<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>intensif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/intensif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 09:44:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>intensif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>UMKM Kota Malang Didorong Naik Kelas Lewat Pendampingan Intensif</title>
		<link>https://memontum.com/umkm-kota-malang-didorong-naik-kelas-lewat-pendampingan-intensif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[didorong]]></category>
		<category><![CDATA[intensif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas di tengah tantangan persaingan usaha. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), pendampingan intensif disiapkan sebagai kunci peningkatan kapasitas UMKM pada 2026. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Pemerintah Kota Malang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas di tengah tantangan persaingan usaha. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), pendampingan intensif disiapkan sebagai kunci peningkatan kapasitas UMKM pada 2026.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 40 ribu UMKM di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan sekitar 4.000 UMKM atau 10 persen mampu meningkatkan kapasitas usahanya pada tahun ini.</p>



<p>“UMKM tidak cukup hanya bertahan. Mereka harus didorong naik kelas, agar lebih berdaya saing dan mampu menopang perekonomian Kota Malang,” ujar Eko, Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p>Pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha. Mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital akan menjadi fokus utama pembinaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pada tahun 2026, cakupan pendampingan akan diperluas dengan menyasar 50 hingga 100 UMKM dalam satu periode. Materi pelatihan juga diperdalam agar pelaku usaha benar-benar siap menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Penguatan program pendampingan tersebut dilakukan sebagai evaluasi capaian tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, jumlah UMKM yang berhasil naik kelas masih berkisar sekitar 100 pelaku usaha, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;UMKM dikategorikan naik kelas apabila menunjukkan peningkatan kinerja usaha, baik dari sisi omzet tahunan, kelengkapan legalitas, maupun kualitas produk yang dihasilkan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Tidak hanya menyasar pasar lokal, Diskopindag Kota Malang juga mendorong UMKM agar berani menembus pasar ekspor. Hingga 2025, tercatat 95 UMKM asal Kota Malang telah mengekspor produknya ke berbagai negara, dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp100 miliar, didominasi produk keripik olahan tempe dan kriya.</p>



<p>“Ke depan, pendampingan juga kami arahkan agar semakin banyak UMKM yang siap ekspor. Klinik ekspor akan dimaksimalkan karena peluang pasar dan jejaring kerja sama internasional sudah terbuka,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinsos P3AP2KB Kota Malang Beri Pendampingan Intensif Korban Kekerasan Seksual</title>
		<link>https://memontum.com/dinsos-p3ap2kb-kota-malang-beri-pendampingan-intensif-korban-kekerasan-seksual</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[intensif]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218214</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang melakukan pendampingan secara intensif pada tujuh korban kekerasan seksual yang terjadi di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kejadian itu, diketahui berlangsung sejak akhir tahun 2024 lalu. Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang melakukan pendampingan secara intensif pada tujuh korban kekerasan seksual yang terjadi di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kejadian itu, diketahui berlangsung sejak akhir tahun 2024 lalu.</p>



<p>Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa kejadian tersebut dilaporkan oleh salah satu orang tua korban ke kelurahan, kemudian diteruskan ke Dinsos P3AP2KB yang juga langsung berkoordinasi dengan PPA Polresta Malang Kota. “Tanggal 3 Januari 2025 kasus ini diproses, dan malamnya pelaku langsung diamankan. Pelaku diketahui telah tinggal di lingkungan tersebut selama puluhan tahun,” kata Donny, Rabu (08/01/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa mayoritas korban tersebut berada dibawah umur. Saat ini mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) provinsi, Polresta Malang Kota dan Dinsos P3AP2KB Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Pendampingan dilakukan untuk memastikan hak dasar korban terpenuhi. Kami juga bekerja sama dengan sekolah agar korban tidak mengalami bullying atau intimidasi,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Beberapa korban juga telah menjalani visum medis dan lanjutan untuk mengevaluasi kondisi psikologisnya. Salah satu korban, seorang siswa kelas 5 SD, menurutnya telah menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah. Sehingga perlu dilakukan penanganan khusus.</p>



<p>&#8220;Kami melibatkan psikolog dan psikiater untuk menenangkan korban serta memberikan edukasi kepada keluarga agar dapat mendampingi dan mengawasi anak-anak mereka,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Donny menekankan, akan pentingnya pendekatan psikologis intensif agar para korban tidak mengulangi pola perilaku serupa di masa depan. “Kami memastikan pendampingan dilakukan bergantian oleh konselor dari berbagai instansi, dan hasil asesmen dilaporkan secara terkoordinasi,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pelaku merupakan pengurus koperasi simpan pinjam yang berada di wilayah tersebut. Diduga memanfaatkan posisinya untuk mendekati korban dengan iming-iming hadiah seperti baju, sepatu dan uang.</p>



<p>&#8220;Kebetulan warga sekitar banyak yang memanfaatkan koperasi itu jadi mungkin hampir sebagian keluarga korban itu jadi nasabahnya pelaku,&#8221; imbuh Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218214</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
