu. Sayang, Rabu pagi, langit berawan mendung. Tapi tetap, suasana sejuk dan udara segar dapat dirasakan pengunjung.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/I2AzWSaFPqQ" width="750" height="333" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br />
<em>VIDEO : Gondang Jenggrik View di Desa Ganten Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar. (sos)</em></p>
<p>Ya, lokasi ini jauh dari kebisingan kota. Sangat cocok menjadi jujukan rekreasi ringan. Sekedar melepas lelah atau mengurangi stress dengan menikmati pemandangan Bendungan Gondang.</p>
<p>Jika panorama pagi sedemikian mengesankan, entah bagaimana rasanya di kala senja atau matahari terbenam. Perbukitan dan gunung Lawu sangat jelas terlihat. Lalu lokasi wisata itu apa namanya?</p>
<p><div id="attachment_107315" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107315" decoding="async" class="size-full wp-image-107315" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="MURAH : Pengunjung bisa berfoto sepuasnya. (sos) " width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201312858-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107315" class="wp-caption-text">MURAH : Pengunjung bisa berfoto sepuasnya. (sos)</p></div></p>
<p>Seorang warga menyebutnya Jembatan Selfie Jurang Jejek. Penamaan Jembatan Selfie Jejek Karanganyar nantinya akan sama dengan nama lokasi jembatan Selfie Jejek di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar.</p>
<p>Sejarahnya, lokasi ini pernah ditumbuhi pohon trembesi besar dekat jurang. Meski dekat jurang, trembesi ini kokoh berdiri. Sebab itu, ada warga yang menyebut lokasi wisata tersebut dengan Trembesi Jejek.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3541" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-1.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-1.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-1.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lokasi wisata ini masih belum terdokumentasikan atau terpublikasikan, baik di media daring maupun media sosial. Padahal, panorama di sini cukuplah eksotis dan menarik.</p>
<p>Biaya masuk murah meriah hanya Rp 2000 per orang. Parkir sepeda motor Rp 5000 + 1 orang dan parkir Mobil Rp 10 ribu. Biaya masuk ini dikelola karang taruna setempat yang nantinya dipakai untuk perawatan lingkungan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107314" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Lumii_20200229_201149864-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Memontum.com, lokasi wisata di Desa Ganten Kerjo Karanganyar ini sangatlah layak dinamakan Gondang Jenggrik View (GJJ/GOJEV). Kenapa?</p>
<p>Bendungan bernama Gondang adalah poin interest lokasi. Jejek sendiri menyebut eksplisit kondisinya berupa jurang. Jenggrik akan lebih memperkenalkan nama dusun di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. View menunjukkan memang titik pandang terbaik ke arah bendungan berlatar Gunung Lawu berada di lokasi ini.</p>
<p>Bendungan Gondang dibangun di lahan 96,23 hektare masuk 2 Kecamatan yakni Kecamatan Ngargoyoso dan Kerjo, sejak Kamis, 5 Mei 2019, diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Bendungan ini mampu memenuhi kebutuhan air areal pertanian seluas 4.680 hektar di Sragen dan Karanganyar. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107313</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
