<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>intensifkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/intensifkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 14:04:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>intensifkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>100 Kasus Suspek Campak Muncul di Kota Malang, Dinkes Intensifkan Pemantauan</title>
		<link>https://memontum.com/100-kasus-suspek-campak-muncul-di-kota-malang-dinkes-intensifkan-pemantauan</link>
					<comments>https://memontum.com/100-kasus-suspek-campak-muncul-di-kota-malang-dinkes-intensifkan-pemantauan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[muncul]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan]]></category>
		<category><![CDATA[suspek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231472</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada sekitar 100 kasus suspek campak yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang hingga Maret 2026. Meskipun, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa jumlah suspek campak yang tersebut tersebar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada sekitar 100 kasus suspek campak yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang hingga Maret 2026. Meskipun, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa jumlah suspek campak yang tersebut tersebar di seluruh 16 puskesmas yang ada di Kota Malang. “Kalau suspek ada, tetapi yang terkonfirmasi masih belum ada. Suspek dari seluruh faskes, terutama puskesmas, kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Husnul, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p>Husnul menjelaskan, sampel dari pasien suspek terlebih dahulu diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi campak, sampel akan kembali dikirim ke laboratorium rujukan nasional di Jakarta untuk konfirmasi akhir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski muncul sejumlah kasus suspek, Dinkes Kota Malang memastikan tenaga kesehatan tetap menjalankan standar perlindungan diri saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dasar seperti masker, sarung tangan, serta hand scrub telah diterapkan di fasilitas layanan kesehatan.</p>



<p>“Tenaga kesehatan tetap menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga kebersihan tangan. Untuk APD lengkap seperti saat pandemi Covid-19 belum digunakan, tetapi stoknya tersedia cukup di puskesmas,” tuturnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Dinkes Kota Malang terus melakukan pemantauan dan kewaspadaan dini guna mencegah potensi penyebaran campak, sekaligus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh kasus suspek yang ada. &#8220;Masyarakat juga kami imbau untuk tetap menjaga imunisasi anak sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai ruam, sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit campak,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/100-kasus-suspek-campak-muncul-di-kota-malang-dinkes-intensifkan-pemantauan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Pengguna Jalan dan Lalin, Dishub Lumajang Intensifkan Penertiban Operasional Angkutan Pasir</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-pengguna-jalan-dan-lalin-dishub-lumajang-intensifkan-penertiban-operasional-angkutan-pasir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[Lalin]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<category><![CDATA[penertiban]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230005</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang mengintensifkan penertiban operasional angkutan pasir di wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Penertiban sendiri, dilaksanakan setiap hari dengan menempatkan petugas secara siaga di Pos Jatian. Dalam pelaksanaan itu, kegiatan menyasar kendaraan angkutan pasir yang melintas di luar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang mengintensifkan penertiban operasional angkutan pasir di wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Penertiban sendiri, dilaksanakan setiap hari dengan menempatkan petugas secara siaga di Pos Jatian.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, kegiatan menyasar kendaraan angkutan pasir yang melintas di luar jam operasional yang telah ditetapkan. Terutama, pada pagi dan sore hari saat aktivitas masyarakat meningkat. Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan serta memastikan truk mengangkut muatan dengan menggunakan terpal penutup sesuai ketentuan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dishub Kabupaten Lumajang, Budi, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas, khususnya akibat muatan pasir yang tercecer di jalan. “Penertiban ini kami lakukan secara rutin setiap hari, agar angkutan pasir tidak melintas pada jam-jam padat dan seluruh kendaraan mematuhi kewajiban penggunaan terpal. Ini penting, demi keselamatan pengguna jalan lainnya,” katanya, Kamis (05/02/2026) tadi.</p>



<p>Dishub Lumajang juga mengimbau seluruh pengemudi angkutan barang, untuk senantiasa mematuhi jam operasional. Termasuk, menggunakan penutup muatan sesuai standar, serta menjaga kecepatan dan keselamatan dalam berkendara.</p>



<p>Langkah penertiban tersebut, juga mendapat dukungan positif dari masyarakat setempat karena dinilai mampu mengurangi kemacetan serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Khususnya, pada jam-jam sibuk aktivitas warga di wilayah Candipuro. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rencana Pembangunan PSEL Masih Terkendala Syarat 2 Ribu Ton Sampah, DLH Kota Malang Intensifkan Koordinasi</title>
		<link>https://memontum.com/rencana-pembangunan-psel-masih-terkendala-syarat-2-ribu-ton-sampah-dlh-kota-malang-intensifkan-koordinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>
		<category><![CDATA[terkendala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226004</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Malang, masih belum final. Itu karena, hingga saat ini ada aturan terbaru yang mewajibkan pengelolaan minimal 2 ribu ton sampah perhari, dari sebelumnya hanya 1 ribu ton. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Malang, masih belum final. Itu karena, hingga saat ini ada aturan terbaru yang mewajibkan pengelolaan minimal 2 ribu ton sampah perhari, dari sebelumnya hanya 1 ribu ton.</p>



<p>Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa beban persyaratan tersebut cukup berat. Sebab, kapasitas sampah dari Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang jika digabung pun masih belum mencukupi angka 2 ribu ton.</p>



<p>“Dari Kota Malang sendiri, sampahnya kurang lebih 720 ton per hari, yang masuk ke TPA hanya 514 ton. Selebihnya sudah terkelola melalui TPST dan TPS3R. Kalau ditotal dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang, kemungkinan tetap tidak mencapai 2.000 ton,” kata Raymond, Selasa (16/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, pihaknya memastikan bahwa koordinasi masih berjalan intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan pemerintah daerah sekitar. Hasil rapat terakhir, tiga kepala daerah bersama KLHK menurutnya telah sepakat jika PSEL Malang akan dilaksanakan di area TPS Supit Urang.</p>



<p>&#8220;Lokasinya di lahan seluas 5 hektare di dalam TPS Supit Urang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Namun, dengan adanya persyaratan terbaru, DLH Kota Malang masih menyusun telaah untuk disampaikan kepada pimpinan. “Keputusannya masih belum 100 persen. Kami masih terus koordinasi dengan KLHK, termasuk soal skema pengolahan apakah melalui metode insinerasi atau opsi lain yang bisa menghasilkan LSDP,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226004</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian di Sektor Selatan, Dua Jenazah Ditemukan di Selat Bali</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-intensifkan-pencarian-di-sektor-selatan-dua-jenazah-ditemukan-di-selat-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga korban dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Kedua jenazah ini, ditemukan di perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (08/07/2025) tadi. SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E Eko Suyatno, dalam jumpa pers dengan media mengatakan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga korban dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Kedua jenazah ini, ditemukan di perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (08/07/2025) tadi.</p>



<p>SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E Eko Suyatno, dalam jumpa pers dengan media mengatakan, jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 01.24. Penemuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Tim SAR gabungan dengan mengerahkan SRU untuk evakuasi.</p>



<p>Jenazah pertama yang ditemukan ini diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri fisik, yaitu memakai kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam. &#8220;Tim SAR gabungan baru bisa mengevakuasi jenazah ini sekitar pukul 03.30. Hal ini dikarenakan proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap pada dini hari, gelombang yang cukup tinggi dan kuatnya arus di perairan selatan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tim SAR gabungan kembali mendapatkan informasi sekitar pukul 05.30, bahwa ditemukan satu jenazah lagi di sekitar perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan. Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas dan Satpolairud.</p>



<p>&#8220;Jenazah kedua berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 06.20. Jenazah kedua yang ditemukan ini juga diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri memakai baju lengan pendek dan celana pendek,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kedua jenazah ini, dievakuasi ke darat melalui Pelabuhan Perikanan Muncar. Selanjutnya, dibawa ke RSUD Blambangan guna diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi &#8211; Biddokkes Polda Jatim.</p>



<p>Eko Suyatno menjelaskan, Tim SAR gabungan kembali akan memfokuskan upaya pencarian di permukaan air di wilayah perairan selatan Selat Bali, dengan mengerahkan sejumlah Alut laut dengan luas area penyisiran hingga 25 mil laut. &#8220;Jika kondisi cuaca baik, SRU udara akan melaksanakan pergerakan pencarian di area yang telah ditentukan. Sementara itu SRU darat yang ada di sisi Banyuwangi, akan tetap melaksanakan pemantauan dan penyisiran di sepanjang garis pantai, dari Bangsring hingga Pancer,&#8221; urainya.</p>



<p>Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, Panglima Koarmada II menyampaikan perkembangan yang didapatkan dari upaya deteksi bawah air yang telah dilakukan. Ditemukan tujuh referensi tanda-tanda fisik yang identik dengan KMP Tunu Pratama Jaya. Langkah selanjutnya yang dilakukan, yaitu menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dari KRI Spica 934 setelah Tim Pushidrosal melakukan pendeteksian dengan side scan sonar.</p>



<p>Kendala yang dihadapi Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi cuaca perairan Selat Bali. Dimana menurut data BMKG, cuaca berawan tebal, kecepatan angin berkisar diantara 4 &#8211; 25 knots, ketinggian gelombang maksimal di kisaran 2,5 – 3,5 meter, visibility 7 km, serta kecepatan arus permukaan 2,4 m/s.</p>



<p>Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR hari keenam pencarian ini, diantaranya dari Kantor Pusat Basarnas, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 Puspenerbal, Pushudrosal, Lanal Banyuwangi, Lanal Gilimanuk, Baharkam Polri, Ditpolairud Polda Jatim, Polres Banyuwangi, Satpolairud Polres Banyuwangi, Satpolairud Polda Bali, Satbrimob.</p>



<p>Selain itu juga KPLP, BSG, KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk, Kodim 0825 Banyuwangi, Koramil Banyuwangi Kota, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Damkar, Tagana, BKK Banyuwangi, SAR MTA, SAR OPA Unej, Besromben Indonesia, nelayan sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Penebangan Pohon di Proyek Drainase Suhat, DLH Kota Malang Intensifkan Koordinasi</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-penebangan-pohon-di-proyek-drainase-suhat-dlh-kota-malang-intensifkan-koordinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan koordinasi intensif terkait rencana penebangan pohon yang terdampak proyek perbaikan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur, itu dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian perencanaan untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan. Kepala DLH Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan koordinasi intensif terkait rencana penebangan pohon yang terdampak proyek perbaikan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur, itu dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian perencanaan untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menegaskan bahwa koordinasi tersebut dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meskipun Jalan Suhat merupakan kewenangan provinsi, namun pohon-pohon di kawasan tersebut sudah menjadi aset dan tanggung jawab Pemkot Malang untuk dirawat.</p>



<p>&#8220;Kami akan tetap memastikan penanganan pohon dilakukan dengan cermat dan sesuai aturan. Nanti juga akan dikaji lagi apakah aset pohon dikembalikan ke provinsi melalui UPT, atau tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Malang,&#8221; kata Rahman, Senin (28/04/2025) tadi.</p>



<p>Rahman menyebut, sebagian besar pohon yang terdampak adalah jenis palem, sehingga dari sisi nilai aset tidak terlalu besar dibandingkan pohon sengon atau jenis pohon bernilai tinggi lainnya. Berdasarkan hasil pemantauan awal dan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, terdapat sekitar 147 pohon yang kemungkinan besar akan terdampak proyek tersebut. Namun, angka tersebut masih bisa berubah bergantung hasil rapat koordinasi lanjutan dan evaluasi teknis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Arahan dari Pak Emil adalah agar pemotongan pohon diminimalkan. Untuk itu, dibutuhkan mekanisme Contract Change Order (CCO) agar proyek bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terkait anggaran, DLH Kota Malang telah menyiapkan dana sebesar Rp 300 juta khusus untuk penanganan pohon, termasuk biaya pemotongan yang akan dilakukan oleh pihak ketiga. &#8220;Kami menggandeng pihak ketiga untuk efisiensi pelaksanaan, karena DLH juga menangani banyak tugas insidentil lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa revisi perencanaan proyek telah dilakukan melalui mekanisme CCO untuk mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang. &#8220;Dari rencana awal 147 pohon, setelah revisi dan tinjauan lapangan, kami bisa menekan jumlah pohon yang ditebang menjadi jauh lebih sedikit, mungkin hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa jumlah pohon yang ditebang nantinya masih bisa berubah menyesuaikan hasil rapat koordinasi lebih lanjut. &#8220;Tidak sampai 50 persen, bahkan mungkin hanya 20 persen. Semua tetap dalam upaya menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Intensifkan Persiapan Atlet Jelang Pelaksanaan Porprov 2025</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-intensifkan-persiapan-atlet-jelang-pelaksanaan-porprov-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) mulai mengintensifkan persiapan menjelang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke IX tahun 2025. Yakni dengan mengadakan Pemusatan Latihan Kota (Puslakot) mulai besok, Sabtu (15/02/2025) hingga akhir Mei 2025. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa dalam sesi latihan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) mulai mengintensifkan persiapan menjelang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke IX tahun 2025. Yakni dengan mengadakan Pemusatan Latihan Kota (Puslakot) mulai besok, Sabtu (15/02/2025) hingga akhir Mei 2025.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa dalam sesi latihan tersebut juga sudah disiapkan mengenai uang transportasi serta tambahan vitamin bagi atlet. Sehingga, diharapkan para atlet dapat bersaing untuk meraih medali dalam Porprov 2025 mendatang.</p>



<p>&#8220;Setelah akhir Mei promosi degradasi nanti di lanjutkan Puslakot final di awal bulan Juni. Kemudian nanti akan kami kumpulkan bersama untuk dilakukan karakter building sampai dengan selesai,&#8221; kata Baihaqi, Jumat (14/02/2025) tadi.</p>



<p>Sebagai tuan rumah penyelenggaraan, pihaknya menargetkan empat kesuksesan. Diantaranya, penyelenggaraan yang baik, peningkatan prestasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kepatuhan terhadap regulasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami ingin menjadi tuan rumah terbaik dengan memberikan pelayanan maksimal, termasuk memperkenalkan destinasi wisata bagi para atlet dan tamu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari sisi prestasi, Kota Malang menargetkan peningkatan perolehan medali, setelah menempati peringkat ketiga di Porprov 2023 dengan 74 emas. Tentunya sebagai tuan rumah, diharapkan prestasi Porprov 2025 dapat mencapai yang lebih baik lagi.</p>



<p>Terkait dengan kesiapan venue, berbagai fasilitas olahraga telah dipersiapkan. Termasuk Stadion Gajayana akan menjadi lokasi utama pembukaan acara Porprov 2025. Selain itu, juga akan digunakan beberapa venue milik perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Di Stadion Gajayana juga sedang dibangun lintasan lari delapan jalur serta perbaikan fasilitas seperti tolak peluru dan lompat jauh. Ditargetkan selesai awal Mei ini selesai,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desa di Cantuk, Bupati Banyuwangi Intensifkan Program Jemput Bola Layanan Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desa-di-cantuk-bupati-banyuwangi-intensifkan-program-jemput-bola-layanan-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cantuk,]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[jemput]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi terus mengintensifkan program jemput bola layanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan dasar, Pemkab Banyuwangi juga rutin menggelar pemeriksaan USG bagi ibu hamil serta pemeriksaan jantung di desa-desa. Seperti salah satunya, layanan pemeriksaan kesehatan serta USG gratis bagi ibu-ibu hamil yang dilaksanakan di desa-desa. Pemandangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi terus mengintensifkan program jemput bola layanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan dasar, Pemkab Banyuwangi juga rutin menggelar pemeriksaan USG bagi ibu hamil serta pemeriksaan jantung di desa-desa.</p>



<p>Seperti salah satunya, layanan pemeriksaan kesehatan serta USG gratis bagi ibu-ibu hamil yang dilaksanakan di desa-desa. Pemandangan ini, terlihat saat pelaksanaan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kamis (06/02/2025) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, puluhan ibu hamil antusias hadir ke layanan USG yang dilaksanakan di pos kesehatan desa di kantor desa setempat. &#8220;Sebenarnya di setiap Puskesmas di Banyuwangi, sudah ada layanan USG untuk ibu hamil. Namun, kadang ada yang merasa jauh untuk periksa ke Puskesmas. Jadi, kami menggelar di desa untuk memudahkan warga yang ingin memeriksakan kesehatan,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat Ngantor di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh.&nbsp;</p>



<p>Salah satu warga, Qorin, mengaku sangat terbantu dengan adanya program USG di kantor desa. &#8220;Alhamdulillah gratis, dan dekat lokasi rumah. Baru ini memang saya periksa USG,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Program Ngantor di Desa sendiri, dilakukan Bupati Ipuk sejak 2021. Saat Program Ngantor di Desa dibuka, ratusan layanan pemerintahan disambut antusias masyarakat. Sementara masyarakat sendiri, dapat mengakses layanan, mulai pengurusan dokumen kependudukan, pajak daerah, kesehatan gratis, konsultasi hukum hingga pengurusan ijin usaha mikro.</p>



<p>“Tidak semua warga bisa mengakses layanan online dan tidak semua warga memiliki kesempatan untuk mengakses ke kota. Jadi, kami memberikan pilihan dengan mendekatkan layanan ke desa-desa,” kata Bupati Ipuk.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Secara bergilir, layanan kesehatan yang dihadirkan ke desa mulai dari pemeriksaan USG untuk ibu hamil juga pemeriksaan jantung. Layanan ini dilakukan, sebagai bagian layanan jemput bola.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan bahwa jemput bola layanan kesehatan juga hadir di desa-desa dengan tingkat kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) tinggi. Seperti hipertensi, jantung dan stroke.</p>



<p>Di daerah yang PTM nya tinggi, imbuhnya, secara berkala didatangkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) untuk memberikan layanan sekaligus sharing kepada dokter dan tenaga kesehatan di puskesmas setempat. “Banyak warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan jantung di desa ini. Pasiennya meluber juga, jadi rutin memang akan kami gelar,” kata Amir. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Intensifkan Penurunan Anak Tidak Sekolah, Pj Wali Kota Malang Rancang Program Motivasi</title>
		<link>https://memontum.com/intensifkan-penurunan-anak-tidak-sekolah-pj-wali-kota-malang-rancang-program-motivasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[rancang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219040</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, terus mengintensifkan upaya penurunan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Malang. Selain langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Satgas Penanganan ATS, kini tengah merancang program pemberian motivasi agar anak-anak kembali bersemangat untuk bersekolah. Berdasarkan laporan Satgas PATS, jumlah ATS di Kota Malang per Januari 2025 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, terus mengintensifkan upaya penurunan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Malang. Selain langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Satgas Penanganan ATS, kini tengah merancang program pemberian motivasi agar anak-anak kembali bersemangat untuk bersekolah.</p>



<p>Berdasarkan laporan Satgas PATS, jumlah ATS di Kota Malang per Januari 2025 turun menjadi 3.406 anak, dibandingkan pada September 2024 sekitar 5.534 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.125 anak telah terverifikasi alasan mereka tidak bersekolah, dengan faktor utama karena harus bekerja.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi perhatian saya untuk terus bergerak dalam penanganan ATS. Saya mengapresiasi progres signifikan yang telah dicapai berkat kerja keras semua pihak. Namun, tantangan terbesar bukan hanya mengembalikan anak-anak ke sekolah, tetapi juga memastikan mereka tetap termotivasi agar menyelesaikan pendidikan dengan baik,&#8221; kata Pj Wali Kota Iwan dalam Rapat Koordinasi Anak Putus Sekolah di Balai Kota Malang, Kamis (06/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Wali Kota Iwan juga menekankan, bahwa program motivasi ini akan mencakup dukungan psikososial serta penciptaan lingkungan yang kondusif bagi ATS. Pihaknya berencana membentuk forum motivasi yang melibatkan ATS, keluarga, serta narasumber inspiratif, termasuk ATS yang telah kembali bersekolah.</p>



<p>&#8220;Forum ini akan menghadirkan tokoh-tokoh sukses yang bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak. Saya bahkan berencana mengundang narasumber dari tingkat menteri untuk berbagi pengalaman,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Pj Wali Kota Iwan berharap, melalui program tersebut nantinya dapat menjadi intervensi jangka panjang dalam penanganan ATS, yang bersifat ajeg dan berkelanjutan. &#8220;Pendidikan adalah investasi masa depan. Saya ingin memastikan anak-anak kita memiliki motivasi dan kesempatan untuk meraih cita-cita mereka,&#8221; imbuh Pj Wali Kota Iwan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219040</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus DBD di Kota Malang Meningkat, Dinkes Intensifkan Sosialisasi Pencegahan</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-dbd-di-kota-malang-meningkat-dinkes-intensifkan-sosialisasi-pencegahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214880</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tahun 2024 ini. Bahkan, hingga akhir September 2024, ada sebanyak 600 kasus dan itu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan jika di tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tahun 2024 ini. Bahkan, hingga akhir September 2024, ada sebanyak 600 kasus dan itu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan jika di tahun 2023 lalu hanya ada sekitar 500 kasus hingga penghujung tahun. Tentunya, kasus ini harus diwaspadai dan menjadi perhatian serius.</p>



<p>“Makanya kami gencar untuk sosialisasi terkait pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Kemudian juga harus menjaga kebersihan rumah sendiri dan lingkungan. Lalu mencegah gigitan nyamuk, itu bisa diantisipasi sendiri, kemudian juga mengenali secara dini gejalanya, jangan sampai terlambat untuk dibawa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan,” kata Meifta, Selasa (01/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika mengalami gejala awal seperti demam atau panas, maka menurutnya harus segera dibawa ke Faskes. Masyarakat juga tidak diperkenankan untuk mengobati sendiri dengan membeli obat yang tidak seharusnya dan tanpa rekomendasi dari resep dokter.</p>



<p>“Karena itu jadi membahayakan masyarakat akan terjadi kekebalan, apalagi minum antibiotik tanpa resep dokter dan tidak dihabiskan. Itu menyebabkan kekebalan tubuh, sehingga dengan penyakit yang seharusnya dia bisa sembuh, karena dia kebal atau resisten, jadi tidak mempan lagi. Itu sesuatu fenomena yang harus diwaspadai untuk jangka kedepan,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Dinkes Kota Malang juga telah membagikan Abate, zat kimia untuk membunuh jentik nyamuk. Terutama pada tempat penampungan air dengan pemberian Abate harus dilakukan dengan dosis yang tepat, yaitu 10 gram atau satu sendok makan untuk 100 liter air.</p>



<p>“Pemberian Abate memang efektif, tapi yang lebih penting adalah menjaga kebersihan tempat penampungan air. Tempat-tempat seperti kamar mandi dan bak penampungan air harus dikuras setidaknya seminggu sekali untuk mematikan jentik nyamuk,” imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214880</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
